Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Marah nya Raihan


__ADS_3

Aisyah yang merasa kikuk di kondisi saat ini memilih untuk pergi diam-diam dari hadapan bram yang tengah bersedih itu.


Bram tahu kalau aisyah mencoba untuk pergi, tapi dia tidak berusaha melarang gadis itu. Toh, untuk apa lagi kan aisyah berada di situ, gak ada berpengaruh memperbaiki hati nya yang telah luka itu.


"Ayo bil kita cabut!" ajak aisyah.


Rasa sedih juga tidak bisa aisyah sembunyikan dari wajah nya, kasihan melihat bram yang patah hati. Tapi itu juga bukan salah nya, karena dia memang cuma menganggap bram teman masa kecil nya.


Sabila yang sudah mengetahui semua nya tidak mau mengorek-ngorek lebih dalam lagi.


"Ayo ai, aku antar pulang langsung ya!" ucap sabila.


Aisyah hanya mengangguk pelan, dan mereka pun meninggalkan pantai itu dengan segera.


Bram hanya memandangi motor itu dari kejauhan dengan segala kepiluannya.


**


Raihan yang sudah selesai dengan urusan nya kembali ke kantor dengan hati berbunga-bunga. Tapi bunga-bunga itu langsung gugur, ketika pengawal yang memata-matai aisyah datang ke hadapan nya dengan membawa kabar yang tidak enak.


Rizi sebenarnya sudah mengetahui kalau bram melamar aisyah tadi di pantai. Karena masih ada pengawal lain yang juga punya tugas memata-matai bram.


Wah seperti nya akan ada bencana dengan kedatangan mereka. Batin rizi.


"Ada apa kalian kemari?" tanya raihan dengan wibawa nya.


Seorang pengawal memberanikan diri untuk memberitahukan yang sebenarnya pada raihan. Dia terpaksa berani karena dia ketua regu pengawal yang ditugaskan oleh raihan untuk menjaga, serta memberitahukan apa-apa saja yang aisyah lakukan dari kejauhan.


"Bos, kami mau menyampaikan sesuatu!"


"Bicaralah!" tegas raihan.


Pengawal itu lalu menyampaikan apa yang di lihat nya. Seketika air muka raihan berubah.


Dia gebrak meja dengan kuat. Menjadikan pengawal itu bergetar ketakutan.


Rizi juga terkejut. Takut nya dia juga jadi sasaran amukan raihan. Tidak mungkin dia tidak tahu kejadian ini kan.


Raihan lalu berdiri dan berjalan ke arah pengawal yang melapor pada nya tadi. Sebuah bogem mentah sudah mau raihan layangkan kepada pengawal itu, untung saja rizi dengan segera menahan nya.


"Pergi kalian!.. Cepat!" perintah rizi pada pengawal itu sambil menahan tangan raihan.


Para pengawal itu langsung keluar dengan ketakutan, entah hukuman apa yang bakal mereka terima karena melaporkan hal yang tidak mengenakkan seperti itu pada bos mereka.


Raihan yang tangan nya di tahan oleh rizi. Langsung melepaskan nya dengan kuat. Raihan lalu menatap rizi dengan curiga.


"Kau... Kau tidak mungkin tidak mengetahui hal ini kan?"


Akhirnya pertanyaan yang di takutkan rizi keluar juga dari mulut raihan.


"Rey, tenang kan dulu diri mu!"

__ADS_1


Raihan yang sudah sangat marah langsung meninju rizi. Rizi pun tersungkur akibat kuat nya tinju yang di layangkan raihan.


"JAWAB!" bentak raihan.


Rizi berusaha bangkit dan menyeka darah dari sudut bibir nya.


"Rey, aku bisa jelaskan!"


Raihan menyeringai sinis "dari kapan kau tahu kalau si brengsek itu akan melamar kekasih ku?"


Rizi tidak menjawab, dia merasa bersalah tidak memberitahu raihan dari awal tentang rencana bram.


Raihan semakin berang karena yang di tanya-tanya tidak mau menjawab. Dengan sekuat tenaga dia cengkeram bahu rizi dan mendorong nya hingga ke dinding. Rizi merasa kesakitan. Tenaga raihan begitu kuat.


"Jawab sialan!" bentak raihan lagi. "Oh, kau mulai berani berkhianat ya zi!"


"Aku mana berani mengkhianati mu rey!" ucap rizi sambil meringis.


Raihan melepaskan cengkeraman nya. Dia lalu berjalan ke arah jendela besar dan memandang langit- langit yang begitu cerah, dia berusaha untuk meredam amarah nya.


"Jelaskan pada ku!"


Rizi yang sedang menahan sakit langsung menjelaskan semua nya pada raihan.


