Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Sekarang Rizi Yang Kesal


__ADS_3

Setelah menenangkan diri cukup lama, raihan dengan langkah malas nya membuka jas, jam tangan, dan menggulung lengan kemeja nya, lalu dia mengambil wudhu, dan menunaikan sholat. Mungkin dengan cara ini dia akan tenang. Mengadu segala keluh kesah nya kepada Allah.


Selesai sholat, raihan melirik rizi yang melihat-lihat video tadi. Raihan memutar mata malas melihat anak buah sekaligus sahabat nya itu.


"Hei zi...!" panggil raihan.


Tapi yang di panggil tidak mendengar, ternyata rizi sedang fokus melihat video itu.


Raihan lalu menggulung-gulung sajadah yang baru saja di gunakan nya, lalu dengan sekuat tenaga dia lemparkan pada rizi.


"Rey..!" pekik rizi sambil melotot pada raihan.


"Apa!" jawab raihan dengan teriak. "Kau bisa-bisa nya menyuruh aku sholat, padahal kau sendiri tidak sholat!"


Rizi geleng-geleng pelan, "aku udah sholat tadi bro!"


Raihan memutar mata malas mendengar jawaban rizi itu. Raihan lalu bersiap-siap karena dia ingin menemui aisyah.


"Rey.." panggil rizi.


"Hmmm.."


"Ini ada video aisyah" ucap rizi.


"Apa! Video yang ada wanita setan itu?" ucap raihan sedikit marah.


"Ck, bukan!... Lihat ini!" ucap rizi sambil memperlihatkan video yang satu nya lagi.


Raihan merebut hp itu. Rizi geleng-geleng kepala melihat tingkah raihan.


Raihan langsung melihat video itu, ternyata isi nya aisyah sedang memegang baju dan tampak mengusap-ngusap baju itu, seketika raihan tersenyum simpul, tapi dia mengernyit karena aisyah tidak jadi mengambil baju itu untuk di beli.


Kenapa ai gak jadi beli baju itu?


"Zi.. Kenapa ai gak jadi beli baju nya?"


"Kayak nya aisyah gak punya uang rey! Aku udah mencari tau dia selama ini karena kau menyukai nya, dia tergolong orang gak mampu!"


"Hmmmm..." ucap raihan sambil memegang dagu nya.


Ya aku ingat, waktu aku menolong ayah nya, ayah nya juga lagi dalam kesusahan, karena dia baru meminjam uang untuk bayar uang kuliah aisyah, hmmm, kasihan sekali kekasih ku ini. Bodoh! Harus nya aku kasih dia kartu ku tadi!


Rizi yang melihat raihan sedang berfikir pun merasa aneh.


Ini orang kenapa, tadi dia kesal, sekarang sok berfikir gitu,hmmm, apa dia kesurupan?batin rizi.


"Zi...!".


"Eh iya rey?" rizi tersentak dari lamunan nya (atau pikiran nya?).


"Belikan semua yang aisyah pegang tadi di mall itu! Kalau perlu toko baju itu beli semua!"


Rizi melongo mendengar perintah raihan. Baru ini raihan jadi gila pikir nya. Dulu sama mantan nya dia tidak begini kali.


"Semua nya rey?" tanya rizi memastikan.

__ADS_1


"Se...muuuuu..aaaaaa nyaaaaa! Dengar?!" ucap raihan dengan mata melotot.


"Baik lah bos!". Jawab rizi mantap tanpa membantah.


Kalau aura-aura bos dia udah keluar begitu, dia jadi seram, iihh takut.


Raihan langsung saja keluar dari ruangan itu, tak di pedulikan nya rizi yang sedang bingung karena perintah nya.


"Rey tunggu!" panggil rizi sambil berlari mengejar raihan.


"Dasar kura-kura!" umpat raihan kesal.


Mereka segera menuju lift dan turun ke lantai dasar, lalu segera mereka menaiki mobil menuju rumah aisyah.


"Rey, makan dulu yuk, aku lapar!"


"Nanti aja makan nya!"


"Uuhh kau itu rey!"


Raihan hanya geleng-geleng kepala melihat rizi. Tak terasa mereka sudah sampai di rumah aisyah. Setelah mobil berhenti, raihan langsung saja turun dari mobil.


"Assalamualaikum, ai!"


"Walaikumsalam, sebentar!"


Siapa ya yang datang malam-malam gini? Mana mama sama ayah lama banget lagi pulang berobat nya, kan aku jadi takut.batin aisyah.


Aisyah membuka pintu, alangkah terkejut nya dia, ternyata yang datang adalah kekasih nya.


"Abang?" panggil aisyah sedikit ragu, itu raihan apa cuma bayang-bayang nya. Tapi kalau di lihat di belakang nya ada rizi, sudah di pastikan itu memang raihan.


