7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
My Bestie


__ADS_3

Keesokan nya Althara mengajak ku ke luar untuk berkeliling di kota Bandung. Dia ingin menghampiri tempat-tempat yang ia rindukan selama ia meninggalkan Bandung dan selama meninggalkanku.


“Kita mau kemana dulu?” Tanya ku dengan penuh antusias kepada Althara yang sedang serius menyetir.


“Kita ke mall”


Aku mengertukan kening ku.


“Kok ke mall sih?!” Tanya ku dengan tidak percaya.


Karena Althara yang ku kenal dia tidak terlalu suka berbelanja jika dia tidak membutuhkan sesuatu.


“Kamu mau beli apa?”


“Ikut aja”


Lalu aku kembali diam mengikuti keinginan nya.


Kita sampai si sebuah Mall besar di Bandung. Nama mall nya adalah Paris Van Java atau lebih di kenal dengan singkatan nya PVJ. Hanya satu tujuan kami jika datang berkunjung kesini. Adalah bermain ice skating di sky garden yang di miliki PVJ Mall.


Aku begitu bahagia ketika mengetahui Althara mengajak ku kesini. Aku terus merangkul tangan nya dengan tersenyum berjalan di sepanjang sky garden menuju gedung ice skating.


Gedung ice skating itu sekeliling nya terbuat dari kaca tembus pandang sehingga semua orang dapat melihat keluar begitu pun sebalik nya. Aku mengukur kaki ku dulu sebelum petugas memberikan sepatu ice skating untuk ku. Aku memakai dulu kaos kaki yang di beli Althara di tempat ini dan segera memakai sepatu khususnya.


Dia selalu tahu cara membuat ku bahagia.


Aku segera meluncur kesana kemari dengan menggunakan ice skating ku. Tertawa bahagia melihat Althara yang terjatuh, dan mencoba skill yang aku punya menggunakan sepatu roda ini.


Althara memberhentikan ku dan menunjuk sesuatu ke arah pintu masuk.


“Alhenaaaa!!!” Teriak beberapa orang disana.


Aku terkejut melihat teman-teman ku datang secara bersama.


Tata,Ghea,Venna


Mataku membulat,tak percaya melihat mereka ada disini. Aku langsung meluncur mendekati mereka yang masih berada di luar pintu.


Aku memeluk mereka satu persatu dengan begitu bahagia nya. Begitu pun mereka terlihat sedih sekaligus bahagia sekali melihat aku akhirnya setelah beberapa tahun aku menjauh dan menutup diri kepada mereka sahabat ku sendiri.


“Oh my god gue kangen banget sama kalian”


Aku melepaskan pelukan ku dan tetap merangkul mereka dengan membuat lingkaran.


“Alhenaa kita juga kangen banget sama lo” ujar Tata begitu beruba penampilan nya menjadi sangat dewasa dan feminim.


“Gue juga Al,lo lama banget ga temuin kita” timpal Ghea yang memakai jeans besar dan memakai cardigan cream menutupi tanktop nya.

__ADS_1


“Iya sorry, gue bari ada waktu buat pulang k Bandung. Sorry jarang ngabarin kalian” sedih ku dengan raut wajah menyesal.


“Ah lo alesan aja. Ini juga kalo bukan karena Althara yang hubungin kita,lo pasti ga akan ngabarin kalo lu pulang ke Bandung” kesal Venna mendelikan matanya.


“Althara yang hubungin kalian?”


“Iya siapa lagi” jawab Ghea.


Aku melirik Althara yang sedang bersandar di tiang penyangga dengan melipat tangan nya dan terus memperhatikan ku.


Dia memang masih selalu tahu bagaimana membuat ku bahagia.


“Ya udah cepet pake sepatu nya kita main dulu” ucap ku meminta mereka cepat-cepat memakai sepatu nya.


“Oke oke oke”


Aku begitu senang melihat ketiga teman ku disini. Dengan wajah yang baru dan penampilan yang baru lebih dewasa.


Kita mulai bersenang-senang di atas ice yang beku dan tebal ini. Aku selalu di buat tertawa oleh Ghea yang belum bisa menyeimbangan dirinya berdiri di ice skating. Tata dan Ghea berlomba lari menuju ujung lantai ice ini dengan cepat. Aku dan Ghe terus tertawa di buat mereka. Sementara Althara sudah selesai bermain ice skating dan duduk di tempat tunggu.


