
Keesokan nya Althara mengajak ku ke luar untuk berkeliling di kota Bandung. Dia ingin menghampiri tempat-tempat yang ia rindukan selama ia meninggalkan Bandung dan selama meninggalkanku.
“Kita mau kemana dulu?” Tanya ku dengan penuh antusias kepada Althara yang sedang serius menyetir.
“Kita ke mall”
Aku mengertukan kening ku.
“Kok ke mall sih?!” Tanya ku dengan tidak percaya.
Karena Althara yang ku kenal dia tidak terlalu suka berbelanja jika dia tidak membutuhkan sesuatu.
“Kamu mau beli apa?”
“Ikut aja”
Lalu aku kembali diam mengikuti keinginan nya.
Kita sampai si sebuah Mall besar di Bandung. Nama mall nya adalah Paris Van Java atau lebih di kenal dengan singkatan nya PVJ. Hanya satu tujuan kami jika datang berkunjung kesini. Adalah bermain ice skating di sky garden yang di miliki PVJ Mall.
Aku begitu bahagia ketika mengetahui Althara mengajak ku kesini. Aku terus merangkul tangan nya dengan tersenyum berjalan di sepanjang sky garden menuju gedung ice skating.
Gedung ice skating itu sekeliling nya terbuat dari kaca tembus pandang sehingga semua orang dapat melihat keluar begitu pun sebalik nya. Aku mengukur kaki ku dulu sebelum petugas memberikan sepatu ice skating untuk ku. Aku memakai dulu kaos kaki yang di beli Althara di tempat ini dan segera memakai sepatu khususnya.
Dia selalu tahu cara membuat ku bahagia.
Aku segera meluncur kesana kemari dengan menggunakan ice skating ku. Tertawa bahagia melihat Althara yang terjatuh, dan mencoba skill yang aku punya menggunakan sepatu roda ini.
Althara memberhentikan ku dan menunjuk sesuatu ke arah pintu masuk.
“Alhenaaaa!!!” Teriak beberapa orang disana.
Aku terkejut melihat 3 sosok wanita cantik yang dulu aku kenal semasa SMA kini sudah berubah menjadi 3 Wanita dewasa.
Tata,Ghea,Venna
Mataku membulat,tak percaya melihat mereka ada disini. Aku langsung meluncur mendekati mereka yang masih berada di luar pintu.
Aku memeluk mereka satu persatu dengan begitu bahagia nya. Begitu pun mereka terlihat sedih sekaligus bahagia sekali melihat aku akhirnya setelah beberapa tahun aku menjauh dan menutup diri kepada mereka sahabat ku sendiri.
“Oh my god gue kangen banget sama kalian”
Aku melepaskan pelukan ku dan tetap merangkul mereka dengan membuat lingkaran.
“Alhenaa kita juga kangen banget sama lo” ujar Tata begitu beruba penampilan nya menjadi sangat dewasa dan feminim.
“Gue juga Al,lo kenapa ngilang sih,kita suka kanget tau” timpal Ghea sambil cemberut menahan sedih nya,yang memakai jeans besar dan memakai cardigan cream menutupi tanktop nya.
Aku lupa kapan terakhir kali aku mengabari mereka. Yang aku ingat adalah ketika terakhir kali aku bertemu mereka,yaitu 4 tahun yang lalu ketika aku masih di Bandung, dan setelah itu aku menjauh dari mereka,dan menutup diri,karena mereka adalah salah satu hal yang selalu membuat aku mengingat Althara.
__ADS_1
“Iya sorry, kalian kan yang paling tau gue kenapa?” Ucap ku dengan sedih sekaligus bahagia bertemu mereka.
“Ya tapi lo ga mesti hukum kita atas galau nya elo” ujar Tata.
“Iyaa iyaa udah dong jangan omelin gue,ntar gue nangis nih” ucap ku yang sudah merasa basah di mataku.
Venna si sosok yang dewasa sejak sekolah memeluk ku dan menenangkanku.
“Ya udah, Althara kan udah balik lagi,jadi lo ga boleh ngilang-ngilang lagi. Althara juga udah jelasin semua sama kita, dan dia janji ga akan pernah nyakitin lo lagi dan akan nebus semua kesalahan dia”
Kita berempat langsung melirik ke arah Althara yang berada jauh di belakangku. Dia sedang bersandar di sisi lain gedung ice skating ini dan menonton kami yang sedang melepas rindu.
“Ya udah ayo masuk,pake dulu sepatunya cepet” pinta ku.
Mereka lalu dengan tak sabar mengukur kaki mereka untuk mendapatkan sepatu yang pas di kaki mereka.
Aku begitu senang melihat ketiga teman ku disini. Dengan wajah yang baru dan penampilan yang baru lebih dewasa.
