
"Pesan dari siapa sayang?". Tanya raihan lagi.
"Dari sabila bang!". Jawab aisyah.
"Ada apa?"
"Mmm, nanti siang ai boleh gak ijin bang?". Pinta aisyah.
"Mau kemana?" tanya raihan sambil menaikkan alis nya sebelah.
"Ai, bila sama adit mau ke mall bang, mau cari buku untuk referensi judul skripsi bang!"
Padahal aisyah sendiri lagi gak punya uang, tapi sabila dan adit memaksa diri nya, mau gak mau, anggap aja jalan-jalan dan cuci mata nanti.
"Ya sudah, hati-hati nanti ya?" ucap raihan dengan lembut dan di iringi senyum fenomenal nya.
"Mmm makasih sayang". Malu-malu aisyah memanggil sayang pada raihan.
Raihan tersenyum bahagia mendengar kekasih nya memanggil diri nya dengan sebutan sayang. Ketika aisyah sudah pergi, baru terpikir oleh nya, apakah kekasih nya itu memiliki uang apa tidak, bodoh, kenapa dia gak terpikir pas aisyah masih di ruangan nya tadi?
Raihan mengutuk diri nya sendiri, untung ngutuk nya cuma bilang bodoh, kalo bilang jadi batu?, apakah raihan akan jadi batu?
Tidak mungkin mustafa, mungkin kalo mama nya yang mengutuk baru deh jadi batu, hehe.
Raihan lalu menyuruh pengawal nya untuk mengikuti aisyah, dan memberitahu apa-apa saja yang ingin di beli oleh aisyah. Selagi aisyah keluar, raihan memutuskan untuk pergi melihat-lihat apartemen yang ingin di beli nya.
Niat awal nya dia ingin membeli rumah, tapi rumah pasti lebih mudah di cari oleh mama nya nanti dari pada apartemen. Raihan sudah mencium hal kurang mengenakkan dari mama nya pada hubungan mereka. Untuk itu raihan sudah mengantisipasi nya dari sekarang.
Raihan mengajak rizi dan juga bram. Ketika di mobil, raihan mengutarakan kenapa dia mengajak anak buah nya itu untuk pergi bersama nya. Bram yang menyetir agak syok mendengar raihan ingin menikahi aisyah. Tapi dia mencoba untuk tenang.
Mereka telah sampai di lokasi komplek apartemen elit. Raihan lalu memilih-milih apartemen yang ingin di beli nya. Dia hanya ingin aisyah nyaman dan terlindungi nanti nya kalau dia pergi bekerja.
***
Aisyah, sabila, dan adit sudah sampai di mall, mereka ijin pulang lebih cepat karena ingin mencari buku, padahal niat nya cuci mata dulu.
Sabila dan adit sudah selesai mencari-cari buku yang di maksud, niat mereka berubah, yang awal nya mau cuci mata dulu, jadi membeli buku dulu.
Akhir nya mereka selesai dengan urusan mencari buku, sekarang gantian dengan urusan perut, mereka lalu bergegas ke food court yang ada di mall itu.
Ketika sedang asyik berjalan, dari arah bersebrangan, lewat seorang wanita anggun yang menggunakan dress merah selutut, baju nya terlalu pas membungkus badan nya. Sehingga lekuk tubuh sexy nya jelas terlihat. Menggoda setiap mata lelaki yang melihat nya.
Dia seperti nya sedang terburu-buru, hingga tak sadar menabrak aisyah yang jalan nya agak sedikit ke tengah.
__ADS_1
Bruuuuuk!!!
Mereka berdua terjatuh, tapi hebat nya wanita itu dengan anggun nya langsung berdiri dan memandang aisyah dengan tatapan tajam. Tampak dari wajah nya yang kesal.
"Jalan lihat-lihat dong! Itu mata dipake!". Teriak wanita itu.
Wanita itu memandang aisyah dari kepala hingga kaki.
Heh! Dasar orang susah!, lihat lah gaya kuno nya itu!
"Maaf mbak, lagi pula mbak tadi yang menabrak saya duluan! Kenapa malah mbak yang marah!". Jawab aisyah dengan santai.
Aneh ni orang, dia yang salah dia pula yang marah. Dasar aneh!
"Kurang ajar mulut lo ya! Minta maaf gak!". Paksa wanita itu .
"Sama-sama mbak kalo mau minta maaf!saya disini korban loh!". Kata aisyah dengan mode tetap santai.
Adit dan sabila yang jalan agak duluan tadi, tidak tahu kalo ada adegan seperti itu menimpa sahabat mereka. Tiba mendengar rame-rame seperti orang bertengkar, mereka pun baru tersadar kemana aisyah, apa aisyah yang ada di kerumunan orang itu?
