
Di depan salon ternama di kota mereka, Adit sudah sangat risau menanti kedatangan dua sahabatnya, yang biasa dia panggil dengan sebutan bidadari empang, nenek gayung, dan sebagainya.
"Duh, kemana ya mereka?.. Kenapa belum sampai?.. Duh, udah jam berapa ini, dasar si Bila, pasti lama banget dia nyetirnya nih!" gerutu Adit.
Tiba-tiba dari dalam, keluar lah Mbak-mbak pegawai salon. Dia seorang wanita berjilbab. Karena salon ini, memang khusus hanya untuk wanita. Lah, kenapa Adit bisa di sana, karena dia wanita jadi-jadian. Hehe.
Mbak itu mendatangi Adit yang sedang berdiri menunggu kedatangan Aisyah dan Sabila.
"Eh Dit, lama bener temen elu?.. Nanti Bos besar bisa marah!" ucap Mbak itu.
"Sabar Mbak, sebentar lagi datang tuh nenek-nenek gayung!"
"Hah, nenek gayung?.. Mau mandi dong, hahaha.."
"Iya mbak, sekalian mereka bawa ember dari rumah!" celetuk Adit.
"Eh, itu mereka sampai Mbak!" tunjuk Adit ke arah motor Sabila yang hampir mendekat.
"Ya sudah, langsung masuk aja!" kata Mbak itu berlalu dari situ dan masuk ke dalam
"Alhamdulillah sampai juga, uuhh, lo mau bikin gue mati ya!" ucap Aisyah sebal, lalu dia memukul lengan Sabila dengan perasaan kesal. Karena hampir aja dia kena sakit jantung seperti ayahnya, akibat ulah Sabila yang ugal-ugalan bawa motornya.
Sabila cekikikan sambil mengelus lengan nya yang di pukul Aisyah tadi "kalau kita gak balap, kita bakalan terlambat Ai!"
Aisyah memonyongkan bibirnya dan membuang muka. Sabila semakin cekikikan.
"Eh kenapa sih kalian lama amat?" tanya Adit.
"Loh say, kenapa lo ada di sini?" tanya Aisyah menerka, karena kan yang mau kondangan cuma dia dan Sabila, kenapa bisa ada Adit di sini?
Adit hanya menggaruk-garuk kepala nya yang tak gatal sambil cengengesan.
"Sorry Say, gue udah paling kenceng tadi bawa motornya!" jawab Sabila santai.
"Iya, tapi ini udah jam berapa!.. Nanti kita bisa terlambat!" ujar Adit.
"Terlambat apa sih?" tanya Aisyah yang sambil membenahi jilbabnya.
"Eh.. Itu.." jawab Adit terbata-bata.
"Terlambat kondangan maksudnya Ai!" langsung Sabila yang menjawab. Lalu dia tatap sinis si Adit. Adit pun jadi ciut manja.
"Ayo masuk!" ajak Adit. Kemudian dia duluan masuk untuk menemui Mbak-mbak tadi.
Aisyah dan Sabila lalu memasuki salon itu, Aisyah sampai takjub, karena ini kali pertama dia pergi ke salon, salon termahal lagi.
"Bil, lo yakin kita kesini?.. Ini mahal bayarnya pasti!" tanya Aisyah.
"Tenang aja Ai, kalau gak sanggup bayar kita nge-bon, kalo gak bisa, kita tinggalkan KTP kita, hahaha" ujar Sabila sambil tertawa lebar.
Aisyah geleng-geleng melihat Sabila "Dasar, udah gila lo ya!" ucap Aisyah sebal.
Sabila hanya cekikikan menanggapi ocehan sahabatnya itu. Di sebelah sana, tampak Adit lagi berbicara dengan Mbak pegawai salon. Setelah selesai bicara,
Tiba-tiba Mbak-mbak tadi nanya "Mana yang nama nya Aisyah?"
Karena merasa dirinya di panggil, Aisyah langsung mencari sumber suara "Saya Aisyah, Mbak!"
"Ayo Ai, kesini!" kata Adit, ternyata dia sudah duluan di tempat rias.
Setelah Aisyah mendekat, Mbak itu pun memperhatikan dengan detail wajah Aisyah,
"Wah Dek, lo orang nya manis banget ya, pantes aja!" kata Mbak itu.
__ADS_1
Aisyah menggaruk kepalanya alias jilbabnya "hehe, terima kasih Mbak!"
Pemilik salon dan para pekerja itu sudah tahu kalau Raihan akan melamar gadis bernama Aisyah, dan mereka senang sekali, salon mereka di pilih oleh pengusaha terkaya di negara ini untuk merias calon istri nya.
Tentu saja, mulut mereka semua sudah di bungkam terlebih dahulu agar tidak membocorkan acara lamaran Raihan dan Aisyah.
"Udah ayo Mbak kita hajar terus, nanti terlambat!" ucap Adit tiba-tiba.
"Iya Mbak!" kata Sabila lagi.
Kenapa semua pada sibuk sih?.. Terlambat?
Terlambat apa?.. Bukannya aku sama Bila cuma mau kondangan ya?.. Ini lagi, nyuruh Mbak itu menghajar aku?.. Hadoh, semua sahabat ku mulai aneh! Batin Aisyah.
"Enak aja hajar-hajar, bonyok nanti muka pasien gue yang manis ini!" celetuk Mbak itu.
"Memang ya, pada kambuh gila kalian!" ketus Aisyah.
Mbak itu tertawa mendengar celotehan Aisyah, beda dengan Sabila dan Adit langsung pada cemberut di bilang gila oleh Aisyah.
"Sini Dek, duduk!" kata Mbak itu sambil menarik kursi.
