
Aisyah lalu turun, Sabila dan Adit membantu Aisyah membenahi gaunnya.
"Ayo masuk, Ai!" ucap Sabila.
Aisyah mengernyit heran "Kalian ini kenapa sih?.. Seakan-akan macem gue yang punya acara!"
Sabila dan Adit tersenyum, sedang supir itu mempersilahkan mereka masuk ke taman.
Aisyah mengulurkan tangannya pada Sabila agar menuntun dia, karena ini pertama kali dia mengenakan sepatu high heels, yang cm nya banyak pula itu.
Sabila pun menyambut tangan Aisyah "Pelan-pelan.."
Langkah pertama aman, langkah kedua juga begitu, tiba langkah ketiga,..
Bruuuukk..
"Auuuuwww.." pekik Aisyah terjatuh, ternyata dia keseleo.
Tak tanggung-tanggung, Sabila pun ikut terjatuh karena Aisyah menarik tangannya.
"Aiiiii...!" teriak Sabila, dia pukul lengan Aisyah.
"Aduh sakit banget, kan gue udah bilang, gue gak pernah pake ini!" kesal Aisyah sambil mengurut-ngurut kakinya yang sakit karena keseleo.
Adit dengan tergopoh-gopoh mendatangi mereka berdua, karena Adit jalan duluan tadi, makanya dia tidak tahu ada kehebohan di belakang.
"Ya Allah, kalian kenapa?" tanya Adit, dia lalu membantu Aisyah dan Sabila dengan menarik tangan mereka.
Aisyah lalu mengibas-ngibas kan gaunnya dari debu dan kotoran yang menempel dengan tangannya, Sabila turut membantu, ternyata Sabila lebih tertarik membersihkan gaun Aisyah daripada bajunya sendiri, ya iya lah, gaun mahal sist.
"Kalian semua gapapa kan?"
"Gapapa sih Dit, tapi kaki gue sakit nih!"
"Gue lebih sakit kali Ai!" ketus Sabila.
"Iya, maaf ya, gue gak sengaja narik tangan lo!"
Sabila tersenyum "iya gapapa Ai!"
Sementara itu, mereka yang tengah menanti kedatangan Aisyah dengan bersembunyi jadi sibuk sendiri, kenapa mereka tidak masuk-masuk. Ada apa?
__ADS_1
Rizi yang memantau dari jauh, sudah mau bergerak ke arah Aisyah, tapi dia urungkan karena Aisyah sudah mulai bergerak masuk. Rizi saja khawatir, apa lagi Raihan, dia mulai bisik-bisik resah pada Rizi.
Tanpa ada perdebatan lagi, mereka memasuki taman itu.
"Eh, kata nya ada acara kan di sini?.. Tapi kenapa sunyi banget?" tanya Aisyah.
Adit dan Sabila hanya diam saja sambil menuntun Aisyah berjalan, tapi dalam hati, mereka senyum-senyum.
"Abang supir itu tadi kemana ya?"
Sabila menahan tangan Aisyah agar berhenti, Adit juga berhenti di samping mereka.
"Ada apa Bil?"
Sabila dan Adit mundur beberapa langkah ke belakang sambil tersenyum,
"Eh kalian mau kemana?.. Jangan tinggalin gue dengan kaki keseleo gini!" protes Aisyah.
Tiba-tiba... Bunga berjatuhan di atas Aisyah, Aisyah kaget, dan dia melihat ke atas dari mana bunga-bunga ini berasal, bunga-bunga pun berjatuhan di atas wajahnya, membayangkannya dengan adegan slow mo ya, hehe..
kenapa gue di siram bunga begini? apa gue disuruh mandi bunga? wkwk. batin Aisyah.
Raihan yang bersembunyi di balik pohon-pohon yang tidak ada lampunya itu begitu terkesima melihat pemandangan indah itu, ingin sekali dia lari, dan langsung memeluk gadisnya itu.
...Oohh, segala kekurangan, semua kelemahan.. Kau jadikan cinta...๐ถ...
...๐ถTanpa mu aku tak bisa berjalan, mencari cinta sejati tak ku temukan.....
...Dari mu aku bisa merasakan kesungguhan hati, cinta yang sejati..๐ถ...
Aisyah tertegun menatap apa yang ada di depannya, mendengar suara merdu penyanyi, dan tak mengerti apa yang terjadi, semakin tak mengerti lagi ketika Raihan, beserta yang lainnya keluar dari area gelap. dan yang lebih tak mengerti lagi, dia lupa kalau dia lagi keseleo.
