Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Mau Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Raihan mengajak Aisyah ke meja makan yang sudah di siapkan di taman itu, dia genggam erat tangan Aisyah,


Duh, nanti aja ahh aku temuin mereka. Batin Aisyah.


Maksud hatinya, dia ingin datang sebentar ke orang tuanya dan juga sahabatnya. Tapi biarlah, dia berikan dulu waktunya untuk Raihan.


Raihan menarik kursi untuk Aisyah, setelah Aisyah duduk, Raihan juga duduk di kursinya, dengan lembut, Raihan menyuapkan makanan ke mulut Aisyah, sepanjang melakukan itu, senyum Raihan tak pernah berhenti.


Sikap Raihan begitu romantis bagi Aisyah, ini pertama kalinya dia di perlakukan seperti ini oleh seorang lelaki.


Raihan memegang tangan Aisyah "Sayang, kamu cantik sekali malam ini.."


"Hehe, Terima kasih, Bang" jawabnya tersipu.


"Terima kasih sayang, Abang begitu bahagia"


Aisyah membalasnya dengan tersenyum manis "Ai juga bahagia,Bang!.. Terima kasih sudah memilih Ai.."


Sepertinya mereka berlebihan mengucapkan terima kasih ya?


Raihan hanya membalas perkataan Aisyah dengan tersenyum dan mengelus tangannya. Setelah itu Raihan heran, kenapa Aisyah celingukan.


"Ada apa sayang?"


"Eh, gak Bang, Ai cuma cari keberadaan Mama sama Ayah!"


"Udah gak usah khawatir, mereka ada di sana tuh, dengan sahabat-sahabat mu!" ucap nya sambil menunjuk dengan tangannya.


"Hehe, iya Bang.."


"Oh iya, besok atau lusa, Abang bawa Ai untuk nemuin Mama ya?"


Waduh, di ajak nemuin calon mertua.


"Iya Bang, Ai harus bawa apa?"


"Bawa diri sama bawa bukti kalau Ai mencintai Abang!" kata Raihan sambil tersenyum nakal.


Aisyah memanyunkan bibirnya "Bukti?... Memang kurang bukti ya?" sinis Aisyah.


Raihan tertawa lebar "Hahaha, gak sayang, Abang cuma becanda!"


Aisyah tetap memanyunkan bibirnya, membuat Raihan gemas, dan dengan refleks mencubit pipi nya.


Malam itu mereka lewati dengan kebahagiaan, tinggal selangkah lagi menuju pernikahan. Semoga rintangan tidak sederas air sungai yang lagi banjir bandang, dan tidak sebanyak pasir di pantai.


**


Di rumah Aisyah,


Aisyah yang saat ini tengah tersenyum-senyum sambil memandangi cincin berlian pemberian tunangannya tadi terkejut, karena mamanya tiba-tiba ada di sampingnya tanpa pemberitahuan.


"Mama, bikin kaget aja!"

__ADS_1


"Hehe, cieee yang lagi bahagia anak mama!"


Aisyah tersipu dengan ucapan mamanya itu "Ada apa Ma?.. Kok Mama belum tidur?"


"Gak ada, Mama cuma ingin kesini aja, mmm, berapa ya cucu Mama nanti?" gurau Mamanya.


"Hahaha, ada-ada aja, nikah aja belum, Ma!"


"Insya Allah semuanya lancar ya, Nak!"


"Aamiin ya Allah!" ucap Aisyah tersenyum.


"Ya sudah, Mama tidur dulu ya, oh iya, cincin tunangan itu jangan pernah di lepas ya, biar cintanya tak pernah lepas!"


"Eseeeeh Mama, dapat kata-kata dari mana itu, Ma?"


"Ahh mau tahu aja, udah sana tidur!" ucap Mama Aisyah keluar dan menutup pintu kamar Aisyah.


Selepas Mama nya keluar, dia mulai gelisah, gelisah nya karena dia di ajak menemui calon mertuanya besok. Bagaimana pendapat orang tua Raihan nanti tentang dia, tapi saat ini, lebih bagus dia tidur dan pikirkan besok saja.


**


Di Mansion Raihan


Raihan dengan bahagia memasuki mansion nya, bibirnya pun sesekali bersiul, dia bawa jas nya di tangannya.


"Rey..." panggil Mama Raihan.


"Eh Mama, belum tidur ya?" tanya nya, dia lalu duduk di sofa, dan meletakkan jas nya di meja. Dia tidak tahu kalau Mamanya memperhatikan dia dari sepanjang dia memasuki rumah tadi.


"Ada acara tadi Ma, oh iya, besok Rey mau nemuin Mama dengan orang yang spesial" ucapnya berbinar-binar.


