7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Mengusik fikiran ku


__ADS_3

“Venn,gue minta lo rahasian ini dari semua ya. Gue ga mau Althara tau” ucap ku meminta kepada Venna untuk menutup mulut nya.


“Oke” jawab Venna dengan manganggukan kepala nya.


Lalu aku dan Venna kembali ke dalam bergabung dengan yang lain nya. Aku berusaha untuk tenang dan menyembunyikan rasa cemas ku.


“Dari mana?” Tanya Althara begitu melihat ku kembali ke halaman belakang.


“Nganterin Venna dari depan tadi” ujar ku.


“Ke depan kok harus di anter” ledek Kevin.


“Yee kalo gue ilang ada yang nyulik gimana?” Jawab Venna dengan bercanda.


“Dih mana ada yang mau nyulik lo” sahut Tata dengan menatap Venna begitu jijik.


“Sini” panggil Althara meminta ku duduk di samping nya.


“Nih cobain dulu,enak ga” pinta Althara memegang piring putih yang sudah tersedia daging steak dengan sayuran dan platter di atas nya.


“Waaww. Kamu yang buat?” Tanya ku dengan melihat nya takjub.


“Iya lah masa gue” sahut Rizal di hadapan ku.


Lalu aku mencoba steak itu. Dan memang begitu enak dengan bumbu barbeque yang begitu manis dan pedas ketika masuk ke dalam mulut ku.


“Ih enak banget loh” ujar ku memuji hasil karya nya.


“Masa?” Tanya Althara tak percaya.


“Iya enak Althara,kamu belum coba?” Tanya ku.


Dia menggelengkan kepala nya. Lalu aku memotong sedikit steak wagyu itu dan menyuapi Althara.


“Enak kan?” Tanya ku.


Dia tersenyum dan menganggukan kepala nya.


Aku memperhatikan wajah tampan nya. Wajah nya yang kotak,berkulit putih,bermata coklat,dan rambut yang begitu gondrong itu selalu membuat ku kagum ketika melihat nya.


“Kenapa?” Tanya nya karena melihat ku memperhatikan nya sedalam itu.


“Aku baru sadar kalo ternyata kamu tampan” ucap ku tanpa merasa malu mengatakan nya.


“O ya?” Tanya nya dengan ragu menatap ku.


“Iya” jawab ku dengan semangat.


“Kenapa baru menyadari nya sekarang?” Tanya nya dengan menatap ku dengan dingin.


“Karena sekarang kamu baru benar-benar menjadi miliki aku” ujar ku membuat dia tersenyum.


Iya Althara kamu milik ku sekarang. Gumam ku di dalam hati,menatap nya begitu bangga.


“Hmmm,so sweet banget sih kalian” ucap Tata yang diam-diam mendengar perbincangan ku dengan Althara.


“O iya, Al lo kenal sama Roni kan teman sekelas lo dulu” tanya Rizal membuat ku membulatkan mata.


Aku melempar pandang kepada ketiga teman ku dengan diam. Mereka juga berpura-pura tenang. Aku tak menjawab,Althara melirik ku.


“Iya. Kemarin gue sama Alhena sempet ketemu sama dia”


“Ketemu?” Tanya Rizal lagi.

__ADS_1


“Pertama gue ketemu waktu di Cafe cewe ngadain Bridal To Shower,kedua waktu di Mall pas kita beli kain buat acara nikah kita”


Rizal menganggukan kepala nya.


“Kenapa?”


“Gue sempet ketemu dia waktu acara pameran Wo di Bekasi,dia tiba-tiba samperin gue terus dia bilang kalau dia temen Alhena in the gank,temen satu kelas kalian,terus dia tiba-tiba so asik gitu ngajak gue ngopi terus ngajak gue ketemu kapan-kapan” ucap Rizal.


“Ati-ati loh,jangan-jangan dia suka sama elo lagi” canda Kevin.


“Gila aja lo” jijik Rizal.


Aku sempat berfikir apa yang di lakukan Roni adalah salah satu cara dia untuk mendekatiku.


“Aneh aja,tiba-tiba dia so asik gitu,terus nanya-nanya tentang gimana elo dan Alhena”


“Lo jawab apa ?” Tanya Venna mewakili ku yang penasaran.


“Ya apa,gue cuma jawab ya awet aja bahagia udah”


Semua tertawa dengan mendengar jawaban Rizal yang seperti nya tidak tertarik dengan percakapan antara dia dan Roni waktu itu.


Aku dan Venna masih melempar pandang dengan diam.


Setelah semua nya selesai,mereka semua pulang,aku dan Althara kembali hanya berdua di rumah. Aku sudah mencuci wajah dan menggosok gigi ku,dan sudah mengganti pakaian ku dengan baju tidur.


“Besok kita ke rumah Mama ya” ucap Althara yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Kenapa?”


“Ada yang mau aku bahas sama Papa tentang Cafe itu”


“Cafe udah mau selesai ya?” Tanya ku mengingat Cafe ku kemarin yang hampir selesai.


“Oke” jawab ku dengan tersenyum manis kepada nya.


