7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Terkuak


__ADS_3

Althara terlihat begitu menyeramkan menatap pria yang ada di samping ku.


“Althara!” Heran pria itu.


“Lo ngapain tar?” Tanya dia sambil berdiri.


Althara tak menjawab nya dan menatap ku. Aku langsung menundukan kepala ku tak ingin melihat dia yang sudah marah seperti ini.


Aku lap air yang baru saja membasahi dagu dan leher ku itu tanpa balas menatap Althara.


“Kita pulang” pinta nya dengan ketus.


Namun aku masih diam di tempat ku merasa takut untuk mengikuti nya. Aku terus menyeka mulutku yang sudah ternodai air yang sepertinya ada kandungan alkohol ini.


“Alhena” Panggil nya dengan pelan.


“Lo apaan sih tar” ucap pria itu dengan mendorong tubuh Altahra.


Althara menatap dia dengan tajam lalu melayangkan tinju nya tepat di wajah nya. Membuat pria itu terjatuh ke lantai.


Semua orang di sekitar sana menjadi diam dan malah menonton kejadian itu. Dan musik pun ikut berhenti melihat semua orang tengah berkumpul mengerumuni kami.


“Jangan pernah macem-macem lagi sama dia!” ancam nya dengan berlutut di samping pria yang sudah tersungkur itu.


Lalu Althara kembali berdiri di hadapan ku yang masih saja duduk dengan takut.


“Alhena ayo pulang” ajak nya lagi dengan lembut.


Namun aku tahu walaupun di tidak berteriak kepadaku aku bisa melihat jelas amarah nya yang seperti itu.


“Althara ada apa ini?” Rey langsung menerobos kerumunan menghampiri Althara dan terkejut melihat teman nya yang sudah tersungkur.


“Alhena!” Panggil Althara dengan nada mulai tinggi.


Aku mencengkram baju ku menahan diri agar tidak menangis dan berusaha untuk tenang menghadapi semua yang aku takutkan akhirnya terjadi.


Rey tampak bingung melihat Althara yang terus berdiri di hadapan ku.


Dengan kesal Althara menarik tangan ku dengan cepat dan pergi dari sana menerobos kerumunan.


Rey mengejar aku dan Althara di luar Club.


“Tunggu tar!” Teriak Rey


“Lancang banget lo bawa pergi Alhena”


Aku tertunduk begitu takut dengan semua yang akhirnya akan terbongkar. Aku mulai menangis berdiri di samping Althara.


“Alhena” panggil Rey begitu khawatir melangkah mendekati ku namun Althara menghadang nya.


“Jangan lagi ganggu dia” ucap Althara membuat Rey benar-benar tak mengerti.


“Maksud lo apa?” Kesal nya.


Althara menatap Rey seperti mempersiapkan sesuatu sebelum akhirnya dia membuka mulutnya.


“Alhena cewe gue Rey” ucap Althara akhirnya.


Namun pernyataan itu malah membuat Rey tersenyum sinis menertawakan nya.

__ADS_1


“Lo lagi mabok?” Sinis nya lagi.


“Gue 100% sadar. Dan gue minta lo jangan ganggu lagi Alhena”


Rey menggelengkan kepala nya masih saja tidak mengerti apa yang di maksud Althara.


“Lo udah gila ya ! Alhena itu gebetan gue tar! Seenak nya lo minta gue buat ga deketin dia lagi?”


“Gue udah bilang dia cewe gue”


Amarah Rey sudah tak terbendung. Dengan sekuat tenaga nya Rey memukul wajah Althara, dan Althara segera membalas nya. Mereka mulai berkelahi membuat ku semakin cemas.


Althara terus menghajar Rey,dan selama Rey bisa balas dia memiliki kesempatan untuk balik menghajar Althara.


“Udah cukup ! Althara stop!”


Ucap ku melerai perkelahian mereka.


Nafas Althara begitu terengah engah menahan emosi nya. Aku menahan tubuh Althara dan menatap nya dengan penuh harap. Althara melihat ku yang sudah mulai menangis,dan itu berhasil membuat Althara kembali tenang.


