Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Rencana Mama Raihan


__ADS_3

Raihan dengan wajah di tekuk memasuki mansion nya. Rupa nya dia di sambut oleh nyonya besar mansion itu.


"Kamu kenapa rey?.. Ada apa, sehingga kamu memukuli bram?" tanya mama raihan khawatir. Khawatir apa penasaran?


"Kamu gapapa kan nak?" tanya nya lagi sambil memegang bahu kekar anak nya itu.


"Rey baik-baik aja ma, nanti kita bicara, rey mau ke kamar dulu!"


"Ya sudah, ke kamar lah, kalau butuh apa-apa bilang mama" ucap nya lembut.


Raihan hanya mengangguk pelan, dan langsung dia menaiki tangga menuju kamar nya.


"Ada apa dengan anak ku?.. Kenapa dia gak semangat gitu?.. Dan bodoh nya mereka hanya tahu kalau rey memukuli bram, dan gak bilang apa penyebab nya, bodoh!" gerutu mama nya.


Mama raihan pun mengambil hp nya, dia mencoba melakukan panggilan, ternyata dia menelepon anak buah nya.


"Cari tahu apa penyebab bos kalian memukuli bram!" perintah nya. Tak lama dia pun menutup telpon nya.


"Selain mengandalkan mereka, aku juga harus mencari tahu siapa orang yang pernah rey kencani beberapa waktu lalu, aku yakin pasti ini ada sangkut paut nya dengan dia, kurang ajar sekali wanita itu!" kesal mama raihan.


Di dalam kamar nya raihan langsung menjatuhkan tubuh nya pada kasur yang empuk nan mahal itu. Dia pijit-pijit pelipis nya, seperti nya dia sedang pusing sekarang ini.


Dia takut sekali aisyah marah dan akan meninggalkan diri nya. Entah lah, setan benar-benar menguasai nya saat ini. Karena tadi raihan kan emosi, jelas aja setan-setan mulai bisik-bisik gak jelas di telinga nya, dari telinga, menuju pikiran, dan dari pikiran langsung menuju hati, berantakan deh semua nya.


"Apa aku coba nelpon aisyah aja ya, aku mau minta maaf dan menyadari semua kesalahan ku" gumam nya.


Raihan lalu menelpon aisyah, tapi sayang, aisyah tidak mau mengangkat telepon dari raihan, berulang kali raihan mencoba menghubungi nya terus, tapi tak ada jawaban dari aisyah, hingga seratus panggilan raihan lakukan, tapi tetap sama, tak ada jawaban.


Raihan menjadi sangat frustasi, itu lah kenapa tadi kau marah-marah gak jelas cobak rey, hehe.


Dengan sangat emosi raihan membanting hp nya hingga terbelah menjadi dua. Bersamaan pula mama nya sedang masuk ke dalam kamar nya. Otomatis terkejut lah mama nya, dengan segera dia mendatangi anak nya.


"Kamu kenapa sih rey?... Kenapa hp nya kamu banting?"


"Pergi lah ma, rey ingin sendirian" pinta nya.


"Tapi nak..?"


"Pergi lah ma, rey benar-benar ingin sendiri sekarang!" kata raihan agak setengah berteriak.


Dengan berat hati mama raihan pun meninggalkan raihan. Dia menutup pintu kamar anak nya yang ganteng itu dengan pelan. Di depan pintu, mama nya pun berpikir kenapa anak nya, ada apa dengan jantung hati nya itu? Buah cinta nya itu? Ahh lebay kali.


Dulu waktu aku menyingkirkan kekasih nya yang miskin itu, rey tidak seperti ini tingkah nya, dia masih bisa normal seperti biasa, tidak emosian dan sedih seperti ini. Batin mama nya, ya elah ma, memang anak mu itu pernah tidak normal ya?


Di tengah mama raihan tengah berpikir itu, tiba-tiba dia di kejutkan oleh kepala pelayan yang entah dari mana, tiba-tiba langsung muncul di hadapan mama nya. Mungkin dengan kecepatan tinggi dia melesat bagaikan bayang-bayang hitam yang biasa tertangkap pantauan CCTV, wkwk.


"Nyonya besar...." panggil kepala pelayan yang bernama sarkiyem itu, atau panggilan keren nya bik inah. Dari mana nyambung nya itu nama asli sama nama panggilan? Wkwk.


Mama raihan terkejut "astagaaaa bik inaaaah...! Buat saya terkejut aja!" kesal mama raihan.


"Hehe, maaf nyonya besar, itu ada tamu datang mau menemui nyonya besar" kata nya.

__ADS_1


"Hmm baik lah, saya akan turun, oh iya bik, kamu pantau terus ya tuan rey, mana tau dia butuh sesuatu!"


"Baik nyonya besar!" dengan lantang bik inah menjawab perintah nyonya nya itu.


Mama raihan dengan cepat menuruni tangga, siapakah gerangan yang datang?.. Ternyata yang datang adalah mata-mata mama raihan, selama ini mereka di tugaskan untuk mencari tahu kekasih raihan yang baru.


"Ada apa?" tanya mama raihan dengan wibawa nya sebagai nyonya besar.


"Kami telah mendapatkan info sesuai yang nyonya besar minta!" ucap salah satu mata-mata itu.


Pria itu lalu memberikan map kepada mama raihan, dan langsung saja mama raihan segera membuka map itu.