Aisyah lalu duduk, tapi dalam pikiran nya ada yang aneh.
"Eh, kenapa cuma gue aja yang di rias?" tanyanya heran.
Sabila yang tengah memainkan hp dan Adit yang tengah bercermin tersentak mendengar pertanyaan Aisyah. mereka saling pandang.
"Tenang Ai, riasan gue lebih cantik dari mbak ini, gue bisa rias sendiri, hehe.." celoteh Adit.
Dasar Adit, perasaan gue gak nanya sama dia lah! Batin Aisyah.
Mbak pegawai salon itu pun geleng-geleng kepala dengar kata si Adit. Dasar perempuan jadi-jadian pikirnya.
Huuu perasaaan.. batin Aisyah.
"Ooohh oke deh!" kata Aisyah.
Mereka berdua sama-sama menghela nafas lega.
Untung aja bodohnya si Ai kumat, kalau gak, pasti entah apa-apa nanti yang diocehkan nya... Huuufff. Batin Sabila.
Untung aja, pintar mu jangan datang dulu Ai. Batin Adit.
Hei, dia itu begitu karena gak pernah ke salon. Batin Sabila lagi.
Iya nenek gayung, gue juga tahu! Batin Adit lagi.
Seperti telepati ya mereka, padahal bisa kali saling kirim pesan,wkwk.
Tap tap tap, polesan bedak pun menempel pada kulit Aisyah yang mulus dan halus, tak lupa blush on dan sebagainya. Hanya alisnya saja yang tidak dipoles oleh pensil alis, hanya perlu di rapikan saja karena alisnya sudah tebal. Lipstik merah tipis pun sudah di oleskan di bibirnya yang tipis. Semakin cantik dan semakin mempesona penampilan Aisyah.
Wah, jadi semakin manis, tapi wajah nya kok makin mirip seperti... Batin Mbak itu.
"Sudah selesai..."
Sabila dan Adit pun berdiri melihat penampilan Aisyah. Mereka tersenyum.
"Kenapa lo senyum-senyum?"
"Wah say, lo cantik bangeeeet.." ujar Adit.
"Tinggal di pakaikan gaun, Masya Allah, pasti makin cakep lagi nih!" kata Sabila lagi.
__ADS_1
"Masya Allah, gue cantik ya, hihihi.." kata Aisyah sambil menutup mulutnya, sok malu-malu.
"Ayo Ai, ganti dulu!" kata Mbak itu.
"Ganti?.. Ganti apa Mbak?" tanya Aisyah heran.
"Ya ganti baju lah!.. Masa ganti wajah?.. Pakai gaunnya ya, udah gue taruh di dalam!" kata Mbak itu sambil berlalu dari mereka.
Aisyah menoleh lagi pada sahabatnya "Sebenarnya kita ini mau kemana sih?"
"Kita mau kondangan loh!" jawab Sabila.
"Masa cuma mau kondangan aja harus pakai gaun segala sih?"
"Iihh kenapa lo tiba-tiba jadi bawel begini sih nenek gayung, udah sana cepat!" ucap Adit sambil mendorong Aisyah agar masuk ke ruang ganti.
Dengan terpaksa Aisyah masuk ke ruang ganti yang ada di salon. Dia pakai gaun yang sudah di sediakan di dalam oleh Mbak pegawai salon itu. Sebenarnya itu gaun yang di belikan oleh Raihan waktu itu saat dia juga membeli cincin.
Aisyah lalu keluar dengan gaun yang telah di pakai nya, sangat pas dan sangat cantik ketika Aisyah sudah memakainya. Gaun itu telah memiliki pemakai yang cocok.
Sabila dan Adit tak berhenti tersenyum-senyum melihat penampilan Aisyah.
"Ayo, kita pakai jilbabnya ya.."
"Iya Mbak!"
Aisyah lalu duduk, dan Mbak itu mulai memasangkan jilbabnya.
"Mbak, jangan di modelin gitu jilbabnya ya, pakai yang biasa aja!" pinta Aisyah.
"Oke Nyonya!" jawab Mbak itu spontan.
Haha, nyonya?.. Ada-ada aja.
Tak lama, terdengar suara klakson mobil berbunyi di depan salon.
"Wah udah waktunya Mbak!" ucap Adit.
"Cepetan Mbak!" kata Sabila.
Udah waktunya apa sih?.. Apa aku mau di jodohkan sama kakek-kakek?.. Dasar sialan! Batin Aisyah.
"Taraaa. Sudah selesai!" kata Mbak itu.
"Masya Allah cantik nya.." kata Adit dan Sabila bersamaan.
Aisyah hanya pasang wajah jutek, mulai aneh pikirannya melihat tingkah dua sahabatnya yang agak aneh ini.
"Loh, kenapa cemberut sih?" tanya Sabila.
"Kalian gak jodohin gue sama orang tua kan?" Aisyah pasang wajah sinis.
Mereka semua tertawa mendengar pertanyaan Aisyah, yang di tertawai langsung memonyongkan bibirnya beberapa centi.
"Ayo kita pergi sekarang!" ajak Adit.
"Makasih ya Mbak.." ucap Sabila.
"Iya, sama-sama, semoga lancar ya?" kata Mbak itu sambil melambaikan tangan pada mereka bertiga.
Lancar?.. apanya yang lancar? lancar ngejual gue gitu? astaga. batin Aisyah.
Mereka bertiga lalu berjalan keluar, dan mereka sudah di tunggu oleh supir yang mengendarai mobil mewah. Seharusnya di tunggu oleh pangeran dan kuda putihnya ya kan, wkwk.
__ADS_1
........................................