7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Dia ada dimana-mana


__ADS_3

Pernikahan di Bandung berjalan dengan lancar walaupun sedikit ada gangguan untuk ku. Namun aku bisa mengatasi nya dengan begitu tenang.


Dan lusa nya aku,keluarga ku,keluarga Althara dan teman-teman kita langsung berangkat ke Jakarta untuk menggelar resepsi disana juga.


Acara resepsi di Jakarta juga tidak kalah mewah nya seperti di Bandung. Semua bernuansa emas dan bahkan lebih mewah dari Bandung. Semua dekorasi nya terlihat berwarna emas dan terkesan seperti pesta kerajaan. Aku pun di dandani seperti putri kerajaan yang begitu cantik dengan gaun panjang yang indah dan rok yang mengembang indah.


Althara pun memakai kemeja dan jas yang senada dengan ku. Dan dia tampak lebih tampan dari kemarin atau entah itu hanya perasaan ku saja.


“Waw kita menikah lagi” Ujar Althara ketika aku menghampiri nya di pelaminan yang megah dan di saksikan seluruh tamu undangan kelurga Althara.


“Ya dan aku senang” jawab ku dengan menatap nya.


Althara menggenggam kedua tangan ku.


“Dan aku harap bisa menikah dengan mu setiap hari nya” ujar nya berharap.


“Kamu mau buat keluarga kita bangkrut?”


“Tentu tidak” jawab nya dan kami berdua pun tertawa bersama.


Acara kali ini di gelar dengan adat dan resepsi yang berbeda dengan Bandung. Aku dan Althara hanya bertugas untuk mengikuti semua arahan nya agar acara pernikahan berjalan dengan lancar juga.


Dan beberapa jam kemudian datanglah teman-teman Althara ke acara pernikahan ku. Sam,fadil,kedua pacar nya,dan Rey.


Aku tersentak akhirnya bisa melihat Rey. Dengan jas berwarna biru dan penampilan rambut nya yang baru. Sepertinya sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan nya,dia semakin tampan dengan kulit putih dan rahang kotak nya.


“Selamat ya tar” ujar Sam dengan menjabat tangan nya dan memeluk Althara dengan senang.


“Thank” jawab Althara dengan senyuman.


Lalu Sam memeluk ku juga untuk memberi selamat.


“Wih akhirnya menikah bos. Ga nyangka malah lo duluan yang married” seru Fadil dengan menjabat dan memeluk Althara juga.


“Lo kelamaan sih jadi keduluan gue kan?” Canda Althara dengan meledek Fadil dan pacar nya yang berdiri di belakang nya.


Fadil pun memeluk ku dan mengucapkan selamat untuk ku.


Dan tibalah Rey yang akan memberikan selamat kepada Althara. Mereka berdua saling tatap dulu dengan kaku. Begitu jelas sekali jika mereka masih saja canggung ketika bertemu.


“Tar. Selamat ya” ujar Rey menjabat tangan Althara dan juga memeluk nya.


“Akhirnya lo nepatin janji Lo”


Althata tersenyum malu kepada Rey.


“Sekali lagu congrats ya,lo dapetin yang terbaik Tar”


“Thank Ray”


Lalu Rey menatap ku. Aku pun menatap nya dengan begitu pilu.


“Alhena”


“Rey” sahut ku dengan begitu sedih.


Dia mengulurkan tangan nya kepadaku.


“Selamat ya” aku menyambut uluran tangan nya.


“Thank Rey” jawab ku dengan mata yang begitu sedih menatap nya rindu.


“Kita masih berteman kan?” Tanya Rey menatap ku penuh harap.

__ADS_1


Lalu aku tersenyum mendengar ucapan nya. Aku menganggukn kepala ku dengan sedih.


“Iya Rey. Kita akan selalu berteman”


aku begitu sedih mengingat semua hal bersama Rey.


