7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Sketsa wajah ku


__ADS_3

Esok hari nya aku malah tambah semakin gelisah memikirkan Althara.


“Lo kenapa sih?” Tanya Riani yang melihat ku terus saja melamun di balik meja ku.


“Lo masih mikirin Althara?”


Tebakan nya selalu tepat.


“Kemarin gue ke Dufan?”


Rini mengerutkan kedua alis nya.


“Ke Dufan? Ngapain?”


“Lari pagi gue disana biar sehat” kesal ku kepada pertanyaan Riani yang tidak perlu ku jawab sebenarnya.


“Oh lari pagi, gaya banget sih lo lari pagi pake ke dufan segala”


Aku memalingkan wajah ku melihat kepolosan Riani yang menjengkelkan ini.


“Ya gue main lah disana Ri, lo kan tau Dufan tempat apa!”


“Ya maksud gue lo sama siapa kesana? Ada acara kah ? Atau sekedar iseng?”


“Gue nemenin Althara”


“What ??!! Althara?”


Riani tampak begitu senang mendengar nya.


“Akhirnya lo baikan lagi sama dia Al. Kok gue seneng gini ya denger nya”


Aku merenyitkan dahiku melihat dia yang begitu antusias melihat aku dan Althara bersama.


“Apaan sih lo ! Gue juga di paksa kali ikut sama dia”


“Tapi kan sebenarnya lo bisa nolak Al,tapi lo malah milih nurut sama dia”


Matanya begitu meledek ku.


Apa yang di ucapkan Riani memang benar, sebenarnya aku juga bisa menolak ajakan Althara,tapi aku malah memilih untuk menurutinya.


“Gue juga ga sadar kemarin dia ulang tahun Ri, gue tahu nya malah dari Rey semalem”


“Semalem lo ketemu Rey juga?”


“Bukan cuma ketemu. Semalem pulang dari Dufan sama Althara,malem nya Rey ajak gue buat ke pesta,gue ga tau kalo itu pesta apa,dan ternyata pesta kejutan ulang taun Althara. Dari situ gue baru inget kalo itu ulang taun dia”


“Hahaha keren lo, siang sama Althara malem sama Rey”


Aku menatap tajam mata Riani. Bisa-bisanya dia malah menjadikan masalah ku bahan candaan dia.


“Hehe maaf maaf. Lagian bisa-bisa nya lo lupa hari ulang taun Althara”


“Ya secara udah hampir 6 taun gue ga inget dia ulang taun”


Riani tertawa mendengarkan ocehan ku.

__ADS_1


“Ya udah lo makan dulu sana,lemes gitu badan lo”


“Iya ntar dulu gue masih banyak kerjaan”


Lalu Riani kembali ke dapur untuk bekerja.


Handphone ku berdering di atas meja.


Mama.


“Hallo ma”


“Hallo sayang”


“Kenapa ma?”


“Kamu apa kabar Al?”


“Aku baik ma”


“Kapan pulang?”


“Akhir bulan ini kayak nya aku masih banyak kerjaan ma,paling awal bulan aku pulang”


“Kamu sibuk sayang?”


“Iya ma, mama kan tau sendiri setiap akhir bulan aku banyak banget kerjaan”


“Sayang, mama sama papa khwatir banget loh sama kamu. Kamu kerja terlalu keras nak, papa disini lagi nyari tempat buat kamu bikin cafe biar kamu bisa kelola sendiri”


Mama masih saja berusaha membujuk ku untuk berhenti bekerja dan kembali diam di Bandung.


“Iya udah,kalau kamu masih ga mau”


Aku diam menghela nafasku.


“Yauda kamu harus jaga diri kamu disana ya”


“Iya ma, Alhena bisa jaga diri kok”


“Iya udah secepatnya kamu pulang ya Mama sama Papa udah kangen banget sama kamu sayang”


“Iya ma,Alhena juga kangen banget sama kalian”


“Bye sayang”


“Bye ma”


Aku tahu Mama dan Papa begitu mengkhawatirkan ku. Mereka masih menganggap ku frustasi diam di Bandung karena ditinggal oleh Althara. Dan andai saja Mama tahu,orang yang sudah susah payah aku lupakan dan berusaha ku hindari kenangan nya di Bandung, dia malah ada disini.


Aku pergi mencari makan di luar Restaurant. Aku duduk sendiri di salah satu tempat makan cepat saji tanpa Riani. Karena dia tadi sudah lebih dulu istirahat.


“Hay cantik” seorang pria membuat ku terkejut dengan meloncat duduk di depan ku.


“Rey!!” Kaget ku.


“Hehe maaf Al”

__ADS_1


“Kamu ngapain disini?” Tanya ku melihat sekitar dia memastikan jika Althara tidak ikut dengan Rey.


“Aku nyari kamu tadi ke Resto,tapi kata nya kamu lagi makan, jadi aku cari kamu kesini”


“Lalu mau apa ?” Tanya ku dengan lembut.


“Gak apa-apa cuma mau liat kamu makan aja”


Aku menggelengkan kepala ku melihat tingkah lucu nya.


