7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Memaafkan Roni


__ADS_3

Aku dan Althara sudah berada di rumah Roni yang begitu megah dan begitu besar. Aku rasa orang tua Roni tidak mengetahui jika anak nya beberapa hari yang lalu sudah di tahan di kepolisian karena sudah sempat mengancam ku dan mencelakai ku.


“Tunggu sebentar ya Roni sudah di panggil di atas” ujar Mama nya Roni yang terlihat sudah paruh baya namun tetap terlihat segar.


Aku dan Althara hanya senyum kepadanya dan duduk manis di kursi ruang tamu Roni.


Tidak lama Roni turun dari tangga dengan menggunakan kaos berlengan panjang dan celana olah raga panjang. Aku baru kali ini melihat Roni berpakaian santai seperti itu. Dia terlihat tampan dan juga lugu jika sudah memakaian pakaian sederhana seperti ini.


Roni tampak gelisah melihat ku dan Althara duduk di ruang tamu nya.


“Tu Roni sudah datang” seru Mama Roni begitu melihat Roni mendekat.


“Katanya Alhena ini teman SMA kamu?” Tanya Mama nya.


“Iya Ma” jawab Roni.


“Wah akhirnya Mama ketemu sama salah satu temen sekolah kamu,karena Mama kira selama ini kamu ga punya temen di sekolah” ucap Mama Roni membuat ku canggung dan merasa tidak enak.


Roni pun tampak begitu tersinggung dengan ucapan Mama nya. Karena memang selama sekolah Roni tidak memiliki teman.


“Ya sudah Tante masuk dulu ke dalam ya” ucap Mama Roni dengan tersenyum manis menatap ku.


“Iya tante silahkan” jawab ku.


Dan Althara hanya memberikan senyuman saja kepada Mama Roni sebelum dia pergi membiarkan kami bertiga di ruang tamu.


Roni duduk di samping ku dengan raut wajah yang begitu kusut.


“Mama aku memang bener,aku memang ga punya temen selama sekolah,tidak ada yang mau berteman dengan aku,karena dulu aku begitu culun dan tidak menyenangkan. Iya kan Al?” ujar Roni menatap ku dengan sedih.


“Ron. udahlah”


“yang sudah biarlah berlalu,jangan membuat kamu terlalu terpacu dengan kisah masa lalu kamu. Kamu sekarang sudah berubah,jangan sampai perubahan mu sekarang hanya menjadi ajang balas dendam mu di masa lalu. Kamu harus sudah memikirkan masa depan Ron. Masa depan kamu sudah terlihat lebih baik di banding teman-teman kamu semasa sekolah. Mereka ada yang menjadi lebih menyedihkan sekarang,ada yang tidak bekerja,ada yang jatuh miskin,ada yang kesulitan dengan anak nya,dan kamu malah sebalik nya,sudah terlihat mapan dan lebih baik dari dulu. Terus melihat ke depan Ron jangan sampai masa lalu mu kembali menghancurkan kamu” ucap ku memberikan nasehat yang benar kali ini.

__ADS_1


Roni tampak memandang lurus dengan mencerna nasihat ku. Dia tampak terlihat sedih namun dia berusaha untuk tegar dan menarik nafas nya agar tenang.


“Aku minta maaf Al,karena sudah selalu mengganggu mu selama ini. Aku tahu aku terlalu terobsesi dengan apa yang aku mau,tapi aku juga tidak sadar kalau sikap ku sudah melampaui batas. Aku malah membuat kamu takut dan berubah menjadikan aku menyeramkan” ujar Roni mengakui kesalahan nya.


“It’s ok Ron. Tapi aku mohon jangan pernah melakukan hal seperti ini lagi kepada siapapun itu. Karena akan berdampak buruk juga untuk kamu Ron”


Roni melihat ku dengan begitu takjub.


“Kamu baik banget Al. Padahal aku udah banyak ngusik kehidupan kamu dan nakutin kamu,tapi kamu malah terus kasih aku nasehat seperti ini”


“Karena itu guna nya temen kan Ron?” Ucap ku dengan mengangkat kedua halis ku sambil tersenyum kepadanya.


“Teman?” Tanya Roni menatap ku tidak percaya.


Aku tersenyum dan menganggukan kepala dengan pelan.


“Kamu masih mau berteman sama aku setelah apa yang aku lakukan?” Ucap Roni dengan tak percaya.