"Adek gapapa kan sayang?" tanya raihan cemas.


Cepat-cepat aisyah melepas pelukan raihan karena malu ada keberadaan rizi di antara mereka.


Aisyah menggeleng-gelengkan kepala.


"Ai gapapa bang!.. Memang ai kenapa?"


Raihan menatap aisyah dengan intens "Besok-besok abang akan antar kemana pun ai mau!" kata raihan dengan serius.


Aisyah menggaruk-garuk kepala nya yang tak gatal mendengar perkataan raihan.


"Hehe,.. Masuk dulu bang!"


Raihan dan rizi pun masuk ke rumah aisyah. Tak lama aisyah datang membawa minuman dan camilan.


"Di minum bang!" kata aisyah setelah meletakkan nampan.


"Makasih sayang!" ucap raihan tersenyum.


Rizi geleng-geleng kepala dan melirik raihan dengan kesal.


Menyebalkan sekali, aku jadi obat nyamuk disini, haaaah mana aku lapar lagi, huuuf. batin rizi.

__ADS_1


Saat ini rizi sedang menahan lapar. Aisyah memang meletakkan camilan, tapi dia kan sekretaris pribadi raihan, harus jaga image dong. Kalau gak ada aisyah, udah satu piring itu dia habiskan.


"Kok sunyi dek? Ayah sama mama kemana?"


"Mama bawa ayah berobat bang, jantung ayah kumat lagi!"


"Hmmm kasihan, apa yang bisa abang bantu sayang?"


"Bantu apa bang?.... Hehe abang ada-ada aja, tadi tiba-tiba datang langsung main peluk aja, sekarang malah nanya mau bantuin apa? Hahaha..."


Aisyah tertawa lebar, raihan yang memandangi nya pun menjadi ikut bahagia. Berbeda sama rizi, dia mandangin raihan dengan jengkel. Kapan acara pandang-pandangan itu akan berakhir pikir nya.


"Ya sudah dek, abang pulang dulu ya, besok abang jemput, jangan membantah dan jangan menolak!... Oke?"


"Siap bos"! Aisyah menjawab dengan menaikkan tangan nya ke pelipis, layaknya orang memberi hormat.


Raihan dengan gemas mengusap-ngusap kepala aisyah yang di tutupi jilbab itu.


"Assalammu'alaikum... " ucap raihan dengan tersenyum.


"Wa'alaikumsalam bang" jawab aisyah dengan tersenyum juga.


"Cepat masuk rumah ya!.. Jangan lama-lama di luar!" perintah raihan.


Aisyah menjawab dengan menganggukkan kepala nya. Raihan dan rizi lalu menaiki mobil, tak lupa sebelum mobil itu melaju, raihan mengerlingkan mata nya nya pada aisyah.


Mungkin itu jadi kebiasaan baru nya belakangan ini, setelah raihan menyatakan cinta nya. Aisyah jadi malu-malu sendiri karena nya.


Setelah mobil raihan makin menjauh, aisyah lalu masuk ke rumah. Tak lupa dia mengunci pintu, dan menunggu mama ayah nya pulang.


Di perjalanan, raihan yang merasa di lirik terus oleh rizi, jadi merasa risih.


"Apa!.. Kenapa kau melirik aku terus!" kata raihan sambil melirik kesal rizi.


"Hiiii perasaan sekali kau rey!" sungut rizi.


"Ck.. Ayo kita ke restoran!"


Rizi mengernyit " tumben kau mengajak ku ke restoran?"


"Kenapa?.. Aku gak mau anak tante santi koid karena gak ku kasih makan!"


Rizi mendengus "aku juga bisa makan sendiri kali!"


"Bagus lah kalo gitu, sekarang antar aku pulang!" ucap raihan sembarangan sambil melipat tangan nya di dada.


"Ya ampun rey, aku udah bekerja keras hari ini, di tambah lembur lagi!"


Raihan menaikkan alis nya sebelah "lembur?... Lembur apaan? Kau aja bersama ku sekarang!"


"Ya elah rey, aku ini bekerja ekstra, mengantar kan mu ke rumah aisyah, melihat mu memandangi aisyah, melihat mu tersenyum sama aisyah, sedang aku? Aku jadi obat nyamuk kalian!" ketus rizi.


"Ya itu kan memang sudah tugas mu zi!" ucap raihan dengan santai nya dan tanpa rasa bersalah.


Puuuuuffffff, rizi memainkan bibir nya.

__ADS_1


Hiii rey, kau itu anak siapa sih, kalau kau bukan bos ku, udah ku remas-remas itu mulut mu.


*********


__ADS_2