7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Flashback


__ADS_3

“Tar tamu lo jadi dateng?” Tanya Rey dengan fokus menyetir.


“Dateng” singkatnya.


“Oh dateng? Jam berapa ? Kok gue ga liat”


“Lo liat kok,cuma lo gasadar aja” ujar Althara di belakang sana.


Aku?


Aku melirik kaca spion di atas dan terlihat Althara masih saja menatap ku. Aku mendelikan mata ku ketika mata kami bertemu.


“Tamu penting lo Mas Affandi yang pelukis terkenal dari Jogja itu kan?”


“Bukan”


Althara masih saja menatap ku.


“Dia seorang bintang”


Aku semakin yakin yang sedang mereka bicarakan adalah aku. Althara pasti membuat teka teki besar kepada Rey agar dia bingung dan menebak sendiri.


“Bintang? Artis maksud lo?”


“Euh Rey,kita mau makan kemana ?” Aku harus mengakhiri percakapan mereka dengan mengalihkan pertanyaan Rey.


“Kita mau makan sushi,kamu suka kan ?”


“Tempat favorit kita?” Sengaja aku membahas kedekatan ku dan Rey di hadapan Althara agar dia tahu sejauh mana aku dan Rey saling kenal.


“Iya tempat biasa kita makan”


“Oke”


Sekarang Althara yang mendelikan mata nya dan raut wajah nya terlihat sekali dia kesal. Aku senang jika dia merasa demikian, agar dia tahu bahwa aku bisa baik saja tanpa nya.


Kami semua duduk di meja panjang,dan sialnya Althara memilih duduk di hadapan ku dan Rey di samping kiri ku. Aku benar-benar tidak nyaman.


“Kita cheers dulu dong” Rey mengangkat minuman nya yang berisikan minuman soda di dalam gelas wine.


Semua ikut mengangkat minuman nya.


“Untuk suksesnya acara pameran lukisan Althara” ujar Rey memberikan selamat kepadanya.


Aku melirik Althara yang masih saja memasang wajah dingin nya.


“Thank guys” ucap nya sedikit tersenyum.


Lalu kami semua mengetukan gelas wine kami dan meminum nya.

__ADS_1


“Ya walaupun acara nya sangat mendadak” ujar Fadil.


“Oh ini acara dadakan?” Tanya seorang perempuan di samping Fadil yang adalah kekasihnya.


“Iya sayang,acara ini dadakan banget. Asal nya acara pameran dia itu di jadwalkan bulan depan, tapi pas minggu kemarin dia baru pulang dari Jerman dia malah minta acara nya di majuin hari ini”


Aku hanya mendengarkan mereka bercerita tanpa aku mengerti.


“Emang gila dia tuh” tambah Sam.


“Gue kan udah bilang,ada orang penting yang harus gue pastiin” lagi-lagi Althara melirik ku.


Aku semakin khawatir ada orang yang memperhatikan dia.


“Nah gue kira cewe lo dateng tar,ternyata ga ada juga kan”


Aku tersedak mendengar ucapan Sam. Rey segera memberikan ku minum. Aku langsung meminumnya. Ya, dan syukurlah tak ada yang menyadari bahwa aku sudah terkejut dengan ucapan Sam.


“Cewe gue dateng kok”


Dia membuat semua teman nya penasaran saling melempar pandang.


“Serius lo? Kenapa lo ga bawa kesini kenalin sama kita”


Althara mengeluarkan sesuatu dari balik baju nya. Dan lagi-lagi aku terkejut melihat sebuah kalung separuh bintang yang ternyata masih di pakai nya.


“Dia ada disini” semua tertawa terbahak bahak.


Althara pun ikut tersenyum bersama teman-teman nya. Dia menertawakan kekonyolan nya sendiri.


“Udah gue bilang kan,cewe dia tak kasat mata,dari dulu dia sering banget cerita tentang cewenya tapi ga pernah nunjukin fotonya,aneh kan?” Ya,apa yang di katakan Fadil memang aneh.


“Kalo gue nunjukin foto nya sekarang,kalian pasti bakalan kaget”


Aku merasa panik dengan percakapan mereka ini. Aku tahu yang di bahas mereka adalah aku,aku lah wanita tak kasat mata itu dan aku lah wanita yang di maksud Althara. Dan sayang nya tak ada yang menyadari itu.


“Tapi kok gue ngerasa ga asing ya sama bentuk bintang itu,kayak pernah liat juga tapi dimana ya?” Rey berusaha mengingat sesuatu dengan bintang yang tergantung di leher Althara.


