
Raihan terus-terusan tersenyum saat Aisyah sedang live mengomel. Seru juga sepertinya nanti, saat Aisyah sudah jadi istri nya, pulang terlambat pasti diomelin, wuhuu, itu tandanya Aisyah pasti sedang merindukan nya.
Ahh dek, kapan diri mu jadi istri ku, ngomel-ngomel begini, pasti sudah ku cium kamu! Batin Raihan.
Tapi sepertinya live ngomel Aisyah gak ada tanda berhenti. Raihan harus ambil tindakan. Soalnya telinga dia sudah mulai panas. Dia tarik tangan Aisyah, dan bruuk, Aisyah jatuh ke pelukan Raihan.
Aisyah tak berkutik saat Raihan memeluk nya dengan erat. Seperti nya dia pun enggan melepaskan pelukan itu. Begitu hangat dan nyaman. Apa lagi dia sudah sangat merindukan Abang ganteng nya ini.
Dengan spontan Raihan mencium pucuk kepala Aisyah, sama dengan Aisyah, Raihan juga begitu sangat merindukan Aisyah. tak pernah dia begini, memeluk lama seorang gadis, bahkan pada tunangannya dulu, jangan kan memeluk, berpegangan tangan saja tidak pernah.
Aisyah hanya diam saja ketika Raihan menciumnya. Perlahan, Raihan melepaskan pelukannya. Lalu dia tatap Aisyah yang tengah menunduk karena malu, dia angkat dagu Aisyah dengan telunjuknya.
"Ai mau kan menikah sama Abang?" tanya Raihan dengan nada super lembut.
Aisyah mengangguk Dan tersenyum malu-malu.
Raihan pun tersenyum lebar "Bersiap lah sayang, Abang akan segera melamar mu" ucap nya sambil mengelus lembut pipi Aisyah.
Tiba-tiba Aisyah terisak, Raihan pun kaget "Ada apa sayang?... Kenapa menangis? Apa Abang salah sayang?" tanya Raihan khawatir.
Aisyah menggeleng pelan "Gak bang, Ai cuma mau Abang jangan marah lagi sama Ai?" ucap nya, air mata nya semakin deras mengalir.
Raihan segera menghapus air mata kekasih nya itu "Maafkan Abang, sayang ku?... Abang janji gak akan marah-marah lagi sama Ai, jangan menangis lagi sayang"
Aisyah mengangguk, dan sekali lagi Raihan memeluk Aisyah. Dan Aisyah pun mengeratkan pelukannya.
"Eheeeem..."
Raihan dan Aisyah sama-sama menoleh, dan ketika tahu siapa yang datang, mereka langsung melepaskan pelukan mereka.
Raihan berdehem pelan, mengembalikan kewibawaan nya.
Dasar, ganggu aja! Gerutu Raihan dalam hati.
"Bagaimana bos?... Jangan lama-lama lagi!" goda Rizi.
"Tentu saja aku gak mau lama-lama!" ketus Raihan kesal, karena Rizi datang di saat lagi nyaman-nyaman nya.
"Mmm Abang, Ai sama Bila pulang ya, Bang?" pinta Aisyah.
Raihan lalu melihat arloji di tangan nya, ternyata sudah malam. Anak gadis tidak boleh keluar malam-malam. Apa lagi ini kekasih nya sendiri, harus di jaga dengan benar.
"Ayo, Abang antar kalian!.. Mana kunci mobil?" ucap Raihan. Rizi memberikan kunci mobil nya,
"Kau pulang bawa motor ku!" kata Raihan lagi.
"Siap bos!" ucap Rizi.
Raihan membukakan pintu mobil untuk Aisyah, Sabila jadi ilfil melihat nya. Karena dia harus buka pintu mobil sendiri.
__ADS_1
Duh, romantis banget sih, beruntung lo Ai, semoga bahagia selama nya! Batin Sabila sambil tersenyum melihat mereka bercanda di dalam mobil.
..................................
Hari ini, hari pertama Aisyah, Sabila dan Adit menjadi karyawan di Wira Utama Grup. Tidak ada yang istimewa bagi Aisyah, walau dia kekasih Presdir. Mereka di tempatkan di salah satu divisi di perusahaan itu.
Aisyah juga sudah meminta pada Raihan agar dia menganggap kalau Aisyah hanya karyawan biasa. Aisyah hanya ingin menyembunyikan hubungan mereka sampai di rasa sudah cukup waktu untuk memberitahukan kepada semua orang.
Suara sepatu pantofel terdengar memasuki ruangan. Ternyata Presdir Wira Utama Grup dan di iringi oleh asisten setia nya Rizi dan juga Bram. Ternyata Bram sudah sehat seperti sedia kala.
Semua karyawan memberi hormat pada Presdir, seperti biasa, karyawan wanita pasti langsung memuji Raihan. Bukan hanya kewibawaan dan ketegasan nya menjadi pimpinan, tapi juga wajah ganteng nya yang aduhai.
Sebenarnya Aisyah sangat cemburu dan kesal kalau ada karyawan wanita yang mencuri-curi pandang pada kekasih nya itu.
"Huuuuf, baru jadi karyawan baru, kerjaan udah numpuk!" keluh Adit.
Aisyah hanya tertawa kecil mendengar keluhan Adit. Setelah nya, dia lanjutkan lagi mengetik sesuatu di laptop nya, tak lupa headset nangkring di telinga nya.
