Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Saniya Hamil


__ADS_3

Pagi-pagi sekali wanita itu bangun dari tidur nya, di karenakan kepala nya begitu berat, dan perut nya begitu ingin mengeluarkan isi nya. Dan tak perlu menunggu lama, wanita itu langsung lari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perut nya.


"Ada apa sih dengan ku, perasaan aku gak punya sakit lambung deh!" ucap nya seraya menyeka mulut nya.


Wanita itu lalu keluar mengambil sesuatu yang dia beli kemarin di toko obat. Dan kembali lagi masuk ke kamar mandi.


"Semoga gak, semoga gak" gumam nya dengan gelisah.


Setelah beberapa menit, dia pun melihat hasil alat itu, alangkah terkejut nya dia ketika melihat alat itu menunjukkan dua garis merah terang. Seketika dia lemas, hampir saja dia jatuh, untung saja dia berpegangan pada dinding.


"Kenapa bisa sih?.. Sekarang aku harus apa?.. Menjadi nyonya raihan pasti akan gagal, kurang ajaaaar! Pekik nya.


Dengan gontai dia keluar dari kamar mandi, dia simpan alat yang ada hasil dua garis itu di laci meja rias nya.


"Kenapa sih aku harus hamil anak orang tua itu? Sekarang aku harus apa? Apa ku gugurkan saja anak ini?" tanya wanita itu pada diri nya. Dia begitu sangat frustasi.


Tiba-tiba telepon berdering, ternyata mama raihan yang menelepon. Dia dengan malas mengangkat telepon itu.


"Halo tante.."


~"halo sayang, kamu dimana?"


"Saniya di rumah tante, ada apa?"


~"bisa kita ketemu sayang?"


Kenapa tante dita minta ketemu pagi-pagi begini? Batin saniya.


"Iya tante, saniya siap-siap dulu ya?"


~"oke sayang, kita ketemu di cafe tante ya?"


Saniya mematikan telepon nya, saat ini dia begitu pusing, dan mual.


"Haaah harus dengan apa ku hilang kan mual ini?" gumam nya sambil rebahan.


"Harus ku apakan anak ini?... Yang pasti, aku harus beritahukan orang tua itu, ya harus!.. Tapi saat ini, aku harus menemui tante dita dulu"


Saniya lalu bangkit dari rebahan nya, dia lantas bersiap-siap. Setelah selesai berdandan, saniya pun ingin menyemprotkan parfum mahal nya, setelah satu semprotan, dia pun langsung lari ke kamar mandi,


sungguh dia sangat mual sekali sekarang ini, bahkan parfum mahal yang biasa dia pakai pun, sekarang jadi boomerang bagi nya.


Saniya oh saniya, maen-maen yuk? Eh.


****


Di cafe mama raihan,


"Halo tante..." sapa saniya dengan senyum semanis madu, madu bohongan tapi, bukan madu asli.


Mama raihan pun bangkit dari duduk nya dan langsung cupika cupiki saniya.


"Halo sayang, ayo duduk!"


"Sudah lama tante?.. Maaf ya, saniya agak lama" ucap saniya malu-malu ikan asin.


Tiba-tiba ada bau aneh menyerang hidung mama raihan yang lobang hidung nya berjumlah dua itu. ya iya lah, bahkan siluman pun lobang hidung nya dua!


Duh, bau apa ini ya?.. Seperti bau balsem, atau minyak angin? Batin mama raihan,


"Tante..?"


"Eh, iya sayang!"


"Tante kenapa bengong?"


"Mmm, kamu ada mencium sesuatu gak san?"


"Mencium apa tante?"

__ADS_1


Aduh, jangan-jangan bau minyak angin aku ini yang ke cium tante dita, aduh gawat! Batin saniya.


Tapi kok rasa-rasa nya kayak saniya ya yang pakai minyak angin!... Abis nya bau nya nyengat banget disini. Batin mama raihan.


"Kamu sakit san?" tanya mama raihan.


Saniya pun terkejut "eh,gak kok tante, saniya cuma masuk angin aja!"


"Oh, ya sudah kalau begitu, oh iya san, tante suruh kamu datang ke sini untuk menyuruh kamu agar lebih dekat lagi dengan rey"


"Selama ini saniya kan udah berusaha tante, tapi kan rey nya yang gak mau!"


"Iya, tapi saat ini rey sedang patah hati, mungkin ini waktu yang tepat san!"


"Patah hati?... Apa patah hati karena gadis kumuh itu tante?"


Mama raihan kaget"Kok kamu tahu?"


Saniya menyeringai, dia lalu menceritakan


perihal pertemuan nya dengan aisyah pertama kali, hingga mereka bertemu lagi di ruangan raihan. Tak lupa seperti biasa ya pemirsa, kalau saniya udah cerita, pasti dia tambahin itu cerita nya pakai micin, kan jadi lebih maknyos, lebih nikmat, dan pasti lebih mantap!


"Heran deh tante, rey kok bisa sih jatuh hati sih sama gadis kumuh kayak dia itu?"


Mungkin rey jatuh hati pada gadis itu, karena wajah gadis itu mengingatkan nya pada seseorang. Batin mama raihan.


"Entah lah san, tante juga gak tahu, tapi pasti kamu tahu kan kejadian kemaren di pantai?"


"Kejadian apa tante?"


Mama raihan lalu menceritakan apa yang terjadi antara putra nya dengan bram gara-gara aisyah. Berbeda dengan saniya, mama raihan menceritakan nya tanpa bumbu penyedap, dia cuma pakai garam dan gula. Ya elah, ini berbagi gosip apa berbagi resep masakan dengan penyedap?


