7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Perubahan rencana?


__ADS_3

Acara pertemuan aku,Althara,Riani dan Daniel selesai. Semua berakhir dengan perjanjian kerja sama antara Althara dan Daniel untuk Cafe ku.


Sepanjang perjalanan aku hanya cemberut,karena kesal Althara malah mau bekerja sama dengan orang yang pernah menyakiti aku.


Sampai di rumah Althara,aku masih saja diam dan turun dari mobil tanpa bicara sedikitpun.


“Kamu kenapa sih?” Tanya Althara dengan manis.


Aku terus menekukan wajah ku dengan mengeluarkan separuh barang-barang yang di beli Althara untuk keperluan di rumah nya.


“Kamu kenapa mau terima tawaran dari Daniel sih tar?”


“Alhena. Aku yakin dia cuma mau menebus kesalahan yang dia lakukan selama ini sama kamu”


“Ya tapi aku ga mau” keras kepala ku dengan kesal.


“Kamu bayangin,dia ga segan buat ngasih budget besar untuk cafe kita,bahkan dia mau kasih gitu aja resep-resep makanan resto dia agar Cafe kita keliatan lebih berkelas lagi,itu aset yang bagus Al”


Aku menghampiri Althara dan berdiri di depan nya sambil menyilangkan kedua tangan ku di dada.


“Tujuan kamu membangun Cafe itu untuk apa?” Tanya ku dengan serius menatap nya.


“Agar kamu kembali ke Bandung dan ga kerja kerja lagi di luar” jawab Althara dengan bingung menatap ku.


“Bukan untuk mempekerjakan aku mencari omset yang besar kan tar?” Tanya ku menyadarkan nya.


“Ngga lah. Buat apa aku mempekerjakan mu kaya karyawan” jawab nya dengan masih menatap ku bingung.


“Terus kenapa kamu begitu mikirin tentang keuntungan Cafe itu,sementara kamu aja ga nanya pendapat aku gimana ?” ucap ku menatap nya tajam.


Althara tampak berfikir.


“Bukan itu maksud aku. Aku cuma mau kamu bersemangat aja kelola Cafe itu,aku fikir kalau Cafe itu rame kamu juga pasti bakalan seneng kan ?”


Aku menghela nafas ku dan menatap nya dengan penuh harap.


Aku melingkarkan kedua tangan ku di leher nya dan menatap dia dengan sendu.


“Althara. Yang buat aku mau nurutin kamu,adalah kamu ngejanjiin kebahagiaan untuk aku. Kamu buat Cafe itu beserta dengan orang-orang yang aku sayang di dalam nya,kamu udah lamar aku juga,dan kita akan menikah. Itu sudah buat aku begitu bahagia Al,itu sudah cukup. Aku udah ga mikirin tentang uang yang aku dapat di Cafe itu,karena berada di lingkungan yang tersayang sudah sangat buat aku bahagia” aku berusaha meyakinkan Althara dengan segenap perasaan ku.


Althara menatap ku dengan ragu. Aku terus menatap nya dengan senyum dan merapihkan rambut yang menghalangi wajah nya.


“Oke. Kalo itu buat kamu lebih baik,aku tururtin semua keinginan kamu” ujar nya membuat ku bernafas lega.

__ADS_1


“Sekarang aku mau kamu jelaskan, apa yang buat kamu sebegitu kesal nya tadi ketemu Daniel?” Tanya nya membuat ku teringat jika aku belum menceritakan apapun tentang masalah itu.


Raut wajah ku berubah seketika,dan mulai cemas takut jika Althara akan marah kepadaku. Aku menghela nafas ku dalam-dalam dan mengeluarkan nya dengan cepat berusaha untuk tenang menceritakan kepada Althara atas apa yang terjadi antara aku dan Daniel.


Althara menanggapi ku dengan raut wajah yang tenang dan tidak terlihat dia terbawa emosi.


“Ya udah lah Al. Dia kan cuma ga mau kehilangan pegawai terbaik nya aja,jadi dia menahan kamu dengan cara menawarkan menjadi owner”


“Iya aku tahu tapi kan ga dengan cara seperti itu juga kan? Ga enak banget tau, di denger nya bikin aku kesel” jawab ku dengan kembali membereskan barang-barang Althara.


