7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Dufan bersama Althara


__ADS_3

Di benar-benar membawaku ke Dufan siang itu. Dia menarik tangan ku masuk ke dalam sana setelah kami membeli sebuah karcis. Aku melepaskan gandengan nya dan berusaha untuk kembali tak mengacuhkan nya.


Aku begitu kesal dengan tingkah nya,tapi kembali aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa selain melakukan apa yang di inginkan nya.


Kita terus berjalan mencari suatu wahana yang bisa kita naiki bersama. Sampai akhirnya aku melihat satu wahana di samping ku yang bernama “Hysteria”. Wahana itu terlihat benar-benar menyeramkan membuat kita merasa terbanting dengan cepat jauh ke atas lalu di hempaskan dengan cepat juga ke bawah. Ini pasti akan menyenangkan.


Aku menghentikan langkah ku di samping wahana extreme itu. Althara ikut berhenti dan menatap ku bingung. Aku memberikan kode dengan tatapan ku untuk menaiki wahana itu.


Althara terlihat begitu panik.


“Ngga! Aku ga mau”


“Ya terus kamu mau naik apa? Dari tadi kamu cuma keliling keliling doang disini. Kalo sekiranya kamu cuma mau jalan-jalan kenapa ga di Monas aja sih”


“Ya aku mau naik wahana, tapi ngga wahana ini” ucap nya dengan kesal.


Aku tau dia takut. Namun aku tak memperdulikan nya dan menatap dia dengan tajam.


Althra berdecak kesal dan dia berjalan memasuki wahana itu lebih dulu meninggalkan ku. Aku tersenyum penuh dengan kemenangan karena bisa membuat dia menuruti ku.


Kami mulai mengantri untuk bisa menaiki wahana itu,dan kami duduk berdampingan. Althara terlihata begitu pucat. Aku malah baru tau jika dia bisa memiliki rasa takut menaiki wahana seperti ini. Aku kira dia tidak selemah ini. Aku tersenyum menertawakan nya.


Lalu wahana itu pun di mulai. Aku,Althara dan para pengunjung lain nya di wahana itu berteriak bersama-sama. Aku berteriak sambil terus tersenyum bahagia. Sementara Althara terdengar teriak begitu takut. Aku bisa teriak sekaligus menertawakan kepanikan nya selama wahana berlangsung, akhirnya aku tahu apa yang dia takutkan.


Selesai menaiki wahana itu suasana hati kita pun terasa membaik. Aku dan Althara menaiki beberapa wahana yang extreme dan mencoba menaiki wahana yang menyeramkan seperti halilintar, pontang panting dan kicir kicir Dufan. Awalnya Althara memang ketakutan, namun semakin lama dia bisa melawan rasa takut nya dan malah terlihat ketagihan untuk menaiki wahana yang memacu adrenaline seperti itu.


“Kamu liat ga sih wajah kamu tadi” ledek ku dengan terus tertawa.


“Lucu banget al hahaha” aku masih saja menertawakan dia yang begitu sinis melihat ku.


Dia hanya diam dingin dengan wajah kesal nya karena telah melihat aku begitu puas menertawakan nya.


Tapi memang wajah dia ketika menaiki wahana tornado itu sangat lucu. Dia terlihat begitu pucat,dengan terus berteriak. Ekspresi wajah dia yang ketakutan begitu menggelitik.


Althara menghentikan langkah nya. Membuat ku ikut berhenti.


“Kenapa?” Bingung ku.


Tatapan Althara begitu lurus melihat sesuatu yang ada di hadapan nya. Aku ikut melihat apa yang membuat dia terpatung seperti itu.


Dia menatap sebuah rumah besar yang menyeramkan dan bertuliskan “Rumah Hantu”


Aku menggelengkan kepalaku sekuat tenaga. Tahu apa yang ada di dalam fikiran nya.

__ADS_1


“Ngga ngga ngga Al”


“Kenapa ngga mau?”


“Ngga aku ga mau,kita bisa naik semua wahana disini kecuali itu” ucap ku panik.


Althara diam menatap ku dingin.


“Ngga aku ga mau” aku hendak kabur meninggalkan nya namun Althara menahan tangan ku.


“Mau kemana?”


“Ga mau Al please”


“Aku mau masuk,ini perintah!” ucap nya begitu tegas dan menyeret ku masuk kedalam sana.


Baru sampai di depan pintu masuk nya saja suasana mencekam sudah menyelimuti ku. Rumah yamg gelap gulita itu tampak begitu menyeramkan dengan semua peralatan rumah tangga yang terlihat begitu nyata seolah telah di tinggalkan pemilik aslinya sejak lama sekali.