"Pokok nya kamu harus rajin dekatin rey lagi san!"


"Hmm iya tante, saniya pasti akan berusaha lebih keras lagi"


"Ya sudah, ayo ikut tante!" ucap mama raihan sambil berdiri dari duduk nya.


"Ke rumah tante dong sayang!"


"Iya tante"


Mereka berdua akhir nya pergi ke mansion, padahal saniya nya udah deg-degan parah kalau sampai ketahuan dia lagi mual-mual.


Rasain kamu saniya!


**


Di mansion


Raihan yang tengah galau lagi duduk melamun di balkon kamar nya. Dia begitu sangat merindukan aisyah, tapi apa daya, hp rusak, untuk menemui aisyah pun dia masih ada keraguan, takut aisyah menolak diri nya.


Tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk seseorang, siapakah dia? Eng ing eng, hihi.


"Masuk..!" perintah raihan dari dalam.


Pintu pun terbuka, menampilkan seorang bik sarkiyem alias bik inah yang bahenol dan bohay. Dia membawa sarapan untuk raihan.


"Di makan sarapan nya tuan!"


"Letak aja di situ bik, aku lagi gak selera!"


Bik inah pun meletakkan nampan itu di atas meja, dia lalu menghampiri raihan di balkon.


"Tuan, kenapa?.. Lagi patah hati ya?"


"Bukan patah hati lagi bik, patah tulang, patah ginjal, patah, patah, patah semua!"


"Jangan murung begini tuan, tuan temui aja itu kekasih nya tuan!"

__ADS_1


"Ooohh ide bagus ya bik, abis itu aku harus apa? Diam aja gitu?" raihan mulai kesal, siaga satu siaga satu.


"Lah ya jangan dong tuan, tuan minta maaf dulu sama kekasih tuan, pasti tuan yang salah kan?" tanya nya langsung menjugde raihan.


Raihan seketika berkedut mata bawah nya sebelah, mirip kartun-kartun itu kalau ketimpa sial, pasti mata bawah nya kedut-kedut.


Rasa nya raihan pingin tepok jidat, tapi alangkah lebih baik nya jika yang di tepok itu bik inah ini, enak aja itu mulut, main judge aja, padahal ya memang iya raihan yang salah.


Raihan mencoba menghela nafas dan tersenyum, mencoba menahan sabar, karena bagaimana pun, bik inah ini berjasa sekali pada keluarga nya.


"Bik inah, yang cantik yang bohay, memang iya aku yang salah, tapi aku terlalu takut untuk menemui nya!"


Karena dia di bilang cantik dan bohay, bik inah cekikikan sendiri, dia salah tingkah jadi nya.


"Tuan, memang siapa nama kekasih tuan itu?"


"Nama nya aisyah!"


"Uwuuuh, Bisa lihat foto nya tuan?" ucap nya sambil kedip-kedip mata.


Raihan geleng-geleng kepala dan menatap aneh bik inah.


ini orang tua kok bisa gatal begini sih? apa kumat? batin raihan.


"Sayang sekali bik, anda gagal!"


"Hah gagal?.. Gagal apa tuan?.. Gagal untuk nikah lagi ya?" tanya nya panik.


Raihan langsung tepok jidat "Gagal untuk lihat foto nyaaaaa, hp ku rusak biiiiiiiiik!" kesal nya.


Bik inah langsung manggut-manggut manjah,


"Eh tapi tuan, kan tuan punya foto nya di dompet?"


"Iya, aku lupa, aku ambil sebentar!"


Raihan lalu masuk ke dalam, dia mengambil foto aisyah yang ada di dompet nya, lalu dia kembali lagi ke balkon dan langsung menunjukkan foto aisyah pada bik inah.


"Ini bik foto nya..!"


Bik inah pun memperhatikan foto itu, dan alangkah terkejut nya dia karena wajah nya mirip seseorang yang bik inah kenal.


"Tu...tuan wajah nya mirip dengaaan..." ucap bik inah terbata-bata.


Raihan tersenyum tipis "ya.. Wajah nya memang mirip, tapi aku sangat mencintai nya bik, aku semangat lagi karena nya, aku sangat ingin menikahi nya, tapi..." ucap raihan terputus.


"Tapi apa tuan?" tanya bik inah, seperti nya dia mengerti apa yang di maksud raihan.


huuuf, sejak kapan cobak raihan dekat begini sama bik inah? wkwk.


***


Epilog,


Halo lagi, kembali lagi bersama aku sarkiyem cantik, aku buka pendaftaran nih, buka pendaftaran apa hayooo?


Aku buka pendaftaran, bagi yang mau jadi calon suami kedua akuuu, gak rugi loh punya istri kayak aku, untung nya dunia akhirat, hihihi.


ya elah, dia yang nanyak, dia juga yang jawab, hadoh bik inaaaah.


Lah tapi kan, ketawa nya gitu lagi, siapakah sebenar nya sarkiyem? Perlu di pertanyakan, wkwk.


*******


Halo pembaca yang manis, terima kasih atas dukungan nya, mohon koreksi jika ada salah ya, tetap like, komen dan vote yaaa 🙏karena itu sangat berarti bagi author, tiada kalian author bukan apa-apa, mungkin hanya bayang-bayang hitam yang tertangkap CCTV kayak bik inah, hehe.😂


Jangan lupa bersyukur dan semangat,


Jangan lupa, kalau minum teh manis, tak perlu pakai gula, karena minum teh sambil baca karya author pasti akan terasa manis, aseeeek.😄

__ADS_1


Sekian terima cicilan😂


Salam hangat dari medan😘


__ADS_2