
Papa ku datang ke Cafe dan dia turun dari mobil dengan menggunakan payung. Dia begitu terkejut melihat aku dan Althara berpelukan di parkiran Cafe di bawah deras nya hujan,Papa bingung dengan yang kami lakukan. Papa juga ikut terkejut melihat Roni yang terkapar tak berdaya di tanah,Roni tampak lemah meronta ronta menahan rasa sakit nya.
“Ada apa ini?” Tanya Papa menghampiri ku dan Althara.
Aku melepaskan pelukan Althara dan menatap Papa dengan menangis. Papa melihat luka di sudut bibir ku dan melihat luka-luka yang di alami Althra di tubuh nya.
Papa langsung mengeluarkan ponsel nya dengan panik dan entah langsung menghubungi siapa?
Tidak lama polisi datang dengan menggunakan mobil dan sirine mobil nya. Lalu keluar lag 2 orang polisi menggunakan jas hujan mereka dan membawa Roni ke dalam mobil nya. Mungkin Papa kira Roni adalah penjahat atau malah pencuri yang telah melukai kami. Aku masih belum bisa menjelaskan kepada Papa sampai aku di bawa masuk dulu ke dalam Cafe dan di berikan handuk kering. Aku menjelaskan kepada Papa dan Aditya pak polisi se detail mungkin.
Dari bagaimana awal mula Roni bisa menggangguku,dan bagaimana cara dia menggangguku selama ini dan dia yang akan berbuat macam-macam saat itu kepadaku. Namun akhirnya Althara datang dan menolongku. Ya dia memang selalu datang tepat waktu.
Setiba nya aku pulang ke rumah kita. Aku di minta Althara untuk mandi dan mengganti pakaian ku dengan kaos polos oversize berwarna putih dan celana pendek bergambar bintang bintang miliki nya. Althara memberikan aku coklat panas dan menyelimuti tubuh ku dengan selimut putih.
Aku terduduk di samping tempat tidur dengan berselimut dan meminum coklat panas nya. Althara duduk di kursi tepat di hadapan ku,dia menatap ku begitu khawatir. Aku menyimpan dulu susu coklat itu di meja di samping ku dan memegang tangan nya.
“Aku minta maaf karena aku menyembunyikan ini dari kamu ya. Aku ga tau semua nya malah jadi kaya gini,aku kaget Roni bisa berbuat seperti ini” ucap ku dengan terus masih merasa bersalah.
Althara membelai rambut ku yang basah lalu memegang lembut pipi ku.
“Aku tahu kamu ga bermaksud menyembunyikan ini Al. Aku ga tau kenapa kamu seperti ini,tapi aku yakin ini semua pasti kamu lakukan untuk kebaikan kita kan?” Ujar Althara dengan penuh pengertian.
“Althara. Aku kira Roni tidak akan berbuat sejauh ini. Roni terlalu salah menanggapi nasihat ku,dia terlalu berlebihan dengan perasaan yang dia punya. Dia bilang dia menyukai ku dari dulu,dan bahkan perasaan itu masih ada sampai sekarang. Aku kira itu ga masuk akal,tapi dia membuktikan nya. Dan aku takut” ucap ku dengan kembali menangis.
Althata terlihat tersenyum dan menghapus air mataku.
“Ya memang karena kamu terlalu istimewa Alhena. Orang lain jadi sulit melupakan kamu” ucap mya masih sempat untuk merayu ku.
“Althara..” panggil ku dengan terlihat kesal. Karena bisa-bisa nya dia bercanda di keadaan seperti ini.
Lalu Althara berpindah duduk di samping ku dan menggenggam kedua tangan ku agar aku merasa hangat.
__ADS_1
“Dengarkan aku Alhena. Aku yakin perasaan yang kamu punya untuk aku begitu kuat,semua sudah terbukti kan ? Kita tidak bisa di pisahkan. Kalau memang semua laki-laki itu tidak bisa melupakan kamu,ya itu memang karena kamu terlihat unik dan antik. Akhirnya mereka merasa jiga kamu itu istimewa dan mereka terasa terobsesi” ujar dia menenangkan ku. Tapi aku tidak merasa demikian,aku malah jadi merasa takut.
“Althara tapi aku sudah menikah. Sekarang sepenuhnya aku sudah jadi milik kamu kan? Mereka ga boleh seperti itu” ucap ku kesal mengingat Roni dan membuang wajah ku.