“Ron ini semua karena Meldi” ucap ku membuat Roni terkejut dengan menyebut nama mantan nya itu.


“Dia yang udah buka fikiran aku tentang kamu. Dia bilang kalo sebenarnya kamu ga ada maksud untuk buat aku takut,atau bahkan sampai mengancam ku. Dia begitu kaget saat aku bilang kalo aku membawa masalah ini ke kantor polisi. Dia yakin kalo kamu hanya kehilangan jati diri kamu yang sebenarnya,kamu cuma terlalu terpacu dengan masa lalu kamu dan dia yakin kamu pun akan menyesali kesalahan yang sudah kamu perbuat karena pada dasar nya kamu tetap lah Roni yang lugu” ucap ku mengingat kata-kata Meldi.


“Meldi? Dia bilang begitu?” Tanya Roni mengkerutkan kening nya tak percaya.


“Iya. Dia yang udah mendorong aku untuk memaafkan kamu”


Lalu tiba-tiba senyum terpancar di bibir Roni dan dia seperti sedang memikirkan sesuatu yang membahagiakan.


“Aku sudah begitu menyesal sudah membuat dia takut selama ini,padahal aku cuma terlalu sayang sama dia dan ga tau bagaimana menunjukan nya” ucap Roni tiba-tiba menjadi sedih.


“Roni. Kamu bisa tunjukin sama dia kalo kamu bisa berubah Ron. Tidak apa kalo seandainya Meldi sudah tidak mau kembali sama kamu,biarkan dia bahagia dengan yang lain. Dan aku yakin kamu pasti bisa menemukan wanita lain yang lebih baik di luar sana dengan keadaan kamu yang sekarang. Tapi aku minta sama kamu,cintai wanita dengan lembut dan dengan penuh kasih sayang. Jangan dengan kekerasan atau overprotective”


“Kamu yakin aku bisa menemukan wanita lebih baik?” Tanya Roni dengan penuh harap.

__ADS_1


“Ya aku yakin itu” ucap ku dengan penuh keyakinan.


Lalu Roni tampak menatap ku begitu haru.


“Thank Alhena. Dan thank juga Althara,sorry buat pukulan gue waktu itu”


“Oke” jawab Althara dengan menyunggingkan senyuman nya.


“Dan ada satu hal lagi yang mau aku tanyakan” ucap ku kepada inti penting dari pertemuan ini.


“Apa?” Tanya Roni mengkerutkan kening nya.


“Selama ini yang sudah kirim bunga misterius itu kamu kan Ron?” Tanya ku dengan berharap jika jawaban nya adalah ‘iya’.


Roni mengertukan kening nya.


“Iya” jawab Roni membuat ku bernafas lega.


“Memang aku yang sudah mengirimkan karangan bunga itu di acara pernikahan kamu,aku juga udah bilang kan sebelum nya ?” lanjut Roni membuat ku tersentak bingung.


“Bukan Ron bukan yang itu. Tapi kiriman bunga Lili yang di antar kerumah Althara”


Roni tampak terlihat bingung dan terus mengkerutkan kening nya.


“Aku ga suka bunga Al. Aku ga pernah kirimin bunga apapun ke rumah kamu. Aku hanya kirim karangan bunga ke acara nikahan kamu di Bandung dan di Jakarta. Ketika di Jakarta pun aku kebetulan sedang ada tugas di sana dan aku tahu kamu menikah di gedung hotel yang sedang aku kunjungi Al,aku memang iseng mengirimkan karangan bunga seperti itu,padahal aku sendiri alergi bunga” ujar Roni begitu bersungguh-sungguh.


“Jadi bukan kamu yang kirim karangan bunga itu?” Tanya ku begitu terkejut.


“Aku ga tau rumah Althara dimana al,aku hanya tau Cafe kamu karena kamu sering update sedang di Cafe waktu pembangunan” ujar Roni dengan mengatakan hal yang serupa dengan apa yang Meldi katakan kemarin di Cafe,jika Roni memang alergi serbuk bunga.


Aku menatap Althara yang juga mulai terlihat bingung. Althara pun ikut memikirkan siapa pengirim dari bunga Lili itu ke rumah nya beberapa hari yang lalu.


“Lalu siapa yang kirim bunga Lili itu ke rumah?” Tanya ku menatap Althara.

__ADS_1


__ADS_2