
Beberapa hari telah berlalu. Aku sudah menikmati bulan madu yang menyenangkan dengan Althara. Aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa sampai disini dengan orang yang aku sayangi. Namun semua takdir ku berkata lain, aku di beri hadiah kebahagiaan yang begitu indah yang tak bisa terlupakan.
Kita kembali pulang ke Negara kita. Dan segera pulang manuju Bandung kerumah Althara yang sekarang menjadi rumah ku juga. Dan kami segera beristirahat dari perjalanan kami yang amat sangat melelahkan.
Esok hari nya di rumah kita. Aku dan Althara segera membereskan pakaian ku yang sudah di kirimkan Mama kesini. Begitu banyak koper-koper pakaian yang di kemas Mama dan barang-barang ku di dalam kardus besar untuk di pindahkan ke rumah Althara.
“Aku harus beli lemari baru untuk semua pakaian ku” ujar ku mengingat begitu banyak nya pakaian ku dirumah dan tidak cukup hanya memiliki satu lemari saja.
“Aku sudah pesan lemari baru untuk kita” ujar Althara yang ikut membereskan kamar nya.
“Mulai sekarang aku yang tata rumah ya” pinta ku dengan melihat sekeliling kamar Althara yang begitu monoton dengan gaya monochrome hitam dan putih saja.
“Tentu saja. Aku bisa apa untuk membantah kamu” sahut Althara begitu pasrah.
Aku tertawa melihat Althara yang begitu ketus mengatakan itu.
Althara membantu ku membongkar kardus yang berisikan barang-barang ku,di dalam sotu ada box berukuran sedang dengan ukiran bintang di sekeliling nya. Althara penasaran dengan apa isinya,dia membuka box itu. Lalu dia menemukan sebuh lukisan kecil di dalam sebuah pas fhoto kecil seukuran buku catatan. Lukisan itu hanya berupa sketsa yang sebuah pemandangan galaxy yang indah dengan hanya memakai pinsil hitam.
“Kamu masih menyimpan ini?” Tanya Althara melihat lukisan sketsa nya yang pernah dia buat ketika di milky way saat pertama kali pergi kesana dengan ku.
“Kamu fikir aku bisa membuang nya?” Jawab ku meledek nya.
Dia tersenyum begitu kagum.
“Kamu masih simpan semua ini?” Tanya Althara melihat box itu hampir semua adalah barang-barang lama ku dengan Althara.
Seperti buku novel Drhuva star. Hiasan dinding berbentuk bintang,dan banyak sekali foto polaroid ku dengan Althara berserakan di dalam box itu.
“Iya tapi selama kamu menghilang aku berusaha untuk ga buka-buka box itu”
“Tapi kamu menyimpan nya” Ledek Althara melirik ku.
Aku mengangkat ke dua halis ku menatap nya.
“Lihat lukisan besar itu” ucap ku menunjuk lukisan besar yang berada tepat di atas tempat tidur Althara.
“Selama kita terpisahkan dia terpajang di sana selama itu tapi ga pernah memberi arti,kasian kan dia?” Ucap ku dengan mencibir lukisan wajah ku sendiri yang di buat Althara.
Lalu Althara memandang lukisan ku dengan tegap dan memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana nya,memperhatikan lukisan nya sendiri.
“Kamu benar,selama kita berpisah lukisan itu tidak ada arti nya karena aku hanya bisa memandang nya dengan rasa rindu” ujar Althara membenarkan ucapan ku.
Aku mengangkat kedua halis ku merasa telah menang.
“Dia diam disitu sampai sekarang pemilik wajah itu ada di sini dan akan selalu melihat nya setiap hari” ujar Althara meledek ku.
“Aku saja bosan melihat wajah ku sendiri” cibir ku melihat wajah ku sendiri di situ setiap waktu.
“Tapi tidak dengan aku ya,bahkan kalau boleh aku memajang semua lukisan kamu di sekitar kamar kita,aku bisa lakukan itu” pinta Althara dengan melihat sekeiling kamar nya yang begitu luas.
__ADS_1
“Tidak!” Jawab ku dengan tegas.
“Cukup lukisan itu yang di pajang di kamar kita dan biarkan aku yang mengatur ulang kamar ini” ucap ku dengan begitu sinis menatap nya seolah aku memperingati nya.
“Baiklah” jawab Althara dengan tersenyum melihat tingkah ku yang yang kesal namun menggemaskan.
Suara bell berbunyi.
“Siapa?” Tanya ku.
Althara mengangkat kedua bahu nya,lalu dia melangkah pergi ke luar kamar dan aku mengikuti nya di belakang.