Sabila dan adit langsung berlari ke arah kerumunan yang makin rame itu. Dan ternyata benar, adegan itu menimpa aisyah.
"Ada apa ai?" tanya sabila panik.
"Eh bilangin sama temen lo yang miskin ini ya, lain kali hati-hati kalo jalan, mata itu di pake!" ucap wanita itu dengan marah nya.
"Eh mbak,mulut itu di jaga! Mulut kok gak ada kerangkeng nya!". Ucap sabila gak kalah pedas, dia pun tak kalah emosi nya.
"Percuma gaya mbak hight class, tapi kelakuan low class! gak berkelas banget!
Lebih berkelas lagi emak gue walau gaya nya cuma pake daster!". Teriak adit pada wanita itu.
Semua orang jadi menyoraki wanita itu, wanita itu jadi semakin kesal dan malu.
"Heh dasar orang miskin! Akan ku balas kalian nanti!".
Wanita itu pun beranjak dari tempat itu, malu sekali dia disorakin gara-gara wanita berjilbab miskin seperti dia itu. Sambil dia melangkahkan kaki nya, di lirik nya tajam aisyah, aisyah pun melakukan hal serupa. Seperti nya wanita itu benar-benar marah.
"Apa lo lihat-lihatin temen gue, mau gue congkel mata lo!" . Teriak sabila pada wanita itu.
Mendengar itu, wanita itu dengan cepat melangkahkan kaki nya meninggalkan trio 'gembelehe' yang menurut nya aneh itu.
"Udah bil, udah pergi dia!". Kata aisyah sambil menenangkan sabila yang emosi nya masih naik turun.
__ADS_1
"Pingin banget gue cincang-cincang tuh mulut!, mulut kok layu banget!" . Marah sabila.
"Iiihh gue juga gemes ai, pingin gue sop itu muncung!". Ucap adit tak kalah emosi.
"Udah, udah gue gapapa kok bil, dit! Lagi pula serem banget kalian, yang satu berubah jadi tukang jagal, yang satu nya berubah jadi tukang masak nya! Hahaha". Geli aisyah melihat dua sahabat nya itu.
"Huuuuuf, astaghfirullah, haaah ada aja ya, kok bisa kita jumpa sama perempuan cabe kayak dia itu!". Gerutu sabila.
"Udah bil, kebetulan aja, dia buru-buru tadi, gak lihat jalan, udah lah gak usah di pikirkan!". Kata aisyah masih sambil menenangkan sabila.
"Iya, gak penting itu cabe, tapi bagi emak gue, cabe penting sih!". ucap adit dengan polos nya.
Aisyah dan sabila memutar mata malas 🙄.
"Haha, kenapa?!" tanya nya lebih polos lagi.
Aisyah dan sabila lalu memandang adit dengan ekspresi no comment😑. Kayak nya bukan cuma emak adit aja yang butuh cabe, semua emak di nusantara ini juga butuh kali.
" makan yuk, aku lapar banget!". Rengek adit,
karena sedari tadi dia memang sudah kelaparan. Kan niat mereka tadi mau makan, rupa nya ada kejadian kurang mengenakkan yang menunda acara makan mereka.
Akhir nya mereka makan di salah satu food court yang ada di mall itu. Dari tempat mereka makan, adit tak sengaja melihat wanita 'cabe' tadi sedang menggandeng om-om yang usia nya jauh lebih tua dari wanita itu. Mereka seperti nya mau memasuki toko perhiasan mahal yang ada di mall itu.
"Woi, woi.. Lihat tuh si cabe gandeng om-om!" seru adit.
Aisyah dan sabila langsung menoleh.
"Ya simpanan om-om rupa nya!" sinis sabila.
"Woi gak boleh ngomong gitu bil, mana tau itu ayah nya!" protes aisyah. Karena mau gimana pun harus tetap berpikiran positif kan.
Sabila memutar mata malas mendengar ocehan aisyah. Sudah jelas-jelas tadi gimana sikap wanita itu sama aisyah, malah aisyah nya tetap baik begitu, haaah.
"Foto dit, foto! Kita masukin sosmed nanti!" perintah sabila.
"Eh jangan! Gak boleh gitu woi!" cegah aisyah.
Adit yang udah mulai pasang ancang-ancang untuk memfoto wanita itu jadi ragu karena di cegah aisyah.
"Udah dit, foto itu orang, gak usah di dengerin tuh omongan si ai!" sewot sabila.
Aisyah cuma memanyunkan bibir nya pada mereka berdua. Susah di kasih tau ya dua orang ini, pikir nya.
__ADS_1
****