Dan Aisyah sampai tak percaya ketika melihat orang tuanya juga ikut keluar bersama Raihan. Hanya beberapa orang di sana. Sabila dan Adit langsung bergabung dengan orang tua Aisyah.
Aisyah geleng-geleng pelan "A..apa yang terjadi?"
Raihan mendekati Aisyah, dia terlihat sangat tampan, dengan stelan jas mahalnya, senyumnya saat ini secerah matahari, walau saat ini, matahari sudah tenggelam di ufuk barat, wkwk,dia membawa buket bunga dan menyerahkannya pada Aisyah.
Aisyah menerima buket itu"A..abang, ada apa ini Bang?"
Raihan tak menjawab, dia menoleh ke belakang, lalu dia memanggil Bram dengan tangannya agar mendekat. Bram lalu mendekat dengan membawa nampan berisi dua kotak perhiasan, Raihan ambil kotak kecil berisi cincin di dalamnya. Bram segera bergeser dari tempat itu, dia tak mau menganggu acara dua insan yang tengah berbunga bunga itu.
__ADS_1
Suara merdu penyanyi pria pun terdengar lagi di iringi dengan musik yang syahdu, kali ini lagu lain yang dinyanyikan penyanyi itu.
...๐ถ Jadi lah pasangan hidup ku......
...Jadi lah ibu dari anak-anak ku.....
...๐ถ Membuka mata dan tertidur di samping ku.....
...Aku tak main-main seperti lelaki yang lain.....
...๐ถ Satu yang kutahu.... Ku ingin melamar mu....๐ถ...
Rizi memberikan mic pada Raihan, dengan iringan musik lembut, Raihan mengucapkan ungkapan hatinya.
"Aisyah Rachel, kekasih ku yang berlesung pipi, Berjuta rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata. Dengan beribu cara-cara kau selalu membuat ku bahagia. Kau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku. Maukah kau untuk menjadi pilihanku? menjadi yang terakhir dalam hidupku. Maukah kau untuk menjadi yang pertama? Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata?"
Mata Aisyah berkaca-kaca mendengar ucapan yang keluar dari bibir kekasihnya itu.
Setelah Raihan selesai bicara, Rizi segera mengambil mic yang di pakai Raihan, dan sesegera mungkin menyingkir,
Raihan lalu berlutut dan membuka kotak cincinnya, lalu dia melihat Aisyah dan tersenyum sambil berkata dengan lantang dan hampir berteriak "Maukah Aisyah menikah dengan Abang?"
Aisyah yang sedari tadi sudah terbawa suasana, tak bisa lagi membendung bulir-bulir air bahagia dari matanya.
Dengan pasti dia menjawab "Ya!.. Aisyah mau Bang!"
Raihan tersenyum lebar, dia lalu berdiri, dan menyematkan cincin berlian itu di jari manis Aisyah, Bram lalu mendekat lagi untuk menyerahkan satu kotak lagi yang berisi kalung. Raihan mengambilnya, lalu membuka kotak itu, dan memasangkannya ke leher Aisyah yang berlapis jilbab itu.
Aisyah memandangi Raihan dengan senyum yang sangat indah, lalu pandangannya beralih ke kalung yang baru saja di pakaikan Raihan tadi,
Rey, Abang ganteng ku. Batin Aisyah sambil mengelus-ngelus mainan kalung yang berbentuk kata 'REY' itu.
Semua orang yang berada di sana bertepuk tangan, Mama Aisyah sampai menangis, begitu juga Sabila, dia begitu sangat bahagia, tak terkecuali juga Adit, dia begitu heboh meluapkan kebahagiaan nya dengan menangis tersedu-sedu. Dia sampai menyandarkan kepalanya ke bahu sabila.
"Iiihh lo apa-apaan sih!" katanya sambil menyingkirkan kepala Adit yang bersandar itu dengan tangannya.
"Huhuhu.. Kan bener yang gue bilang, kalau mereka itu berjodoh, huhuhu..."
Sabila dengan muka mual geleng-geleng kepala "Udah, lo jangan nangis, nanti dikira orang, lo lagi yang patah hati karena di tolak Pak Raihan!" ucapnya dengan tertawa lebar.
Adit menyeka air matanya dan memukul lengan Sabila dengan manja.
__ADS_1
..........................................