Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Rencana Mereka


__ADS_3

Di tengah hari yang sangat panas ini, duduk lah dua orang yang bisa di bilang sudah dewasa. Mereka memesan minuman dingin di salah satu cafe yang tak jauh dari proyek yang tengah mereka pantau.


Rizi yang sedari tadi memperhatikan bram yang tengah memainkan hp nya, jadi gatal ingin menanyakan perihal perasaan nya pada aisyah.


"Bram..." panggil rizi.


Bram menghentikan kegiatan nya yang tengah memainkan hp nya.


"Iya pak?"


"Ngapain sih panggil bapak!,.. aku cuma lebih tua setahun dari kalian, panggil aja nama atau abang!"


"Oke lah bang, ada apa tadi bang?"


"Boleh aku bertanya sesuatu yang sifat nya pribadi?"


"Tanya aja bang!"


Tiba-tiba pelayan cafe datang membawa minuman dingin untuk mereka.


"Ini minuman nya mas!" kata pelayan cafe itu.


"Terima kasih ya mbak!" ucap rizi.


Pelayan itu lalu pergi setelah menunaikan tugas nya meletakkan minuman para lajang tua itu.


"Mau tanya apa tadi bang?" bram bertanya lagi. Sambil menyedot minuman nya.


"Mmm.... Apa benar kau menyukai aisyah bram?"


Bram menghentikan aksi menyedot minuman nya "kenapa abang nanya gitu?... Apa karena rey?"


"Ahh aku tidak terlalu memikirkan dia, tapi sebagai anak buah dan sahabat nya, aku ingin yang terbaik untuk dia!"


"Lantas kenapa bang?...aku udah lama mencintai aisyah bahkan jauh sebelum rey mencintai nya!"


Rizi nyengir kuda "Rey pasti marah mengetahui itu bram!"


Bram menyeringai "jadi maksud abang aku harus mundur demi si rey begitu?"


Rizi geleng-geleng pelan sambil meminum minuman nya.


"Aku akan melamar nya bang!"


Rizi tersedak mendengar pengakuan bram itu. Anak ini nekat juga ya pikir nya. Bos vs anak buah jadi nya.


"Dan abang gak berhak melarang aku, dan aku gak peduli walau rey membunuhku sekalipun!"


Wah anak ini udah berani bicara sekarang ya!... Kuat juga tekad mu bram! Batin rizi.


Rizi tersenyum "bram, aku gak peduli!... Lamar lah dia!..., bersaing lah dengan rey!..., tapi pesan ku, biar lah aisyah yang memilih di antara kalian, siapa yang dia pilih nanti, berarti itu lah orang yang di cintai nya, kau harus siap apa pun keputusan aisyah nanti!"


Bram menghela nafas "ya bang!...aku sudah memikirkan itu, aku hanya ingin perasaan ku ini tidak mengganjal lagi di hati ku, apa pun keputusan aisyah nanti aku akan siap menerima nya!"


"Oke lah bram!... Aku tau kau lelaki kuat!"


Bram tidak menjawab, dia lebih fokus memikirkan cara melamar aisyah sambil menghabiskan minuman nya.


**

__ADS_1


Mansion Raihan


Saniya dengan kesal melangkahkan kaki nya ke dalam mansion milik seseorang yang dia anggap sebagai calon mertua nya itu.


"Tante, tante!" teriak nya.


Dengan tergesa-gesa mama raihan menuruni tangga.


"Saniya... Ada apa sayang?" tanya nya heran.


"Kenapa tante gak bilang kalo rey udah punya calon istri?" tanya saniya kesal.


Mama raihan tersentak"Punya calon istri dari mana?... Calon istri nya kan kamu!


"Tante bohong!" ketus saniya.


"Saniya.. Kok jadi bocah begitu, sekarang duduk dulu"


saniya pun ikut duduk di samping mama raihan.


"coba cerita ada apa sebenarnya!" ucap mama raihan.


Saniya lalu mulai bercerita apa yang terjadi di ruangan raihan tadi, panjang kali lebar, menanjak dan menurun semua dia ceritakan, tak lupa di tambah micin dan cabe sedikit agar lebih maknyos itu cerita.


"Astaga!... Rey gak pernah cerita kalo dia udah punya calon istri, tapi waktu itu rey pernah bilang kalo dia pernah pergi berkencan!"


