
Hari bahagia ku akhirnya berakhir. Aku dan Althara di beri hadiah untuk bisa berbulan madu di pulau Hotel Maldives yang berada di Maladewa itu.
Esok hari aku dan Althara sudah pergi ke Maladewa untuk berbulan madu.
Althara bilang jika Hotel terapung di atas laut itu begitu indah dan menakjubkan dengan di kelilingi pantai yang begitu luas.
Kami sampai ke pesisir pantai ketika siang hari yang terik nya bisa begitu menyengat tubuh kami. Saat itu aku memakai tanktop berwarna hitam dan dengan croop melihatkan keindahan perut ku. Dan aku balut dengan kemeja putih yang tidak aku kancingkan. Karena begitu panas nya cuaca di sana aku sampi memakai celana jeans pendek agar panas tidak membuat ku semakin merasa gerah.
Althara juga ikut memakai kemeja putih yang longgar berlengan panjang. Agar baju kami terlihat senada dan indah ketika di fhoto disana. Aku dan Althara di antar oleh seorang tour guides pribadi untuk membantu bulan madu kami disini.
Aku dan Althara harus memakai speed boats untuk sampai ke pulau itu yang hampir menempuh jarak sekitar 40 menit. Namun perjalanan itu begitu menyenangkan dengan melihat pemandangan laut lepas yang indah dan memanjakan mata kami.
Kita sampai ke pulau kecil yang banyak memiliki Villa dan hotel yang terapung di atas laut.
Aku dan Althara di arahkan oleh tour guide kami ke villa yang akan kami tempati. Kita berjalan di jembatan terapung yang terbuat dari kayu kokoh melewati villa villa lain nya. Begitu panjang perjalanan kami dan menempuh jarak cukup jauh dari pesisir pantai sampai ke Villa kami yang berada paling ujung ini.
Lalu tour guide itu mempersilahkan kami masuk ke dalam villa hotel kami dan memasukan barang-barang kami ke dalam kamar.
Aku begitu takjub melihat isi kamar itu. Dari depan tampak tertutup namun ketika masuk bagian belakang begitu terbuka langsung menghadap ke pemandangan laut lepas yang indah.
“Althara!” Seru ku dengan berjalan menuju bagian belakang kamar ini.
Aku berpegangan ke kayu kokoh yang berada di samping ku. Dan memandang pemangdangan yang begitu menakjubkan di hadapan ku. Laut biru yang indah,terik matahari yang begitu terang memantul di permukaan lautan. Pulau-pulau kecil terlihat dari sini,dan aku bisa menyaksikan galaxy yang luas dari sini.
Althara menghampiri ku dan melingkarkan tangan nya di pinggang ku. Dan aku bisa merasakan tangan nya menyentuh lembut pinggang ku.
“Kamu suka?” Tanya Althara menatap ku yang terus takjub memandang keindahan di hadapan ku.
“Aku sangat suka ini” ujar ku begitu bahagia tersenyum kepada Althara.
“Aku akan bisa menyaksikan galaxy ku dengan suasana baru malam ini” ujar ku dengan memandang langit yang begitu luas.
Althara tertawa mendengar ocehan ku.
“Aku tahu. Kamu tidak akan bisa tidur jika kamu tidak memandang bintang-bintang kamu dulu” ucap Althara meledek ku.
Aku melingkarkan tangan ku di leher nya.
“Jadi? Kita sudah menjadi pasangan suami istri?” Tanya ku memandang nya.
“Seperti nya begitu” jawab Althara dengan wajah yang begitu yakin.
“Jadi mulai sekarang kamu tidak boleh pergi meninggalkan ku tanpa izin dari aku” pinta ku dengan bersungguh sungguh.
“Bukan nya memang sudah seperti itu ya sejak aku kembali?” tanya Althara dengan mengkerut kan kening nya.
__ADS_1
“Ya memang. Tapi aku hanya menegaskan saja,aku takut kamu lupa” ucap ku.
Lalu aku mencium dengan lembut bibir Althara. Kita berciuman dengan mesra di atas hotel terapung ini. Althara terus menggerakan bibir nya dengan lembut terus tidak melepaskan ciuman nya. Dia menggendong ku dan membawa ku ke atas tempat tidur yang begitu empuk dan halus itu. Dia kembali mencium bibir ku dan dengan hati-hati melepaskan kemeja ku. Dan aku membantu nya untuk melepaskan kancing kemeja nya.
Kita berdua melepaskan seluruh pakaian kita. Dan kita menikmati bulan madu hari pertama dengan bercumbu mesra tanpa ada yang mengganggu kami berdua di sini.
Malam hari nya aku terbangun mengerjapkan mata ku,aku mendapati diriku tertidur di dada Althara dengan masih tanpa menggunakan busana dan hanya di tutupi dengan selimut tebal.
