Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Lamaran Bram


__ADS_3

Setelah urusan cincin lamaran selesai, raihan mengajak rizi ke toko gaun, raihan ingin aisyah tampil cantik di hari saat diri nya melamar kekasih nya itu.


Sesampai nya di toko gaun, langsung saja raihan melihat-lihat gaun yang paling cantik menurut nya. Pilihan nya jatuh pada gaun panjang warna navy, lengkap dengan jilbab nya.


Setelah urusan gaun selesai, raihan melangkahkan kaki nya ke toko sepatu. Lagi-lagi dia pilih sepatu yang menurut nya paling bagus.


Saat hendak mengambil sepatu itu, tiba-tiba raihan mengerutkan alis nya, seperti memikirkan sesuatu.


Rizi yang menyadari hal itu langsung saja bertanya pada raihan.


"Ada apa rey?" tanya rizi.


"Aku tidak tahu ukuran sepatu aisyah!"


"Sudah ambil saja sepatu nya!.. Untuk ukuran dan yang lain-lain serahkan pada ku!"


Raihan tersenyum dan memegang bahu rizi "aku tau aku bisa mengandalkan mu zi!"


Rizi tersenyum sambil memegang tangan raihan yang menempel di bahu nya.


Setelah urusan mereka selesai, mereka lalu pergi ke restoran terdekat. Mereka memutuskan untuk makan dahulu.


"Aku ingin melamar aisyah di lapangan taman kota" ucap raihan di sela-sela makan nya.


"Kenapa kau ingin melamar nya disana?" tanya rizi.


"Kau lupa ya kami pertama bertemu disana?... Ahh iya, bram yang menjadi saksi kami bertemu waktu itu" cetus raihan.


Hah seandainya kau tahu kau bersaing dengan bram saat ini rey, tapi aku mendoakan semua kebaikan datang untuk mu rey, semoga kau mendapatkan cinta mu kali ini. Batin rizi.


"Aku ingat!.. Kau kan pernah cerita waktu itu!"


"Ada sesuatu yang aku inginkan zi!"


"Apa itu rey?.. Bicara lah!"


"Aku ingin taman itu di hias seindah mungkin, tapi jangan sampai awak media tahu. Dan satu lagi, bungkam semua mulut anak buah mama ku, jangan sampai ada yang membocorkan lamaran ku dengan aisyah!"


"Oke, semua bisa ku atur rey!"


"Kau memang andalan ku zi!"


...****************...


Hari ini, adalah hari yang paling membahagiakan serta mendebarkan bagi bram.


Mengapa tidak, di satu sisi dia bahagia akan mengungkapkan perasaan nya pada aisyah, dan satu sisi dia takut kalau aisyah akan menolak diri nya.


Tapi dia sudah berjanji, apa pun keputusan aisyah, dia akan menerima nya sepenuh hati.


Bram memilih pantai sebagai lokasi lamaran nya.

__ADS_1


Dia tidak tahu semua gerak-gerik aisyah selalu dalam pantauan raihan. Selalu ada pengawal yang mengikuti aisyah. Pasti nya hal lamaran bram seperti ini tak luput dari pengawasan raihan.


Pinggiran pantai sudah di hias seindah mungkin, buket bunga sudah di siapkan, tak lupa cincin berlian tersimpan rapi di kotak nya.


Saat ini Aisyah tengah keheranan, karena sudah beberapa kali panggilan masuk dari bram berdering terus di hp nya.


Dan aisyah lebih heran lagi setelah mengangkat telpon dari bram, dan menyuruhnya pergi ke pantai sendirian untuk menemui bram.


"Bil, ada apa ya bang bram nelpon gue?" tanya aisyah heran.


"Ada apa ai?"


"Gak tau nih, bang bram nyuruh gue ke pantai nih, ada apa ya?"


Kenapa bang bram tiba-tiba menelpon ai?... Biasa nya gak pernah, dan ini menyuruh nya ke pantai lagi, ada apa? Batin sabila.


"Hmmm, lo mau kesana gak?" tanya sabila sambil melirik aisyah yang tengah mengetik pesan di hp nya.


"Kesana aja kali ya bil, mana tau bang bram butuh sesuatu!" jawab aisyah sambil memasukkan hp ke dalam tas ransel nya.


"Pak raihan gak marah?"


Aisyah mengernyit "marah?.. Marah kenapa?"


Sabila mengangkat bahu nya " ya sudah ayo kita kesana!"


Mereka lalu mengambil motor sabila yang terparkir di area parkir kampus. Dan dengan segera melaju ke pantai dimana bram berada.


Mereka ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada bram. Kenapa sampai meminta mereka datang ke pantai ini. Sebenarnya bukan mereka, melainkan cuma aisyah.


