
Rizi terkejut melihat aisyah menghampiri nya sambil menangis.
"Ada apa ai....? Kenapa menangis?"
Aisyah menggelengkan kepala nya pelan sambil menyeka air mata nya.
"Ai mau pulang bang!"
Hah, raihan! Pasti dia marah juga sama aisyah! Batin rizi kesal.
"Abang antar ya?"
"Gak usah bang, abang urus aja bos abang yang lagi kerasukan itu!" sungut aisyah.
Rizi mendesah, entah apa yang terjadi sama raihan, dia pun tidak habis pikir. Karena selama ini, raihan tidak pernah begini. Bahkan ketika dia tinggal menikah oleh tunangan nya dulu.
"Ya sudah, hati-hati ya ai!"
Aisyah mengangguk pelan, dia lalu melangkahkan kaki nya untuk pergi meninggalkan tempat itu. Baru sebentar dia berjalan, dia teringat sesuatu. Dia merogoh kantung celana nya, astaga, aisyah lupa bawa uang.
Aisyah lalu kembali lagi ke tempat dimana rizi memarkirkan mobil nya. Agak setengah berlari dia untuk menemui rizi.
Huuuf.... Untung bang rizi belum nemuin bang raihan!... Eh tapi dia melamun? Batin aisyah.
"Baaaang!" panggil aisyah setengah berteriak.
Rizi yang lagi melamun memikirkan sesuatu menjadi terkejut karena panggilan aisyah.
"Allahu!... Aisyaaaaaah, bikin terkejut aja!"
Nih anak kenapa sih, tadi mewek, sekarang ngejutin orang!... Untung aku gak latah! padahal hampir aja aku bilang eh copot-copot! Batin rizi.
Astaga, bang rizi bisa terkejut juga rupa nya. Batin aisyah.
"Maaf bang, ai gak sengaja!" ucap aisyah malu karena sudah buat rizi terkejut.
"Ada apa?.. Kok balik lagi?"
"Ai lupa bawa uang bang, abang bisa gak minjamin ai sepuluh ribuuu aja?" pinta aisyah malu-malu.
"Sepuluh ribu?... Untuk apa?" tanya rizi heran.
"Ya untuk naik angkot lah bang!"
Ya ampun masak gitu aja bang rizi gak ngerti!... Pingin ku tepok jidat abang ini lah, hah!
Rizi lalu mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribu dari kantung celana nya.
"Nih uang nya!" ucap rizi sambil menyerahkan uang nya pada aisyah.
Aisyah yang menerima uang itu jadi heran, kenapa ngasih nya banyak amat.
Ya Allah nih orang gak pernah pegang uang sepuluh ribu kali ya! Batin aisyah.
"Bang, ai cuma butuh sepuluh ribu, kalau abang ngasih nya sebanyak ini, ai bingung nanti ganti nya!"
"Udah, gak usah ganti, itu untuk ai, abang ikhlas!"
Ya iya abang ikhlas, karena duit abang banyak.. Batin aisyah.
__ADS_1
" ya udah lah bang, makasih ya, ai pulang dulu!... kalau bang raihan tanya, bilang ai marah sama dia!" ucap aisyah sambil melengos pergi.
Lumayan buat makan bakso, aku traktir ahh mama, ayah, bila sama adit, hitung-hitung ngilangin sedih, hoho.. Batin aisyah
Rizi geleng-geleng kepala melihat tingkah aisyah. Rizi lalu pergi menemui raihan.
Raihan tengah gelisah, dia sudah menyakiti kekasih nya, dia buat kekasih nya yang sangat dia cintai nya itu menangis. Di dalam hati nya, dia juga merasa bersalah atas perbuatan nya tadi pada bram.
"Ya Allah.. Apa yang sudah aku lakukan?" lirih raihan. Dia usap wajah nya kasar.
"Rey...." tegur rizi, dia langsung berdiri di samping raihan.
"Ada apa dengan ku zi...? Aku menyakiti orang-orang terdekat ku" ucap raihan sedih.
"Hmm, aku tahu kau marah rey, tapi jangan sampai marah menguasai diri mu, kau bisa hilang kendali karena nya!"
Raihan menghela nafas" aku memang sudah kehilangan kendali zi, aku menyakiti mereka, aku yang salah!"
"Ya sudah, yang terjadi biar lah jadi masa lalu... Sekarang, bagaimana cara nya kau meminta maaf dari mereka!"
"Hmm, apa aisyah tadi sudah pulang?" tanya raihan cemas.
"Dia sudah pulang, dia menangis tadi, aku berniat untuk mengantarnya pulang, tapi dia tidak mau!"
