
Althara mengantar ku pulang kerumah dan menungguku di kursi depan.
Dia memakai baju berwarna hitam dengan lengan panjang dan celana jeans biru pekat. Tubuh nya sudah semakin berubah, semakin tinggi dan berisi. Dia lebih tampan dan putih dari terakhir aku melihat nya 6 tahun yang lalu.
“Althara aku bisa berangkat sendiri” ujar ku ketika menghampiri Althara di depan rumah dan sudah bersiap untuk pergi ke restaurant.
“Kenapa kalo aku antar kamu?”
“Ya aku kan bisa bawa mobil”
“Ya kalo aku mau anter kamu emangnya kenapa?” Dia masih saja keras kepala.
“Aku takut nya kamu ada kerjaan lain Al,aku bisa berangkat ke Restaurant sendiri. Nanti malam kita ketemu”
“Kerjaan aku ga banyak. Aku masih bisa antar jemput kamu”
Ya begitu lah dia. Sejak dulu pun dia selalu bersikeras untuk mengantar ku sekolah walaupun dia sibuk dengan kuliah nya. Aku pun tidak mengerti bagaimana dulu dia mengatur jadwal nya sehingga bisa selalu mengantar jemput ku ke sekolah. Seiya nya dia tidak bisa mengantar ku, dia pasti punya alasan kuat dan selalu meminta maaf merasa bersalah kepadaku.
Tidak lama sebuah mobil datang dan memarkiran mobil nya di depan rumah ku dan berhenti tepat di belakang mobil Althara.
Rey. Dia memakai kemeja rapih,dan sepatu kulit,tidak lupa kaca mata hitam yang selalu di pakai nya. Seperti nya ia sedang ada pekerjaan sebelum nya sampai masih memakai pakaian rapih menemui ku. Dia berjalan dengan tegas masuk ke halaman rumah.
Aku membalikan badan ku dan menatap Althara.
“Izinin aku bicara sebentar sama Rey”
Althara menatap ku dengan sayu. Aku tahu sebenarnya dia tidak ingin mengizinkan itu.
“Althara please. Percaya sama aku”
Dia masih diam tak menjawab. Akhirnya dia mengikuti keinginan ku,dia pergi dahulu ke mobil nya memberikan ku kesempatan untuk berbicara dengan Rey, di pertengahan jalan dia sempat berpapasan dengan Rey,mereka saling tatap sekejap lalu Althara kembali melangkah menuju mobil dan menunggu ku di dalam mobil nya.
“Alhena” panggil Rey saat dia sudah ada di hadapanku.
Aku menyapa nya dengan senyum yang begitu kaku.
“Hay Rey”
“Mau kemana ?” Tanya dia melihat aku sudah berdandan rapih dengan baju formal ku.
“Aku mau kerja”
“Pergi sama Althara?” Tanya nya dengan masih saja terdengar tidak suka.
“Rey dengerin aku. Semua yang di katakan Althara malam tadi itu semua benar. Althara adalah orang yang selama ini buat aku sulit buka hati untuk orang lain Rey”
“Tapi kan dia udah nyakitin kamu Alhena”
“Aku tau. Dia udah ninggalin aku selama hampir 7 tahun,dia udah buat aku frustasi,dia udah buat aku hampir gila karena di tinggalkan nya. Tapi semua itu karena aku terlalu sayang sama dia,bahkan sampai sekarang”
__ADS_1
Rey membung wajah nya seolah dia malas mendengar omong kosong ku.
“Aku udah coba buka hati aku untuk kamu,tapi sayang nya aku ga pernah bisa buka hati untuk orang lain termasuk kamu”
“Alhena” Rey berusaha memegang tangan ku. Dengan sigap aku menghindarkan tangan ku dari nya.
“Alhena aku mohon, kasih aku kesempatan untuk bisa buktikan kalau aku lebih layak temani kamu dari Althara”
Aku menggelengkan kepalaku dengan pelan.
“Rey. Kalau pun ada orang lain yang lebih baik dari Althara untuk aku, aku ga akan mungkin menunggu sampai selama 7 tahun. Mungkin ini terdengar tidak masuk akal, tapi buktinya aku dan Althara masih merasa saling menyayangi” Rey masih diam
“Kamu ingat dulu pernah bertanya aku suka apa? Dan kamu ingat aku pernah bercerita tentang bintang polaris atau di sebut Drhuva” aku mengingatkan dia kepada beberapa bulan yang lalu,ketika di sebuah Cafe dan Rey berusaha menanyakan hal-hal yang aku sukai.
“Dan pameran lukisan yang di buat Althara kemarin itu di beri judul Pameran Drhuva, karena memang Althara membuat semua itu untuk aku” Rey tampak mengingat semua itu.
