Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Saran Rizi


__ADS_3

Rizi yang sedang menyetir melirik raihan sebentar, dilihat nya raihan yang sudah mulai memejamkan mata bersandar pada bangku mobil dengan tangan di lipat di dada.


Uuhh anak ini, tadi mengajak ku ke restoran, sekarang dia malah mau tidur, astaga. batin rizi.


Karena kesal melihat raihan mau tidur, rizi jadi muncul ide untuk menggoda raihan.


"Rey!"


"Hmmmm" jawab raihan dengan mata terpejam.


"Kalau di pandang-pandang, aisyah itu manis juga ya!"


Raihan tersentak, dia bangkit dari sandaran nya.


"Apa kau bilang tadi!" pekik raihan.


"Aku bilang aisyah itu manis rey!"ucap rizi setengah berteriak.


Tiba-tiba saja raihan menarik kerah baju rizi. Mobil yang di kendarai rizi hampir saja keluar jalur.


Rizi memegang tangan raihan yang menarik kerah baju nya.


"Rey lepas!.. Aku gak bisa nafas sialan!" ucap rizi terengah-engah karena tarikan di kerah bajunya cukup kuat.


"Sekali lagi kau bilang tentang aisyah ku, ku pastikan kau tidak akan bernafas lagi!" ancam raihan sungguh-sungguh, tampak dari wajah nya yang serius dan tidak main-main dengan ucapan nya.


Rizi mendengus kesal "aku cuma bercanda rey!... Ya ampun, gak mungkin juga aku suka sama aisyah!.. Dia kan milik mu seutuh nya!"


Raihan memukul lengan rizi dengan kuat.


"Aduh sakit rey!"


"Maka nya hati-hati kalau bicara!"


"Iya sorry bro, maka nya cepat kau nikahi dia!"


"Iya itu juga mau ku zi, tapi mama?"


"Ya ampun raihan ali, kau kan bisa menikah tanpa sepengetahuan nyonya!"


Raihan memukul lengan rizi lagi.


Rizi mengaduh kesakitan"Auuuw sakit rey!", karena ini yang kedua kali nya dia di pukul, yang pertama saja udah sakit, ini di tambahin lagi.


"Dasar gila!... Aku gak mau jadi anak durhaka!" kesal raihan.


Mereka akhir nya sampai di restoran, rizi bersyukur sudah sampai, kalau tidak nanti dia habis di pukul lagi oleh raihan.


Setelah makan malam, rizi mengantar raihan pulang. Ketika memasuki mansion, mansion nya itu tampak sunyi.


"Kemana mama?" gumam raihan pelan, "ahh biar aja lah, masih kesal aku sama mama!"


Raihan lalu menaiki tangga menuju kamar nya. Dia buka pintu kamar nya. Dia langsung saja mandi dan menunaikan kewajiban nya. Setelah selesai, dia berbaring di atas kasur nya. Dia memikirkan perkataan rizi tadi, apa iya dia harus menikah tanpa memberitahu mama nya.

__ADS_1


Tapi kalau dia beritahu mama nya, dia yakin mama nya pasti gak akan setuju dengan status aisyah.


"Haaaah, apa aku coba aja mengenalkan aisyah sama mama, aku ingin lihat reaksi mama gimana nanti, kalau memang mama masih mementingkan status sosial dari pada kebahagiaan ku, aku akan mengikuti saran rizi"


Setelah memikirkan itu, raihan pun mengantuk dan akhir nya tertidur.


***


"Ma, kok lama pulang nya?" tanya aisyah sambil membantu menuntun ayah nya.


"Hmmm, ayah lama tadi di periksa nya ai, sakit ayah udah parah!" jawab mama aisyah dengan sedih.


"Ya Allah, jadi kita harus apa sekarang ma?" tanya aisyah cemas.


"Kamu ambilkan minum dulu ya nak, biar ayah minum obat"


"Baik ma!"


Setelah mengambilkan air minum di dapur, aisyah kembali ke kamar orang tua nya. Mama nya langsung saja membantu ayah aisyah untuk minum obat.


"Ai tunggu di luar ya, nanti mama nyusul"


"Iya ma!"


Aisyah duduk di ruang tamu, tak lama mama nya datang dan duduk di samping aisyah.


"Pasti ada yang mau di bicarakan ya ma?"


Aisyah jauh lebih sedih lagi melihat keadaan orang tua nya.


"Sebentar lagi kamu selesai magang, semester akhir pasti banyak sekali biaya nya" ucap mama aisyah lagi.


Aisyah masih diam, dia bingung mau menjawab apa.


"Tapi ai tenang ya, mama akan usahakan semua nya sayang" ucap mama aisyah sambil tersenyum.


Begitu hebat kan orang tua, mau sebanyak apa pun masalah mereka, mereka masih mampu tersenyum untuk anak-anak nya.


