7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Hari bahagia ku


__ADS_3

Acara akad di Bandung,kita adakan di Hotel Horison,salah satu Hotel terbesar di Bandung. Dekorasi begitu mewah dan indah dengan tema berwarna putih,banyak lampu-lampu hias berwarna putih dan kain-kain yang di sulap seperti kerajaan di langit-langit.


Seluruh keluarga aku dan Althara menginap di Hotel Horison untuk 2 malam,untuk menginap sebelum akad dan sesudah akad.


Dan malam sebelum akad pernikahan itu aku berdiam diri di balkon hotel dengan menatap indah nya bintang yang ada di luar. Aku memakai hoodie oversize pink dan celana pendek berbahan parasit. Rambut ku ikat seperti kuncir kuda dan merasakan dingin nya malam itu dengan menyaksikan pemandangan malam itu di atas hotel.


“Alhena makan dulu itu tante udah nungguin loh di kamar nya” ujar Tata menyusul ku ke balkon.


“Iya nanti gue nyusul, lo duluan aja”


“Oke” jawab nya lalu dia pergi lagi meninggalkan ku sendiri di sana.


Aku kembali menyandarkan diri ku di penyangga besi itu lalu sebuah pesan masuk ke dalam handphone ku.


-‘stella meus’


Sedang mencari Drhuva?


Aku tersenyum membaca nya.


-Tidak. Aku sudah menemukan nya.


Lalu tidak lama handphone ku bergetar lagi.


-hari ini kamu bisa menyaksikan dengan puas bintang nya sendiri,tapi mulai besok aku akan selalu menemani kamu untuk menyaksikan bintang dan city lights.


Althara selalu membuat ku tersanjung seperti ini. Ya dia benar,esok aku akan menjadi istri nya. Dan mulai besok kita akan hidup bersama selama nya. Aku tidak pernah menyangka ternyata cinta pertama ku akan berakhir menjadi cinta terakhir ku. Air mata ku tiba-tiba saja mengalir di pipi ku. Aku langsung menyeka nya.


-kenapa?


Isi pesan yang baru saja masuk dari Althara seolah dia tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini.


-nothing. Aku cuma masih ga nyangka aja,ternyata kakak kelas aku yang menyebalkan akan berakhir menjadi suami ku esok hari.

__ADS_1


-dan kamu menyesal?


-aku akan menyesali jika semua ini tidak terjadi


-baguslah


Aku menatap lagi langit di atas ku. Tampak mendung dan awan hitam menutupi pemandangan galaxy ku.


-bintang-bintang bersembunyi malam ini


Ujar ku mengadu kepada Althara. Dia langsung membalasnya.


-lihat di samping mu,bintang yang ini akan selalu menemani kamu


Aku mengangkat halis ku dan langsung melihat ke arah kiri ku untuk mencari Althara,dia tidak ada disana,lalu melihat ke sebelah kanan dan ternyata memang Althara sudah berada di balkon hotel nya entah sejak kapan. Dia tersenyum kepadaku,lalu menempelkam ponsel di telinga nya.


Handphone ku berdering. Dan nama stella meus muncul di layar ponsel ku.


“Sejak kamu keluar di balkon aku sudah disini”


Aku mengkerutkan kening ku. Berarti Althara disana sudah dari beberapa menit yang lalu dan dia hanya diam melihat ku yang sedang melamun melihat citylight.


“Lalu,kenapa ga sapa aku?”


“Aku mau lihat,apa yang kamu lakukan sendiri kalau tanpa ku. Apa itu yang selalu kamu lakukan dulu ketika aku pergi?”


Tanya nya dengan tatapan nya yang sedih dan begitu dalam,seolah di masih menyesali hal itu.


“Ya. Tapi dulu dengan perasaan yang sedih”


Althara diam sejenak tak menjawab,dia terus menatap mata ku dengan pilu.


