
Di ruang meeting, aisyah betul-betul memperhatikan penjelasan raihan. Selain dia belajar, dia juga cuci mata sama pria tampan di depan.
Aduh bang berkharisma sekali sih.
Setelah selesai meeting, raihan dan pak gunawan berbincang sebentar, ada pertemuan selanjut nya sebelum terjalin nya kerja sama di antara perusahaan raihan dan perusahaan pak gunawan.
Tapi ada yang menarik hati pak gunawan, yaitu keberadaan aisyah.
"Permisi pak raihan, bisa kita bicara berdua?".
"Baik lah pak".
Raihan lalu memberi kode pada rizi untuk meninggalkan mereka berdua.
"Ayo ai". Ajak rizi.
"Baik pak".
Mereka pun meninggalkan raihan dan pak gunawan berdua.
"Ada apa pak?, apa ada yang khusus hingga kita membahas nya diluar meeting?"
"Siapa gadis yang bapak bawa ke sini tadi?, apakah dia karyawan baru?"
Ah kenapa pak gunawan membahas aisyah?, apa dia menyukai aisyah?, dasar tua bangka!.
Dasarkan, belum apa-apa dia udah berpikiran buruk sama pak gunawan. Kasian tuh orang tua.
"Maaf pak, kenapa bapak menanyakan hal itu?". Berusaha untuk tenang dia.
"Saya tertarik dengan anak itu pak!".
Apa! Benarkan dia tertarik sama aisyah, dasar tua bangka sialan!.
"Maaf pak, kenapa bapak bisa tertarik dengan dia?"
"Saya senang melihat gadis yang menutup diri nya seperti itu, jarang kan anak gadis yang tertutup seperti dia itu?"
Eh tujuan orang tua ini apa sih, membuat ku pusing aja.
"Saya ingin menjodohkan nya dengan anak saya pak raihan!" pak gunawan memperjelas maksud nya.
Apa! Aku bahkan baru mulai mengambil ancang-ancang. Enak aja, tidak semudah itu kakek!.
"Maaf pak, dia sudah punya calon suami!"
Aku calon suami nya.
"Tapi apa dia sudah tunangan?"
"Eh belum sih pak!". Raihan garuk-garuk kepala.
"Haha, sebelum janur kuning melengkung, masih bisa di tikung".
Ya ampun kenapa ada istilah begitu sih.
"Baik lah pak raihan, saya permisi dulu, nanti ketika kita bertemu lagi, saya akan mengajak anak saya".
"Baik lah pak, hati-hati di jalan".
Setelah kepergian pak gunawan, raihan menjadi gusar. Lama dia termenung di ruangan itu. Tapi tiba-tiba dia teringat aisyah. Raihan lalu kembali ke ruangan nya.
Tapi gadis yang di ingat nya tadi sudah pulang. Raihan kecewa.
"Ada apa rey?, bicara apa pak gunawan tadi?"
"Haaah orang tua itu, dia tertarik sama ai!"
"Tertarik apa rey?"
"Pak gunawan mau aisyah jadi menantu nya zi, iihh menyebalkan kali orang tua itu". Di tendang nya meja.
"Hati-hati rey, kau menyakiti kaki mu, dan yang lebih kasihan itu meja itu kena tendang kaki mu!"
"Kurang ajar lo!"
__ADS_1
"Kenapa kau marah rey?"
"Dasar bodoh!, aku suka sama ai tau, mana mungkin aku rela dia diambil orang!"
"Ya ampun rey, aisyah itu gak ada pemilik nya, sah-sah aja orang mau deketin atau jadiin dia
menantu".
Haaah yang di bilang rizi ada betul nya juga.
"Abis itu aku harus apa zi,haaaah". Raihan menjatuhkan kepala nya ke pinggiran sofa dan menutup mata nya dengan tangan.
"Dekati dia rey, nyatakan perasaan mu sama dia".
"Dia mau gak ya sama ku?, aku takut zi".
Rizi pun menepuk punggung sahabat nya itu, memberi nya kekuatan.
"Aku yakin dia juga suka sama mu rey, kalo gak suka gak mungkin dia merhatiin diri mu terus!".
"Hah yang betul zi?".
Tuh kan semangat lagi dia, dasar rey.
"Ngapain aku bohong, terus kau mau tau gak satu rahasia lagi?"
"Apa?" berbinar mata raihan.
Rizi jadi keki karena nya dengan ekspresi mual.
"Aku lihat tadi aisyah ngambil foto mu rey".
"Hah ngambil foto?, foto ku yang mana?, kan foto ku di bingkai tuh di meja". jawab nya sambil menunjuk meja nya.
Kenapa dia jadi bodoh gini sih. rizi garuk-garuk kepala.
"Dia ngambil foto mu itu pake hp reeeyy!. Geram rizi.
"Hah yang betul zi?".
"Apa kau ada nomor hp nya zi?"
"Lihat aja di grup rey, sinta dah masukkan mereka ke grup kantor".
"Ahh baik lah, ayo kita pulang!"
"Iya oke bos".
Mereka akhir nya pulang, raihan tak henti-henti nya tersenyum pada sore yang indah ini.
