7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Terkahir kali


__ADS_3

“Hay Alhena” sapa nya dengan menyeramkan.


Malam itu dia masih memakai kemeja putih nya dan celana bahan nya yang berwarna biru begitu ketat hingga memeperlihatkan lekukan tubuh dan otot di tangan nya.


“Kamu ngapain disini?” Tanya ku dengan panik namun berusaha untuk terlihat berani.


Roni tampak tersenyum menyeringai dengan menyeramkan.


“Aku rindu kamu Alhena” ujar Roni dengan begitu tajam.


“Sebentar lagi Althara datang Ron,Papa ku juga mau datang. Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum mereka marah” ucap ku menakuti nya.


Namun seperti nya Roni tak memperdulikan itu. Dia tetap berdiri di hadapan ku dengan begitu gagah nya.


“Berarti waktu ku sama kamu cuma sebentar kan?” Ujar Roni dengan mendekati ku.


Aku melangkahkan kaki ku ke belakang sedikit demi sedikit untuk menjauhi nya.


“Kenapa Alhena? Kamu ga perlu takut sama aku. Ini aku Roni Al,teman SMA kamu” ucap Roni dengan terus melangkah mendekatiku.


Aku menggelengkan kepala ku sekuat tenaga.


“Roni yang aku kenal dulu ga seperti ini” ucap ku dengan terus mundur dengan perlahan menjauhi nya.


“Roni yang aku kenal dulu begitu lugu dan manis, tidak menakutkan seperti ini” ucap ku berusaha menyadarkan nya.


Langkah ku terhenti karena ada tembok yang menghalangiku.


“Maksud kamu Roni yang sangat culun dan tidak punya teman semasa sekolah nya?” Ujar Roni dengan sudah begitu dekat di depan ku.


“Ngga Ron” ucap ku yang semakin terdengar panik.


“Kamu yang dulu sangat menyenangkan dan begitu baik, tidak seperti sekarang,yang terlihat begitu ambisius dan sakit” ucap ku dengan menatap nya dengan tajam dengan mengumpulkan seluruh keberanian ku.


Raut wajah Roni berubah menjadi kesal. Dia menatap ku dengan penuh emosi dan dengan amarah nya yang tertahan.


Lalu tiba-tiba Roni menonjok tembok di samping ku dengan kesal.


“Bukan nya kamu yang minta aku untuk berubah seperti ini!” Teriak Roni dengan begitu marah.


Aku memejamkan mata ku ketika dia menonjok tembok di sampingku. Aku merasa dia akan menghajar ku.


“Bukan seperti ini ron!” Tangkis ku dengan berusaha tenang menghadapi nya.


“Bukan ini yang aku maksud. Kamu terlalu melakukan nasehat ku secara harfiah. Yang aku maksud berubah itu bukan malah menjadi monster seperti ini tapi menjadi lebih baik lagi. Merubah penampilan dengan sederhana bukan menjadi berotot seperti ini. Dan berubah menjadi humble bukan malah menjadi posesif”


Ucap ku terus menunjukan keadaan tampilan dia sekarang.


“Sadar lah Ron. Kamu sudah terlalu jauh menanggapi ini” ucap ku dengan memohon kepadanya.


Lalu dia mencengkram kedua bahu ku dengan kencang.


“Tapi aku mencintai kamu Alhena” ujar nya dengan raut wajah yang di buat sedih namun tampak menyeramkan.


“Aku sudah mengagumi mu sejak dulu. Aku selalu berambisi ingin berubah agar kamu bisa menyukai ku. Dan sekarang aku sudah sangat berubah,kenapa kamu masih belum saja menyukai ku Al” ucap nya dengan terus menatap ku begitu tajam.


Aku terus membuang wajah ku tak ingin melihat wajah Roni yang begitu menyeramkan.


“Alhenaaa please” Roni menggoyangkan tubuh ku.


Aku sudah begitu takut kepadanya tak tahu lagi harus berbuat apa.


“Cobalah mencintaiku juga Al. Sebentar saja tanpa Althara tahu, kita bisa sembunyi-sembunyi” ujar Roni dan membuat ku menatap nya begitu keji.


“Udah gila kamu Ron. Emang benar-benar gila!” Ucap ku dengan sekuat tenaga melepaskan diri ku dan menjauh dari Roni.


Aku berjalan menerjang hujan dan menatap nya dengan penuh emosi.