Jika bukan karena Rey,mungkin pertemuan ku dan Althara akan lebih lama lagi dan akan melewati drama yang lebih dari ini. Aku juga banyak berhutang budi kepada Rey karena selama ini dia sempat membuat ku bahagia dan melupakan kesedihan ku.


Aku memeluk Rey dengan lembut. Rey tampak terkejut dan dia melirik Althara di sampingku,mungkin dia takut Althara keberatan,namun Althara malah dian tersenyum membiarkan nya.


“Terimakasih Rey. Selama ini sudah menjadi teman yang baik untuk aku” ucap ku dengan terus memeluk nya bahagia.


“Sama-sama Alhena” jawab Rey dengan mengelus punggung ku.


Aku melepaskan pelukan ku. Aku menatap Althara dan teman-teman yang lain nya pun haru melihat Rey kembali berbaikan bersama kami.


“Lo berhutang budi banyak berarti sama gue tar. Kalo bukan karena gue lo ga bisa nikah sama Alhena kan?” Ujar Rey meledek Althara dan membuat semua tertawa.


“Ya gue banyak berhutang banyak sama lo” sahut Althara dengan tersenyum.


“Gue mau setiap bulan lo ke Jakarta dan buatin kita barbeque buatan lo yang enak itu” ujar Rey meminta permohonan nya.


Semua teman tampak tertawa bahagia dengan ide yang sangat di setujui semua.


“Cuma itu? Itu ga masalah buat gue” jawab Althara dengan membuat raut wajah begitu meledek nya.


“Awas kalo lo ingkar janji ya” ancam Rey.


“Oke”


Lalu kami semua kembali tertawa.


Aku senang karena semua keadaan disini menjadi membaik. Dan akhirnya Rey bisa mengerti dan menerima hubungan kami.


“Alhenaaaaa” seru Riani berlari menghampiri ku dan memeluk ku.


“Rianiii” sahut ku begitu merindukan nya.


“Alhena akhirnya lo married juga sama Althara” ujar Riani begitu bahagia.


Ya dia adalah salah satu saksi kisah cinta ku dengan Althara. Dia tahu semua cerita ku dari awal hingga berakhir seperti ini. Dia salah satu sahabat terbaik ku di Jakarta.


“Thank ya Ri selama ini lo selalu bantuin gue” ujar ku hampir menangis mengingat semua kenangan ku dengan Riani.


“Aahhh Alhena. Jangan bikin gue nangis dong Al,make up gue mahal nih” ucap nya yang masih saja lucu.


“Lo udah nemenin gue dan mendukung gue bahkan sampai di titik ini” ujar ku.


“Iya Alhena gua bangga banget bisa selalu di percaya sama lo Al” aku menatap nya penuh haru.


“Althara selamat ya. Semoga lo bahagia terus sama Alhena” ujar Riani menjabat tangan Althara.


“Thank Riani”


Sam menghampiri Althara dengan raut wajah yang khawatiri


“Al lo tahu soal karangan bunga yang ada di depan?” Ujar Sam membut ku tersentak terkejut.


Aku menyembunyikan rasa cemas ku di depan Sam dan Althara. Apa yang di maksud Sam karangan bunga yang sama di kirimkan Roni untuk ku seperti di Bandung.


“Karangan bunga apa?” Tanya Althara tak mengerti.


“Lo liat sendiri deh di depan” ucap Sam.

__ADS_1


“Alhena sebentar” pinta Althara dengan begitu panik.


Aku hanya diam tak berbicara. Aku mengingat karangan bunga yang di kirim Roni kemarin di acara pernikahan ku di Bandung. Apa dia juga mengirim karangan bunga itu kesini?


Aku mencari teman-teman ku di bawah di antara tamu undangan lain nya. Mereka sedang berbincang di dekat stand makanan.


Aku lngsung turun dari pelaminan dengan panik,seorang crew WO menghampiri ku.


“Kak Alhena mau kemana?”


“Aku mau samperin teman-teman ku dulu” ujar ku menunjuk teman ku yang ada di bawah.