Baik lah ai, abang akan membuat mu jadi istri abang!
*****
Malam hari nya, raihan duduk di balkon kamar nya. Di buka nya grup kantor, di scroll nya mencari nomor aisyah.
"Alhamdulillah ada!". Raihan senang sekali seperti menang undian.
Disimpan nya nomor itu, lalu dia buka profil nya, membuka foto nya, dipandang nya foto aisyah yang lagi tersenyum ke arah kamera.
"Hmmmm cantik".
Diketik nya pesan,
~Assalammualaikum dek~
Lima menit, sepuluh menit, bahkan setengah
jam udah berlalu, tapi tidak ada balasan.
"Hmmm kemana aisyah, kenapa gak mau balas pesan ku ya?"
Raihan mencoba untuk menelepon nya.
Drt..drt..drt..
__ADS_1
"Sapa sih heboh banget jadi orang!, tadi kirim pesan, sekarang nelpon, matikan aja ahh".
Aisyah mematikan telepon dari raihan, raihan di seberang sana udah mulai kebingungan.
"Bodoh, aku gak pasang foto profil!, baik lah kalo gitu, akan ku pasang foto ku yang terbaik".
Raihan memasang foto nya yang paling ganteng versi dia, tapi bagi kaum hawa, bisa bikin mereka lupa nafas bahkan pingsan. Dia pasang foto nya yang mengenakan jas dan lagi duduk di kursi kebesaran nya, tak lupa dengan senyum manis fenomenal nya.
"Ya ampun rey, kau memang ganteng!".
Lagi-lagi dia memuji diri nya sendiri, ya iya air laut asin sendiri kan, siapa lagi yang memuji diri kita kalo bukan kita sendiri, kalo orang lain ikut-ikutan memuji, itu nama nya bonus, hehe.
Drt..drt..drt..
Kali ini aisyah begitu kesal, dia berusaha untuk tidur , tapi lagi-lagi di ganggu dengan suara getaran hp.
"Halo ini sapa sih?"
*Assalammualaikum adek*
"Walaikumsalam,maaf pak saya bukan adek sapa-sapa!"
Yang di telepon cekikikan sendiri, ternyata aisyah galak juga pikir nya.
*ini abang dek, bang raihan!*
"Hah! Abang, betul ni abang raihan?, jangan ngada-ngada ya!"
*haha, lucu juga ya ai kalo lagi galak kayak gini!*
"Hehe, maaf bang, ai gak tau kalo abang yang telpon". Garuk-garuk kepala aisyah, wajah nya sekarang ini merah mirip orang yang habis kena tabok.
"Mmm ada apa bang telpon ai malam-malam gini?"
*gak ada dek, abang cuma rindu*
Eh bang raihan bilang rindu sama aku, ya ampun pingin terbang aku, haha
"Hehe, bang-bang ngapain cobak rindu sama ai?"
*suka-suka abang lah*
"Iya-iya abang bos nya,hehe".
*abang tutup dulu ya, mimpiin abang,assalammualaikum*.
"Hehe, waalaikumsalam bang".
Aduh bisa copot jantung ku kalo kayak gini, apa bener bang raihan suka sama aku ya?, hmmmm.
Akhir nya aisyah tertidur dengan mimpi indah nya. Sementara raihan senyum-senyum tak menentu, gak peduli dia di gigitin nyamuk, yang penting hati nya senang, donor darah sama nyamuk gak jadi masalah.
"Zi, besok pesan kan buket bunga untuk aisyah, letakkan di meja nya besok!".
Tanpa menunggu jawaban rizi, dia udah mematikan telpon nya. suka-suka hati nya, kan dia bos nya.
Raihan pun masuk ke dalam kamar nya, lalu merebahkan diri, tak lupa dia buka akun sosmed nya yang tak berisi apa-apa itu, kalo ada isi nya, itu pun cuma satu, foto profil nya.
Walaupun begitu follower nya meluber-luber kayak air.
Di ketik nya nama aisyah rachel di pencarian, seketika muncul, lalu di jelajahi nya akun itu,
Kenapa akun nya gak di privat ya?, kalo ada laki-laki yang melihat foto nya bagaimana?
lah rey, diri mu itu apa gak laki-laki ya?,hehe.
Kesal sendiri dia, terlambat bambang, jangankan melihat, akun nya aja udah di follow banyak laki-laki.
Semua foto menarik hati nya, tapi ada satu foto yang begitu istimewa di hati nya, foto aisyah tersenyum, tanpa aba-aba langsung aja dia simpan tuh foto aisyah di hp nya.
Lalu dia buka akun sosmed nya yang satu, dia ganti foto profil, dia pasang foto aisyah, tak lupa dia tutupin dengan stiker hati warna merah, selesai. Langkah terakhir mengganti nama kontak aisyah menjadi CALON ISTRI.
Akhir nya pekerjaan berat itu selesai juga, raihan pun tak lupa berdoa sebelum tidur dan akhirnya dia tidur dengan pulas.
Malam ini menjadi saksi bahagia nya raihan yang bisa menelepon gadis pujaan nya, di sertai dengan gigitin nyamuk , dan menyimpan foto nya tanpa ijin,
__ADS_1