“Perasaan yang aku miliki dengan Althara tidak pernah berubah sedikit pun Rey. Selama ini dia selalu ada di sekitar aku tanpa aku sadari,dia sempat berusaha mengorbankan perasaan yang dia miliki hanya untuk persahabatan kalian”
“Omong kosong!” Cibir nya sambil tersenyum sinis.
“Rey please. Aku harap kamu bisa ngerti” ucap ku dengan penuh harap.
“Althara dan aku juga tidak pernah mau semua berakhir seperti ini. Andai aja aku tahu dari awal kalo kamu sahabat Althara, aku gak akan pernah mau berteman dengan kamu. Aku pasti udah jauhin kamu Rey. Dan aku juga yakin kalau kamu tahu aku adalah orang yang selama ini di bicarakan Althara,kamu juga ga akan pernah mau merebut aku dari dia kan?”
“Terus gimana sama perasaan aku yang udah terlanjur jauh sama kamu ini Alhena?” Dia masih saja berusaha untuk membuat ku kasihan.
“Kita masih bisa berteman Rey”
Dia terkekeh mendengar itu.
“Selama ini aku berusaha menyembunyikan perasaan aku sama kamu dengan berkedok pertemanan Alhena. Dan sekarang kamu masih minta aku untuk berteman dengan kamu setelah aku tahu semuanya?” Dia menggelengkan kepala nya dengan emosi. Lalu dia pergi dari hadapan ku.
“Rey!” Panggil ku.
“Rey!!”
Dia tidak memperdulikan ku. Lalu pergi dari rumah ku dengan melajukan mobilnya begitu cepat.
Aku menghela nafasku melihat dia begitu kecewa. Aku berjalan menghampiri mobil Althara,dan masuk ke dalam mobil nya dengan tidak semangat.
“Bagaimana pun kamu jelasin sama Rey,dia ga akan pernah ngerti” ucap Althara.
“Seengganya dia mendapatkan penjelasan dari aku Althara”
Aku masih saja memikirkan Rey. Memang selama ini dialah yang bisa membuat ku nyaman setelah Althara. Rey sempat membuat ku lupa dengan Althara namun ternyata perasaan yang aku miliki untuk nya tidak lebih hanya sebatas teman.
Lalu Althara melajukan mobil nya sampai ke Restaurant.
Sesampainya di Restaurant Althara men drop off mobil nya di depan Restaurant.
__ADS_1
“Aku pergi dulu temuin client” ucap Althara.
“Iya”
“Pulang kerja tunggu aku”
“Iya Altahra” ucap ku lalu tersenyum kepadanya.
Dia belum pergi dari tempat nya menurunkan ku dia menunggu ku masuk ke dalam Restaurant.
Aku masuk ke dalam Restaurant ku dan melirik Althara melambaikan tangan ku sebelum dia pergi.
Riani menghampiri ku.
“Di anter siapa tuh?” Tanya Riani melirik mobil yang baru saja pergi di depan Restaurant.
“Althara” dingin ku.
“Hah serius lo Al? Lo udah baikan sama Althara?”
Aku mengangguk dengan lemah sambil duduk di meja kerja ku dengan begitu tak bersemangat.
“Udah baikan kok muka lo kusut gitu”
“Ri. Rey juga akhirnya tau semuanya”
“What?! Serius ?” Teriaknya.
“Iyaa” jawab ku dengan wajah di buat sedih.
“Terus gimana?”
“Rey ga bisa nerima itu Ri. Rey sama Althara sempet berantem tadi malam pas Althara jelasin semuanya tapi Rey tetep ga mau terima kenyataan itu , terus tadi sebelum gue pergi kerja juga dia sempet kerumah gue masih minta penjelasan dari gue. Gue udah jelasin tapi dia malah marah dan pergi”
“Pertemanan Altahra sama Rey gimana?”
“Itu yang gue fikirin sampe sekarang. Gue juga ga mau ngerusak pertemanan mereka sebenernya,tapi gimana dong semuanya udah kayak gini”
“Wah Althara bisa-bisa di jauhin sama semua temen nya Al” aku melirik nya dengan heran seolah dia telah menyalahkan ku dengan hal itu.
“Iya lah. Selama ini semua temen nya kan tau nya lo gebetan Rey tapi tiba-tiba lo jadi cewenya Althara, bisa aja semua temen nya ngira Althara rebut lo dari Rey” sambung nya.
“Loh Althara kan ga rebut gue Ri”
“Iya gue tau. Tapi apa lo yakin temen-temen nya bisa ngerti itu?”
Aku memikirkan apa yang di ucapkan Riani. Bagaimana jika memang Althara disalahkan dengan semua masalah ini? Apa teman-teman nya juga bisa mengerti ini?
Aku jadi semakin cemas memikirkan nya.
__ADS_1