Saniya tiba-tiba pucat dan agak pusing, entah dia agak enek atau karena ada hal lain yang terjadi.


"Saniya gak mau tau tante, rey itu punya saniya, saniya mau rey secepatnya menikahi saniya!"


"Iya sayang, biar tante yang urus ya, kamu tenang aja!"


Mereka lalu mendiskusikan rencana yang akan mereka lakukan untuk menaklukkan raihan.


**


"Itu memang calon istri abang ya?" aisyah bertanya dengan hati-hati.


Raihan yang berdiri sambil melihat pemandangan di luar jendela tersentak mendengar pertanyaan kekasih nya itu. Raihan menoleh ke arah aisyah.


"Kemari lah!"


Aisyah dengan langkah tak semangat menghampiri raihan. Dan berdiri di samping nya. Lalu melipat tangan nya di dada.


"Ada apa bang?"


"Coba panggil abang dengan sebutan sayang?" pinta raihan.


Aisyah memanyunkan bibir nya.


Idih masih sempat-sempat nya, ai lagi syedih tau bang! Batin aisyah.


Huuuf... Aisyah menghela nafas " ada apa sayang?"


Raihan tersenyum dan menoleh ke arah aisyah.


Ai mohon bang, jangan cium ai lagi... Batin aisyah.


"Seterusnya panggil abang dengan sebutan itu ya?"

__ADS_1


Aisyah mengernyit "kenapa harus gitu bang?"


Raihan melotot karena perintah nya tidak di laksanakan. Nyali aisyah jadi ciut.


"Maafkan ai ya sayang" ucap aisyah sambil menunduk.


Raihan mengangkat dagu aisyah dan tersenyum "abang mencintai mu sayang"


"Tapi mbak yang tadi itu sayang?" ucap aisyah sedih.


"Dia bukan siapa-siapa sayang, dia cuma orang gila!"


"Tapi tadi...."


Ucapan aisyah terpotong karena raihan sudah meletakkan telunjuk nya di bibir aisyah.


"Abang akan segera menikahi mu sayang, gak usah pikirkan hal lain lagi, fokus lah dengan satu hal, abang mencintai mu dan akan secepatnya menikahi mu!" ucap raihan mantap.


Mata aisyah jadi berkaca-kaca mendengar penuturan raihan yang tegas itu tentang perihal nasib cinta nya.


Apa sekarang aku harus berjuang untuk cinta ku?.. Ya Allah bantu lah hamba. Batin aisyah.


"Tersenyum lah sayang!" ucap raihan sambil mengusap lembut pipi aisyah.


Aisyah lalu menampilkan senyum nya yang paling indah. Raihan jadi sedikit tenang, padahal dalam hati nya berkecamuk perasaan yang tak menentu. Tapi dia berjanji pada diri nya, bahwa dia akan tetap menikahi aisyah apa pun yang terjadi.


Abang berjanji sayang, abang akan segera mempersiapkan pernikahan kita. Batin raihan.


Tiba-tiba hp aisyah berdering, ternyata panggilan dari sabila.


"Dari siapa sayang?" tanya raihan.


"Dari sabila!"


"Ada apa?"


"Bila cuma ingatin ai kalo besok hari terakhir kami magang disini!"


"Oh ya, abang akan merekrut mereka untuk bergabung di perusahaan ini!"


"Wah abang baik sekali!" ucap aisyah berbinar-binar.


"Panggil sayang!.. Kalo gak, abang gak akan jadi merekrut mereka itu!" ketus raihan sambil menarik hidung aisyah.


Puuuff.. Astaga bang, sejak kapan abang jadi manzah begitu? Batin aisyah.


"Iya, iya sayang!" ucap aisyah sambil mengelus-ngelus hidung nya.


Raihan tertawa kecil "nah gitu dong, baru abang senang!"


Aisyah memanyunkan bibir nya.


"Kenapa bibir nya di monyongkan gitu ai sayang?... Mau abang cium ya?" goda raihan.


"Iihh mana ada ai gitu!.. Lagi pula jangan cium-cium dulu sebelum kita menikah!" aisyah sudah mengeluarkan peraturan nya.


Raihan tertawa geli, dan mengusap kepala aisyah dengan gemas.


"Iya, iya ai ku sayang!"

__ADS_1


Sore itu mereka habiskan dengan canda tawa sebelum mereka memulai perjuangan menggapai cita-cita mereka untuk membina rumah tangga.


****


__ADS_2