
Rizi yang mengetahui karyawan perempuan pada ngelihatin raihan, jadi kekeh sendiri. Beda dengan bram yang dari awal masuk pandangan mata nya sudah tertuju pada aisyah.
Sabila yang memperhatikan pun jadi heran dan bertanya-tanya.
Eh bang bram ngelihatin ai?.. Ada apa ini?.. Apa bang bram suka sama ai? batin sabila.
Sabila melirik aisyah sebentar yang tengah memandang raihan.
Raihan yang lewat di depan aisyah, membuka kaca mata nya, lalu seperti biasa mengerlingkan mata nya pada aisyah. Aisyah jadi senyum malu-malu.
Karena di dekat aisyah ada sabila, bram pun tersenyum pada kedua nya.
"Eh itu adit bil, ya udah gue masuk dulu ya?"
"Iya ai, tapi gue ngerasa lo macem ada masalah, nanti omongin sama gue ya!"
Aisyah tersenyum kecil "iya bil, nanti kita cerita ya!"
"Hmm semangat ai!" ucap sabila menyemangati aisyah.
Aisyah tersenyum dan menganggukkan kepala nya pada sabila, lalu dia bergegas pergi ke ruangan presdir.
"Woi!.. Kenapa melamun!" adit menyapa sabila.
"Eh adit..! Hmm gapapa dit, kayak nya aisyah lagi ada masalah deh!... Mata nya sembab gitu!"
"Hmmm, kenapa ya?.. Nanti kita interogasi dia, sekarang masuk yuk!"
"Iya dit!"
Sabila dan adit juga masuk keruangan mereka.
**
Aduh kenapa pak rizi sama bang bram masih disini ya?.. Kapan aku bisa ngomong sama bang raihan, aduuh. batin aisyah.
Bram yang sedari tadi tidak fokus karena sesekali melirik aisyah pun dapat tatapan tajam dari raihan. Rizi yang tahu keadaan mereka berdua hanya mencoba untuk diam saja.
Aku udah menduga nya, bram pasti menyukai aisyah, astaga. Batin rizi.
Raihan dengan jengah memperhatikan bram.
Kurang ajar sekali dia, berani-berani nya melirik-lirik aisyah ku. Batin raihan.
"Ehem!" raihan berdehem menyadarkan bram yang sedari tadi curi-curi lirik pada aisyah.
"Eh iya bos!" jawab bram sedikit kikuk.
"Ada apa bram?... Kenapa kau tidak fokus?.. Apa ada masalah?" tanya raihan dengan wibawa nya, padahal dia sudah mulai kesal dan tidak tenang.
"Gak ada kok rey!" jawab bram sedikit grogi.
"Aku mau kau dan rizi pergi ke daerah X untuk memantau proyek kita disana!"
"Baik lah rey!" jawab bram.
"Oh iya rey, seperti nya sebentar lagi kita akan bertemu dengan pak gunawan!" ucap rizi.
__ADS_1
"Untuk apa zi?... Aku gak mau!" ketus raihan.
"Gak bisa gitu rey, kalau kita bisa bekerja sama dengan perusahaan pak gunawan, itu bisa menguntungkan perusahaan kita!" kata rizi.
"Iya rey, benar apa yang pak rizi bilang, kalau itu bisa menguntungkan perusahaan kita kenapa gak!" ucap bram meyakinkan raihan.
Raihan berfikir sebentar, dia meletakan tangan nya di dagu "Hmmm baik lah!"
Rizi melirik jam tangan nya, "ahh sudah waktu nya kita berangkat bram!"
"Baik lah pak rizi!" jawab bram.
Rizi dan bram pun bangkit dari duduk nya.
"Kami pergi dulu rey!" ucap rizi.
Raihan mengangguk "Baik lah, hati-hati dan pulang dengan kabar bagus!"
"Insya Allah!" jawab rizi mantap.
Mereka berdua lalu melangkah menuju pintu keluar. Dan lagi bram melirik aisyah dan tersenyum pada nya.
Aku akan menyatakan perasaan ku pada mu ai setelah pekerjaan ini selesai. Aku akan melamar mu. Batin bram.
Setelah rizi dan bram keluar, raihan memperhatikan kekasih nya yang sedang mengetik di laptop nya, aisyah kelihatan agak murung.
Kenapa aisyah ku murung begitu ya? Batin raihan.
Raihan bangkit dari duduk nya, dan menghampiri aisyah di meja nya. Aisyah saking fokus nya tidak mengetahui kalau raihan sudah berdiri depan nya, memperhatikan nya sambil tersenyum.
Karena merasa dia di perhatikan, aisyah perlahan mengangkat wajah nya.
