Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Cincin


__ADS_3

Pagi ini di ruangan presdir terasa hening dan sunyi. Karena tak ada suara indah yang biasa nya raihan dengar, tak ada senyum manis sebagai vitamin nya untuk semangat, tak ada wajah cantik yang menjadi gairah nya.


Setelah urusan magang selesai,para mahasiswa itu pun kembali ke kampus. Ingin rasa nya raihan ikut aisyah kemana pun gadis nya itu pergi.


"Ai gak lama kok ke kampus nya sayang, paling cuma seminggu aja,... ai, bila sama adit kan mau kerja disini, gak mungkin bolos kerja lama-lama kan, hehehe..."


Celotehan aisyah itu saja yang selalu di ingat-ingat oleh raihan. Tapi itu seminggu... Apa dia bisa tahan tidak berjumpa dengan kekasih nya itu? Dia takut bisa gila nanti. Lama-lama raihan lebay ya, hehe.


Raihan menopang wajah nya dengan tangan nya. Dia juga kepikiran mama nya yang terus mendesak dia untuk menikahi mak lampir yang bernama saniya itu. Pusing sekali, di satu sisi dia tidak ingin jadi anak durhaka, di sisi yang lain, mama nya malah mendukung dia jadi anak durhaka.


Raihan menghela nafas berat dan mengusap wajah nya dengan kasar.


"Haaah ya Allah..." lirih nya pelan.


Tok..tok..


"Masuk!"


Pintu terbuka, ternyata rizi yang datang. Rizi dan bram sudah kembali lagi ke kantor, karena proyek yang mereka tangani sudah selesai.


Rizi merasa heran dengan raihan yang tampak nya tidak semangat.


"Ada apa rey?" tanya rizi.


"Aisyah sudah kembali ke kampus, aku merasa sunyi" jawab raihan tak semangat.


Rizi memasang wajah ilfil, dan geleng-geleng kepala, haaah manusia kalau sudah jatuh cinta, sehari tidak berjumpa saja rasa nya macam setahun. Makan tak habis, mandi tak basah, hah!


"Ya ampun rey, cuma seminggu kekasih mu itu menyelesaikan urusan nya, setelah itu dia akan kembali lagi ke sisi mu!"


"Hmmmm"


"Ya ampun rey, jangan gak semangat begitu!"


"Berisik!" bentak raihan.


Rizi geleng-geleng kepala, tiba-tiba ada ide terlintas di pikiran nya.


"Ahh bagaimana kalau kita keluar rey!"


"Aku tidak mau!"


"Ayo lah, kau pasti suka kalau ku bawa ke suatu tempat!"


"Mau kemana?"


"Sudah, ayo ikut saja!" rizi memaksa raihan.


Akhir nya raihan mau ikut dengan rizi, walau di dalam mobil dia sudah mengomel habis-habisan. Telinga rizi sampai merah karena nya.


Mereka pun tiba di suatu mall terbesar di kota itu. Rizi memarkirkan mobil nya di area parkir mall.


"Mau apa kau bawa aku kesini?" lagi-lagi raihan protes.


"Kau ini cerewet sekali sih rey, sudah ayo ikut!"


Rizi lalu keluar dari mobil, dan membukakan pintu mobil raihan.

__ADS_1


"Ayo kita masuk!"


Dengan malas raihan mengikuti rizi memasuki mall itu. Tiba lah mereka di toko perhiasan terbaik dan termahal di kota itu.


"Kau gila ya membawa aku kesini!.. Kau kira aku wanita!" sungut raihan.


"Astaga raihan ali, aku membawa mu kesini karena aku punya tugas mulia!"


"Dasar gila!"


"Sudah ayo kita masuk, kau kan mau melamar aisyah, jadi ayo kau pilih cincin untuk nya!" ucap rizi melangkahkan kaki nya lebih dulu meninggalkan raihan di belakang nya.


Tiba-tiba raihan tersentak, benar juga perkataan rizi. Akhir nya dengan semangat dia melangkahkan kaki nya mendahului rizi.


"Ayo cepat!.. dasar lambat!" ucap raihan mendahului rizi.


Rizi dengan kesal mengayunkan tangan nya di udara seakan-akan meninju raihan.


"Dasar rey, mendengar kata aisyah baru dia semangat, uuuhh!" sungut rizi.


Setelah sampai di toko perhiasan, raihan dengan semangat langsung melihat-lihat cincin yang ada di etalase.


"Mana cincin yang paling mahal dan bagus mbak?" tanya raihan kepada pegawai toko yang berjenis kelamin wanita itu.


waduh, kok ada pangeran datang kesini, apa dia mau melamar aku?..astagaaa tamfan sekali kamu mas! batin mbak pegawai toko.


"Ini cincin untuk apa ya mas?" tanya wanita pegawai toko itu sambil memandangi raihan terus. Kapan lagi bisa memandangi karunia Tuhan Yang Maha Esa ini ya kan?


"Untuk lamaran mbak!" ucap raihan santai.


Alangkah terkejut nya mbak itu, baru dia punya niat untuk pedekate, ternyata yang mau di pedekate sudah mau lamaran, ah dasar nasib.