Selesai bermain kita langsung pergi dari sana dan menuju mall di lantai bawah.


“Eh kalian belum mau pulang kan?” Tanya ku takut jika di antara mereka ada yang akan langsung pergi padahal aku masih ingin menghabiskan waktu dengan mereka.


“Ya ngga lah kali aja kita pulang dengan perut kosong” ujar Tata membuat kami semus tertawa.


“Apa dong?” Tanya Ghea melempar pandang kepada yang lain.


“Ya udah apa aja lah yang penting makan” ucap Tata.


“Oke,kita makan all you can eat”


Semua mata teman-teman ku membulat.


“All you can eat?” Tanya lagi Venna,mungkin dia takut jika ia salah mendengar.


“Iya” jawab Althara.


“Kita di traktir kan Al?” Tanya Tata memastikan dengan terus tersenyum menggoda.


“Iya” jawab nya lagi dengan menertawakan ekspresi Tata.


“Asik” semua orang bersorak bahagi.


“Kalo gitu mari kita menuju Restaurant” ucap Ghea seolah dia menggerakan seluruh pasukan nya dengan berlagak seperti penyerang.


Aku dan Althara tertawa melihat tingkah ketiga teman kita.

__ADS_1


Kita masuk ke dalam sebuah Restaurant yang mewah. Banyak sekali ragam makanan di sekitar kita. Mulai dari lemari freezer daging,lemari freezer dessert,meja berbagai macam sushi yang di tata rapih,ice cram,berjejer nya dispenser minuman,berbagai sabhu di dalam chiller, dan masih banyak lain nya.


Mata mereka membulat melihat semua makanan lezat itu.


Althara memesan meja yang begitu panjang dengan 4 tungku pemanggang dan 4 perebus makanan.


“Kok reserved nya di meja ini sih?” Bingung ku.


“Ini banyak banget pemanggang nya Al,kita pindah aja ke ujung sana” tunjuk ku ke sebuah meja kosong di ujung ruangan.


“Aku masih ngundang teman aku yang lain” ujar nya.


“Hah?”


“Nah itu mereka” lagi-lagi aku di kejutkan dengan kedatangan 3 teman Althara sekaligus teman Band ku di sekolah.


“Edo,Kevin,Rizal” aku memeluk mereka satu persatu.


Penampilan mereka pun tampak berubah lebih dewasa dan lebih keren dari SMA dulu. Apalagi dengan Eso, dia begitu berubah dengan pakaian nya yang begitu formal, memakai kemeja biru gelap dan celana katun. Aku tertawa senang dan mencari Ghea yang masih sibuk mengambil makanan di nampan nya.


“Abis dari mana lo rapih banget?” tanya Althara ketika telah memeluk rindu mereka satu persatu.


“Abis pulang ngantor” jawab Edo.


Terlihat semua teman nya tampak menertawakan nya.


“Gaya banget lu ngantor sekarang ya” ledek Rizal.


Lalu ketiga teman ku akhirnya kembali setelah mengambil beberapa makanan di nampan mereka.


Ghea tiba-tiba terpatung melihat Edo di hadapan nya. Mata dia membulat dan mulut nya sedikit terbuka.


Aku yakin perasaan mereka akan tumbuh kembali jika mereka melihat satu sama lain telah berubah dan lebih dewasa.


“Hay” sapa Ghea dengan terus terpatung di tempat nya.


“Hmm simpen dulu makanan nya nanti tumpah lagi ah ribet gue ntar” ujar Tata mengambil alih nampan di tangan Ghea dan menyimpan nya di meja.


Ketiga teman ku segera memberi salam pelukan kepada ketiga teman Althara ini. Dan ketika Ghea mau menyalami Edo terlihat begitu canggung dan malu nya mereka.


“Hay Ghea” sapa Edo menyodorkan tangan nya.


Ghea melihat tangan Edo yang sudah menunggunya untuk di sambut.


“Hay” sapa lagi Ghea dengan menyambut tangan Edo.


Aku senang melihat semua sahabat ku kembali bersatu. Aku melirik Althara yang terus tersenyum melihat drama teman-teman nya yang sedang berlangsung menggelikan itu.

__ADS_1


Aku sayang kamu Althara.


__ADS_2