Aku menurun kan tangan ku,dan segera melepaskan gelang itu namun terlalu sulit karena aku mengikat nya terlalu kencang. Rey menatap ku dan melihat leher ku yang sudah kosong tak ada perhiasan yang menggantung di leher ku.


“Liat dimana?” Tanya ku berusaha tenang, dan terus menyembunyikan tangan ku di bawah meja.


“Aku lupa deh,pokok nya pernah liat aja” lalu Rey kembali menyantap makanan nya. Dan aku berhasil melepaskan gelang itu ,aku langsung memasukan nya kedalam tas ku dengan sembunyi sembunyi.


Althara menertawakan ku yang sudah panik karena ulah nya dengan sambil mengunyah makanan di dalam mulut nya.


Fadil mengangkat tangan nya kepada seorang pelayan yang sedang berjalan.


“Mas!” Teriak nya.

__ADS_1


Pelayan itu segera menghampiri dengan sopan.


“Ada yang bisa saya bantu?”


“Mas,saya kan lagi ulang tahun temen saya ini ada yang mau kasih persembahan buat main piano di depan”


Rey dan Sam menahan tawa mereka,dan aku tidak mengerti kenapa mereka sebahagia itu.


“Sini deh kuping mas nya” Fadil langsung membisikan sesuatu di telinga sang pelayan itu. Dan pelayan itu hanya mengangguk dan segera pergi.


Lalu semua teman nya melepas tawa mereka dengan senang nya. Aku hanya mengerutkan kening ku tak mengerti dengan pertemanan mereka ini yang terlalu banyak kode.


“Sialan lo” ujar Sam sambil terus tersenyum.


Althara hanya menggelengkan kepala melihat tingkah semua teman nya,seperti dia sudah tahu apa yang telah di bisikan teman nya itu kepada pelayan tadi.


Pelayan tadi tampak menghampiri panggung kecil di depan dan berbisik kepada seorang penyanyi yang sedari tadi mengisi makan malam kita dengan nyanyian akustik nya.


“Oh ternyata ada yang berulang tahun malam ini. Selamat ulang tahun untuk Mas Fadil yang duduk di sebelah sana” ucap penyanyi itu kepada Fadil yang sudah mengangkat tangan nya.


“Kita beri tepuk tangan untuk bertambah umurnya Mas Fadil di malam hari ini” semua tamu yang ada disana bertepuk tangan untuk Fadil. Dan Fadil berdiri lalu mebungkukan punggung nya untuk berterima kasih atas tepuk tangan yang di berikan kepadanya.


Sam dan Rey terus tertawa melihat kelakuan teman nya itu. Mereka tak bisa menahan tawanya sehingga terus tertawa tak terkendali.


“Dan Mas Fadil meminta untuk teman nya agar menaiki panggung memberikan kado terindah untuk nya. Kita panggil Mas Althara,ya kita beri dia tepuk tangan lagi”


Aku terkejut mendengar nama Althara di panggil untuk menaiki pangging.


Althara menarik nafas nya dengan berat dan menggelengkan kepala nya seolah berkata ‘lo ada ada aja’


“Ayok kak Althara gak apa apa kasih persembahan yang terbaik untuk teman baik nya”


“Kebiasaan lo!” kesal Althara sambil melemparkan serbet kepada Fadil yang masih saja tertawa. Namun walaupun seperti itu Althara tetap berdiri dan menuruti permainan teman-teman nya.


Dia terlihat berbicara kepada semua pemain band di depan nya,entah apa yang di bicarakan nya.


“Kenapa sih Rey?” Tanya ku akhirnya penasaran.


“Kamu inget kan,kita pernah makan di Caffe waktu itu”


“Inget,terus kenapa?”


“Kita itu di traktir Fadil karena dia ulang tahun Al” ujar Rey membuat ku mengingat kejadian bulan lalu.


Barulah aku mengerti. Teman-teman nya ini hanya menjahili Althara dengan mengaku Fadil tengah berulang tahun hari ini padahal tidak. Pantas saja mereka tertawa puas dan Althara terlihat kesal.


Pemain band di atas panggung semua terlihat bubar dan turun dari atas panggung kecil itu membiarkan Althara sendiri dan duduk di belakang piano.


“Dia jago banget main piano Al” ujar Rey.

__ADS_1


Aku kembali teringat masa dimana 7 hari aku bersama Althara. Hari dimana aku mengenal dia lebih dalam. Dan 7 hari yang membuat aku jatuh cinta kepadanya.


__ADS_2