“Aku akan membalas rasa kehilangan yang pernah kamu alami,dengan berada di samping kamu sekarang dan selamanya” ujar Althara dengan begitu sungguh sungguh.

__ADS_1


“Janji”


“Aku akan mengikrarkan janji itu besok di hadapan semua orang”


Mata ku mulai basah menatap Althara yang sekarang jauh lebih mencintai ku. Ya dia sudah berjanji jika dia tidak akan lagi meniggalkan ku,dan dia membuktikan nya dengan menikahiku.


Hari yang aku tunggu kini akhirnya datang. Aku akan menjadi seorang tuan putri di hari ini dan semua orang akan menyaksikan itu.


Aku memakai ball gown berwarna putih dan panjang. Begitu indah dan tampak cantik dengan butiran berlian di sekeliling gaun nya yang mengembang.


Bahu ku terbuka dan lengan panjang terlihat transparan dengan bahan tile kebaya yang nampak antik memperlihatkan kulit mulus ku. Hiasan rambut di buat gulung dengan indah dan rapih dengan hiasan mutiara dan bintang di sekeliling rambut ku. Untuk riasan ini adalah request yang aku minta kepada orang tua ku dan acara di Jakarta nanti.


Aku ingin diriku tampak sederhana dengan riasan yang tidak mencolok namun terlihat elegant. Aku ingin ada riasan bintang juga di dalam diriku. Akhirnya riasan bintang kecil menghiasi rambutku dengan begitu cantik.


Pagi itu aku berjalan dengan di tuntun oleh ketiga teman ku. Aku begitu tegang dan cemas ketika aku berdiri di depan pintu gedung untuk segera masuk ke dalam acara pernikahan ku sendiri.


Pintu terbuka lebar. Karpet merah sudah menyambut ku di depan pintu sampai ke pelaminan. Samping-samping karpet terdapat pilar-pilar pendek dengan hiasan bunga dan lampu menghiasi ku yang berjalan di sepanjang karpet merah itu.


Pandangan ku lurus ke depan dimana Althara berada dengan jas putih nya berdiri dengan tegap menunggu ku. Dia begitu tampan bak seperti seorang pangeran. Mata dia berair ketika melihat ku dengan memakai gaun putih yang indah dan dengan riasan yang tak pernah di lihat Althara sebelum nya.


Aku melirik saudara-saudara ku yang sudah hadir,teman-teman sekolah ku dulu,kerabat-kerabat Papa dan Mama yang begitu bahagia dan takjub melihat ku berjalan di althar.


Aku menghampiri Althara dan berdiri di samping nya. Dia menatap ku dengan kagum,matanya terlihat berair namun dia menahan agar air mata nya tak keluar.


Janji pernikahan mulai di ucapkan nya,selama acara ikrar janji pernikahan di ucapkan semua begitu hening dan tidak ada suara sedikit pun kecuali suara kami di pelaminan. Lalu setelah selesai ikrar janji pernikahan di lakukan semua orang bertepuk tangan dan berteriak riuh bahagia. Status kita sudah berganti menjadi suami dan istri. Althara mencium bibir ku dengan lembut dan bahagia,suara riuh kembali terdengar beserta tepuk tangan semua orang di dalam.


Teman-teman kita pun tak henti nya menangis melihat pernikahan yang telah di lakukan aku dan Althara. Mereka begitu bahagia. Orang tua aku dan Althara pun terlihat begitu sedih,mereka melihat kami dengan bangga.


Aku menatap bahagia Althara,lalu dia mencium kening ku dengan lembut. Akhirnya,Althara menjadi suamiku. Dia adalah cinta pertama ku.


Begitu banyak cobaan yang sudah kita lalui sebelum nya,seberat apapun masalah yang telah menerjang kita,ternyata kita bisa melalui nya. 3 tahun dia menghilang,tapi dia menggantinya dengan selama nya.


Dia sempat menghilang,tapi cinta nya tidak pernah hilang untuk ku. Aku mencintaimu Althara,selamanya.

__ADS_1


__ADS_2