Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Batagor


__ADS_3

Siang hari pun tiba, aisyah ingin permisi sebentar menemui sahabat nya di dekat parkiran. Entah kenapa mereka mengajak aisyah ke sana. Tapi itu lebih baik dari pada dia berduaan terus dengan raihan. Takut nya mereka bisa khilaf.


Di dekat parkiran, ada taman kecil di sana, sabila duduk di bawah pohon palem yang rindang sambil menunggu adit membeli batagor untuk mereka bertiga.


Banyak sekali yang jualan di dekat parkiran kantor, banyak aneka makanan dan minuman di jual di sana.


"Kak, batagor nya tiga ya?!" kata adit kepada kakak-kakak penjual batagor berbadan besar, berjilbab dan berkaca mata itu.


"Pake kuah bang?" tanya kakak penjual batagor kepada adit.


"Iya kak, batagor nya tiga ya?"


"Pake saos?"


"Iya kak!... Batagor nya tiga ya?"


Dengan kesal kakak itu menunjukkan tiga jari nya pada adit, adit dengan kikuk mengiyakan. Dan dengan kesal lagi kakak penjual batagor itu mengacungkan jempol nya pada adit.


Entah apa yang terjadi di antara mereka, entah adit entah kakak itu. Dan masalah nya mereka sama-sama menggunakan headset. Astaga.


Kakak penjual batagor itu menyerahkan kantong plastik berisi tiga bungkus batagor pesanan adit.


"Lima belas ribu bang!"


"Ya ampun kak, ini masih onces (muda) bukan abang-abang!"


"Ya ampun bang, kalo' ngences' jangan di sini!... Nanti dagangan gue gak laku bang!" protes kakak itu. Padahal ya dia tuh salah dengar.


Adit mengernyit "apaan sih kak!.. Lo kira gue pocong tukang ngencesin dagangan!" kesal adit.


"Pocong!.. Lo pesugihan pocong?" tanya kakak itu dengan suara keras.


Para penjual lain langsung melihat ke arah adit dengan tatapan seram. Adit tepok jidat. Bisa tua dan keriput dia nanti berhadapan sama kakak penjual batagor yang cerewet dan agak budeg ini.


"Udah ahh kak ini uang nya!... Makasih batagor nya!"


Dengan santai nya kakak itu mengacungkan jempol nya pada adit. Dan dengan kesal membuka headset yang nangkring di telinga nya.


"Buset, kuat banget volume nya gue buat!.. Budeg gue!...oohh ****!"


*


Aisyah mendatangi sabila yang tengah 'ngadem' di bawah pohon. Dan langsung duduk di samping sahabat nya itu.


"Mana princess kita?" tanya aisyah setelah duduk dan merapikan rok nya.


"Beli batagor ai, ahh itu dia!" jawab sabila sambil menunjuk adit.


Adit dengan kesal mengomel sepanjang jalan dari tempat jualan batagor sampai ke tempat aisyah dan sabila berada.


Sesampai nya, adit langsung menyerahkan kantong plastik kepada sabila dan dengan kesal duduk di bawah pohon.


"Kenapa dit?" tanya aisyah.

__ADS_1


"Kesal aja ai gara-gara yang jual batagor itu budeg!" gerutu adit.


"Udah ngapain marah-marah, kakak itu gak budeg, lagi pula udah siang gini, banyak orang emosi karena udah lapar!" jelas aisyah.


"Entah!.. Keriput lo baru tau!" ucap sabila sambil membagikan bungkusan batagor sama aisyah dan adit.


"Mungkin kakak itu budeg karena lapar kali.. Hahaha" ketawa aisyah.


"Preeeeet!" ketus adit.


Mereka bertiga lalu memakan batagor itu dengan lahap. Dan dari ruangan paling atas, raihan memperhatikan mereka bertiga.


Dia berpikir sayang sekali dua orang itu pada kekasih nya. Dan dia punya niat untuk merekrut mereka nanti setelah tamat kuliah.


"Ai, cerita dong lo punya masalah apa?" tanya sabila.


Aisyah menghentikan makan nya "memang tampang gue nampak ada masalah ya?"


Adit hanya mendengarkan obrolan sabila dan aisyah sambil memakan batagor nya.Kunyah-kunyah lalu telaaan.


"Ya iya lah, tadi pagi aja mata lo sembab begitu?" ucap sabila.


Aisyah menghela nafas "iya bil, ayah gue sakit nya udah parah, mama gue bingung mau cari biaya kemana lagi. Magang kita juga udah mau selesai juga kan?"