“Hey” ujar Althara menarik dagu ku agar memandang nya.
“Karena dari itu,mulai sekarang kamu tidak boleh lagi menyembunyikan apapun dari aku, oke? Kamu harus bilang apapun itu,aku mohon. Jangan khawatirkan aku akan menghajar mereka,karena aku hanya akan melakukan itu jika memang di butuhkan. Dan semua laki-laki yang kurang ajar seperti Roni memang pantas untuk mendapatkan itu”
“Tapi yang aku khawatirkan kamu Althara,aku tidak mau lihat kamu terluka lagi seperti ini” ucap ku menyentuh pelan luka-luka yang ada di wajah nya. Luka itu sudah di bilas dan di bersihkan,tapi tetap saja masih terlihat begitu jelas sobek sobek di pelipis dan di pipi nya. Bahkan luka lebam dia pun begitu terlihat jelas di tulang pipi nya,tapi Althara sama sekali tak meringis ataupun mengeluh sakit.
“Muka kamu bisa habis nanti kalo sampai berantem terus kaya gini” ledek ku dengan cemberut menghangatkan ketegangan kami.
Althara lalu tersenyum mendengar ocehan ku.
“Tidak masalah” ujar nya dengan terlihat lebih tenang.
“Aku rela berantem sama mereka yang berani mengganggu kamu lagi” lanjut nya membuat ku bangga.
“Karena aku sudah punya feeling kuat sama kamu. Perasaan aku tiba-tiba ga enak kalo aku merasa kamu sedang dalam bahaya”
Aku mengangkat kedua halis nya begitu ragu dengan ucapan nya.
“Oya?” Tanya ku.
“Iya” jawab nya begitu yakin.
“Tapi kenapa selama kamu tinggalin aku,feeling kamu ga kuat ya?” Ledek ku dengan menyinggung masa lalu yang kelam itu.
“Memang selama aku pergi,kamu ada dalam bahaya?” Tanya Althara menyelidik wajah ku.
Aku coba mengingat lagi masa-masa aku sendiri dan tanpa dia di samping ku.
__ADS_1
“Iya memang ga ada sih seperti nya. Karena aku ga punya lagi temenali-laki waktu itu” ucap ku berusaha mengingat semuanya. Laly mata ku membulat menyadari sesuatu.
“Ih iya! Kok bisa ya,aku ga ada masalah seperti ini semenjak ga ada kamu di samping aku? Sementara saat kamu kembali seperti nya banyak sekali masalah seperti ini” ucap ku dengan begitu excited.
Althara tersenyum melihat raut wajah ku yang kembali riang,tak lagi menangis.
“Karena takdir tahu,kalo kamu ga akan bisa mengatasi semua ini sendiri Alhena. Bukan nya memang dari dulu kamu suka banget menggantungkan kehidupan kamu sama aku?” Tanya Althara meledek ku.
Aku mengkerutkan kening ku dengan bingung.
“Emang iya?” Tanya ku dengan ragu.
“Dari dulu kamu seneng banget nyusahin aku. Bahkan sebelum berteman pun,aku udah harus jemput kamu selama tujuh hari berturut turut. Dan udah nya masih aja jemput anter kamu bahkan sampe aku lulus pun masih aja aku harus melakukan itu kan?” Ledek nya mengingat kembali semuanya.
“Dan sekali nya aku ga ada di samping kamu dan ga anter kamu pulang,kamu malah hampir mau berantem sama sekolah lain” ujar Althara mengingatkan aku tentang masa kelam itu.
Memang benar apa yang di ucapkan Althara. Dari semenjak kami belum berteman pun,memang aku sudah menggantungkan hidup ku kepadanya. Bahkan sampai dia lulus dan pergi dari kehidupan ku pun aku masih saja menyusahkan nya. Selama dia pergi aku berhasil mengisik fikiran nya untuk kembali pulang dan akhirnya dia memperbaiki semuanya.
Aku langsung memeluk Althara dengan erat.
“Aaawww!!” lalu dia meringis kesakitan dan tak berani menolak pelukan ku.
Aku dengan terkejut melepaskan pelukan ku dan menatap nya khawatir.
“Kenapa?” Tanya ku melihat dia memegang pinggangnya.
“Sakit Alhena” ujar Althara dengan pelan,membuatku membulatkan mataku.
“Hah sakit? Maaf Althara” ujar ku dengan panik.
Namun malah membuat Althara tertawa melihat tingkah lucu ku.
__ADS_1