“Dengeirn ak ubaik-baik” ucap ku di tengah hujan sambil menunjuk Roni yang terdiam di tempat nya menatap ku dengan marah.


“Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengkhianati Althara, ga akan pernah aku buka hati untuk orang lain lagi, apalagi dengan laki-laki sakit kaya kamu, cam kan itu Ron!” Ucap ku dengan tegas dan begitu meyakinkan agar dia bisa mengerti.


Lalu aku berjalan menjauhi nya entah akan kemana,yang penting aku sudah menjauhi nya dan meninggalkan nya.


Tiba-tiba seseorang menarik tubuh ku dengan cepat dan menarik ku masuk ke dalam Cafe ku sendiri.


“Roni!!” Teriak ku berusaha melepaskan diri dekapan nya yang menyeret ku masuk ke dalam Cafe yang begitu gelap itu.


“Lepasin aku Ron!” Teriak ku yang terus meronta ronta sekuat tenaga agar terbebas dari lingkaran tangan nya di perut ku,Namun Roni tak menggubris ku dan dia terus menarik ku masuk ke dalam Cafe entah apa yang akan di perbuat nya.


Aku berhasil melepaskan diri ku lalu dengan refleks menampar dia dengan kencang. Roni terlihat terkejut dengan tamparan keras ku lalu menatap ku dengan tajam. Aku pun tak kalah terkejut nya merasakan perih di tangan ku karena sudah begitu keras menampar pipi Roni.

__ADS_1


Roni terlihat begitu emosi dengan menghembuskan nafas yang menggebu gebu nya. Dia balas menamparku dengan sekuat tenaga membuat ku sampai tersungkur ke lantai dan bibir ku membentur meja kasir yang terbuat dari marmer. Mata ku sampai berkunang kunang karena begitu kerasnya balasan tangan Roni. Aku sudah lemah tak bisa berbuat apapun.


Aku membalikan badan ku yang jadi begitu merasa lemas, dan menatap Roni dengan tanpa tenaga.


Roni menatap ku begitu kesal,dia seperti tidak menyesali dengan apa yang sudah di perbuat nya.


“Kamu monster Ron” ujar ku dengan gemetar menahan rasa takut ku.


“ya aku monster Al” ujar nya sambil berjalan perlahan mendekati ku.


Dan aku terus mundur dengan tertatih karena begitu sakit pipi ku ini membuat ku menjadi tak berdaya seperti ini.


“Aku lebih merasa kuat setelah seperti ini Al, aku bisa melakukan apa yang aku mau, aku jadi lebih banyak bergaul dengan banyak orang, dan yang paling indah adalah tidak lagi ada orang yang bisa menyakiti aku lagi” ucap nya dengan bercerita seolah itu adalah suatu kebanggan terbesar yang di dapat nya.


Aku terus mundur berusaha untuk menjauh dari orang sycho seperti dia.


“Tapi, perubahaan yang aku dapatkan sekarang ternyata tetap saja tidak membuat kamu bisa kagum dengan aku” ucap nya dengan nada yang kecewa.


Lalu dia tertawa begitu menyeramkan.


“Aku ga pernah peduli dengan siapapun sekarang Alhena”


Akku terpojok, aku malah diam di sudut ruangan yang seperti perangkap untuk ku sendiri, karena kalau aku maju aku hanya akan menghampiri orang sakit ini.


“Aku ga peduli kamu jatuh cinta dengan aku atau tidak, aku ga peduli kamu sudah menikah atau belum, dan aku ga peduli kamu akan membenci ku setelah ini”


Ucap Roni yang seperti sudah bisa membaca isi kepalaku.


Akhirnya Roni kembali mendekatiku.


Dia memegang pipi ku dengan begitu lembutnya, namun aku menangkis nya dan dia malah memegang tangan ku dengan kuat. Dia menatap ku dengan tajam lalu mencium tangan ku tanpa memalingkan padangan nya sedikit pun kepadaku.


Aku berusaha melepaskan tangan ku, tapi begitu sulit dan tangan ku sudah merasakan sakit.


“Please, jangan kaya gini Ron” ucap ku dengan sedih.


“Sshh..sshh” ucap Roni menyentuh pipi ku dengan tangan satu nya.


“Jangan nangis please, aku paling ga tega liat wanita yang aku sayangi nangis kaya gini” ucap nya yang sudah benar-benar gila.


Mana mungkin aku tidak menangis di saat seperti ini.


