
Rizi dengan segera menghentikan raihan yang terus-terusan memukuli bram. Dengan kasar rizi menarik raihan hingga raihan terjatuh ke tanah.
"Kurang ajar!" maki raihan yang terjatuh dan terduduk di tanah.
"Apa-apaan kau ini rey!.. Apa kau sudah gila!" marah rizi.
Rizi lalu membantu bram bangkit, itu pun bram susah untuk bangkit di karenakan dia sudah sangat lemah. Jadi rizi menopang badan nya dalam keadaan duduk. Rizi sangat prihatin melihat kondisi bram. Wajah nya babak belur, darah banyak menetes di baju nya.
"Ma...ma..maafkan aku rey" ucap bram terbata-bata.
Dengan kesal raihan membuang muka ke arah lain. Sungguh setan telah menguasai diri nya. Kalau rizi tidak datang, mungkin bram akan mati di tangan nya. Dan jadi lah dia seorang pembunuh.
"A...a..aku mohon, jangan marah pada ai, ini bukan salah nya rey!" ucap bram lagi.
Tiba-tiba bram ambruk, dia pingsan. Untung saja rizi masih memegangi badan nya.
"Bram...bram, bangun bram!" panggil rizi sambil menepuk-nepuk pipi bram.
Dengan cemas rizi menelpon anak buah nya untuk segera datang. Setelah anak buah nya datang, rizi dengan segera memerintahkan mereka untuk membawa bram ke rumah sakit.
"Ayo, cepat bawa pak bram ke rumah sakit...! Aku akan segera menyusul nanti!" perintah rizi.
"Baik bos!"
Setelah memandangi bram yang dibawa oleh anak buah nya. Rizi lalu memandangi raihan yang masih duduk di tanah sambil memeluk lutut nya. Dia sedang memandangi air laut. Rizi geleng-geleng kepala melihat nya.
"Kau kenapa rey?.. Ada apa dengan mu?.. Apa yang merasuki mu?"
"Bukan urusan mu!" ketus raihan.
"Kau tidak pernah begini selama aku bersama mu!.. Bahkan waktu farhana menikah, kau juga tidak berani kan menghajar suami nya!
'DIAM KAU SIALAN!" bentak raihan.
"Jangan seperti itu rey, kau lihat bram?.. Dia hampir mati karena mu!"
Haaaah, raihan menghela nafas mendengar kata-kata rizi itu.
"Dia yang bodoh!.. Kenapa dia tidak mau melawan ku saat aku memukul nya tadi!" ketus raihan.
"Ya Allah rey, bram tahu dia salah sudah berhadapan dengan mu, jangan sampai karena aisyah, pertemanan kalian hancur!"
Raihan tampak acuh dan tak mau menanggapi perkataan rizi. Dia lalu bangkit dari duduk nya,
"Panggil aisyah kesini!"
'Untuk apa?.. Gak usah yang aneh-aneh rey!"
"Dengarkan perintah ku!" bentak raihan.
__ADS_1
Rizi dengan kesal meninggalkan raihan. Entah apa lagi mau raihan saat ini. Gak mungkin dia akan menghajar aisyah kan?
Dengan kecepatan penuh, rizi mengendarai mobil nya menuju rumah aisyah. Setelah sampai, langsung saja dia mengetuk pintu rumah nya.
"Assalammualaikum"
Tak lama pintu terbuka, menampilkan aisyah dengan baju rumah nya, dan dengan jilbab instan yang selalu di pakai nya jika ada orang yang datang ke rumah nya.
"Walaikumsalam, eh bang rizi, ada apa bang?"
Ada apa bang rizi datang kesini? Batin aisyah.
"Ayo ai, ikut abang cepat!"
"Ikut kemana bang?" tanya aisyah heran.
"Udah ayo, ini genting!"
"Iya bang, ai telpon mama dulu!"
"Itu bisa nanti!.. Ini urusan raihan!" ucap rizi langsung menaiki mobil nya.
Ada apa sama bang raihan?.. Apa jangan-jangan karena masalah tadi? Batin aisyah.
Tanpa pikir-pikir lagi, aisyah langsung menaiki mobil rizi. Dengan segera rizi melajukan mobil itu dengan kecepatan penuh.