Sesampai nya di lokasi, mereka terkejut melihat pantai yang sudah di hias dengan sangat indah.


Aisyah mengernyit "apa ada yang nikah disini?"


Sabila tak menjawab pertanyaan aisyah, tampak nya dia sedang berpikir.


Apa bang bram mau melamar ai? Batin sabila.


Tiba-tiba hp aisyah berdering, ternyata pesan dari bram. Langsung saja aisyah membuka pesan itu.


'Coba ai jalan ke arah pantai yang di hias itu. Hanya ai!''


"Aneh nih bang bram, ada-ada aja nyuruh gue ke tempat yang di hias itu!" ucap aisyah sehabis membaca pesan dari bram di hp nya.


Hah betulkan firasat gue, bang bram pasti mau ngelamar ai, waduh gawat nih!.. Pak raihan pasti bakalan marah. Batin sabila.


"Ya udah deh, coba lo kesana!.. Gue tunggu sini ya?" ujar sabila.


Gue perhatiin lo dari sini ai! Batin sabila.


"Oke bil, gue kesana dulu ya!"

__ADS_1


Sabila lalu duduk agak jauh dari tempat yang di hias itu, tapi masih bisa melihat apa yang ada di sana.


Setelah sampai di tempat itu, pesan kembali masuk ke hp aisyah.


Berdiri lah di dalam lingkaran itu ai!


Selesai membaca pesan itu, aisyah langsung saja melangkahkan kaki nya dan berdiri di gambar lingkaran yang telah di hias bunga-bunga itu.


Tiba-tiba saja bunga-bunga bertaburan di atas aisyah. Aisyah pun sontak terkejut. Selagi aisyah bingung dengan bunga-bunga yang baru saja bertaburan di atas diri nya, tiba-tiba bram sudah berdiri di depan aisyah.


Bram menggunakan setelan jas dan terlihat tampan. Dia sangat berseri-seri dan juga sangat berdebar-debar. Senyum tak lupa dia sunggingkan terus, mengusir rasa grogi yang ada.


"Bang bram?" tanya aisyah memastikan.


Tanpa menjawab pertanyaan aisyah, bram langsung saja berlutut di hadapan aisyah.


Sabila sontak berdiri dari duduk nya melihat bram berlutut.


Ya Allah bang bram, kenapa gak dari dulu aja melamar ai nya! Batin sabila.


"Bang bram kenapa berlutut gitu?" tanya aisyah heran.


Bram membuka kotak cincin nya"Aisyah, abang suka sama ai, abang mencintai ai, maukah ai jadi istri abang?"


Aisyah terpelongo melihat aksi bram barusan. Ada apa gerangan dengan bang bram pikir aisyah.


"Ai?" panggil bram membuyarkan aisyah yang sedang terpelongo itu.


Aisyah tersadar dan terkekeh kecil "bang bram becanda ya?"


"Abang serius ai!.. Abang mencintai mu, maukah aisyah jadi istri abang"? Bram kembali mengulangi kata-kata nya sambil menyodorkan kotak cincin ke hadapan aisyah dengan posisi masih berlutut.


Bang bram nih apa-apaan sih, bukan nya dia udah tau kalau aku punya hubungan sama bang raihan? Batin aisyah.


Aisyah bingung harus menjawab apa, tapi dia harus menolak lamaran bram itu, karena dia mencintai raihan. Dengan menarik nafas yang dalam, aisyah coba berbicara.


"Bang, ai minta maaf, cinta abang memang gak salah, tapi abang juga tahu kan, kalau aisyah sudah ada bang raihan?" ucap aisyah pelan-pelan.


Bram yang mendengar itu langsung menurunkan kotak cincin nya dan menunduk.


"Ai minta maaf bang!.. Ai gak bisa nerima lamaran ini!.. Ai harap abang mengerti, ai ingin kita tetap berteman seperti biasa bang!"


Bram berdiri dan menutup kotak cincin nya. Ini lah yang dia takutkan, penolakan aisyah. Dia berusaha tersenyum walau sakit rasa nya. Dia yang bodoh, mencintai seseorang yang sudah memiliki kekasih.


Sedang aisyah, dari dulu tidak berubah. Tetap menganggap bram sebagai teman dan sebagai kakak.


Haaaah, bram mendesah pelan. Ini lah janji nya pada diri nya sendiri. Dia berusaha akan tetap kuat walau aisyah menolak nya. Dan ternyata ini lah yang harus dihadapi nya.


Tapi yang terpenting, hati kecil nya lega karena dia sudah mengatakan cinta nya pada aisyah. Dan aisyah sudah mengetahui kalau dia mencintai aisyah. Itu sudah cukup bagi bram.


"Maafin ai bang!" ucap aisyah menunduk.

__ADS_1


*******


__ADS_2