
“Aku mau kasih kamu hadiah kelulusan” ucap Althara ketika kami sudah berada di jalan pulang dari acara kelulusan ku.
“Apa?” Tanyaku.
“Sekarang kamu mandi dulu ganti baju dan bersiap pakai baju tebal” ujar nya.
Aku mengangguk dengan semangat nya.
Althara sudah meminta izin kepada Papa dan Mama untuk membawa ku keluar ke suatu tempat yang masih di rahasiakan dariku. Dan Papa mengizin kan nya, lalu aku dan Althara segera pergi menuju tempat yang telah di tentukan nya.
‘Milky way’
“Jadi ini kejutan nya” ucap ku sambil tersenyum ketika kami sampai di parkiran Caffe favorit nya ini.
Althara tak menjawab dan menarik ku masuk kedalam caffe itu, dia meminta ku duduk di tempat pertama kali aku dan dia datang ke tempat ini.
“Hahaha makasih ya Althara untuk kejutan nya” ucap ku sambil tersenyum karena bisa kembali menyaksikan langit indah dengan taburan bintang dan lampu lampu kota yang berkelap kelip di bawah sana.
“Ini bukan kejutan nya Alhena” Althara membuat ku mengerutkan kening.
Dia merogoh sesuatu dari dalam tas nya dan menunjukan sebuah buku tebal dengan tulisan “Drhuva” di depan sampul buku itu.
Mataku membulat,lalu aku langsung merebut novel itu dari tangan nya.
“Hah !! Buku ini” aku begitu terkejut melihat buku yang selama ini aku anggap telah hilang dan tidak akan pernah aku temukan lagi.
Althara tersenyum melihat ku yang begitu bahagia.
“Kenapa buku ini bisa ada di kamu?”
“Waktu di perpustakaan dulu,sebenernya aku yang sudah ambil Novel itu di atas meja Bu Rosi saat kamu tanya ke Bu Rosi,aku denger kamu cari novel itu tapi aku diem aja karena aku juga penasaran dengan ceritanya”
Aku ingat betul bagaimana kecewa nya aku ketika Bu Rosi menghilangkan buku yang telah aku cari ini.
“Aku belum sempet bilang karna bu Rosi ga ada di tempat nya, saat aku tau kalo itu buku yang kamu cari, aku berniat untuk mengembalikan nya setelah aku selesai membaca nya, tapi aku malah menghilangkan buku itu, sebenernya aku lupa dimana menyimpan nya,dan kemarin aku kembali teringat saat kita bahas tentang Drhuva. Aku mati matian cari buku ini dirumah, dan akhirnya ketemu”
Aku tersenyum mendengar ceritanya, lalu memeluk Althara dengan bahagia.
__ADS_1
“Thank you Althara”
“Kamu senang?” Aku mengangguk bahagia.
“Kamu tahu katanya bintang Drhuva ini dulunya di percaya bisa mengabulkan semua permintaan umat nya” ucap Althara.
“Oiya?”
“Iya,kamu tahu dimana bintang itu?” Tanya Althara.
Aku mengangkat kepala ku dan menyisir bintang bintang yang berada tepat di kepalaku, mencari bintang itu di antara jutaan bintang yang lain nya.
“Yang itu” tebak ku kepada Bintang yang berada di sebelah utara di kanan ku. Dia begitu bersinar dan tidak pernah berpindah kemana mana.
“Bintang Polaris,bintang yang bisa menjadi kompas untuk para penjelajah, menunjukan bahwa bintang itu berada di sebelah Utara kan ?”
Dia menatap ku penuh kagum.
“Oke kalo gitu, bintang itu sekarang milik kamu biar kamu ga tersesat” sambung Althara membuat ku merenyitkan dahi ku.
“Emang bisa Bintang di milikin orang ya?” aku tertawa dengan celotehan nya.
“Oke kalo gitu, kamu pilih bintang mana yang kamu mau untuk ganti nya” ucap ku.
Aku menyisir lagi bintang-bintang yang berkelap kelip di langit sana.
“Sirius? Orionis ? Canopus?” Tanya ku sambil menunjukan Bintang-bintang yang aku maksud.