Rey tampak bingung menyaksikan itu semua.


“Alhena!” Panggil nya tak percaya.


Aku tak berani membalikan tubuh ku menatap nya, namun Rey menarik tubuh ku dan mencengkram kedua bahu ku dengan kencang.


“Alhena tolong jelasin semuanya”


Aku tak kuasa untuk menahan tangis melihat Rey seperti ini. Rey sudah terlihat kacau dengan luka di pipi nya. Baju nya pun sudah kotor karena terhempas ke tanah oleh Althara. Ini seperti the javu,Althara pernah berkelahi dengan Devan karena mempermasalahkan aku.


“Alhena please,tolong katakan kalo apa yang di ucapkan Althara itu bohong!” Rey masih saja ingin menyangkal semuanya.


Namun tatapan ku sudah tak bisa lagi berkata lain.


“Rey! Stop!” Ucap Althara melepaskan ku dari cengkaraman Rey.


“Lo yang diem!” Teriak Rey begitu kesal menunjuk Althara.


“Selama ini lo udah gue anggep sebagai saudara gue sendiri tar, tapi bisa-bisa nya lo rebut Alhena dari gue! Gue ga nyangka lo sepicik itu”


Rey beranggapan jika Althara sudah secara diam-diam merebut aku darinya.


“Gue ga pernah rebut Alhena dari lo!”


Rey diam tak mengerti.


“Dia cewe yang selama ini gue ceritain sama kalian semua”


Rey lagi-lagi tertawa mendengar ucapan Althara.


“Omong kosong apa ini hah!” Teriak nya dengan terus menatap Althara begitu kesal.


“Ini bukan omong kosong Rey. Semua itu nyata!”


“Lo liat gelang ini?” Ucap Althara mengangkat tangan ku.


Memperlihatkan gantungan bintang yang pernah di berikan nya untuk ku. Dan sampai sekarang masih aku kenakan,karena aku merasa setengah bintang itu adalah separuh hidup ku yang harus selalu aku pakai sampai kapanpun.


“Gantungan bintang ini sama dengan kalung yang gue pakai Rey” Althara mengeluarkan kalung di balik baju nya.

__ADS_1


Rey menyadari itu,karena memang Rey pernah bilang jika kalung Althara tidak asing di lihat nya.


“Acara pameran bulan lalu?”


Ucap nya meminta Rey untuk mengingat kejadian itu.


“Itu acara pameran yang gue buat untuk Alhena. Dan disana adalah pertama kali lagi gue bertemu sama dia”


“Gue minta maaf,karena gue ga tau kalau cewe yang lo incer adalah cewe gue, cewe yang selalu kalian anggap tahayul. Gue kaget saat gue tau ternyata Alhena udah begitu deket sama elo. Elo harusnya sadar sekarang,kenapa gue bisa majuin acara pameran gue saat gue liat Alhena di sosmed lo waktu pulang dari bandara”


Rey menatap ku tak percaya. Dia terlihat mengingat semua kejadian itu.


“Ngga..ngga ini semua akal-akal an lo buat deketin Alhena kan ?”


Rey masih saja terus menyangkal. Dia masih tidak bisa menerima kenyataan nya.


“Gue ga peduli lo mau percaya atau ngga sama gue. Yang penting, sekarang gue yang ambil alih Alhena”


“Lo..” ucap Rey terlihat begitu sulit untuk berbicara.


“Lo berengsek Tar lo berengsek !” Teriak nya.


“Lo tau selama ini gue suka sama dia, lo tau selama ini gue udah berjuang buat dapetin dia , sekarang dengan seenak nya lo bilang bakalan ambil Alhena dari gue?! Gue gak akan biarin itu tar”


Aku merasakan begitu sakit hati nya Rey mendengar kenyataan itu.


“Kalo memang lo adalah cowo yang selama ini nyakitin Alhena, buat apa lo balik lagi sama dia tar. Buat apa?”