“Sebentar lagi ada sesi pemotretan”


“Sebentar saya mau bicara sama teman saya” ucap ku memaksa turun.


“Saya panggilkan saja teman Kak Alhena ya” ucap crew itu dengan meminta ku agar diam di pelaminan saja.


Lalu aku kembali ke tempat ku dan duduk dengan lemas di kursi pelaminan yang besar seperti kursi kerajaan tahta. Yang menjulang tinggi ke atas.


Tidak lama ketiga bridesmaids ku datang ke pelaminan dengan wajah mereka yang ikut panik melihat ku.


“Lo kenapa Al?”


Tanya Venna dengan membungkukan badan nya melihat ku yang terduduk lemas.


“Kalian tahu ada karangan bunga misterius lagi di depan?” Tanya ku begitu cemas.


Mereka bertiga saling melempar pandang.


“Kita belum tahu Al. Ada lagi yang kirim karangan bunga seperti itu?” Tanya Ghea.


“Tadi Sam temen Althara laporan ke Althara,kalau ada karangan bunga yang aneh di depan hotel,dan Sam minta Althara sendiri yang melihat nya sendiri. Mereka lagi cek di depan” ucap ku dengan masih saja takut Althara tahu pengirim itu siapa.


“Kita cek ke depan ya Al. Lo tenang dan jangan panik oke,semua akan baik-baik aja” ujar Tata menenangkan ku.


Lalu mereka semua turun dari pelaminan dan segera mengecek ke luar melihat kiriman karangan bunga itu.


Aku memijat kening ku yang mulai berkeringat dingin. Aku terus melamun apakah akhirnya Althara akan tahu siapa pengirim nya?


Beberapa menit kemudian Althara terlihat kembali ke gedung dengan memasukan kedua tangan ke saku celana nya. Berjalan dengan begitu gagah di ikuti Sam dan Fadil di belakang nya.


Dia berjalan kembali ke pelaminan dan menatap ku dengan tersenyum. Aku menyambutnya dengan berdiri dan berusaha terlihat tenang dengan membalas senyuman nya.


“Kenapa?” Tanya ku kepada Althara.


“Di luar ada yang kirim karangan bunga aneh” jawab Althara dengan raut wajah yang tampak tenang dan tidak bermasalah.


“Karangan bunga?” Tanya ku berpura-pura tak mengerti.


“Iya tulisan nya ‘selamat berbahagia untuk pujaan hatiku’ dan pengirim nya bertuliskan ‘dari aku yang selalu mengagumimu’ “ ucap Althara dengan menggedikan bahu nya seolah itu aneh dan tidak penting.


“Haha lucu banget sih” ucap ku masih terus berpura-pura.


“Siapa ya yang kirim?” Tanya ku dengan kikuk.


“Entah lah. Itu paling cuma orang iseng dan ga ada kerjaan” jawab Althara dengan merasa tenang.


Sementara aku begitu gelisah karena terus memikirkan Roni,ini pasti ulah dia. Roni terlalu berani melakukan itu. Aku tahu dia adalah pelaku nya. Dia sengaja membuat ku panik seperti ini,dia berhasil membuat ku terusik.


Tak sengaja aku melihat ke sudut gedung itu. Aku melihat Roni ada disana. Dia tengah memakai baju senada dengan tema ku yang berwarna emas. Dia berdiri di sana dengan memasukan satu tangan nya ke dalam saku celana dan tangan lain nya memegang sebuah gelas berisi wine yang dia tunjukan kepaku.


Aku terkejut melihat Roni di sana,dan memandang nya begitu cemas. Namun Roni malah tersenyum kepada ku menghabiskan minuman nya lalu pergi ke luar gedung.

__ADS_1


Aku semakin takut. Kenapa Roni bisa ada disini? Dari mana dia tahu aku menggelar resepsi di sini? Dan bagaimana dia bisa masuk tanpa sebuah surat undangan pribadi yang di buat Bunda Althara.


__ADS_2