"Ya Allah, kasihan sekali dia!" lirih raihan.
huuuh apa nya yang kasihan! kau aja memarahi nya tadi! maka nya pikir-pikir sebelum marah rey! ya Allah kenapa jadi kesel gini ya sama ini bos! ...hah! batin rizi.
"Kalau menurut ku rey, setelah kau mendapatkan maaf nya aisyah, segera lah kau nikahi dia, dari pada kau kerasukan lagi nanti seperti tadi!"
Raihan terkesiap mendengar kata kerasukan "kurang ajar!.. Berani nya kau bilang aku kerasukan!" ditendang nya kaki rizi.
"Jadi siapa?"
"Calon istri mu lah!" jawab rizi kesal.
Raihan tersenyum tipis, tapi jujur di dalam hati nya dia sangat takut aisyah marah dan tidak memaafkan diri nya.
"Antar aku pulang!" perintah raihan.
Raihan memilih pulang, untuk mengistirahatkan pikiran dan hati nya sebentar.
"Iya, ayo kita pulang!" kata rizi.
*****
Aisyah yang baru melangkahkan kaki nya ke rumah, di kejutkan oleh mama nya yang tiba-tiba datang menghampiri nya.
"Ai, ai..!"
"Ada apa ma?.. Kok panik gitu?.. Belum juga ai ucap salam!"
"Waalaikumsalam!"
"Iihh mama, belum juga ai ucap salam, mama udah maen jawab aja!"
"Iihh banyak kali pun celoteh mu ai, mama punya berita penting!"
"hah berita penting?.. Berita apa ma?" tanya aisyah penasaran.
__ADS_1
"Bram masuk rumah sakit ai!"
"Ya Allah, bang bram masuk rumah sakit ma?"
"Iya, kata nya dia di pukulin!.. Kasihan ibu nya tadi, sampai menangis.."
Ya Allah bang raihan memang keterlaluan!
"Nanti ai jenguk ya ma sama bila!"
"Iya nak, jenguk lah, insya Allah besok mama juga akan jenguk!"
"Iya ma!... Ai ke kamar dulu ya ma!"
"Iya nak!"
***
Di kamar aisyah,
Setelah menutup pintu dan membuka jilbab nya, aisyah langsung lompat ke tempat tidur , dia menyanggah kepala nya dengan tangan, di tatap nya langit-langit kamar nya yang berhiaskan stiker berbentuk bintang.
"Hmmm, bang raihan kenapa ya kayak gitu sama aku?... Hmmm, sedih rasa nya bang, abang marah-marah gitu sama ai, padahal ai gak tahu apa-apa" gumam aisyah, tak terasa air mata nya keluar lagi.
"Oh iya, bukan nya tadi aku mau ngajakin bila jenguk bang bram ya?... Eh tapi kalau bang raihan marah?.. Ahh masa bodoh lah, bang bram begitu juga karena perbuatan bang raihan!" gumam nya lagi.
Tiba-tiba mama aisyah memanggil, ternyata sabila yang datang. Langsung aja sabila mendatangi aisyah di kamar nya.
"Kenapa lo?" tanya sabila yang baru aja masuk ke kamar aisyah dan menutup pintu nya.
"Gak kenapa-kenapa!" jawab aisyah singkat.
"Jangan gitu ai, gue ini sahabat lo, cerita lah!"
Aisyah dengan lesu menceritakan semua nya, tak terasa dia menangis lagi. Sabila yang mendengar pun ikut bersedih. Dia peluk aisyah untuk menguatkan nya.
"Sabar ai, memang gitu yang nama nya hubungan, ada pasang surut nya!" ucap sabila sok bijak dan sok menasihati.
kenapa nih anak sok ngerti hal begituan sih? memang kayak air laut ada pasang surut nya?.. ini hubungan bil, bukan air laut!... dia kesambet dimana sih? makin sedih aku tuh, huaaaaa... batin aisyah.
"Iya bil, gue tau!" ucap aisyah terisak.
"Ya udah!.. kata mama, kita mau jenguk bang bram ya?.. Memang bang bram sakit apa ai?"
"Bang bram babak belur karena di hajar sama bang raihan!"
Sabila terkejut "astaghfirullah, segitu cinta nya pak raihan sama lo ai!"
Aisyah mendesah "cinta apa nya?... Dia aja marah-marah sama gue!"
"Hmmm, udah-udah, ya udah kita gerak sekarang yuk, keburu maghrib!"
"Iya, gue ganti dulu ya!"
Setelah bersiap-siap, aisyah dan sabila pun bergegas ke rumah sakit untuk menjenguk bram.
*******
Jangan lupa like, komen, dan vote ya para pembaca yang manis.
__ADS_1
Salam hangat dari ils Dydzu 😊