Tak lama Sabila datang membawa 3 gelas kopi untuk mereka.
"Nih woi kopi nya!" ucap Sabila sambil meletakkan nampan di atas meja.
"Waduh, makasih banget say, gue lagi ngantuk banget nih soal nya!" ujar Adit sambil menyeruput kopi.
"Loh kenapa pagi-pagi bisa ngantuk dit?" tanya Aisyah yang juga mengambil kopi nya.
"Gue tadi malam sholat tahajud Ai, habis itu, gue gak bisa langsung tidur, gak jadi deh gue bobok cantik nya!" gerutu Adit.
"Iya dong, Raditya gitu loh!" ucap nya membanggakan diri.
Aisyah dan Sabila saling pandang dan langsung tertawa. Adit yang merasa di tertawai oleh sahabat nya langsung memonyongkan bibir nya. Aisyah dan Sabila semakin tertawa lebar melihat tingkah Adit itu.
Mereka tidak tahu kalau ada yang memantau dari kamera pengawas.siapa lagi kalau bukan Raihan. Dari ruangan nya di lantai paling atas, dia sudah heboh ingin menemui kekasih nya itu.
Rizi yang menyadari kalau bos nya itu sedang gelisah pun bertanya "Ada apa Rey?"
"Aku ingin sekali menemui Aisyah!" kata nya, lalu bangkit dia dari duduk nya dan melihat ke arah jendela.
"Sabar Rey..."
"Sampai kapan aku harus sabar?.. Aku ingin segera melamar nya Sekarang juga!" ucap Raihan dengan tegas.
Rizi membelalakkan mata "Bagaimana bisa sekarang Rey?.. Kita belum ada persiapan!"
"Aku tidak mau tahu, aku mau malam ini melamar Aisyah!" perintah nya lagi.
Rizi jadi bingung sendiri, mana dulu yang harus di persiapkan ini, pikir nya. Rizi lalu menelepon Bram. Tak lama Bram datang ke ruangan Raihan.
"Ada apa Bang?" tanya Bram pada Rizi. Dia langsung duduk di sofa, di mana Rizi duduk.
__ADS_1
Raihan hanya menoleh sekilas, melihat siapa yang datang, setelah itu dia melanjutkan lagi pekerjaan nya membaca file-file di atas meja kerja nya.
"Aku bingung harus memulai dari mana Bram?"
"Memulai?.. Memulai apa maksud Abang?" tanya Bram sambil sesekali melirik bos nya itu.
"Rey mau melamar Aisyah sekarang, Bram!"
"Wah, kita harus persiapkan dari sekarang, Bang!" ucap Bram agak panik.
Raihan bangkit dari kursi kebesaran nya, dia ikut nimbrung di sofa.
"Tapi ingat, jangan sampai Mama ku tahu akan hal ini!" perintah Raihan.
"Iya Rey, kau tenang saja, serahkan semua pada kami!" ucap Rizi.
Mereka mulai sibuk membahas hal untuk lamaran. Mulai dari persiapan, dan segala macam lain nya.
"Aku ada ide Rey!"
"Ide apa itu Bram?" tanya Raihan.
Bram, aku tahu pasti masih ada rasa yang tertinggal di hati mu, tapi kau bisa tampak tegar saat ini, aku salut Bram. Batin Rizi sambil memperhatikan Bram dan Raihan yang tengah membicarakan perihal ide Bram tadi.
"Bagaimana?.. Setuju?"
"Aku setuju pada semua yang kalian lakukan untuk ku, tapi aku minta yang sifat nya sangat hati-hati sekali saat ini, jangan sampai Mama ku tahu!" ucap Raihan sungguh-sungguh.
"Kenapa Rey?" tanya Bram, kenapa jangan sampai Mama nya tahu coba? Ini kan anak nya yang mau lamaran? Kenapa mama nya tidak boleh tahu? Pikiran Bram mulai di penuhi dengan pertanyaan.
Aku ingat dulu Rey pernah tunangan, tapi itu mama nya tahu, dan dia lagi yang melamar kan gadis itu untuk Rey, ya walau hanya gadis dari keluarga biasa. Tapi itu mama nya setuju, apakah ini mama nya tidak setuju ya? Batin Bram.
Raihan menghela nafas berat untuk menjawab pertanyaan Bram.
"Aku yakin, mama ku gak akan setuju aku menikah dengan Aisyah!"
"Tapi kenapa Rey?"
"Hmmm, entah lah, waktu aku bilang, aku pergi kencan, mama ku langsung menanyakan perihal derajat, aku jadi benci mendengar itu!" ucap Raihan dengan nada tinggi.
"Hmmmm.." Bram mengangguk-angguk.
"Tapi Rey, tidak ada salah nya kalau kau bawa Aisyah ke hadapan Nyonya, mana tahu Nyonya setuju, karena nama Aisyah dan wajah nya, pasti mengingatkan Nyonya pada seseorang yang sangat di rindukan nya!" ucap Rizi memberi saran.
"Ya, kau benar juga zi, tapi aku ingin lakukan itu di saat aku sudah melamar Aisyah!"
"Baik lah kalau itu yang kau inginkan, kami akan lakukan yang terbaik untuk mu!" ucap Rizi lagi.
Raihan tersenyum, semoga apa yang di inginkannya terjadi hingga ke pernikahan. Dia tidak mau gagal lagi.
__ADS_1
Akan lamaran mereka lancar dan berhasil?
...........................................................