Ada kursi yang telah tersimpan tak rapih di tutupi sebuah kain. Banyak sekali sarang laba-laba buatan di dinding dinding ruangan yang menambah kesan menakutkan. Juga banyak sekali foto-foto yang menyeramkan seperti foto hantu suster ngesot, foto hantu orang belanda yang tampak asli dengan pakaian nya yang dulu, dan juga ada sebuh gambar 3D yang bisa hidup.


Aku melihat foto itu dengan seksama dengan terus bersiap menutup wajah ku dengan kedua tangan ku.


“Wwwaaaaaa” aku begitu terkejut melihat sebuah foto yang bergerak maju dan mengagetkan ku dengan teriakan nya yang begitu menyeramkan.


Aku terlonjak kaget bersembunyi di bahu Althara dengan gemetar. Althara menyentuh punggungku dengan refleks dan berusaha menenangkan ku. Aku tersadar jika aku sudah memeluk nya dan aku menatap nya begitu dekat. Althara pun menatap ku dalam diam.


Tatapan kami di buyarkan oleh suara orang berjalan yang terdengar berada di belakang kami. Aku langsung menjauh dari pelukan Althara dan berjalan cepat mencari jalan keluar.


Ketika sudah sampai di luar aku duduk di salah satu kursi taman dan menyandarkan diriku disana.


Althara menyodorkan sebuah botol minuman dingin kepadaku. Aku ambil minuman itu dari tangan Althara dan segera meneguk nya.


Suara handphone ku berdering di dalam tas. Aku langsung mengambil dan melihat siapa yang dari tadi terus menghubungiku.


Rey.


Aku melirik Althara yang sudah melihat layar ponsel ku. Dia membuang wajah nya dan berpura-pura tak memperdulikan itu.


“Hallo”


“Hallo Alhena kamu dimana?”


“Aku di luar ,kenapa?”

__ADS_1


“Oh kamu masih sibuk?”


“Ngga Rey,aku ga sibuk ada apa?”


“Nanti malem ikut aku ya,aku ada acara al, kamu mau ya nemenin aku? Please Al”


Aku masih saja melirik Althara merasa kalo aku sudah membuat nya tidak nyaman setelah menerima telepon dari Rey.


“Oke”


“Yesss, nanti malam aku jemput ya”


“Iya Rey”


“Bye Alhena”


“Bye Rey”


Aku menutup telepon nya dan aku melihat dia yang tiba-tiba berubah menjadi dingin kembali.


“Kita pulang” ucap nya dengan ketus dan langsung beranjak pergi meninggalkan ku.


Aku tahu ini sangat menyakitkan untuk Althara. Namun aku harus tetap meyakinkan dia bahwa aku sudah nyaman bersama Rey sekarang walaupun Althara juga membuat ku bahagia kembali untuk sesaat.


Malam hari di kamar ku, aku sudah bersiap untuk pergi dengan Rey setelah mandi dan memilih baju yang bagus. Aku tidak tahu Rey akan membawa ku kemana,karena Rey hanya mengatakan jika dia akan membawa ku pesta.


Di dalam mobil Rey ternyata sudah ada beberapa teman nya yang sudah duduk di bangku penumpang dengan wajah yang berseri seri begitu melihat ku.


Rey membawa kami ke sebuah rumah yang begitu besar namun memarkikan mobil nya di luar gerbang. Semua turun dari sana dan berusaha untuk tidak berisik.


Aku masih belum bertanya akan ada pesta apa sehingga mereka malah akan memberikan kejutan dengan diam-diam.


“Alhena aku minta tolong kamu pegang ini” ucap Rey memberikan sebuah bolu coklat kepadaku.


“Nanti kamu berdiri di depan pintu dan tunggu temen aku keluar dari rumah ya”


Aku hanya mengangguk menuruti perintah nya dengan bingung.


Kami sempat bersapa dengan bapak satpam di dalam sana. Dan bapak satpam sudah memberikan sinyal untuk masuk dan langsung berjalan dengan mengendap ngendap berkumpul di depan pintu.


Semua orang berusaha untuk tak mengeluarkan suara dengan terus berbisik. Salsabilla menyalakan lilin di bolu ini dan dia kembali bersembunyi di balik tembok samping pintu. Rey memijit bel rumah dan kembali ikut bersembunyi dengan yang lain nya. Sementara aku berdiri tegap di depan pintu menunggu yang akan di beri kejutan keluar.


Terlihat bayangan seseorang datang mendekati pintu, terdengar suara kunci rumah yang di putar nya dan setelah itu pintu rumah di buka begitu lebar membuat aku bisa melihat orang yang memiliki rumah ini.

__ADS_1


Aku terkejut melihat pria di hadapan ku ini yang sudah membuat mataku membulat dan mulut ku terbuka dengan refleks.


Althara?


__ADS_2