Sampai saat ini aku masih belum menceritakan semua nya kepada Rey tentang siapa Althara. Selama ini Rey tahu tentang masa lalu ku yang sudah membuat ku sakit hati, namun Rey tidak pernah tau siapa lelaki yang sudah menyakitiku sedalam itu. Aku tidak tahu bagaimana reaksi Rey ketika suatu saat nanti dia tahu bahwa lelaki itu adalah Althara,teman dekat nya sendiri,apakah dia bisa menerima kenyataan itu ? Aku takut jika Rey malah membenci ku ataupun Althara jika dia tahu yang sebenarnya. Tapi,suatu saat semua itu pasti akan juga terbongkar,entah bagaimana caranya, dan aku harus siap dengan semua itu.


“Oh iya,sabtu nanti aku mau ajak kamu nonton”


“Rey, kamu kan tahu kerjaan aku di akhir bulan itu banyak banget. Aku ga bisa ada waktu buat maen”


“Cuma nonton ko al, ga lama. Cuma nonton doang habis itu pulang”


“Rey”


“Al, cuma mau nonton doang ,udah lama aku ga nonton. Waktu itu kan acara nonton kita ga jadi. Aku janji cuma nonton aja ,Yah?”


Aku ingat ketika di bioskop kemarin dia menerima telepon dari Althara untuk segera datang membantu nya menyiapkan pameran lukisan dia,dan acara nonton kita batal karena Althara.


Aku menghela nafasku.


“Iya oke, tapi inget! Cuma nonton, aku ga mau di ajak nongkrong atau keliling lagi”


“Sama makan. Aku ga mungkin ajak kamu keluar tapi ga makan”


“Ngga Rey,makan kamu lama aku ga mau”


“Oke oke oke,nonton aja”


Dia tersenyum dan menyerah.


Aku kembali menyantap makanan ku dan membiarkan Rey terus melihat ku makan sendiri.


Malam hari di kamar ku. Aku mendengar ada notification masuk kedalam handphone ku.


Notif Instagram dari Rey. Dia mengunggah lagi foto ku di feed Instagram nya. Foto yang dia potret ketika di toko buku,bulan lalu Rey mengantar ku ke toko buku dan dia membawa kamera nya meminta izin untuk mengambil banyak fhoto ku ketika belanja buku,aku membiarkan nya melakukan apa yang dia mau selama dia tidak mengganggu ku berfokus mencari novel.


Salah satu yang di posting nya adalah foto aku yang terlihat melirik ke arah kamera tanpa sengaja dan tanpa ekspresi sedikit pun. Namun wajah ku begitu estetik seperti model,dan di bantu oleh background rak-rak buku yang berjajar di sekelilingku.


Aku mengingat kembali ketika Althara juga banyak memotret ku secara diam-diam di mana pun itu. Bahkan di toko buku pun dia sering mengambil gambar dengan kamera nya. Dulu dia juga bilang jika aku lebih cantik jika tak sadar kamera. Aku tersenyum mengingat nya.


Aku lihat caption yang di tuliskan Rey di dalam foto ku,tulisan nya adalah ‘Become true’. Membuat semua orang mengomentari caption itu dengan meledek nya. Hampir semua follower Rey mengira jika aku adalah pacarnya, mereka meminta agar Rey segera mempublikasikan hubungan nya dengan wanita yang selalu di pamerkan nya.


Aku melihat beberapa foto Rey di feed Instagram nya dan aku melihat ada foto dia selama kuliah di Jerman bersama sahabat-sahabatnya. Ada Althara di sana,sedang tersenyum di antara teman-teman lain yang menatap kamera. Aku klik wajah Althara di dalam foto itu dan ternyata ada nama yang sebuah muncul disana, Rey menandai dia ke Instagram nya.


Althara selama ini memiliki Instagram.


Aku segera melihat profil Instagram Althara. Display Picture hanya lukisan pemandangan. Follower nya juga hanya beberapa ribu,tidak lebih banyak dari Rey yang sudah begitu banyak follower. Dan postingan dia pun hanya berisi 3 buah.


Aku lihat satu persatu foto nya yang telah di unggah. Fhoto pertama adalah lukisan galaxy malam yang indah, dengan taburan bintang di langit dan meteor yang berjatuhan di dalam lukisan nya. Foto kedua adalah foto lukisan lampu lampu kota dengan banyak gedung gedung tinggi di malam hari dan lampu-lampu yang bersinar tampak begitu nyata. Lukisan itu mengingat kan aku kepada Cafe Milky Way, tempat favorit kami. Dan aku melihat unggahan terakhir. Aku terkejut melihat lukisan sketsa setengah sesosok wajah perempuan. Itu adalah sketsa lukisan yang dulu di buat Althara di kamar nya,dia melukis wajah ku yang sedang tersenyum berseri dengan kerah seragam yang ku kenakan, walaupun hny separuh wajah tapi aku tahu persis itu adalah lukisan wajah ku yang pernah Althara buat di kamar nya. Lukisan itu sudah selesai di buat nya walaupun hanya memakai pinsil dan tidak berwarna, tapi lukisan itu kini sudah tampak begitu nyata.


Aku lihat kapan unggahan itu di upload nya.

__ADS_1


21 Mei 2017.


Dia mengunggah lukisan itu 3 tahun setelah dia pergi meninggalkan ku.


__ADS_2