Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Raihan sudah menyatakan cinta


__ADS_3

"Aisyah?" untuk pertama kali nya raihan menyebut nama aisyah.


"Eh iya bang?"


Eh barusan bang raihan nyebut nama ku, ada apa ini?


"Abang suka sama aisyah, abang mencintai mu dek!". Raihan akhir nya menyatakan perasaan nya dengan mantap.


Aisyah yang mendengar nya langsung terperanjak, kaget sekaligus senang.


Raihan berusaha tenang untuk mendengar jawaban dari aisyah, jawaban pertama aisyah adalah tersenyum pada raihan. Raihan jadi jantungan, senyum itu tanda apa? Di terima apa di tolak? Raihan berdoa terus dari tadi supaya aisyah mau menerima nya.


"Ai juga suka sama abang, dan juga jatuh cinta sama abang!" jawab aisyah malu-malu.


Raihan yang mendengar nya tidak bisa berkata-kata. Hanya senyum mengembang di bibirnya, dada nya bergejolak. Begini rasa nya jika cinta nya diterima.


"Alhamdulillah, terima kasih udah mau membalas perasaan abang". Ucap raihan sambil mengelus kepala aisyah.


"Makasih juga bang udah suka sama ai, hehe".


Raihan hanya tersenyum mendengar ucapan aisyah itu.


"Maaf ya dek, abang gak bawa apa-apa untuk nyatakan perasaan abang sama adek".


"Memang nyatakan perasaan harus bawa sesuatu ya bang?". Ucap aisyah sambil terkekeh.


Raihan jadi gemas, tapi ada sesuatu yang ingin dia tanyakan.


"Dek?"


"Iya bang?"


"Apa adek pernah pacaran sebelum nya?"


"Haha, belum pernah bang!".


Berarti aku kekasih pertama aisyah. Dan aku juga yang akan jadi kekasih terakhir mu dek!


"Jadi lah satu-satu nya milik abang dek!" tegas raihan bicara begitu.


Aisyah lalu tersenyum manis pada raihan, membuat jantung raihan berdebar-debar tak menentu.


"Insya Allah bang!" jawab aisyah mantap.


Raihan hanya bisa tersenyum mendengar jawaban aisyah itu. Dia beranikan diri memegang tangan aisyah, semula aisyah terkejut, tapi dia coba untuk tidak grogi.


"Abang akan segera melamar mu dek!"

__ADS_1


Aisyah terkejut, baru aja mereka menyatakan cinta, tiba-tiba raihan langsung mau melamar.


"A..abang serius mau melamar ai?" tanya aisyah dengan ragu.


"Abang serius sayang! Memang nampak abang main-main ya?"


Eh eh bang raihan manggil aku sayang, aduh siaga satu mau pingsan woi.


Tapi nampak raihan tidak main-main dengan ucapan nya. Aisyah jadi terharu, ada laki-laki serius dengan nya, dan ini juga cinta pertama nya, sungguh bahagia, tapi kita tidak tau akan kah jalan cinta itu mudah atau tidak.


"Semoga di mudahkan Allah ya bang!". Di usap nya tangan raihan yang menggenggam tangan nya itu


dengan grogi. Ini laki-laki pertama yang dia sentuh selain adit, tapi kalo adit bukan laki-laki sih di mata aisyah.


Akhir nya raihan merasakan kelegaan di hati nya, niat nya terlaksana sudah. Sekarang hanya bahagia yang ada.


"Oh iya bang, abang sejak kapan mau nyatakan perasaan abang sama ai?" tanya aisyah penasaran.


"Udah lama dek,cuma kayak nya ini waktu yang pas, abang bahagia sayang, terima kasih udah mau mencintai abang". Ucap raihan lembut, di iringi dengan senyum fenomenal nya.


"Sama-sama abang". Jawab aisyah dengan ceria.


"Eh bang foto yuk!"


Aisyah mengeluarkan hp nya, lalu mereka mengambil gaya dan posisi. Mereka pun lalu ber-selfie dengan senyum mengembang, ini foto pertama mereka berdua.


"Iya bang, nanti ai kirim, oh iya abang dapat foto ai dari mana waktu itu?" tiba-tiba aisyah teringat sama hal itu.


"Hehe, ada lah!" ucap raihan sambil terkekeh.


"Iihh abang ya nakal, curi-curi foto orang!" aisyah cemberut yang menjadikan raihan gemas.


"Duh menggemaskan nya, mana mungkin abang minta langsung kan sama adek?"


"Uuuhh abang!"


"Hehe, ya udah kita pergi makan yuk?" ajak raihan.


"Ayo bang!"