“Gue ga pernah ninggalin Alhena sedikit pun Rey. Gue emang pergi,tapi gue ga pernah sepenuh nya ninggalin dia. Lo tau sendiri selama di Jerman gue selalu bilang kalo gue setia sama cewe gue disini walaupun Alhena ga pernah tau disana gue berusaha untuk menahan rindu sama dia. Tapi lo tau persis bagaimana gue begitu setia sama dia”


Ucapan Althara membuat ku tersentak dan terkejut menatap nya. Selama ini dia masih begitu setia kepadaku.


Rey mencengkram baju Althara dengan mendekatkan wajah nya.


“Terus kenapa lo ga bilang dari awal tar,kenapa lo malah biarain gue berlarut jatuh cinta sama dia kaya gini hah ? Lo tau gue udah begitu sabar buat nunggu dia,lo tau sendiri gimana perjuangan gue buat dapetin dia kan tar?” tatapan Althara masih saja santai menanggapi Rey yang sudah begitu emosi.


“Lo fikir gue akan setega itu dengan langsung bilang kalo sebenarnya Alhena yang lo kejar adalah cewe gue? Selama ini gue liat kesungguhan lo untuk Alhena,elo udah baik banget sama dia,gue tau lo jantuh cinta sama dia, dan lo fikir dengan bodoh nya,gue akan bilang kalo Alhena adalah cewe gue disaat lo mati-matian deketin dia?”


Rey masih tampak begitu emosi namun dia membenarkan ucapan Althara.


“Gue udah kasih kesempatan lo buat dapetin Alhena Rey. Selama ini gue berusaha untuk menjauh dari lo dan Alhena agar lo bisa leluasa bisa deketin dia. Elo ga sadar kenapa gue ngilang selama ini ? Kenapa gue udah ga mau ketemu elo dan Alhena lagi ? Gue pertaruhin perasaan gue buat lo,perasaan yang selama 6 tahun ini udah gue perjuangin untuk Alhena,bisa gue coba untuk gue redam demi elo. Tapi lihat apa yang udah lo perbuat ?!”


Ujar Althara menunjuk kedalam Club.


“Lo malah jerumusin Alhena ke hal yang berbahaya kaya gini. Alhena hampir aja di jahatin temen lo di dalem sana,dan lo ga bisa jagain dia!” Teriak nya.


Aku hanya masih terus diam tak bisa berbuat apapun mendengar semua penjelasan Althara. Aku tidak siap dengan situasi ini,aku masih syok dengan semua ini.


Rey terus melirik ke arah ku. Aku langsung membuang wajah ku tak bisa kuat menahan sedih ku melihat begitu kecewanya Rey akhirnya mengetahui semuanya.


“Mulai sekarang gue yang ambil alih. Jangan pernah ganggu Alhena lagi” ucap Althara kembali tenang.


Althara menarik tangan ku pergi meninggalkan Rey yang masih berdiri disana dengan raut wajah yang kesal dan mata nya yang mulai basah.


Aku ingin sekali meminta maaf kepada Rey saat itu. Namun tidak memungkinkan dengan keadaan nya yang seperti ini.


Althara menyeret ku masuk kedalam mobil nya. Dia membukakan pintu untuk ku dan aku masuk kedalam mobil, Althara membantu memasangkan seatbalt tanpa sedikitpun menatap ku,seolah dia masih merasa kesal karena aku bisa berada disini. Setelah menutup pintu untuk ku Althara memutari mobil dengan berjalan cepat dan duduk di belakang kemudi.


Aku masih tertunduk begitu sedih dengan semua yang baru saja terjadi. Althara diam di tempat duduk nya untuk mengontrol diri nya. Aku yakin Althara pun tidak ingin semua terbongkar dengan cara seperti ini,Althara tidak pernah ingin bertengkar dengan Rey, bahkan dia mengatakan jika dia memberi kesempatan Rey untuk mendapatkan hatiku dan mengorbankan perasaan nya demi sahabatnya itu,namun Rey malah membuat dia marah seperti ini.

__ADS_1


“Maaf” lirih ku di dalam tangis.


Althara tak menggubris permintaan maaf ku dan langsung melajukan mobil nya.


__ADS_2