Kita mulai bersenang-senang di atas ice yang beku dan tebal ini. Aku selalu di buat tertawa oleh Ghea yang belum bisa menyeimbangan dirinya berdiri di atas sepatu ice skating. Tata dan Venna sidah mahir menggunsksn nya sama seperti ku juga Althara,mereka bahkan membuat lomba siapa cepet sampai ke ujung,sementara aku menemani Ghea yang selalu saja terjatuh saat meluncur,sedangkan Althara hanya memantau ku dari jauh dan iku tersenyum melihat ku ysng begitu senang.
Selesai bermain kita langsung pergi dari sana dan menuju mall di lantai bawah.
“Eh kalian belum mau pulang kan?” Tanya ku takut jika di antara mereka ada yang akan langsung pergi padahal aku masih ingin menghabiskan waktu dengan mereka.
“Ya ngga lah kali aja kita pulang dengan perut kosong” ujar Tata membuat kami semua tertawa.
“kalian mau makan apa?” Tanya Althara.
“Ya udah apa aja lah yang penting makan” ucap Tata.
“all you can eat?” Tanya Althara.
Semua mata teman-teman ku membulat.
“All you can eat?” Tanya lagi Venna,mungkin dia takut jika ia salah mendengar.
“Iya” jawab Althara.
“Kita di traktir kan Al?” Tanya Tata memastikan dengan terus tersenyum menggoda.
“Iya” jawab nya lagi dengan menertawakan ekspresi Tata.
“Asik” semua orang bersorak bahagia.
“Kalo gitu mari kita menuju Restaurant” ucap Ghea menggerakan seluruh pasukan nya dengan berlagak seperti penyerang.
Aku dan Althara tertawa melihat tingkah ketiga teman kita.
Kita masuk ke dalam sebuah Restaurant yang mewah. Banyak sekali ragam makanan di sekitar kita. Mulai dari lemari freezer yang penuh dengan daging,lemari chiller dessert,meja berbagai macam sushi yang di tata rapih,ice cram,berjejer nya dispenser minuman,berbagai sabhu di dalam chiller, dan masih banyak lain nya.
__ADS_1
Mata mereka membulat melihat semua makanan lezat itu.
Althara memesan meja yang begitu panjang dengan 4 tungku pemanggang dan 4 perebus makanan.
“Kok reserved nya di meja ini sih?” Bingung ku.
“Ini banyak banget pemanggang nya Al,kita pindah aja ke ujung sana” tunjuk ku ke sebuah meja kosong di ujung ruangan.
“Aku masih ngundang teman aku yang lain” ujar nya.
“Hah?”
“Nah itu mereka” lagi-lagi aku di kejutkan dengan kedatangan 3 teman Althara sekaligus teman Band ku di sekolah.
Edo,Kevin,Rizal.
Aku berdiri tak percaya melihat mereka yamg baru saja masuk ke dalam restaurant. Penampilan mereka membuat ku benar-benar pangling,aku tak percaya jika mereka adalah teman-teman band yang ku kenal dulu. Mereka sudah begitu tampan dan berubah.
Ketiga teman ku pun saling melempar pandang begitu tak percaya dan senang.
Ghea melirik Edo yang memakai kemeja dan celana katun,Ghea terus melirik mantan nya ketika sekolah dan putus ketika Ghea lulus sekolah entah apa permasalahan mereka,namun mereka berdua sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka ketika Ghea lulus sekolah.
“Abis dari mana lo rapih banget?” tanya Althara ketika telah memeluk rindu mereka satu persatu.
“Abis pulang ngantor” jawab Edo.
Terlihat semua teman nya tampak menertawakan nya. Kami saling berpelukan satu persatu dengan begitu rasa rindu.
“Gaya banget lu ngantor sekarang ya” ledek Rizal.
“Hay Alhena. Tambah cantik aja nih” puji Kevin.
“Eitss apa ni?” Timpal Althara kepada Kevin,karena beraninya dia menggoda ku di depan Althara.
“Macem-macem aja lo” ujar Rizal menyikut Kevin. Di ikuti tertawa semua teman-teman.
“Loh emang cantik kan Alhena iya ga Al?” Tanya Kevin kepada Althara.
“Emang iya” lalu semua kembali tertawa.
“Hay” sapa Ghea dengan terus terpatung di tempat nya.
“Hay Ghea” sapa Edo menyodorkan tangan nya.
Ghea melihat tangan Edo yang sudah menunggunya untuk di sambut.
“Hay” sapa lagi Ghea dengan menyambut tangan Edo dengan kikuk,karena dia hanya mengeluarkan kata 'hay',
Aku dan yang lain hanya bisa tersenyum melihat kecanggungan mereka.
__ADS_1
Aku senang melihat semua sahabat ku kembali bersatu. Aku melirik Althara yang terus tersenyum melihat drama teman-teman nya yang sedang berlangsung menggelikan itu.
Aku sayang kamu Althara.