Aku bangun dengan perlahan dan segera kembali memakai pakaian ku yang berserakan di lantai. Aku hanya memakai pakaian dalam dan kemeja putih oversize ku saja. Dan membiarkan rambut ku tergerai indah bervolume,dan duduk di tepian hotel dengan menggantungkan kaki ku ke bawah tidak takut jika ada hiu yang memakan ku. Disana tidak ada ombak yang akan menerjang villa kita,dan pantai selalu terlihat tenang dan indah.
Aku menatap indah pemandangan di hadapan ku. Langit dan lautan tampak menyatu menjadi satu,bulan yang indah memantulkan bayangan nya di atas laut yang bergelombang. Taburan indah bintang menyinari langit malam itu.
Aku mendengar suara deburan ombak dari jarak sangat jauh begitu menenangkan.
“Hay” sapa Althara ikut duduk di samping ku dan menggunakan kaos polos berwarna putih dan juga celana boxer berwarna hitam.
“Hay” sahut ku tersenyum melihat nya.
Lalu dia bergabung dengan ku duduk di tepian hotel dengan memandang lautan indah di hadapan kami.
“Indah ya” ujar ku.
Althara menopang tubuh nya dengan tangan kebelakang.
“Ya” sahut nya.
“Sering” jawab nya dengan dingin.
Lalu aku membuat raut wajah cemberut menatap nya. Lalu aku berdecak dengan kesal.
“Tapi aku malah akan merasa kehilangan jika kamu tidak melakukan semua itu”
Aku masih memicingkan mata melirik nya yang berusaha membujuk rayu ku.
“Akhirnya aku bisa bernafas lega sekarang” ujar Althara sambil menghirup udara begitu dalam.
“Kenapa?” Tanya ku.
“Selama beberapa tahun ini aku takut jika keinginan ku bahagia dengan kamu tidak pernah terwujud” ujar nya menatap kosong ke depan.
“Oya? Kamu memimpikan ini?” Ledek ku tak percaya.
Althara menatap ku begitu dalam.
“Setiap waktunya Alhena” ujar Althara begitu bersungguh-sungguh.
__ADS_1
Lalu aku memeluk nya dengan erat.
“I Love you Althara” ucap ku dengan manis.
Lalu terdengar sesuatu berkriuk di dalam perutku.
“Kamu lapar?” Tanya Althar.
Lalu aku melepaskan pelukan nya dan tersenyum kikuk kepadanya dengan malu.
“Hehe iya” jawab ku cengengesan.
Lalu Althara tersenyum menertawakan ku dan mengajak ku untuk keluar.
Aku dan Althara mengganti pakaian kami dengan pakaian yang rapih untuk bermakan malam di luar. Aku memakai dress berwarna biru langit dengan mengikal kan rambut ku tergerai dengan indah. Aku tampak seperti artis korea berpakaian seperti ini.
Dan Althara terlihat begitu cool dengan kemeja berlengan pendek nya dan celana besar berwarna hitam. Dia seperti orang rusia yang begitu gagah.
Aku terus di gandeng nya berjalan melewati jembatan apung menuju Restaurant terbuka yang tersedia di villa ini.
Sebuah meja bundar dengan lilin di tengah nya terlihat begitu romantis dengan hiasan bunga dan makanan yang sudah tertata rapih di atas meja.
Meja itu kosong di antar meja-meja lain yang tampak terisi oleh beberapa pasangan lain.
“Waw” ujar ku dengan takjub.
Pelayan Restaurant mempersilahkan kami duduk dengan bahasa inggris dan aksen terdengar berbeda.
“Thank you” jawab Althara.
Dan Althara menggeserkan kursi nya mempersilahkan ku duduk terlebih dahulu dan dia ikut duduk di hadapan ku.
Makan romantis kami di mulai dengan mencicipi hidangan steak yang begitu menggiurkan dan masih panas.
“Enak?” Tanya Althara.
“Enak” sahut ku dengan begitu semangat mengganggukan kepala ku.
Sebanarnya aku mau menceritakan tentang Roni kepada Althara. Namun aku mencari waktu yang tepat untuk mengatakan nya,dan bukan saat seperti ini. Aku tidak ingin merusak kebahagiaan ku dengan Nya sekarang. Biarlah setelah kami pulang dari sini aku akn bercerita yang sesungguh nya tentang Roni yang mulai mengusik fikiran ku.
Ponsel ku menyala di atas meja makan. Aku melirik nya,ada sebuah pesan masuk dengan nomor baru.
-selamat berbulan madu Alhena
Aku terkejut melihat isi pesan itu. Aku langsung bisa menebak siapa pengirim tidak di kenal itu. Aku menjadi semakin panik.
__ADS_1
Roni semakin menjadi. Dia semakin berani mengirimkan pesan kepadaku.