Dia perlahan mendekati wajah nya kepada ku. Aku tau apa yang akan di lakukan nya, aku menangis saat dia menghampiri wajah nya begitu dekat dengan wajah ku.


Aku menangis karena aku merasa sakit dengan apa yang di lakukan nya, dan aku menangis karena Altahara tidak ada disini membantu ku.


Dan belum sampai dia berhasil mencium bibir ku, Roni sudah terpental begitu jauh ke lantai lalu di berikan tinjuan yang begitu kencang dari Althara.


Aku bernafas lega ketika melihat Althara akhirnya datang tepat waktu.


Althara menyeret Roni keluar Cafe.


Roni melepaskan cengkraman Althara dan balas menghajar Athara dengan begitu kencang di wajah nya.


“ALTHARA!!!” Teriak ku yang begitu reflek melihat althara di hajar nya.


Althara bisa menahan diri tidak jatuh ke tanah dan kembali membalas tinjuan Roni di bawah deras nya hujan.


Roni sempat menangkis namun Althara punya cara lain dengan menghujani nya tinjuan yang begitu keras nya. Roni sempat membalas namun Althara bisa menghalau nya. Sampai akhirnya Roni terkapar di tanah.


Ya seperti biasa, tidak ada lawan yang seimbang dengan Althara sejauh ini yang aku lihat.


“Lo cari mati Ron!” ujar Althara dengan menatap Roni menyeramkan.


“Bisa-bisanya lo gangguin Alhena di Cafe gue! Lo fikir lo siapa ? Jagoan ?!”


Roni pun menyeringai menertawakan ucapan Althara sambil dia berdiri dengan menatap balik Althara.


“Lo fikir gue takut sama lo sekarang Althara” cibir Roni.


“Gue udah bukan Roni yang dulu,yang selalu di tindas oleh orang lain termasuk lo dan temen-temen lo” sambung Roni dengan begitu percaya diri.


“Gue sekarang udah jadi Roni yang ga taku dengan siapapun, termasuk lo!”


“Lo fikir lo udah hebat?” Ucap Althara menejek nya.


“Ngga Ron. Di mata gue, lo malah keliatan lebih cupu, dan ga ada hebat-hebat nya”


Tatapan Roni berubah jadi begitu menyeramkan.


“Cowo gentle itu ga akan pernah bilang dirinya gentle,orang kaya lo gini ga lebih dari seorang pengecut di mata gue”

__ADS_1


“Hati-hati lo kalo ngomong!” Teriak Roni tak terima.


“Kenapa ? Lo ngerasa diri lo pengecut,karena lo ga bisa dapetin apa yang lo mau ?” Pancing Althara yang malah semakin membuat Roni geram.


“Lo bakalan menyesali ucapan lo”


Roni berjalan cepat menghampiri Althara,lalu Althara melepan jaket yang di pegang nya dan menghempaskan nya ke tanah yang begitu basah.


Mereka kembali berkelahi, aku tidak bisa melihat Althara terluka, aku membalikan badan ku dan berdiri di tempat ku. Aku yakin begini cara Althara untuk bisa memberikan efek jera kepada Roni agar dia tidak lagi menggangguku.


Aku mendengar eranan keras dari Althara, dan aku berbalik dengan cepat. Althara sudah tersungkur di tanah dengan terliaht begitu kesakitan.


Aku menggelengkan kepala ku dengan sedih menatap nya, lalu Althara menatap ku, aku memberikan tatapan penuh harap kepadanya.


Mata ku berair dan akhirnya air mata ku mengalir di pipi ku. Althara yang paling tidak bisa melihat akuk menangis akhirnya berusahabangkit. Aku terus menahan tatapan ku berharap agar energi dia bisa kembali.


“Masih bisa berdiri ya lo?” Ledek Roni yang dia begitu bangga dengan otot-otot yang di miliki nya sekarang.


“Akui aja kalo lo kalah Althara, apa susah nya sih merasa kalah sekali aja,lo kan udah punya banyak reputasi selama ini, jadi ga ada salah nya kalo lo ngerasa kalah sesekali kan ?” Ledek nya lagi sambil menertawakan Althara.


Althara meludahkan darah yang ada di dalam mulutnya sambil menatap Roni sambil menyeringai.


“Lo fikir dengan lo hajar gue kaya gini dengan otot-otot lu , bakalan bikin lo menang ?”


Roni diam tak menjawab.


“Lo liat cewe yang nunggu gue di depan Cafe itu ?” Ucap Althara.