“Ya ya ya Oke. Ya udah aku kan ga akan jadi terima tawaran dia,jadi jangan cemberut lagi dong” pinta Althara dengan terus memperhatikan wajah ku


Raut wajah ku berubah menjadi tersenyum dengan terpaksa agar membuat dia senang.


“Nah gitu dong cantik nya kan jadi keliatan” ucap nya membuat ku tersenyum melihat dia seperti membujuk Laluna.


Althara membuka pintu sambil menenteng belanjaan nya,pintu terbuka lebar dan aku di kejutkan oleh teriakan “surprise” dari Bunda,Ayah dan Laluna yang masuk ke dalam rumah.


Aku benar-benar terkejut melihat kehadiran mereka di ruang tamu Althara. Mereka tidak mengabari ku jika akan berkunjung ke Bandung.


“Lalunaa” teriak ku kepada Laluna.


“Kak Alhena” sapa nya dengan begitu bahagia.


Lalu dia turun dari pangkuan Mama nya lalu berlari menghampiri ku. Aku menyambutnya dengan berlutut dan melentangkan kedua tangan ku.


“Laluna baik-baik aja di Jakarta?” Tanya ku ketika dia melepaskan pelukan nya.


“Baik. Laluna udah bisa membaca” jawab nya dengan lucu.


“Ih pinter banget siihhh” gemas ku sambil mencubit pipi besar nya.


“Peluk dulu Kak Althara nya” pinta ku kepada Laluna.


Lalu Althara menggendong Laluna dan memeluk nya.


“Kangen Kak Tara ga?” Tanya Althara melihat Laluna.


“Kangen. Laluna mau bobo disini sama Kak Althara” jawab nya.


“Emang iya? Boleh ama Bunda?”


“Iya. Bunda bawa baju banyak buat Laluna” jawab anak lucu itu.

__ADS_1


“Kok banyak banget?” Tanya Althara dengan mengkerutkan kening nya seolah tidak tahu jika Laluna akan menginap dengan waktu lama.


“Iya soalnya Laluna mau main di sini setiap hari” jawab nya dengan polos.


“Setiap hari ?” Tanya Althara seolah dia terkejut.


“Iya. Kata Bunda banyak tempat anak kecil di Bandung”


“Waaww iya?”


“Iya”


Aku tertawa melihat percakapan kaka beradik ini.


Aku ikut bersandar di bahu Althara untuk melihat tingkah Laluna yang selalu membuat ku gemas.


Aku mencium punggung tangan Ayah dan Bunda Althara.


“Sehat Alhena?” Tanya Ayah Althara.


“Sehat yah. Ayah sehat?”


“Ayah juga sehat. Kebetulan Ayah ada proyek di Bandung jadi Ayah bawa Bunda dan Laluna menginap dulu disini” ujar nya.


Aku menganggukan kepala ku.


“Besok Ayah sama Bunda mau ke rumah Alhena bertemu sama orang tua kamu ya” pinta Bunda Althara membuat ku mengangkat kedua halis ku.


“Besok Bunda?” Tanya ku.


“Iya besok ,Bunda mau kesana dulu buat obrolin rencana pernikahan kalian” aku menatap Althara dengan bingung. Karena aku kira rencana pernikahan kami akan di bicarakan setelah Cafe selesai di bangun.


“Boleh Bunda nanti pulang dari sini aku langsung bilang sama Mama dan Papa ya kalo Bunda mau ke rumah” jawab ku dengan tersenyum kikuk.


“Oke” jawab Bunda.


“Laluna mau main sama Kak Alhena” ucap Laluna yang masih di gendong oleh Althara.


“Laluna ga cape?” Tanya ku.


Dia menggelengkan kepala nya.


“Ngga kok. Laluna tidur terus di mobil jadi ga cape,yang cape ayah terus nyetir ga tidur tidur” jawab nya dengan bicara nya yang cadel namun menggaskan.

__ADS_1


“Ya udah yuk kita cuci kaki sama cuci muka terus main sebelum main ya” ucap ku.


“Iya” jawab nya menganggukan kepala.


__ADS_2