Mereka berdua lalu beranjak menuju parkiran di mana motor sport raihan terparkir. Sungguh gak ada yang istimewa, semua nya seperti biasa, begini lah raihan, padahal dia seorang presdir, ini lah yang bikin aisyah kagum dan jatuh hati pada kesederhanaan raihan.


"Abang bawa motor ya?"


"Iya sayang kenapa?"


"Hehe, gak ada bang, ai kira orang kaya gak punya motor, cuma punya mobil !"

__ADS_1


Raihan tertawa mendengar celotehan aisyah, aisyah lalu menaiki motor raihan dengan hati-hati. Ini pertama kali nya dia naik motor begini. Biasa nya kan dia naik matic. Mereka lalu pergi dari pantai itu menuju rumah makan sederhana. Lagi-lagi aisyah kagum pada raihan. Abang ganteng itu benar-benar mencuri hati nya.


Setelah selesai makan, mereka lalu jalan-jalan menghabiskan waktu hingga sore hari. Di sepanjang jalan, mereka mengobrol dengan diselingi canda tawa, padahal mereka baru jadian, tapi rasa nya sudah seperti pacaran bertahun-tahun, tidak ada rasa canggung dalam obrolan mereka.


Ketika senja sudah menampakkan wujud nya, aisyah pun minta di antar pulang, dengan senang hati raihan mengantarkan nya. Aisyah rasa gak ada salah nya raihan mengantarkan dia pulang dan bertemu sama orang tua nya.


Sesampai nya di rumah, ternyata orang tua aisyah tengah mengobrol di teras. Mereka terkejut anak gadis mereka di antar sama seorang laki-laki. Di kira mama aisyah, bram lagi yang mengantar, karena motor bram sama seperti punya raihan, sama-sama motor sport.


Setelah raihan mematikan motor nya, aisyah langsung turun.


"Assalammualaikum ma, yah".


"Waalaikum salam ai, suruh masuk itu teman nya". Ucap bu saudah.


"Iya ma, abang ayo masuk".


Raihan lalu membuka helm nya, seketika ayah aisyah terkejut.


"Pak raihan?" ucap ayah aisyah kaget.


"Eh bapak, apa kabar pak?". Raihan lalu mendekat dan menjabat tangan ayah aisyah.


"Eh abang udah kenal sama ayah?"


"Udah dek!".


"Pak raihan ini orang baik ai". Ucap ayah aisyah mengingat kebaikan raihan yang pernah menolong nya waktu itu.


"Masyaa Allah". Hanya kata itu yang terlontar dari mulut aisyah, ternyata kekasih nya itu pernah menolong ayah nya.


"Mmm pak, bolehkah saya menumpang sholat?"


"Ayo,ayo pak raihan silahkan masuk ke rumah kami yang sederhana ini". Ucap ayah aisyah dengan senyum ramah nya.


Raihan lalu memasuki rumah itu, rumah yang tidak pala besar, sangat jauh berbeda dengan istana dia yang megah itu. Raihan jadi teringat ketika menolong ayah aisyah waktu itu. Ayah aisyah tak sengaja menabrak motor orang, karena dia kehilangan keseimbangan di akibatkan jantung nya yang tiba-tiba sakit, dan bagian motor orang itu rusak, orang itu memarahi ayah aisyah.


Sambil menahan sakit nya, ayah aisyah mencoba meminta maaf, dan dia menjelaskan kenapa bisa menabrak motor orang tersebut, orang itu tidak mau tau dan meminta ganti rugi atas kerusakan motor nya. Ayah aisyah benar-benar tidak memegang uang sepeser pun, karena baru aja membayar uang kuliah aisyah.


Kejadian itu membuat pengendara lain berhenti dan berkumpul untuk melihat. Yang menyebabkan kemacetan. Pas pula mobil raihan melewati kerumunan itu, dia melihat ada orang yang marah-marah. Tanpa pikir panjang raihan turun dari mobil nya.


Disitu lah raihan menolong ayah aisyah, dan juga membawa nya berobat ke rumah sakit, ayah aisyah tidak akan pernah melupakan hal itu sampai kapan pun, karena keadaan dia pun sudah sangat susah waktu itu, dia habis meminjam sana-sini untuk biaya kuliah aisyah.


Setelah selesai sholat, mereka pun mengobrol di teras rumah, membicarakan pertama kali raihan bertemu aisyah, sampai aisyah magang di perusahaan nya. tiba-tiba raihan berkata yang bikin orang tua aisyah kaget.


"Saya akan segera melamar aisyah pak, buk! Ucap raihan mantap.


"Pak raihan serius mau melamar aisyah? Tapi pak?" ragu ayah aisyah mau menjawab. Dia takut, mereka ini hanyalah kalangan bawah, apakah anak mereka yang dari kalangan bawah ini pantas bersanding dengan seorang presdir?

__ADS_1


__ADS_2