Senyum Roni hilang saat melihat aku yang berdiri di depan Cafe dengan penuh ke khawatiran menatap Althara.


“Itu cewe yang selama ini lo incer kan ? Lo fikir lo bisa dapetin dia setelah semua ini ? Hah jangan mimpi” ledek Althara lagi.


“Dia disana menangis karena khawatir sama gue, gue khawatir karena dia takut gue ga bisa habisin lo, dan gue ga akan biarkan dia menangis terus kaya gitu, karena lo tau?! Dia terlalu sempurna untuk gue bikin nangis kaya gitu. Lo ga akan pernah bisa dapetin rasa khawatirnya itu, lo ga akan pernah dapetin hati nya dia, lo yang harusnya terima kekalahan ini Ron, lo tetap pengecut di mata gue”


“Kurang ajar!” Geram Roni sambil berusaha kembali menghajarAlthara,namun berhasil di tangkis nya dan di balas oleh Althara.


Sekarang Althara yang menghujani Roni dengan tinjuan tinujan nya ke sekujur tubuh Roni.


Roni tampak kewalahan namun dia berusaha membalas nya, namun dia terus gagal, karena sepertinya energi Althara langsung terumpul ketika melihat aku menangis untuk nya.


Dan tidak lama, Roni benar-benar kelelahan, dan dia terlihat kesakitan, namun Althara terus menghajarnya di tanah. Seperti yang aku lihat sebelum nya, Althara akan terus meninju lawan nya walaupun lawan nya sudah terlihat tak berdaya, dan dia akan terus seperti itu sebelum ada yang menghentikan nya.


Aku mulai khawatir, aku takut Roni mati di buat nya. Aku turun dari Cafe dan ikut menerjang hujan.


“Althara stop” pinta ku dengan lembut.


Althara begitu terlihat meluapkan segala emosi nya dengan meninju Roni. Namun Roni sudah tak memiliki lagi tenaga untuk melawan Althara yang memiliki tubuh yang sama dengan Roni.


“Althara!” lirih ku dengan terus menangis.


Namun Althara tak mendengarkan ku dia terus menghajar Roni.


“Althara aku mohon hentikan!” Ucap ku dengan berusaha menghentikan nya.


Lalu tiba-tiba saja kenangan-kenangan buruk ku kembali menghantui ku. Yaitu,Ketika Althara menghajar Devan di gudang sekolah membela ku sampai Devan tak berdaya,dan ingatan ketika dia menghajar Rey di rumah ku juga di Club malam itu,dan sekarang aku menyaksikan kembali dia menghajar Roni yang sudah berusaha untuk menyakiti ku. Althara adalah pangeran penolong ku dan aku tidak ingin terus membuat dia seperti ini.


“Althara stop!” Teriak ku dengan sekuat tenaga.


Dan Althara pun menghentikan layangan tinju nya. Dengan masih terus menindih Roni dengan nafas nya yang ter engah-engah seperti sudah begitu lelah telah mengeluarkan seluruh tenaga nya.


“Please Althara. Aku janji ini adalah yang terakhir kali” ucap ku mengingat semua ini adalah kesalahan ku.


Lalu dia berdiri dengan begitu lemah dan menatap ku dengan menunjukan semua luka-luka di wajah nya. Pakaian nya sudah begitu kacau dan dia begitu mengkhawatirkan. Dia menatap ku dengan penuh pertanyaan dan penuh ke khawatiran, namun aku menatap nya dengan begitu sedih.


“Hujan, kita pindah ke dalam” ucap nya yang malah mengkhawatirkan ku yang sudah basah kuyup kehujanan.


Aku langsung memeluk Althara dengan erat sebelum dia menuntun ku ke dalam Cafe.


“Aku minta maaf” ucap ku sambil menangis di pelukan nya.


Althara balas memeluk ku dengan lembut


Dia tak menjawab nya, dia hanya berusaha menenangkan ku yang terlihat begitu menyesal dengan apa yang sudah aku perbuat hingga membuat semua seperti ini.


“Aku minta maaf Al, karena buat kamu terus kaya gini”


“Alhena, tidak ada orang yang bisa menyakiti kamu, ini adalah tanggung jawab ku untuk terus bisa menyelamatkan kamu”


Aku begitu mencintai nya,dia adalah pangeran dari segala pangeran. Ketulusan nya,kesetiaan nya dan perhatian nya tak akan ada yang dapat menandingi itu semua.


Aku sangat mencintai mu Althara.

__ADS_1


__ADS_2