
Raihan membanting jaket nya dengan kasar ke tempat tidur. Bukan kesal lagi yang ada dalam diri nya, melainkan marah yang begitu besar. Benarkan, mama nya tidak akan pernah berubah, status sosial selalu ada dalam pikiran mama nya. Itu lebih penting bagi mama nya dari pada kebahagiaan anak nya.
Raihan menghela nafas berat, dia mengusap wajah nya kasar. Di ambil nya rokok di dalam laci nya. Tidak ada yang tau kalau dia merokok, menurut nya, merokok itu menghilangkan beban pikiran yang ada di kepala nya. Merokok lebih baik pikir nya dari pada dia melakukan hal lain.
Raihan lalu duduk di balkon, bahkan dia belum mengganti pakaian nya, dia lalu menghidupkan rokok nya dan mulai menghisap nya, lalu menghembuskan asap nya dengan panjang. Dia berharap beban pikiran nya seperti asap itu, terhembus jauh lalu menghilang.
Setelah menghabiskan dua batang rokok, dia lalu masuk ke kamar nya, dia mandi, dan menunaikan kewajiban nya sebagai hamba. Selesai itu, raihan lalu menjatuhkan diri nya di atas kasur yang empuk.
Dia lalu membuka hp nya, ada pesan masuk dari calon istri nya, di buka nya pesan itu, isi pesan nya adalah menanyakan keberadaan nya, manis sekali, walau cuma pesan singkat, ini tanda perhatian aisyah pada nya.
Di balas nya pesan itu dengan penuh sayang. Dia juga membuka foto yang di kirim aisyah, senyum lebar mengembang dari bibir merah nya. Seakan-akan beban itu tiba-tiba hilang seketika. Aisyah memang benar-benar sumber kebahagiaan nya.
"I love you ai!". Ucap nya pada foto aisyah. Dia usap-usap foto aisyah yang sedang tersenyum lebar itu.
Raihan melihat status aisyah, semakin gembira hati nya. Dia juga ikut-ikutan buat status, serupa dengan aisyah, raihan juga menutup wajah aisyah dengan stiker love warna merah.
Tak lupa raihan buka akun sosmed nya yang lain, dia masukkan foto mereka berdua, itu adalah postingan pertama nya. Dia juga menonaktifkan komentar, dari pada ribet bacain komentar yang isi nya banyak anak gadis beserta emak nya. Raihan gak mau pusing karena nya.
Raihan lalu meletakkan hp nya di atas nakas, sambil rebahan dia berpikir, bagaimana kalau mama nya nanti tidak setuju sama hubungan nya dengan aisyah, dia tidak mau gagal lagi, dia tidak mau patah hati lagi.
"Seperti nya aku harus membeli apartemen, setidak nya aku gak mau kalau aisyah nanti tidak nyaman tinggal disini, aku gak mau aisyah tersakiti, hah!". Menghela nafas panjang raihan.
Yang raihan pikirkan sekarang adalah, walau mama nya tidak setuju, raihan akan tetap menikahi aisyah. Begitu tekad nya.
Hari semakin malam, raihan memutuskan untuk tidur, dia lupakan sejenak permasalahan nya, dia akan selesaikan masalah itu nanti. Yang terpenting sekarang tidur, karena besok dia akan berjumpa pujaan hati nya.
***
Keesokan pagi nya, seperti biasa, aisyah berangkat dengan sabila. Tadi nya raihan mau menjemput diri nya, tapi aisyah menolak, apa kata orang kalau nanti dia di jemput sama cowok ganteng.
Hari begitu masih pagi ketika mereka sampai di gedung Wira Utama Grup. Jadi mereka memutuskan untuk ke kantin.
"Mau minum apa ai?". Tanya sabila.
"Lo aja deh bil, lagi bokek gue!". Jawab aisyah.
"Bokek kenapa?". Tanya sabila lagi.
Aisyah menghela nafas. "Ya lo tau kan, sebentar lagi magang kita selesai, semester akhir udah di depan mata, pasti banyak banget biaya nanti bil, kalo gue gak kumpulin dari sekarang kapan lagi?"
Sabila mengangguk "Hmmm, iya gue tau keadaan lo ai!, udah mau minum apa?"
"Lo traktir gue?". Tanya aisyah sambil menaikkan sebelah alis nya.
"Gak! Ya iya lah nenek gayung!" sungut sabila.
__ADS_1
"Mau mandi dong gue! Hahaha.."
"Haha, edun lo! Kita minum kopi aja ya ai?".
"Boleh, makasih ya sob!"
Sabila tersenyum sambil mengacungkan jempol nya. Kemudian dia pergi memesan minuman mereka.
Aisyah mengecek hp nya, dia melihat balasan raihan subuh tadi, rasa nya ada perasaan bahagia yang membuncah di hati nya.
