
Setelah mendengar penjelasan dari kakak senior itu, sabila dan adit langsung serentak melirik aisyah yang sudah diam saja.
"Udah ya dek, kakak pergi dulu!" ucap kakak senior itu pada mereka.
"Iya kak, makasih ya kak!" jawab adit.
"Ai lo gapapa kan?" tanya sabila.
Aisyah menghela nafas ringan dan mencoba tersenyum.
"Gue gapapa!... Kalian jangan khawatir ya!"
Sabila menoleh pada adit, adit mengangkat bahu nya.
"Gue harus balik ke ruangan bang raihan apa gak ya?" tanya aisyah ragu.
"Kalo menurut gue, lo balik aja ke ruangan pak raihan ai!...lo liat, itu cewek beneran calon istri pak raihan bukan!" kata adit.
"Iya juga ai!" kata sabila.
"Tapi....?" kata aisyah ragu.
"Tapi apa ai?... Lo percaya deh!... Gue yakin pak raihan beneran cinta sama lo!" kata adit menyemangati aisyah.
Aisyah tampak berfikir sebentar. Dan tersentak saat sabila memegang bahu nya.
"Kalo lo gak yakin, jangan di paksa ya!" ucap sabila lembut.
Aisyah tersenyum dan menyentuh tangan sabila yang masih memegang bahu nya.
"Ahh gue yakin lo pemberani ai!... Lo pasti bisa!" kata adit lagi.
Tiba-tiba aisyah teringat perkataan mama nya beberapa waktu lalu. Haaah aisyah menghela nafas, apakah ini saat nya dia harus berjuang untuk cinta nya.
Tapi, kalau wanita itu memang di jodohkan oleh keluarga bang raihan, dan bang raihan tidak bisa menolak. Maka dia siap mundur tanpa harus berperang.
"Gue masuk dulu ya woi!" ucap aisyah pada dua sahabat nya itu.
"Lo yakin ai?" tanya sabila ragu.
"Gue yakin!... Lagi pula apa yang harus gue takutkan!" jawab aisyah sambil tersenyum.
"Yes!... Kamu gadis pemberani girl, i love you!" teriak adit pada aisyah.
"Hahaha... Gue masuk dulu!" kata aisyah sambil melangkahkan kaki nya pergi.
Sabila memandang setiap langkah kaki aisyah, setelah langkah aisyah menghilang, sekarang sabila memandang adit dengan sebal. Kenapa ini anak nyuruh aisyah melakukan itu.
Sabila takut aisyah sedih lagi. Tapi untuk membuktikan wanita itu siapa, dan benar-benar apakah dia memang dijodohkan dengan bang raihan apa tidak. Aisyah ya memang harus masuk ke ruangan pak raihan.
"Huuuff , semoga mereka tetap bersatu walau apa pun yang terjadi!" ucap sabila penuh harap.
"Amin ya Allah, gue yakin banget say dari awal, mereka itu pasti berjodoh!" kata adit.
"Ahh ya udah yuk kita masuk!"
__ADS_1
"Oke say!".
*
Pintu terketuk dengan lembut nya, raihan mengira itu adalah aisyah kekasih nya. Dia tidak tahu kalau ratu kuntilanak yang datang.
"Masuk!"
Pintu terbuka, aura-aura panas tiba-tiba menyeruak masuk ke ruangan raihan. Raihan tiba-tiba merinding.
"Rey!" ucap nya dengan lembut.
Raihan tersentak "mau apa kau datang kesini?"
Wanita itu tersenyum dan membuka kaca mata nya. Lalu duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Raihan melipat tangan nya di dada, dia memperhatikan tindakan saniya yang sesuka nya itu. Membuat raihan sungguh-sungguh jijik.
Kurang ajar!.. Siapa lagi yang memperbolehkan setan itu duduk di sofa ku. Macem nyonya aja dia di sini! Batin raihan.
"Aku kesini menemui calon suami ku!"
Tanpa mereka sadari, aisyah sudah mengintip di balik celah pintu yang terbuka sedikit itu. Dan alangkah terkejut nya dia siapa wanita itu. Wanita itu adalah orang yang menabrak dan mencari masalah dengan dia di mall waktu itu.
"Calon suami apaan!... Aku gak sudi menikah sama diri mu itu!" ketus raihan.