"Tapi aku sudah bilang pada nya, biar aisyah yang memilih, aku tahu aisyah pasti memilih mu, karena dia mencintai mu rey!"


Raihan menaikkan alis nya sebelah mendengar penjelasan rizi. tapi lagi-lagi dia kembali emosi mendengar nama bram.


"Akan ku bunuh kau nanti!" ucap raihan, lalu dia melangkah keluar meninggalkan rizi sendirian di dalam kantor.


Rizi terduduk lemas di sofa, bagaimana ini bisa terjadi. Raihan pasti kecewa. Bodoh, bodoh, ini semua salah diri nya.


Tiba-tiba rizi teringat raihan mengambil kunci mobil dan keluar.


"Ya Allah, rey pasti ke sana untuk menemui bram!... Kenapa aku bisa jadi begini!... Bodoh!"


Rizi lalu menelpon anak buah nya, "siapkan mobil ku sekarang!, dan suruh anggota mu untuk mengikuti mobil bos!"


Rizi lalu berlari keluar ke parkiran dimana mobil telah disiapkan oleh anak buah nya. Dengan segera dia kendarai mobil itu dengan kencang.


"Semoga mereka tidak bertemu dulu ya Allah!" lirih rizi dengan cemas.


Raihan sampai di pantai, dimana bram berani melamar aisyah nya. Dengan kecepatan penuh dia kendarai mobil itu tadi. Rasa nya ingin cepat-cepat dia melihat wajah bram yang sudah membuat nya sangat emosi.


Raihan lalu membuka jas nya, dia campakkan sembarangan jas itu di dalam mobil. Dia buka dasi nya, dan membuka sedikit kancing kemeja nya. Lalu dia menggulung lengan kemeja nya sampai siku.


Setelah selesai, raihan lalu keluar dari mobil nya. Dia lalu menyusuri pinggiran pantai dengan mata nya.


"Dimana brengsek itu melakukan lamaran nya?" gumam raihan.


Tiba-tiba mata raihan tertuju pada pinggiran pantai yang sudah di hias dengan indah nya. Langsung saja raihan melangkahkan kaki nya ke sana.

__ADS_1


Setelah sampai, raihan pandangi tempat itu. Mata nya terhenti setelah melihat sebuah buket bunga, dan sebuah kotak terbuka dengan cincin berlian di dalam nya tergeletak begitu saja di atas meja.


Kemana si brengsek itu? Batin raihan.


Lirik sini, lirik sana, ternyata bram duduk di pinggiran pantai, dia sedang melihat laut lepas, melepaskan segala kepenatan hati nya.


Langsung saja raihan mendatangi nya dan berteriak.


"Bram!" teriak raihan.


Bram yang merasa nama nya di panggil langsung menoleh.


"Rey!" gumam bram. Bram lalu bangkit dari duduk nya.


Dengan cepat raihan langsung melayangkan pukulan kepada bram. Bram langsung tersungkur. Raihan lalu mencengkram bahu bram dan menarik nya untuk berdiri.


"Rey, aku bisa jelaskan!" ucap bram terbata-bata.


"Kau mau jelaskan apa hah!.. Dasar kau brengsek!" kembali raihan memukul bram.


Dengan membabi buta raihan memukuli bram. Bram berusaha tidak melawan. Siapa juga yang tidak marah kalau kekasih nya di lamar orang.


Rizi yang baru saja sampai, langsung keluar dari mobil nya. Dia semakin khawatir karena melihat mobil raihan sudah terparkir di sana.


Rizi sibuk memandangi pantai itu, dimana mereka, rizi bertanya-tanya. Karena lokasi lamaran yang di pilih bram itu tempat nya berada di ujung. Sehingga tidak terlalu kelihatan, apa lagi di tutupi oleh bangunan di tempat itu.


"Ahh sialan!" maki rizi dengan kesal.


Tiba-tiba anak buah nya mendatangi nya.


"Maaf bos, kami tidak tahu kalau anda sudah datang!"


"Dimana bos besar?"


"Bos besar tadi berjalan ke ujung sana bos, seperti nya sedang marah!"


"Oke, kau aman kan tempat ini, aku akan kesana!"


"Baik bos!"


Rizi dengan segera berlari menuju tempat dimana raihan dan bram berada. Sesampai nya di sana, alangkah terkejut nya rizi melihat sesuatu di depan nya.


"Rey!..." pekik rizi.


*********


Hai pembaca yang manis? Apa kabar?


Maaf ya sudah lama tidak up, jangan lupa like, komen dan vote ya pembaca yang manis.😊


Salam hangat dari ils dydzu☺️

__ADS_1


__ADS_2