Setelah sholat subuh tadi, dia yakin akan memperjuangkan cinta nya, keputusan akhir, dia serahkan kepada Sang pemilik cinta sejati. Apa pun itu, dia akan menjalani nya dengan sepenuh hati.
"Kayak nya bang raihan belum datang, hm". Gumam aisyah pelan.
Tak lama sabila datang, dari mimik wajah nya seperti banyak pertanyaan yang akan di ajukan nya pada aisyah.
"Mana kopi nya?".
"Masih di buat, eh ai?".
"Hmm". Jawab aisyah tanpa menoleh sabila, dia sibuk dengan hp nya.
"Lo kemaren jalan ya sama bang raihan, hayo?" ledek sabila yang menjadikan aisyah terkejut.
aisyah memasang wajah pura-pura gak tau. "Tau dari mana?"
Aisyah memanyunkan bibir nya, besok-besok dia pasti memasukkan kontak sahabat nya itu dalam daftar orang yang tidak bisa melihat status nya.
Tapi menyembunyikan apa-apa dari sahabat nya ini juga tidak mungkin. Sudah sering dia berbagi duka pada sahabat nya itu, masa iya dia gak mau berbagi bahagia juga?
"Iya, itu bang raihan bil, semalam kami jalan!". Ucap aisyah malu-malu.
"Cie, cie, betul kan dugaan gue sama adit, bang raihan pasti suka sama lo ai, apa lagi waktu pertama kali kita jumpa bang raihan, gue perhatiin, dia ngelirik-lirik lo terus!"
Aisyah tersenyum, ya dia ingat itu, saat raihan curi-curi pandang pada nya waktu di musholah taman kota.
"Tapi gue bahagia ai, semoga langgeng ya?" sabila mengusap tangan aisyah.
"Makasih ya sob, udah selalu ada untuk gue!". Ucap aisyah terharu.
Kopi pesanan mereka pun datang, mereka langsung menyeruput kopi hangat itu.
"Gue bilang sama bang raihan untuk menyembunyikan hubungan kami bil!"
"Kenapa gitu ai?, apa bang raihan malu?"
__ADS_1
"Justru gue yang malu, kalo bang raihan sih malah pingin ngomong ke semua orang, tapi setelah gue kasih pengertian, akhir nya dia setuju juga!"
"Ya, apa pun itu, yang penting elo dan bang raihan bahagia, gue dukung sepenuh hati ai!"
Mereka sama-sama tersenyum. Dukungan sabila bagi diri nya itu sangat berarti. Disaat mereka mengobrol, tiba-tiba hp sabila berdering, ternyata adit yang menghubungi, menanyakan keberadaan diri nya.
"Cieee di telpon adit ya?" ejek aisyah.
"Iya ni, macem babon nya gue, gak nampak dikit langsung kecarikan dia, dasar!" gerutu sabila.
"Ya udah yok, ini udah jam masuk kantor!". Ucap aisyah sambil melihat jam tangan nya.
"Iya ai!". Jawab sabila.
Mereka berdua lalu meninggalkan kantin dan menuju ruangan mereka. Tapi pas saat mereka melangkah. Langkah mereka terhenti dengan kedatangan presdir Wira Utama Grup, di iringi dengan rizi dan juga bram.
Presdir itu melangkah dengan wibawa nya, tampak sekali kalau dia memang seorang pemimpin. Mengingat itu, tiba-tiba aisyah jadi minder.
Ketika melewati aisyah dan sabila, raihan mengerlingkan mata nya pada aisyah, aisyah jadi malu-malu dan salah tingkah.
"Cie,cie ai!" sabila menyenggol lengan aisyah.
"Haha, apaan sih!, ya udah yok!".
***
Di ruangan presdir, aisyah bingung mau melakukan apa, selain mendengarkan tiga pria di depan nya ini membahas hal penting, yang aisyah sendiri gak terlalu mengerti.
Setelah pembicaraan mereka selesai, rizi dan bram keluar dari ruangan itu. Tak lupa bram tersenyum pada aisyah, aisyah juga membalas senyum bram, tapi ketika aisyah menoleh pada raihan, seketika wajah raihan berubah. Aisyah jadi mengerti kalau raihan berarti lagi cemburu, astaga.
"Sayang?" panggil raihan dengan lembut nya.
"Iya bang?" jawab aisyah grogi mengingat mimik wajah raihan tadi.
"Udah makan?".
"Udah bang, mm abang mau ai buatkan kopi?"
"Gak perlu sayang!" jawab raihan sambil membuka berkas-berkas yang ada di meja nya.
"Mmm oke deh bang kalau gitu!". Aisyah jadi bingung harus bicara apa lagi,
Tiba-tiba hp aisyah berdering tanda pesan masuk, aisyah langsung aja membuka nya. Gak dilihat nya wajah raihan yang sudah penasaran.
"Dari siapa sayang?" tanya nya tetap dengan nada lembut, walau dia juga udah mulai tidak tenang.
__ADS_1
"Eh abang!" aisyah kaget.
*****