
Raihan yang ingin menyatakan perasaan nya pun gagal karena kedatangan dua pemuda dewasa yang tidak di inginkan nya itu.
"Kenapa kalian datang tiba-tiba begitu?". Sungut raihan.
Belum lagi dua pemuda itu menjawab, tiba-tiba aisyah memotong...
"Bang bram?".Sapa aisyah setengah kaget, kenapa bisa jumpa lagi disini.
Bram sedari tadi tidak menyadari keberadaan aisyah di ruangan presdir itu.
"Ai?, lagi apa disini?" bram mulai curiga kenapa raihan dan aisyah bisa berduaan di ruangan presdir.
"Ai lagi magang bang disini, sama bila dan adit juga!". jawab aisyah sambil tersenyum.
"Oh, nanti antar abang jumpai mereka ya?".
"Oke bang!". Aisyah merasa jadi obat nyamuk di antara mereka bertiga, lebih baik aisyah pergi aja dulu kan, ke kantin misal nya.
"Mmm bang raihan, ai keluar dulu ya, mau beli minum". Agak malu dia, karena dia perempuan sendiri disitu.
"Iya ai, jangan lama-lama ya!". Raihan memberi perintah.
Setelah aisyah keluar ruangan, bram dan rizi pun duduk di sofa.
"Aisyah magang disini ya rey?". Tanya bram yang mulai ingin tau.
"Iya kenapa! Mau apa datang kemari bram?". Tanya raihan sambil membuka berkas.
"Ini aku mau menyerahkan berkas proyek kita yang aku tangani kemaren!".
Bram berdiri, lalu menyerahkan berkas nya pada raihan. Raihan lalu mengambil dan membuka berkas itu, seketika senyum mengembang di bibir nya.
"Alhamdulillah, gak sia-sia aku mengandalkan mu bram!" raihan tersenyum pada bram. karena gak sekali ini aja bram bisa di andalkan, yang awal nya dijadikan raihan sebagai pengawal pribadi, sekarang dia mulai di andalkan untuk menangani proyek.
Rizi berdiri untuk memberikan selamat pada bram.
"Selamat bram!" kata rizi sambil menepuk bahu bram.
"Terima kasih pak rizi". Jawab bram mantap.
"Mulai besok kau bisa kembali ke perusahaan bram!". perintah raihan.
"Baik lah rey! mmm rey...?". Bram ragu-ragu mau bertanya.
"Apa!" jawab raihan tanpa melihat bram, karena dia sibuk dengan berkas-berkas nya.
"Kenapa bisa kebetulan aisyah magang disini rey?". bram bertanya lagi.
Raihan mengangkat wajah nya,
"Aku juga gak tau, kebetulan aja mungkin!"
"Apa ini semua pakai campur tangan mu ya rey!". ucap bram sambil melipat tangan nya.
Raihan terkejut, begitu juga rizi kenapa berani sekali bram bertanya hal seperti itu pada atasan nya, pikir rizi.
"Heh!, kenapa berani sekali kau menanyakan hal itu bram?". sinis raihan.
__ADS_1
"Mmm karena kan kita baru bertemu aisyah waktu di taman kota, terus kenapa dia bisa magang disini?. Protes bram,
karena seingat bram mereka baru pertama bertemu ya di taman kota, atau banyak hal ya yang di lewatkan bram selama bram menangani proyek.
"Mungkin aku berjodoh dengan nya". jawab raihan dengan tegas.
Bram terkejut mendengar pernyataan raihan, apa benar raihan suka sama aisyah.
"Baik lah kalo gitu rey, aku permisi dulu ya, hari ini aku ingin pulang ke rumah ibu ku".
"Oke bram, kirim salam ya sama ibu, aku akan transfer bonus mu nanti, buat lah ibu mu senang!". ucap raihan sambil tersenyum.
"Alhamdulillah, makasih rey, aku permisi dulu!". bram menganggukkan kepala nya pada raihan, dan raihan juga membalas hal yang sama.
Bram lalu keluar dari ruangan raihan, tapi setelah melewati kantin, mata nya tak sengaja menabrak sesuatu eh seseorang yang tengah minum kopi sendirian, seseorang itu tengah memandang pemandangan sore dari balik kaca di kantin itu, langsung aja dia menghampiri seseorang itu.
Sambil berjalan ke arah seseorang itu, di pandangi nya punggung gadis itu, dari belakang aja dia suka, apa lagi dari depan.
Pelan-pelan, di kejut kan nya gadis itu.
"Duaaar!". Bram menepuk kedua bahu gadis itu.
"Uhuk-uhuk!". Gadis itu terbatuk-batuk, mungkin karena tersedak gelas, eh tersedak kopi.
"Bang bram!!". Aisyah melotot pada bram,
oh ternyata seseorang itu aisyah. Kirain entah seseorang yang mana tadi, hehe.
"Maaf ai, abang sengaja!". Bram tertawa lebar, seakan-akan puas baru melakukan kesalahan.
"Hehe iya cantik!". Tersenyum bram, senyum yang penuh dengan ketulusan.
Tanpa mereka ketahui, ada seorang raihan berdiri mematung menyaksikan mereka berdua, tak lama kemudian, raihan beranjak dari tempat itu di ikuti rizi. Rizi tau raihan saat ini pasti sedang kecewa.
