
Althara menarik kerah baju belakang Rey dengan kencang dan meninju wajah Rey tanpa basa basi.
Aku terdiam di tempat ku dengan mata terus saja berlinang air mata.
Althara menarik kembali baju Rey.
“Lo kenapa Rey?” Teriak Althara.
“Perlakuan lo udah kelewat batas!” Tambah nya lagi dengan kembali meninju Rey.
Rey tersungkur ke atas meja ruang tamu dan menjatuh kan taplak juga vas bunga kecil.
Rey terlihat menyeringai menatap sinis Althara.
“Kenapa tar? Sekarang lo ga mau berbagi?” Tanya nya mengundang emosi Althara.
Althara semakin kesal dan dia langsung kembali menghajar Rey walaupun Rey terlihat tidak melawan.
“Althara” lirih ku dengan lemah memanggil nya sambil menangis.
Althara tak mendengar ku. Dia masih saja terus mencengkram baju Rey dan menghajar nya.
Kejadian ini seperti de javu untuk ku. Aku pernah menyaksikan ini ketika di sekolah dulu. Dia sedang menghajar Devan di belakang gedung sekolah karena Devan hendak mempermainkan ku.
“Althara stop!” Teriak ku dan berhasil membuat dia berhenti memukul Rey.
Aku baru menyadari jika Rey sama sekali tidak membalas hantaman Althara. Dia hanya diam menerima semua pukulan yang dia dapatkan.
Rey tertidur di tanah,dia tak bergerak. Mata nya menatap langit yang mendung dengan nafas yang tak terengah-engah,wajah yang begitu muram dengan semua lebam yang ada di wajah nya,dan dia hanya diam dengan begitu sedih nya.
“Stop Rey. Gue tau ini bukan elo”
Ucap Althara yang duduk di samping tubuh Rey yang terlentang di tanah.
“Kenapa Tar? Kenapa harus Alhena?” Ucap Rey masih saja mempertanyakan semua ini.
Althara melirik Rey yang masih saja terdiam berbaring di samping nya.
“Semua jalan nya harus seperti ini Rey. Gue ga pernah minta untuk di pertemukan Alhena dengan cara seperti ini. Lo teman baik yang pernah gue kenal,gue tau ga mudah lo buat dapetin cewe yang lo mau,tapi ini Alhena Rey,cewe yang udah gue tunggu selama 6 taun,dan lo tau itu”
Aku masih diam di teras rumah menyaksikan mereka yang berbicara di halaman ku dengan keadaan yang tidak lazim. Satu berbaring di tanah dan yang satu duduk di samping nya. Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan,tetapi dari cara mereka tenang itu menandakan mereka sudah tidak saling panas lagi.
“Lo ga akan pernah rasain gimana sakit nya gue yang udah nunggu begitu lama nya cewe ini tapi tau tau dia deket sama sahabat lo sendiri” ucap Althara sambil melingkarkan tangan di lutut nya untuk duduk santai.
“6 taun itu bukan waktu yang sebentar Rey. Dia cinta pertama gue,dia pacar pertama gue,dia satu satu nya cewe yang bisa bikin gue nunggu selama ini,lo ga akan tahu rasanya” ucap Althara sambil melirik ku.
Aku diam di tempat ku melihat Althara melirik ku sambil berbicara,aku tau dia membicarakan ku.
Rey akhirnya bangun dan ikut duduk dengan Althara. Dia juga ikut memandang ku dengan wajah lebam nya.
Rey menganggukan kepala nya.
“Iya, ternyata lo bener. Dia istimewa” ucap Rey begitu mengagumi ku.
__ADS_1
Dia mengingat memory saat kita masih bersama,bagaimana baik nya aku,bagaimana manis nya aku,bagaimana menyenangkan nya aku,dan semua itu membuat dia cepat jatuh cinta kepadaku.
“Lo sering cerita kalo cewe lo terlalu sempurna,lo sulit geser posisi dia di hati lo dengan cewe manapun,karena dia se sempurna itu di hidup lo,dan gue akuin itu. Dia emang perfect,dia baik,dia cantik,dia perhatian, dia manis,dia gampang bikin orang nyaman,semua dia habiskan sendirian”
Althara tersenyum mengingat dia pernah menceritakan tentang ku kepada teman-temannya termasuk Rey. Althara tidak terganggu dengan pujian Rey untuk ku.
“Sorry Tar” ucap Rey dengan tulus dan penuh penyesalan. Althara melirik teman nya itu yang sudah penuh lebam dan luka di wajah nya.
“Gue tau gue egois,gue ga peduli Alhena siapa nya elo,dan gue ga peduli lo mau sahabat gue atau bukan,gue cuma terobsesi sama cewe yang selama ini udah gue incer dan susah untuk gue dapetin. Gue cuma kecewa aja,belum juga gua dapetin dia,malah udah di dapetin sama elo. Gue ga mikirin penantian lo selama 6 taun ini”
Althara tersenyum.
“Lo emang layak dapetin dia yang sempurna. Andai gue yang ketemu dia pertama kali sebelum elo,gue juga akan pertahanin rasa sayang gue demi cewe seperti Alhena. Ya,tapi gue ga janji sih,elo tau kan gue kalo udah ketemu cewe bule kaya gimana ?” Ucap Rey dengan mulai bercanda.