Rizi yang lagi melihat-lihat di etalase lain jadi teperanjak melihat raihan tengah sibuk sendiri di karenakan mbak pegawai toko itu tiba-tiba bengong.


"Ahh pesona mu rey, huufff.." sungut rizi.


Rizi pun mendekati raihan yang lagi sibuk menyadarkan mbak-mbak yang lagi bengong itu.


Rizi menepuk bahu raihan "kenapa itu rey?.. Apa yang sudah kau lakukan pada mbak itu?"


Raihan memukul lengan rizi "sialan!... Dia yang tiba-tiba bengong begitu, kenapa aku yang di salahkan!"


Rizi memegang lengan nya yang baru di pukul oleh raihan sambil tertawa. Lalu berusaha menyadarkan mbak itu. Ini perempuan kok lama banget bengong nya ya.


"Halo mbak..." ucap rizi pelan.


Tiba-tiba mbak itu tersadar dari bengong nya. Wah ternyata rizi punya pesona juga.


"Eh iya mas?"


Wah.. Yang ini juga ganteng, uhui.. Batin mbak itu.


"Bisa pilihkan cincin lamaran yang paling bagus untuk mas yang di sebelah saya ini?' ucap rizi dengan lembut.


"Baik lah mas, saya akan ambilkan beberapa perhiasan terbaik dari toko kami" ucap mbak itu sambil berlalu ke dalam mengambil beberapa cincin terbaik.


Raihan jadi ilfil melihat rizi yang bersikap lembut dengan wanita itu.

__ADS_1


Dasar!.. Ternyata dia bisa begitu dengan wanita, tapi kenapa sampai sekarang dia tidak kawin-kawin?... Hiii aku jadi curiga. Batin raihan sambil manggut-manggut mengiyakan pikiran nya.


Rizi menoleh pada raihan yang manggut-manggut sendiri sambil memperhatikan diri nya.


"Apa kau lihat-lihat?" protes rizi.


"Dasar!.. Percaya diri mu terlalu tinggi, siapa juga yang mau melihat mu!" ucap raihan ketus.


Rizi langsung memasang wajah jutek mendengar jawaban raihan itu.


Iihh ingin sekali aku meninju mu rey! Batin rizi.


Sambil menunggu mbak pegawai toko itu kembali. Raihan melihat-lihat lagi cincin-cincin yang ada di etalase yang lain. Mata nya tiba-tiba tertuju pada sebuah cincin berlian model three stone ring.


Entah kenapa dia tertarik pada cincin itu pada pandangan pertama. Dengan segera dia menyuruh mbak penjaga toko yang baru saja mau mempromokan cincin terbaik di toko nya pun jadi gagal.


Uuhh mas ini, kenapa gak dari tadi cobak, aku sampai harus mengeluarkan cincin-cincin itu dari dalam! ... tapi gapapa deh untuk mas ganteng, hehe. Batin mbak pegawai toko itu.


Mbak itu pun mengambilkan cincin yang di minta oleh raihan dan meletakkan nya di atas etalase.


Raihan memandangi nya sambil tersenyum. Dia membayangkan betapa indah nya cincin ini berada di jari orang yang paling indah di hidup nya.


"Kenapa kau memilih itu rey?" ucap rizi membuyarkan lamunan raihan.


"Aku tidak tahu, aku menyukai nya ketika pertama memandang nya tadi!"


"Cincin itu ada makna nya loh mas!" ucap mbak itu.


Raihan mengernyit "makna?.. Memang beli cincin ada makna nya ya?"


Rizi menepuk jidat nya mendengar perkataan bos nya itu. Ya ampun raihan.


"Cincin itu kan terdiri dari 3 berlian, itu bermakna si pemberi mengikat masa lalu, masa sekarang dan masa depan kepada si pemakai nya mas!"


Raihan manggut-manggut mendengarkan penjelasan bijak si mbak penjaga toko. Tapi dia senang akan makna yang di sebutkan mbak itu tadi.


"Aku pilih cincin ini!" ucap raihan semangat.


"Baik lah mas" ucap nya tak semangat,hehe ya iya lah, dia kan berniat mau pedekate tadi.


"Berapa lama siap nya mbak?" tanya rizi.


"Insya Allah sebelum hari H biasa nya sudah siap mas!"


Di tengah perbincangan rizi dan mbak itu, tiba-tiba raihan menunjuk sebuah kalung.


"Cantik tidak untuk aisyah?" tanya raihan pada rizi.


"Cantik rey, apa kau juga akan memberi nya kalung?"


"Iya!... ahh mbak tolong ambilkan kalung ini ya"


Mbak itu pun mengambilkan kalung itu dan memberikan nya pada raihan untuk di lihat-lihat.


"Mbak, aku mau kalung ini, oh ya, beri mainan kalung nya dengan nama ku!" perintah raihan.


"Baik lah mas, siapa nama nya mas?"

__ADS_1


Raihan lalu memberi tahukan apa yang dia mau di toko itu. Setelah selesai, rizi langsung membayar tagihan dan tak lupa memberikan tip untuk mbak itu. Rizi senang melihat raihan semangat, walau raihan itu sangat menyebalkan bagi diri nya.


******


__ADS_2