Tangan Althara menyentuh hidung ku dengan telunjuk nya. Aku menatap nya bingung.
“Aku?” Dia tersenyum manis.
“Cukup bintang ini yang aku mau”
“Aku akan selalu jadi bintang kamu Althara”
Lagi-lagi Althara menatap ku dalam diam, tatapan nya selalu sama,selalu penuh dengan ke khawatiran yang tidak pernah aku mengerti.
__ADS_1
“Alhena kamu harus tahu, apapun yang terjadi di depan nanti. Aku selalu ada di sekitar kamu tanpa kamu sadari, dan kamu pun harus selalu percaya kalau aku akan selalu mencintai kamu”
Aku tersenyum mendengarkan kesungguhan nya. Dia selalu membuat ku tersanjung seperti ini.
“Aku juga akan selalu mencintai kamu apapun yang terjadi Althara. Karena aku percaya sebesar apapun masalah yang ada di depan kita nanti,aku yakin kita pasti akan mudah melalui nya” ucap ku dengan penuh keyakinan.
Dia menatap ku dengan ragu. Lalu Althara tersenyum.
“Dan ngomong-ngomong kamu boleh ucapin selamat ulang tahun untuk ku sebelum lewat tengah malam” ucap Althara membuat ku terkejut.
“Hah?! Ulang taun?” Kaget ku tak percaya.
Aku melihat layar ponsel ku. 21 Mei 2014.
“Astaga,Althara”
Aku menepuk kepala ku dengan rasa bersalah.
“Althara aku lupa hari ini kan hari ulang tahun kamu juga, oh God. Al, aku minta maaf aku bener-bener ga inget”
Aku terus meminta maaf kepadanya dengan menggoncangkan tubuh nya. Althara menertawakan kepanikan ku.
“It’s Ok Alhena”
“Ngga Al,aku ngerasa salah banget bisa-bisa nya aku lupa hari ulang taun kamu, aku ga ada persiapan kado atau kejutan..”
“Alhena” Althara menyentuh pipi ku dengan lembut berusaha menenangkan ku.
“Yang aku butuh di hari ulang taun aku,cuma menghabiskan waktu sama kamu. Aku ga mau yang lain”
Ya memang tahun lalu pun di hari ulang tahun nya ,Althara meminta ku untuk tidak memberikan apapun selain menemani nya seharian. Dari pagi hingga tengah malam aku menemani dia kemana pun dia mau, bahkan ketika kami lelah pun kami berdua akan mencari kesibukan lain di rumah nya dengan menonton film bioskop dirumah,memasak dll.
“Althara, tetep aja aku jadi ga enak karena malah kamu yang kasih kejutan untuk aku” ucap ku sambil murung.
“Aku cuma mau kamu Alhena, aku gak mau yang lain” lalu dia mencium bibir ku dengan manis.
Beberapa jam sudah berlalu. Tak terasa kini sudah lewat tengah malam,percakapan kami sudah maju membahas tentang kelanjutan ku mengambil jurusan kuliah. Aku terus berbicara kepadanya walaupun dia hanya merespon dengan senyuman dan tertawa. Tatapan dia terus berfokus kepada lampu kota yang indah.
__ADS_1
Dan setelah malam itu dia meninggalkan ku.
Keesokan nya Althara menghilang entah kemana. Tak ada kabar, tak ada berita. Althara meninggalkan ku dengan berjuta pertanyaan yang membuat ku hampir gila. Dia meninggalkan ku di saat hubungan kami terlihat baik-baik saja. Aku bertahan selama beberapa bulan untuk menunggu kabarnya. Sampai lebih dari 3 tahun lama nya Althara menghilang,aku pergi meninggalkan kota Bandung,kota kelahiranku. Aku meninggalkan semua kenangan indah disana demi kelangsungan hidup ku. Janji yang di ucap Althara selama ini terus berputar putar dalam ingatan ku. Aku tidak sanggup untuk terus bertahan disana dengan semua kenangan manis ku dan Althara yang mungkin tidak akan pernah kembali seperti dulu. Dan akhirnya aku menyerah.