Sesampai nya mereka di pantai, aisyah begitu terkejut, kenapa mereka kesini pikir nya.
"Temui lah raihan, abang akan tunggu di sini!" ucap rizi.
"Iya bang!" jawab aisyah dan segera pergi untuk menemui raihan.
Seketika jantung aisyah berdebar tak menentu, entah kenapa kali ini dia begitu cemas.
Sesampai nya aisyah di tempat itu, di lihat nya raihan memandangi pantai sambil berkacak pinggang.
Penampilan raihan agak sedikit berantakan. Bisa di lihat dari kemeja nya yang sudah keluar dan tidak rapi lagi seperti biasa nya.
"A...abang!" panggil aisyah ragu.
Raihan pun membalikkan badan nya. Tersungging senyum aneh di sudut bibir nya.
Aisyah merinding melihat senyum raihan itu.
Dia pun tidak mau memanggil ku sayang! Batin raihan kesal.
"Ahh, ternyata kekasih ku sudah datang?"
"Abang baik-baik aja kan?" tanya aisyah cemas.
__ADS_1
"Baik!" jawab raihan singkat.
"A..abang kenapa bisa ada di sini?"
"Untuk melihat seberapa besar cinta aisyah untuk abang!"
"Maksud abang apa?"
"Ai pasti sudah tahu kan kalau bram itu suka sama ai?" raihan mulai kesal.
"Kenapa abang berpikiran kayak gitu?... Ai gak tahu kalau bang bram punya perasaan sama ai!" protes aisyah.
"Kalau memang tidak tahu, kenapa ai sampai mau datang ke tempat ini?"
Aisyah geleng-geleng kepala melihat tingkah raihan yang di luar dugaan nya ini.
"Kenapa diam?!" bentak raihan yang membuat aisyah kaget hingga mengangkat bahu nya.
Raihan mendekati aisyah dan memegang bahu nya.
"Abang tidak percaya ai melakukan ini sama abang!"
Aisyah melepaskan tangan raihan dari bahu nya "abang ini kenapa sih?!" tanya aisyah sedikit berteriak.
Raihan jadi semakin kesal karena aisyah sampai berani berteriak kepada nya. Raihan pegang lagi bahu aisyah dengan kasar.
"Abang gak suka kalau ada laki-laki lain yang mendekati mu, bahkan sampai berani melamar mu!"
Aisyah meneteskan air mata nya, sungguh dia tidak menduga kalau raihan punya sifat seperti ini. Dia coba melepaskan cengkraman raihan di bahu nya.
"Ai gak salah apa-apa bang!.... Ai gak terima lamaran dari bang bram!" ucap nya sambil menangis.
"Tapi tetap aja, ai datang kesini untuk meladeni hal gila yang dia lakukan!" bentak raihan.
"Ya Allah.." lirih aisyah di sela-sela tangis nya, dia tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Untung aku sudah memberi nya pelajaran tadi!"
Aisyah membelalakkan mata "apa maksud abang?"
Raihan tidak mempedulikan perkataan aisyah "ternyata masih sempat khawatir ya kekasih ku ini sama orang yang mau melamar nya tadi!" tersenyum sinis dia.
Aisyah geleng-geleng kepala mendengar kata-kata raihan. Semakin deras air mata nya keluar.
"Abang ini kenapa!.. Ai gak salah, abang marah sama ai!... Bang bram menyatakan perasaan dia sama ai itu juga gak salah!.. Ai ini bukan punya siapa-siapa, ai juga bukan istri abang!.. Kita ini gak punya ikatan!" ucap aisyah dengan lantang di iringi dengan tangisan.
Raihan seketika sadar mendengar perkataan aisyah. Kemasukan setan apa dia hingga menyakiti orang-orang terdekat nya. Di lihat nya aisyah menangis. Baru lah di situ timbul rasa bersalah nya.
Aisyah menyeka air mata nya "lain kali pikirkan lagi kalau mau menyakiti hati orang!" ucap aisyah lantang.
__ADS_1
Aisyah lalu memilih pergi dari tempat itu. Dia menangis lagi. Entah kenapa sedih sekali kalau di salah-salahkan begitu, apa lagi sama orang yang di cintai nya.
*******