Adit menghentikan makan nya setelah mendengar ucapan aisyah "Ya Allah ai, kasihan nya, apa yang bisa kami bantu ai?"


Sabila menghela nafas "kalo lo butuh apa-apa bilang aja sama kami ai, insya Allah kami berusaha bantuin lo!"


Aisyah tersenyum dan terharu "makasih ya woi!... kalian baik banget, sayang kalian!"


Sabila menaikkan bibir nya sebelah melihat tingkah adit yang dirasa nya agak miring itu.


Adit melirik kesal sabila yang tengah memperhatikan diri nya.


"Apa lo liat-liat!" ketus adit.


Sabila bergidik ngeri "hiii perasaan banget sih lo jadi orang!"


Adit memanyunkan bibir nya mendengar ucapan sabila. Aisyah geleng-geleng kepala dan tertawa melihat tingkah sahabat-sahabat nya itu.


Di tengah kebersamaan mereka, ada mobil mewah masuk ke area parkir khusus bagi atasan-atasan di perusahaan itu.


"Wih gila... Mewah banget tuh mobil!" celoteh adit.


"Siapa ya ai kira-kira?...pasti orang penting!" tambah sabila.


Aisyah mengangkat bahu nya "gak tau gue bil!.. Ahh udah selesai nih jam istirahat nya, masuk yuk!"


Aisyah pun beranjak dari duduk nya dan pergi ke dalam, tanpa menjawab ajakan aisyah, sabila dan adit juga menyusul aisyah yang sudah jalan duluan.


Baru saja mereka melangkah ke dalam, mereka di suruh minggir oleh bodyguard yang berjumlah beberapa orang itu. So pasti mereka langsung minggir, dan melihat siapa gerangan yang masuk dan di amankan oleh para bodyguard itu.


Langkah sepatu high heels terdengar masuk ke dalam. Wanita itu mengenakan dress warna coklat susu, dengan gaya rambut half curl, menenteng tas mahal di lengan nya, dan tak lupa memakai kaca mata hitam.

__ADS_1


Dia berjalan dengan angkuh nya tanpa memandang siapa pun. Padahal ada beberapa karyawan perempuan yang ramah pada nya. Tapi seolah-olah itu bagai kan hembusan debu saja bagi wanita itu.


Setelah wanita itu melewati mereka semua, sekumpulan karyawan perempuan pada langsung mengghibah.


"Siapa itu ya ai?" tanya sabila.


"Kayak nya dia ke ruangan pak raihan itu!" adit ikut menimpali.


Siapa ya dia?... Apa rekan bisnis nya bang raihan? Batin aisyah.


Karena yang di tanya diam saja, sabila mengagetkan aisyah dengan menyenggol lengan nya.


"Ada apa ai?.. Kok melamun?"


Aisyah tersentak "eh apa bil?"


"Lo kenapa?"


"Gue gapapa, tadi bilang apa?"


"Kira-kira siapa ya wanita itu tadi?"


"Mungkin rekan bisnis bang raihan kali bil!"


"Eh woi, itu sekumpulan tawon pada menggosip, kita dengerin yok!" ajak adit.


Sabila mengiyakan dengan semangat "ayo-ayo, pasti mereka lagi ngomongin wanita tadi, ayo ai!"


Aisyah memutar mata malas.


"Ai ayooooo!" ajak sabila lagi dengan mode mulai kesal.


Aisyah mendengus kesal "iya-iya"!


Mereka bertiga lalu mendekati sekumpulan perempuan yang lagi ngoceh-ngoceh itu. Dan adit mencoba mendekat dan bertanya pada salah satu karyawan perempuan yang bisa di bilang sudah senior disitu.


"Mmm.... Permisi kak!" sapa adit pada senior nya itu.


Aisyah dan sabila juga mendekat pada adit yang bertanya, dan mereka hanya mendengarkan saja.


"Iya dek!.... Ada yang bisa di bantu?" jawab kakak senior itu dengan ramah.


"Mau tanya kak, itu tadi siapa ya kak?"


"Oh yang lewat tadi?"


"Iya kak!"


"Itu calon istri nya pak raihan dek!... Cantik kan!"


Deg,..... Seketika terasa ada sesuatu yang tiba-tiba seperti mengganjal di hati aisyah. Wajah nya tiba-tiba memanas dan memerah, yang dia sendiri tidak tahu apa sebab nya.


ada apa dengan mu aisyah?.... apa aisyah terkena darah tinggi?

__ADS_1


******


__ADS_2