Aduh bang raihan ketus banget ngomong nya sama mbak itu. Batin aisyah.
Tapi tampak nya ucapan raihan yang begitu, gak membuat perubahan pada mimik wajah wanita itu. Dia tetap tersenyum manis. Mantap sekali akting nya ya.
"Aduh saniya...."
Oohh jadi nama nya saniya, nama nya cantik banget, tapi kelakuan nya kayak singa barong,hmm. Batin aisyah.
"Kalo memang gitu, nikah aja sana sama mama!" kata raihan lebih ketus lagi.
Apa sekarang waktu ku untuk masuk?... Ya atau tidak?... Hahaha dasar aneh aku! Batin aisyah. Dia menepok jidat nya sendiri.
Tiba aisyah mau mengetuk pintu, tiba-tiba aisyah mendengar perkataan raihan yang membuat hati nya berdebar. Dan itu sukses menghentikan tindakan nya untuk masuk.
"Tolong saniya, hentikan aksi gila mu ini!"
"Aksi gila apa!.. Aku hanya ingin menemui calon suami ku!"
Raihan menggertakkan gigi nya. Tanda emosi nya sudah sampai di ubun-ubun.
"Dasar gila!"
"Rey coba dulu jalani hubungan ini!" ucap wanita itu dengan lembut dan penuh dengan pengharapan.
"Aku sudah mempunyai calon istri!"
Eh bang raihan bilang gitu... Batin aisyah.
"Siapa dia rey?"
__ADS_1
"Kau tidak perlu tau!... Kalau tidak ada urusan lagi, silahkan pergi dari sini!"
Kayak nya ini waktu yang tepat untuk masuk. Batin aisyah.
Tok...tok...
Aisyah membuka pintu nya perlahan.
"Permisi...."
Raihan tersenyum karena dewi penolong nya sudah datang. Dia tidak mau kerasukan karena ada ratu hantu disini. Dari tadi dia sudah melafalkan ayat kursi di hati nya, supaya dia juga tidak berubah jadi setan karena marah.
Saniya tersentak kaget akan kedatangan aisyah.
Ini bukan nya gadis kumuh yang ada di mall waktu itu?... Ngapain dia disini? Batin saniya.
Dilirik nya raihan yang tersenyum manis dan tulus pada aisyah.
Apa itu?... Rey tersenyum pada gadis ini. Batin saniya.
"Kenapa disitu aja ai?... Masuk sini!" ucap raihan dengan lembut.
Aisyah tersenyum "iya bang!"
Aisyah masuk dan dilirik nya saniya yang juga memandangi nya dengan tajam.
"Siapa dia rey?"
Ketika raihan ingin menjawab, aisyah sudah menjawab duluan.
"Saya cuma anak magang disini mbak!" jawab aisyah dengan senyum sinis.
Tiba-tiba raihan teringat kejadian aisyah dan wanita iblis ini di mall. Seketika dia kesal lagi.
"Heh cuma anak magang!... Tapi tingkah mu seperti tidak tahu diri!.. Ini ruangan presdir, bukan orang sembarangan bisa masuk kesini!" hardik saniya.
Raihan yang mendengar itu langsung memukul meja dengan keras. Aisyah terkejut, apa bang raihan marah?
"Berani nya kau bicara seperti itu!" pekik raihan.
"Kenapa rey?... Dia cuma anak magang disini!.. Lagi pula bukan orang sembarangan yang bisa masuk kesini!" protes saniya.
Raihan memukul meja lebih kuat lagi. Aisyah dan saniya makin terkejut lagi.
"Dia bukan orang sembarangan!... dia calon istri ku!" tegas raihan.
Saniya terkejut mendengar itu. Gadis miskin ini adalah orang yang di pilih raihan. Saniya terdiam sesaat dan tak bisa berkata apa-apa.
"Tapi rey?"
"Kau bukan orang penting disini!... Pergi kau dari sini!"
Dengan kesal saniya mengambil tas dan kaca mata nya, lalu pergi meninggalkan ruangan presdir itu. Saat melangkah ke luar, di tatap nya aisyah dengan tatapan tajam. Aisyah membalas nya dengan tersenyum. Maksud hati dia, supaya lebih kesal lagi itu si mbak saniya nya, hehe..
******
__ADS_1