Raihan yang dari tadi tersenyum, tiba-tiba mengernyit melihat mata aisyah sembab.
"Sayang?... Adek kenapa?" tanya raihan cemas.
"Kenapa apa nya bang?" tanya aisyah dengan heran.
Raihan lalu melangkah menuju sofa, setelah duduk, dia lalu menepuk sofa di samping nya. Maksud nya agar aisyah duduk di samping nya. Aisyah pun bergerak ke sofa dan duduk di samping raihan.
"Adek kenapa sayang?" tanya raihan sambil membelai pipi aisyah.
Apa aku bilang sekarang aja ya sama bang raihan?
"Mmm abang, ai bisa minta tolong?"
"Kenapa harus minta tolong, bilang aja apa yang ai mau, pasti abang kabulkan" ucap raihan tersenyum manis.
"Ai butuh pekerjaan bang, abang bisa gak carikan ai kerja?"
Raihan tersentak mendengar ucapan kekasih nya, dan juga pingin tepok jidat. Ini perusahaan milik nya. Bakalan juga menjadi punya aisyah ketika mereka menikah dan punya anak nanti.
Tapi kenapa aisyah malah minta tolong mencarikan dia pekerjaan, astaga. Raihan geleng-geleng kepala sambil tertawa kecil.
Aisyah mengernyit dan memanyunkan bibir nya.
"Abang kenapa malah ketawa sih?"
__ADS_1
"Adek itu kok lucu banget sih!... Ai ini magang di perusahaan punya abang, abang bos nya, kenapa ai malah minta tolong abang carikan pekerjaan di tempat lain?"
Aisyah tampak berpikir sebentar "eh iya juga bang... Hehe"
Raihan tersenyum melihat aisyah tersenyum, di tatap nya wajah cantik itu dengan intens, dan tanpa sadar wajah nya mulai maju mendekat ke wajah aisyah.
Aisyah menjadi kikuk karena raihan tiba-tiba mendekatkan wajah nya. Karena grogi, aisyah memejamkan mata nya.
Raihan dengan cepat mengecup pipi aisyah, dia pun agak grogi juga, karena ini pertama kali nya dia mengecup pipi seorang perempuan.
Ya Allah, aku berdosa tidak ya?... Batin raihan.
Sebelum aisyah membuka mata, raihan langsung mengalihkan pandangan nya ke tempat lain.
Karena sudah selesai pikir aisyah, aisyah membuka mata dan mengelus pipi yang di kecup oleh raihan tadi.
"Abang?" panggil aisyah.
"Eh, iya sayang?" jawab raihan grogi.
Karena raihan menjawab dengan grogi dan dengan ekspresi bingung, aisyah jadi tertawa melihat nya. Itu adalah wajah yang paling lucu yang di tampilkan oleh raihan.
"Hahaha..." tawa aisyah.
"Sayang?... Kenapa ketawa?" tanya raihan dengan cemberut.
"Abang lucu!.. Biasa nya abang selalu masang wajah serius.. Sekarang malah bisa masang wajah lucu!" ejek aisyah.
Aduh, dia menggemaskan sekali, aku jadi ingin menciumnya lagi. Batin raihan.
Raihan tertawa dan dengan gemas mengusap kepala aisyah.
"Hmm abang!"
"Iya sayang?"
"Ai bisa gak kerja disini bang?"
"Gak usah kerja sayang, kalau butuh apa-apa bilang aja sama abang!"
"Abang ada-ada aja!" sungut aisyah sambil melipat tangan nya di dada.
Raihan mengernyit "Kok ada-ada aja?.. Ai cukup di samping abang aja sayang!"
"Tapi ai gak mau gitu bang, ai mau kerja dan di gaji!" protes aisyah.
"Tapi sayang, ai itu kan kekasih abang, ai butuh apa aja, pasti abang berikan sayang!" ucap raihan serius.
Aisyah tiba-tiba sedih mendengar ucapan raihan.
"Kita cuma kekasih bang, kita bukan suami istri, yang apa pun abang kasih bisa ai terima gitu aja!"
Raihan jadi terenyuh mendengar perkataan aisyah. Dia genggam tangan aisyah.
"Maafkan abang sayang, bukan maksud abang gitu, bagi abang, ai itu udah jadi tanggung jawab abang, abang gak mau ai sedih karena hal apa pun!" ucap raihan dengan tulus.
Aisyah menghela nafas "iya bang gapapa!... Makasih ya bang!" ucap nya sambil tersenyum.
__ADS_1
Raihan membalas senyuman aisyah, dan mengecup tangan aisyah yang ada di dalam genggaman nya.
******