Mereka berdua lalu menaiki mobil, sebelum berangkat, raihan memperhatikan aisyah dan bram yang sedang menaiki motor hendak meninggalkan area parkir. Di pandang nya motor itu sampai kejauhan. Hanya diam yang bisa dia lakukan, entah kenapa ada sesuatu menumpuk di dada nya, rasa sesak yang dia sendiri gak tau datang dari mana.
Rizi yang memperhatikan raihan merasa iba, dia kesal sekali, besok dia akan menegur bram. Rizi tidak mau raihan kembali sakit hati dan menutup pintu hati nya lagi. Rizi pun menepuk bahu sahabat nya itu.
"Rey!". Pelan sekali rizi bicara.
Raihan menoleh dan tersenyum, "Ada apa?".
Hal pertama yang di pandang rizi adalah guratan kekecewaan yang tampak dari wajah raihan, tapi berusaha ditutupi oleh raihan sendiri.
"Kita pulang rey?". ajak rizi.
"Baik lah, ayo kita pulang!". jawab raihan.
Sepanjang jalan terasa hening, raihan diam aja kali ini, biasa nya dia berbicara panjang lebar, kalau gak mengenai perusahaan, ya pasti tentang aisyah. Rizi jadi kasihan sendiri melihat keadaan sahabat sekaligus bos nya itu.
...................................
"Makasih bang udah mau nganterin ai". Kata aisyah sambil turun dari motor bram.
"Sama-sama ai, ada-ada aja bila sama adit, sore-sore kok udah berburu novel terbaru!". Bram protes, kenapa dia protes nya sama aisyah cobak.
"Haha, biarin aja bang!".
__ADS_1
Tiba-tiba mama aisyah keluar.
"Eh bram, udah lama gak jumpa?".
"Hehe iya buk!". Bram lalu turun dari motor nya dan menyalim tangan mama aisyah.
"Kemana aja bram selama ini?, kok bang bram nya gak disuruh masuk ai?". Tanya buk saudah yang heran sama anak gadis nya itu, ada tamu bukan disuruh masuk.
"Hehe gak usah buk, bram disini aja, bram selama ini kerja buk". Ucap bram sambil tersenyum ramah.
"Alhamdulillah bram, gak masuk dulu bram?".
"Gak buk makasih, bram mau langsung pulang aja, rindu sama ibu!".
"Iya, ya udah bram" .
Bram langsung menyalim kembali tangan buk saudah.
"Assalamualaikum buk, ai abang pulang dulu".
"Walaikumsalam!". Jawab mereka bersamaan.
"Makasih ya bang!". Teriak aisyah lagi setelah bram melajukan motor nya.
"Yoi ai!". Teriak bram juga.
Setelah motor bram menjauh, ibu saudah lalu menyuruh aisyah masuk dan mandi.
***
"Rey, makan dong sayang, kok nasi nya cuma di liatin aja?". Ucap mama dila dengan lembut nya.
"Rey lagi gak selera makan ma!". Jawab raihan tidak semangat.
"Ada apa sayang?, apa ada masalah?". Tanya mama dila sambil memandang wajah putra semata wayang nya itu.
"Rey.....". Raihan tiba-tiba jadi malas mau membahas kalau dia lagi kecewa, biar lah sukses dulu merebut hati aisyah baru dia bicara sama mama nya.
"Ada apa nak?". Tanya mama dila lagi dengan kelembutan seorang ibu.
"Gak ada apa-apa ma, rey masuk dulu ya ma!". Ucap raihan sambil tersenyum.
"Ya sudah nak, kalau butuh apa-apa panggil mama ya?". Pinta mama dila.
"Oke ma!". Jawab raihan tegas.
Raihan lalu menaiki tangga, dan memasuki kamar nya. Setelah dia masuk, dia mengambil hp nya dan duduk di balkon. Dia sangat kecewa kenapa aisyah mau di antar pulang sama bram, bram juga kelewatan pikir nya. Dan tiba-tiba dia merutuki diri nya sendiri.
Betapa bodoh nya dia, dia belum menyatakan perasaan nya kalau dia mencintai aisyah, aisyah belum jadi milik nya, jadi sah-sah aja kan kalau aisyah mau pulang sama siapa. Itu terserah aisyah. Cuma satu harapan nya, ketika dia menyatakan cinta nya pada aisyah, aisyah mau menerima nya dan aisyah juga mau membalas perasaan nya.
*****
Halo pembaca yang manis, aku ils dydzu, maafkeun ya 🙏 karena aku jarang up episode, aku masih kerepotan karena baru balek lagi ke pulau seberang ke tempat suami ku dinas, jauh ya, berhubung juga punya dua anak kecil, mana yang satu nya masih bayi, hehe.
Aku lanjut nulis nya disaat-saat senggang dan ada kesempatan.
Untuk pembaca yang manis, aku minta maaf ya 🙏 kalau ada salah kata dan masih jauh dari kata bagus, begitu juga cerita nya kalau di rasa kurang greget, karena ini novel pertama ku, mohon masukan nya ya, selamat membaca untuk para pembaca yang manis..😊
__ADS_1