Aisyah tersenyum kecil mendengar ucapan mama nya itu. Di pegang nya tangan mama nya itu.


"Ai akan bantu mama untuk cari biaya pengobatan ayah, dan untuk kuliah ai, itu bisa kita pikirkan nanti ma, mama jangan khawatir ya"


Mama tersenyum "ya udah nak, mama masuk dulu ya"


"Iya ma!"


Mama mengusap kepala anak gadis nya itu sebelum melangkah masuk ke kamar.


Aisyah berfikir sambil memegang dagu nya "kasian mama sama ayah!... Harus cari kerja aku, tapi kemana ya?... Ah coba besok aku tanya sama bang raihan, dia kan banyak kenalan, mana tau bisa ya kan masukkan aku kerja di perusahaan teman nya, oke lah kalau begitu!"


***


Pagi-pagi sekali aisyah meminta sabila untuk berangkat sama-sama ke kantor. Biasa nya sih mereka selalu pergi bersama. Tapi kali ini pagi-pagi aisyah udah ngebet pingin berangkat, Dia ingin secepatnya menjumpai raihan.

__ADS_1


Padahal tadi malam raihan berpesan ingin menjemput aisyah. Tapi hari ini aisyah ingin berangkat pagi-pagi dengan alasan banyak berkas yang ingin mereka bereskan sebagai anak magang, mau tidak mau raihan pun mengijinkan aisyah pergi bersama sabila.


Seperti biasa setelah dari kantin, ketika mereka mau ke ruangan masing-masing, terdengar suara langkah sepatu pantofel, ternyata presdir Wira Utama Grup tengah masuk ke dalam di ikuti oleh rizi dan bram.


Hari ini raihan bergaya keren, dia memakai jas berwarna hitam model Double Breasted, tak lupa kaca mata hitam raihan pakai, menambah kesan ganteng dan karismatik pada diri nya.


Ini saran rizi kemarin malam, sebelum raihan beranjak tidur.


Flash back on


Raihan menelepon rizi.


"Halo, ada apa rey?"


"Zi, ada saran gak supaya aisyah mau secepat nya ku ajak nikah?"


"Bukan nya kemaren-kemaren itu udah kau bilang mau melamar dia?"


"Udah, cuma kan belum tau jawaban dia gimana!"


"Ahh aku tau rey, coba kau bergaya lebih keren!"


"Lebih keren gimana?... Selama ini aku gak keren ya!...sialan!"


"Iihh dasar!.. Maksud ku coba kau bergaya lebih keren dari biasa nya, misal pake kaca mata atau yang lain lah!"


"Dasar bodoh!... Nanti kalo aku keseringan pakai kaca mata di kira aku sakit mata!" kesal raihan, siaga satu-siaga satu.


"Ya Allah!... Rizi tidak bisa berkata-kata lagi, "maksud ku rey, kalau kau bergaya lebih keren kan aisyah bisa klepek-klepek gitu, kalau udah klepek-klepek kan, apa yang kau bilang pasti di turuti sama dia!"


Padahal rizi ini kesel nya sudah setengah ampun, tapi tetap berusaha untuk sabar, dari pada raihan gak kawin-kawin pikir nya.


"Nanti ku pikirkan!"


Langsung aja raihan mematikan telpon nya sepihak. Rizi hanya bisa mengelus dada.


"Hadoh, bisa tua aku kalo begini terus menghadapi lajang tua yang minta kawin itu, padahal aku juga udah tua, huuuuf!" rizi mengusap wajah nya kasar dengan segala kepiluannya.


Flash back off


Semua mata memandang takjub pada raihan. Tidak perempuan tidak laki-laki. Semua mengagumi raihan. Bagi karyawan perempuan di situ, raihan bagaikan pangeran tampan di cerita dongeng yang muncul ke dunia nyata.


Andai nya...andai nya, semua karyawan perempuan berandai-andai bisa menjadi pasangan raihan.


Langkah raihan begitu gagah, sehingga perempuan di situ langsung lupa nafas. Setiap melewati karyawan perempuan, mereka selalu senyum malu-malu pada raihan, ada juga yang 'Tp-tp' alias tebar pesona.


Astaga, kenapa mereka melihat ku seperti itu!.. Aku cuma ingin di lihat oleh aisyah ku, dasar!. Ingin sekali ku potong gaji mereka! batin raihan.


Aisyah yang melihat raihan berjalan dengan gagah nya, hampir dia lupa nafas juga. Dalam khayalan aisyah, raihan itu berjalan dengan gagah di iringi dengan adegan slow motion, uuuuhhh. hampir pingsan aisyah, hehe.


Aduh kenapa bang raihan makin ganteng begitu.


*********

__ADS_1


__ADS_2