Mamanya tahu apa maksud dari anaknya ini, tapi dia pura-pura pasang wajah biasa saja.


"Orang spesial?... Siapa dia, Rey?"


"Pokoknya Mama besok akan tahu, sudah ya, Rey mau tidur dulu!" ucapnya, dia pun bangkit dari duduk, mengambil jas, dan melangkahkan kakinya ke kemar.


Mamanya hanya memandangi putranya yang tengah menaiki tangga itu, dengan mimik wajah yang bisa di katakan misterius.


*


Keesokan pagi nya, Raihan menjemput Aisyah di rumahnya, walau Aisyah sudah protes jangan menjemput dia di rumahnya, karena mulut tetangga pasti akan heboh.


Tapi Raihan sepertinya gak peduli. Karena dia sudah biasa di ghibahin, bukan dengan mulut tetangga sih, tapi mulut emak-emak yang biasa dia temui di lapangan taman kota.


Setelah mereka ijin dengan orang tua Aisyah, mereka langsung pergi ke mansion Raihan. Sebenarnya sebelum pergi tadi, Aisyah sudah heboh duluan harus pakai baju apa, pakai jilbab apa, sampai-sampai dia harus berkonsultasi pada Sabila dan Adit. Memang tidak mahal harga bajunya, tapi dia rasa ini pantas di pakai untuk menemui calon mertuanya itu.


"Mmm, orang tua Abang itu seperti apa ya?" tanya Aisyah sambil melirik Raihan yang tengah fokus menyetir.


Raihan menoleh dan tersenyum "orang tua Abang orang baik, sayang. Abang cuma punya satu orang tua sekarang ini"


Aisyah mengernyit "Hah, satu orang tua? Maksud Abang? Siapa yang udah berpulang Bang?"

__ADS_1


"Abang cuma punya mama, papa udah lama meninggal"


"Oohh, maaf ya Bang, Ai gak tahu kalau Abang udah gak punya ayah" ucap Aisyah agak sedih.


Raihan tersenyum, dia menoleh dan mengusap kepala Aisyah.


"Gapapa sayang.."


Tak lama mereka pun tiba di mansion Raihan, penjaga lalu membukakan pintu gerbang, karena bos besar mereka akan masuk.


Penjaga lalu membukakan pintu untuk Raihan, Raihan langsung turun dan membukakan pintu untuk Aisyah, dia tidak mau penjaganya nanti tertarik sama tunangannya ini, kalau mereka yang bukakan pintu mobilnya.


Raihan genggam tangan Aisyah "Ayo masuk sayang!"


Setelah mereka masuk, para penjaga mulai berbisik-bisik.


"Siapa gadis itu ya?"


"Sepertinya itu kekasihnya bos besar, cantik ya?"


"Hei kamu jangan sembarangan bicara! Bisa gawat nanti kalau ada yang dengar!"


Aisyah begitu terpukau dengan mansion Raihan, jika dibandingkan dengan rumahnya, mansion Raihan ini sepuluh kali lebih besar dari rumahnya,


Raihan tetap menggenggam tangan Aisyah hingga masuk ke dalam.


Jantung Aisyah berdetak tak karuan, tangan nya mulai dingin, bagaimanapun dia harus pandai-pandai mengambil hati calon mertuanya itu.


"Santai saja sayang" ucap Raihan, dia lepaskan tangan Aisyah sebentar.


"Hehe, ketahuan ya Bang kalau Ai lagi grogi?"


Raihan usap kepala Aisyah dengan perasaan sayang " Tenang sayang, Mama gak makan orang kok!" ucapnya terkekeh.


Aisyah mulai memanyunkan bibirnya "Iihh Abang..!!"


Mereka telah sampai di ruang tamu, tapi sepertinya begitu sunyi. Tak lama Bik Inah datang untuk menyambut mereka.


"Tuan..."


"Kemana Mama, Bik?"


"Nyonya masih ada urusan Tuan, saya di suruh nyambut Tuan tadi kalau pulang, begitu pesan Nyonya besar, eh ini...?"


"Oh iya, perkenalkan Bik, ini calon istri ku!"


Aisyah langsung menyalami tangan orang tua itu. Bik Inah memperhatikan wajah Aisyah dengan serius.


"Assalammu'alaikum, Bik!" ucap Aisyah dengan senyum manis nya.


"Wa'alaikumsalam, ya Allah Non, kok bisa manis banget sih?" kata nya dengan centil.


Aisyah tersenyum "Hehe terima kasih, Bik.."

__ADS_1


Ya Allah, wajah nya memang mirip sekali..


.........................................


__ADS_2