Ahh wajah ini, dia mirip sekali seperti... Batin mama raihan.


"Nama nya aisyah rachel nyonya besar" ucap pria itu.


"Hah rachel..?"


Nama nya juga sama, tiba-tiba aku merindukan nya... Batin mama raihan.


"Iya nyonya, apa ada yang salah?"


"Tidak, tidak ada yang salah, lanjutkan!"


"Aisyah ini mahasiswa di kampus X, dia pernah magang di perusahaan kita nyonya, orang tua nya termasuk orang tak mampu, aisyah pernah menunggak uang kuliah nya karena orang tua nya tidak ada uang nyonya, sekarang ini, bos raihan mempekerjakan dia di perusahaan kita bersama teman-teman nya" ucap panjang lebar pria itu.


Hmmm ternyata dia orang miskin, haaaah rey, kenapa cinta mu jatuh kepada orang miskin terus sih? Batin mama raihan kesal.


"Benar nyonya, seperti nya bos raihan mencintai aisyah ini, karena semalam pak bram mencoba melamar aisyah di pantai, tapi aisyah menolak, dan tidak lama, bos raihan datang dan menghajar pak bram hingga pak bram masuk rumah sakit!"


"Hmmm baik lah, terima kasih atas info nya, kalian boleh pergi!"


"Baik nyonya besar!" ucap dua pria mata-mata itu sambil membungkukkan tubuh mereka pada mama raihan.


Setelah kepergian mereka, mama raihan masih tetap duduk di sofa sambil memikirkan rencana untuk memisahkan raihan dan aisyah.


Hmmm, apa kelebihan anak itu sehingga rey seperti nya cinta mati pada nya?.. Apa kerena dia merindukaaaan.. Ahh Aku harus bisa memisahkan mereka, aku tidak mau punya menantu orang miskin dan gak selevel dengan keluarga ku itu. Batin mama raihan.


******


Di cafe


"Memang lo punya berita apa dit?" tanya aisyah sambil menyeruput kopi panas nya. Ya kebiasaan aisyah, kalau sedang galau, dia pasti minum kopi untuk menenangkan pikiran nya. Sedang sabila menyeruput sphageti nya, eh memakan sphageti nya maksud nya.


Adit lalu mengeluarkan hp nya, dia buka galeri foto nya, dan dengan segera dia menunjukkan hasil foto wanita itu pada kedua sahabat nya itu.


"Lihat deh, perhatikan baik-baik, kalian kenal gak siapa wanita ini?"


Aisyah dan sabila pun mendekat untuk melihat lebih jelas wanita yang ada di foto itu.


"Ya elah kampret, tuh perempuan pakai masker, mana lah kami tau dia itu siapa!" protes sabila.

__ADS_1


"Uuuhh, maka nya perhatikan benar-benar babon kampret!" balas adit.


Aisyah hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabat nya itu. Tapi aisyah kembali lagi memperhatikan foto itu, rasa-rasa nya aisyah mulai bisa menebak siapa wanita itu.


Tiba-tiba aisyah menggebrak meja, dan jelas aja sabila dan adit terkejut.


"Buseeeeet..." ucap mereka bersamaan.


"Aiiiii... Lo apa-apaan sih, tuh di liatin orang!" protes sabila.


Aisyah tersenyum, seperti biasa menampilkan gigi rapi dan lesung pipi nya.


"Ada apa sih ai sampai gebrak-gebrak meja?" tanya adit.


"Ah atau jangan-jangan lo tahu ya siapa dia?" tambah adit lagi.


"Yes, you're right, gue tau dia itu siapa!" ucap aisyah semangat.


"Memang dia itu siapa ai?" tanya sabila.


"Nanti juga lo tau bil, tenang nanti gue kasih tau, oh ya dit, jangan lupa kirim ke hp gue ya, mana tau perlu kan"


Aisyah merogoh tas kecil nya, tapi dia hanya menemukan dompet nya. Tidak ada hp nya disana.


"Ahh gue lupa bawa hp!" kesal aisyah.


"Ya udah ai, nanti di rumah kan bisa liat!"


"Iya dit, ya udah kita cabut yuk, udah malam!"


"Oke ai!" ucap mereka bersamaan.


Mereka pun pergi dari cafe itu. Sepanjang jalan, aisyah sedang memikirkan raihan dan juga memikirkan wanita itu, apakah dia menjadi ancaman bagi hubungan mereka ke depan nya atau tidak?


Haaaah, sekarang saja hubungan mereka sedang terancam, hmm biar lah hanya Allah yang tahu ke depan nya.


Epilog,


Halo, aku sarkiyem, nama keren aku tuh inah, ada yang mau gak jadi suami kedua aku?


Aku manis loh, hihihi.


Loh bik inah itu manusia apa manusia jadi-jadian? Kenapa ketawa nya gitu ya? Perlu di pertanyakan nih bik inah, wkwk.


*********


Oh iya pembaca yang manis, jangan lupa kasih like, komen dan vote ya. Dan kalau ada kesempatan, baca juga novel author satu lagi ya yang judul nya 'Aku vs doi', terima kasih.


Salam hangat dari author,


Jangan lupa bersyukur dan semangat,

__ADS_1


Jangan lupa makan ya, dan kalau makan, jangan lupakan minum yaw, wkwkwk.


__ADS_2