7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Menikmati pantai yang indah


__ADS_3

“Siapa?” Tanya Althara yang bingung melihat ku tiba-tiba diam membaca pesan yang baru saja masuk.


“Hah?” Sahut ku dengan kikuk.


“Ini ada yang ngucapin kita selamat berbulan madu” jawab ku berusaha jujur.


“Siapa?” Tanya Althara.


“Aku ga tahu nomor nya tidak di kenal,paling teman-teman ku” sambung ku.


Lalu aku kembali menyimpan ponsel ku dan kembali menyantap makanan ku.


“Besok kita kemana?” Tanya ku mengalihkan perhatian.


“Kita diving ya. Kita main di pantai sepuasnya”


“Hah diving?” Tanya ku begitu bahagia.


“Iya” Jawab Althara.


“Aku mau” jawab ku dengan raut wajah yang begitu bahagia.


“Besok sesudah sarapan kita ganti baju dan pergi diving”


“Baiklah” ucap ku dengan bersemangat.


Althara terus memandang ku dengan begitu senang.


Aku terus menyembunyikan rasa resah ku tentang Roni yang menggangguku. Aku tidak mau menghancurkan masa-masa indah ku dengan nya sekarang.


Keesokan hari nya aku dan Althara mulai sarapan di kamar hotel di pagi hari lalu kita mandi dan bergegas untuk pergi berjalan-jalan di pantai.


Tour guide kami mengajak kami menaiki boats putih untuk membawa kami ke pulau kecil yang ada di sekitar sana.


Sesampainya di pulau kecil itu,terlihat banyak karang-karang laut yang menjulang tinggi ke atas permukaan air. Dan air laut yang tenang membasahi pasir putih di sekitar kami,membuat kami ingin berenang di sana di pesisir pantai yang dangkal.


Aku dan Althara segera membasahi diri kami dengan berenang di pesisir pantai. Banyak sekali kerang laut yang terlihat ketika ku berenang karena begitu bening nya air laut menembus pasir di dasarnya.

__ADS_1


Pantai maldives menerapkan pengunjung untuk tidak memakai pakaian yang begitu terbuka sehingga aku hanya memakai kemeja putih yang aku pakai untuk tidur dan hotpants pendek yang membuat kaki ku tidak sesak. Dan Althara juga sama memakai kemeja putih dan celana pendek berwarna biru,sehingga baju kami terlihat senada ketika berfoto bersama.


Aku dan Althara berfoto dulu dengan kamera yang di bawa nya dan meminta tour guide memotret kami. Aku dan Althara terus berfoto begitu mesra dengan background pantai yang indah di belakang kami. Kami juga mengambil foto di atas bukti kecil yang ada di pulai itu,bukit itu terlihat indah dengan hamparan rumput hijau di sekitar nya seperti bukit teletubies.


Lalu setelah pemotretan kita di ajak kembali ke tengah laut untuk menyelam. Althara memakaikan peralatan menyelam nya seperti masker lensa untuk menyelam,bentuk nya seperti kaca mata renang namun berukuran besar dan menutupi hidung kami juga ada pipa panjang untuk membantu kami mengambil udara di permukaan air.


Althara juga memasangkan fins atau kaki katak di kaki ku agar memudahkan aku untuk berenang dan kita segera menyeburkan diri di air laut yang terasa dingin itu. Aku membiarkan rambut ku tergerai dan terlihat ikut berenang mengikuti ku.


Althara terus memegangi ku,dan kami segera berenang melihat keindahan laut di bawah sana. Begitu terlihat indah dan menakjubkan. Aku seperti sedang berada di dalam aquarium yang besar dan bening sekali,dengan banyak nya terumbu karang di bawah sana,rumput laut yang bergoyang kesana kemari mengikuti arus air laut juga melihat banyak sekali ikan hias yang mengitari terumbu karang dan mengelilingi rumput laut itu.


Aku mengambil nafas dengan dalam dan berenang ke bawah menghampiri ikan-ikan hias yang berwarna warni itu.


Aku menyapa mereka dengan tersenyum ke arah ikan-ikan itu lalu mereka kabur setelah melihat ku mendekat. Aku tertawa melihat itu dan mereka bersembunyi di dalam terumbu karang yang banyak sekali lubang-lubang di antaranya.