Terlihat semua teman ku dan teman Althara tampak mengintip di balik jendela dengan terus menggedor dan memijit bell begitu ramai nya.
Aku dan Althara segera berlari mendekati pintu dan langsung membuka pintu dengan lebar.
“Surpriseee!!!!” Teriak mereka semua dengan begitu bahagia menunjukan mereka mengambil beberapa makanan dan minuman di tangan nya.
“Kita mau adain acara pesta kalian berdua secara private” ujar Tata dengan memegang sebuah botol minuman di tangan nya.
“Kalian ga cape kan?” Ledek Kevin dengan wajah jahil nya.
Kami semua tertawa dengan pertanyaan jahil Kevin.
“Apaan sih lo” jawab ku malu-malu.
Aku menatap Althara dengan malu. Althara malah ikut menertawakan ku,aku memukul kecil dada nya dan bersandar di bahu nya menyembunyikan rona merah wajah ku.
“Ya udah ayo masuk ah,kalo ngga gue usir nih” ucap ku mengancam.
Kita semua pergi ke halaman belakang rumah Althara,kita segera menyiapkan meja dan pembakaran untuk membakar daging daging yang di bawa teman-teman Althara.
“Sini aku aja sayang” ujar Ghea sambil mengambil capitan di tangan Edo.
Panggilang sayang itu membuat ku menyemburkan minuman begitu terkejut.
“Apa? Sayang?” Tanya ku tak percaya dengan apa yang aku dengar.
Aku menatap semua teman-teman ku untuk meminta jawaban.
Ghea terlihat malu-malu dengan gaya nya yang centil.
“Iya. Kita baru aja balikan” jawab Ghea dengan malu-malu mengatakan nya.
Edo melirik Ghea dengan begitu manis lalu mereka saling mencubit pipi satu sama lain membuat kita geli melihat nya.
Tata terlihat mual melihat kemesraan mereka.
“Ih geli banget deh kalian udah tua juga masih aja kelakuan kaya ABG” cibir Tata.
__ADS_1
“Ye sirik aja deh lo” balas Ghea dengan terus membantu Edo memanggang daging.
Sementara yang lain nya membantu membuat bumbu dan menyiapkan minuman. Althara juga terlihat sedang membersihkan kolam renang nya dari daun daun kering yang berjatuhan ke dalam sana.
“Al sini bentar” bisik Venna meminta ku untuk mengikuti nya.
Venna menarik ku keluar rumah.
“Apa sih? Kok lo ngajak gue keluar”
Dan dia turun menarik ku ke parkiran mobil rumah Althara.
“Sinii” ujar Venna terus menarik tangan ku.
Dia membuka pintu mobil nya dan terlihat lah sebuah buket bunga lili yang besar dan indah.
“Waw Ven” takjub ku melihat begitu indah nya buket bunga lili itu lalu aku mengambil nya.
“Ini dari siapa? Keren banget” ucap ku dengan terus mengagumi bunga itu dan mencium bau nya yang begitu harum dan masih segar.
“Ini buat lo” ucap Venna dengan raut wajah nya yang begitu gelisah.
“Buat gue? Lo romantis banget sih Ven” ucap ku tak percaya dengan sifat manis nya.
“Bukan dari gue” jawab Venna membuat ku bingung.
“Dari siapa?” Tanya ku mulai takut.
Venna mengeluarkan sebuah surat kecil di dalam bunga itu.
“Selamat pulang kembali Alhena dari aku yang selalu memuja mu”
Aku terkejut melihat tulisan tangan itu. Rasa cemas mulai menyerang ku.
“Lo tau kan arti dari bunga lili apa?” Tanya Venna.
Aku terus menatap tak percaya bunga lili yang tengah ku pegang ini.
“Seseorang yang sangat berharga dan istimewa baginya” jawab ku dengan mengingat arti dari pemberi bunga.
Aku langsung melempar lagi bunga lili itu ke dalam mobil Venna.
“Lo dapet dari mana?” Tanya ku begitu takut.
“Dari security lo” jawab Venna menunjuk security yang sedang berjaga di post nya.
“Dia bilang ada orang yang kirim ini tapi ga tau dari siapa. Terus gue liat catatan itu dan udah bisa gue tebak kalo itu dari Roni kan? Gue langsung bilang sama security lo kalo kiriman bunga itu dari temen gue biar gue aja yang kasih ke elo,biar dia ga ngomong ke Althara”
Aku semakin tidak tenang. Roni sampai tahu rumah Althara,dia semakin membuat ku takut..
__ADS_1