Mereka berdua tertawa.
Aku mulai tenang melihat mereka yang sepertinya sudah jauh lebih baik-baik saja di halaman sana. Aku membiarkan mereka berdua duduk disana berbincang sampai mereka selesai.
“Tapi, gue salut sama elo. Elo bisa se setia itu ke cewe,selama 6 taun lo ga pernah terganggu dengan cewe manapun,bahkan lo bisa secuek itu liat cewe seksi di depan mata lo,sorry kalo dulu gue sempet ngira lo ga normal” ucap Rey sambil tertawa mengingatnya.
“Gue bisa cari cewe lain setelah ini,dan itu sebenernya mudah bagi gue,tapi gue malah terobsesi sama cewe sahabat gue sendiri”
Althara membenarkan ucapan teman nya itu.
“Lo mungkin ga akan bisa dapetin cewe se perfect Alhena,tapi kalo lo sama dia lo pasti bakalan kesiksa” ucap Althara.
Rey merenyitkan dahi.
Rey menatap Althara dengan serius,dia menatap apa yang di ucapkan Althara itu adalah cerminan dari Althara sendiri,dan Rey menyadari itu,betapa monoton nya hidup Althara selama di kenal nya.
“Oh ****,lo bener” ucap Rey membuat Althara kembali tersenyum.
“Ngga,gue ga bisa”
“Ya kalo gitu lo akan ada di posisi gue selama ini. Lo pilih tinggalin dunia lo atau lo sakitin Alhena?”
Rey terus mencerna setiap ucapan dari Althara. Lagi-lagi Althara benar dengan ucapan nya.
Rey menggelengkan kepala ku.
“Gue ga bisa pilih dua dua nya. Gue ga bisa tinggalin dunia gue,dan gue juga ga bisa pilih sakitin Alhena,dia terlalu baik buat gue sakitin,gue ga akan bisa lakuin itu buat cewe seperti dia”
Mereka berdua kembali memandang ku.
“Kalau gitu biar gue yang tanganin Alhena” ucap Althara menatap ku dengan penuh kasih sayang.
Rey memegang bahu Althara.
“Gue titip Alhena. Gue tau lo ga mungkin sakitin dia,jangan biarin dia lepas lagi”
“Ga akan pernah lagi” ucap Althara dengan mata masih terus menatap ku yang berdiri mengkhawatirkan mereka.
Mereka berdua berdiri,lalu terlihat Rey dan Althara berpelukan dengan jantan. Mereka berdua tersenyum dengan penuh tenang. Lalu Rey pergi dengan meninggalkan senyuman yang amat menyedihkan untuk ku.
__ADS_1
Althara menghampiri ku ketika mobil Rey sudah melaju meninggalkan rumah ku.
“Kemana dia?” Tanya ku.
“Dia pulang. Dia titip maaf dan selamat untuk kamu”
Aku menganggukan kepalaku. Ada rasa sedih di dalam hati ku,namun sedih yang aku rasa hanya merasa kehilangan seorang teman yang selalu menemani ku di setiap aku kesepian kemarin. Mungkin aku akan merindukan nya,namun tidak seperti aku merindukan Althara saat di tinggalkan nya.
Aku melihat tangan Althara yang terluka.
“Kenapa kamu seneng banget selesein masalah dengan berantem?” Tanya ku sambil memegang tangan dia.
“Ada masalah yang ga bisa di bicarain secara baik-baik Alhena”
“Tapi aku ga mau kamu terluka terus kaya gini”
“Kalo gitu kamu harus bisa jauhin masalah”
“Kok aku?” Tanya ku dengan merenyitkan dahi.
“Karena selama ini aku berantem semua karena ulah kamu”
Lalu aku mengingat kembali semua kejadian yang pernah aku alami yang membuat Althara berkelahi. Ya memang,semua ini salah ku.
“Iya ya. Oke deh” jawab ku sambil tersenyum.
“Ya udah ayo beresin dulu barang-barang kamu” ajak Althara sambil melirik ke dalam rumah ku yang tampak berantakan.
Aku menganggukan kepala ku.
Sore telah tiba,aku dan Althara datang berkunjung ke Restaurant ku untuk berpamitan. Tidak ada Daniel disana,Restaurant berjalan baik-baik saja tanpa adanya penggantiku. Aku mencari Riani.
“Alhena” panggil Riani muncul di dalam dapur.
“Ri”
Lalu kami berpelukan cukup lama. Aku akan sangat merindukan perempuan bawel ini.
“Lo hati-hati ya Al,jaga diri lo baik-baik,kabarin gue kalo ada apa-apa”
Aku menganggukan kepala ku sambil terus menatap nya dengan menahan sedih.
“Lo juga harus jaga diri,lo jangan terlalu banyak makan junk food,inget penyakit lambung lo,jaga kesehatan jaga diri juga buat lo,gue pasti bakalan mampir nemuin lo ya”
“Lo harus janji” ucap Riani mulai menangis.
“Iya” aku kembali memeluk nya untuk menenangkan nya.
“Jaga dia ya Althara,gue titip sahabat baik gue”
“Iya” jawab Althara sambil tersenyum manis.
Lalu aku berpamitan kepada semua karyawan disana,dan pergi meninggalkan Restaurant yang selama ini telah memberikan ku kesibukan.
__ADS_1