Keesokan hari nya aku dan Althara sudah sampai rumah orang tua ku. Dan Althara langsung di ajak Papa untuk membicarakan tentang Cafe ku. Sedangkan aku membantu Mama berkebun di taman belakang. Mama memang sangat gemar sekali merawat bunga-bunga indah.


Handphone ku berdering sebuah pesan masuk ke dalam handphone ku. Nomor yang tak di kenal lagi.


-sudah dapat bunga Lili dariku?


Aku langsung kembali cemas membaca pesan yang sudah pasti dari Roni. Aku memegang kepala ku dengan panik.


“Kenapa sayang?” Tanya Mama yang melihat ku langsung pucat.


“Hah? Ngga Ma,ini temen aku” ucap ku berdalih berusaha untuk tenang.


“Mana tadi yang mau aku potong” ucap ku mengalihkan pembicaraan ku dengan mencari bunga yang Mama minta untuk di gunting karena layu.


“Ayo kita ke Mall dulu Al” ajak Althara yang tiba-tiba datang menghampiri ku.


Hari ini memang jadwal kita juga berbelanja ke Mall untuk membeli barang-barang yang aku butuhkan di rumah baru ku.


“Mau berangkat sekarang?” Tanya Mama.


“Iya Ma keburu malem,besok kita kesini lagi” jawab Althara.


“Baiklah. Hati-hati ya”


“Iya Ma” ujar ku memeluk Mama.


“Kita pergi dulu Ma” pamit Althara sambil memeluk nya dengan satu tangan.

__ADS_1


“Iya sayang hati-hati”


Lalu aku dan Althara segera pergi ke Mall yang memiliki segala barang yang kami butuhkan disana.


Kami telah sampai di mall yang tidak jauh dari rumah Mama,Kami mulai dari perabotan rumah tangga.


“Bukan nya perabotan masak udah lengkap ya?” Tanya Althara.


“Althara. Aku mau lihat-lihat dulu boleh kan?” Pinta ku dengan manja.


“Baiklah” ujar Althara yang tampak nya bosan menemani ku berkeliling di perabotan rumah tangga seperti ini.


Namun dia tetap saja menemani ku mengekor di belakang ku sementara aku terus menyisir setiap rak rak barang-barang antik disana.


Lalu ketika aku melihat hiasan dinding yang cantik aku membalikan badan ku untuk memperlihatkan itu.


“Lihat ini,bagus kan?” Tanya ku menunjukan nya kepada Althara. Namun ketika aku lihat,pria itu bukan Althara tetapi pria bertubuh tinggi dengan pakaian nya yang begitu formal dan rapih.


“Bagus” sahut pria itu dengan tersenyum manis.


“Roni!” Kaget ku dengan melihat nya bagaikan hantu.


“Hay Alhena” sapa nya dengan begitu gagah berdiri di hadapan ku.


“Sedang apa kamu disini?” Tanya ku dengan sinis.


“Aku melihat mu masuk ke sini,dan aku mengikuti kamu”


“Aku disini bersama Althara,dan kamu lebih baik pergi”


“Aku tahu. Althara sedang pergi ke toilet” ujar nya dengan terus menatap ku.


Aku hendak pergi meninggalkan nya namun dia menahan tangan ku.


“Kenapa kamu ga pernah balas pesan ku?” Tanya nya membuat ku tersentak tak percaya.


Aku langsung melepaskan genggaman tangan nya dengan kasar.


“Sadar Roni. Aku sudah menjadi istri Althara,dan aku ga akan pernah coba buka hati untuk siapapun bahkan buat kamu” ucap ku dengan tegas.


“Kalau begitu aku akan terus berusaha untuk membuat kamu membuka hati untuk aku” jawab Roni dengan begitu menyeramkan tanpa menyerah sedikitpun membuat ku takut dan juga kesal.


“Udah gila kamu Ron” kesal ku dengan menunjuk nya.


“Ya. Kamu yang udah buat aku gila Alhena” ucap nya.


“Aku ga akan pernah berhenti gangguin kamu sampai aku bisa dapetin kamu” ujar Roni dengan ancaman nya.


Lalu dia pergi meninggalkan ku yang terpatung berdiri di tempat ku.


Roni benar-benar gila. Dia tidak main-main dengan ucapan nya. Dia mulai mengusik fikiran ku,Roni mulai membuat ku takut.


Kenapa dia bisa ada disini? Apa dia benar-benar tidak sengaja bertemu dengan aku disini. Atau dia malah mengikuti aku dari tadi.


“Alhena” sapa Althara membuat ku terkejut.


“Kamu kenapa?” Tanya Althara melihat ku yang terlihat panik.


Aku langsung menunjukan hiasan dinding yang dari tadi aku pegang untuk di tunjukan kepadanya.


“Ini bagus ga?” Tanya ku menunjukan gantungan dinding itu dengan sedikit kaku.


Lalu Althara tersenyum menertawakan ku.

__ADS_1


“Bagus” ujar nya dengan terus tersenyum. Dan aku berusaha untuk menenangkan diriku agar Althara tak mencurigaiku.


__ADS_2