Aku kembali ke permukaan air untuk mengambil nafas dan kembali menyelam ke dasar laut untuk menyaksikan lagi keindahan di bawah laut sana.


Althara menghampiri ku dan memegang tangan ku,dia terlihat tersenyum melihat ku yang tampak bahagia. Rambut ku terus ikut berenang dengan tenang mengikuti ku kesana kemari.


Setelah beberapa menit berlalu aku berenang ke permukaan di ikuti Althara. Aku dan Althara melepaskan kaca mata kami dan mengambil bernafas dengan leluasa.


“Sebentar lagi” ucap ku.


“Air sudah mau pasang Alhena,kita harus pergi” pinta Althara.


Aku langsung membuat raut wajah cemberut karena harus mengakhiri kebahagiaan ini.


“Kita akan jalan-jalan ke bukti indah yang besar” ucap Althara membujuk ku agar kembali senang.


Lalu senyum terpancar di wajah ku begitu bahagia. Aku langsung menganggukan kepala ku dengan semangat dan kembali ke atas boats.


Setelah mengeringkan badan kami di perjalanan,tour guide itu membawa kami ke sebuah tebing tinggi yang berada di pesisir pantai dan menjulan tinggi begitu indah. Aku berdiri di tepi tebing yang memiliki rumput hijau seperti di pulau kecil tadi. Namun disini aku lebih bisa menyaksikan keindahan laut lepas yang begitu indah dan menakjubkan,dan hamparan rumput di tebing ini juga membuat aku begitu tenang.


“Indah sekali Althara” ucap ku begitu mengagumi keindahan di sekitar ku.


“Biasanya kita hanya menikmati keindahan malam hari,dan sesekali kita harus menikmati keindahan alam di siang hari” ujar Althara dengan berdiri di samping ku dan memakai kaca mata hitam nya dengan terlihat begitu tampan.


“Dan aku senang menyaksikan semua keindahan dengan kamu di samping aku” ucap ku dengan tulus menatap Althara.

__ADS_1


Althara menatap ku dengan manis,lalu dia mendekati ku dan diam di depan ku dan melepaskan kaca mata hitam nya.


“Dengar adik kelas ku yang menyebalkan” ujar Althara membuat ku terkejut dengan menyebutku sebagai adik kelas nya yang menyebalkan seperti dulu.


“Kamu akan selalu menyaksikan semua ini dengan aku dan bukan dengan orang lain,aku tidak akan lagi membiarkan orang lain untuk berani mendekati kamu” ucap nya dengan tajam.


Lalu aku melipat kedua tangan ku untuk menghadapi dia seolah dia adalah Althara sang kakak kelas ku dulu yang begitu dingin dan jutek.


“Dan dengar kakak kelas ku yang dingin seperti es. Aku juga tidak akan lagi membiarkan kamu pergi kemanapun tanpa seizin dari aku. Kalau sampai kamu berani pergi lagi,aku akan tinggalin kamu dan tidak akan pernah memaafkan kamu” ancam ku dengan menajam kan mata ku melihat nya.


“Kamu berani ninggalin aku?” Tanya Althara dengan ragu dengan ucapan ku.


“Berani” ujar ku begitu meyakinkan.


Lalu dia menarik ku ke dalam pelukan nya.


“Jangan coba-coba melakukan itu!” Ancam nya dengan tajam menatap ku.


“Atau aku akan memborgol tangan kamu di tangan aku sampai kita akan pergi kemana pun dengan sama-sama” ujar nya.


Aku mengkerutkan kening ku.


“Kalo aku mau ke toilet?” Tanya ku membayangkan hal itu terjadi.


“Ya aku harus ikut” jawab Althara.


“Ih ga mau” ujar ku dengan tertawa geli membayangkan itu.


Dan Althara ikut tertawa dengan terus memeluk ku,aku melingkarkan tangan ku di leher nya.


“Ya kamu harus mau” paksa Althara dengan terus tertawa.


“Ih ngga!” Jawab ku dengan tegas dan masih saja tersenyum menertawakan itu.


“Makanya jangan pernah punya fikiran untuk ninggalin aku” ucap nya dengan lirih dan bersungguh sungguh.


“Baiklah” jawab ku dengan menatap nya begitu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2