
Aisyah dan sabila yang mau menjenguk bram, juga tak lupa mengajak teman mereka yang aduhai bernama raditya atau yang biasa mereka panggil dengan Adit.
Saat ini dia tengah menepikan motor nya, karena dia hendak mengangkat telpon yang masuk.
"Apa sih say?... Iya ini gue lagi di jalan, tapi nanti gue singgah dulu ya ke toko obat, masuk angin nih gue!"
Setelah selesai menelpon, adit pun memasukkan lagi hp nya ke dalam tas nya.
"Uuhh bawel banget sih mak lampir!... Udah di bilang gue lagi di jalan juga!" gerutu nya.
Adit pun melanjutkan perjalanan nya menuju toko obat terlebih dulu. Setelah sampai, adit pun memarkirkan motor nya. Sebelum turun, tak lupa dia pakai masker nya. Kan ini lagi corona woi.
"Mbak, minyak angin satu ya?" pinta nya pada apoteker.
"Ini dek!"
"Ini ya mbak uang nya, makasih!"
Saat hendak berbalik, adit mendapati sebuah pemandangan. Seorang wanita yang seperti nya adit sudah hafal dia itu siapa.
Wanita itu tampak nya terburu-buru, tak lupa wanita itu juga memakai masker. Entah karena taat protokol kesehatan, atau karena dia punya maksud untuk menutupi wajah nya, agar tak ketahuan oleh orang lain.
Waduh, mimpi apa gue nih jumpa sama kuntilanak, eh mak lampir atau apa ya?.. Ihh gemes sendiri gue! Batin adit.
Adit pun jadi penasaran, perlu apa wanita itu ke toko obat maghrib-maghrib begini. Eh tunggu, bukan nya dia orang kaya ya, punya bodyguard, kan bisa tuh menyuruh mereka. Begitu lah pemikiran adit kira-kira.
Gue tungguin ahh disini, penasaran gue mau apa tuh kuntilanak kesini! Batin adit.
Adit perhatikan dengan seksama dari balik tembok. Dan betapa terkejut nya dia apa yang di beli wanita itu.
Astaga! Batin adit. Dia pun refleks menutup mulut nya karena rasa tak percaya dengan apa yang di beli wanita itu.
Setelah selesai membeli, wanita itu langsung saja keluar dari toko obat itu , dengan menutup wajah nya rapat-rapat, agar tidak ketahuan orang.
Untung sebelum wanita itu berbalik, adit sudah menyembunyikan diri nya di balik tembok. Tak lupa adit mengambil foto wanita itu. Mungkin adit cocok kali ya jadi agen rahasia, hehe.
Wanita itu lalu pergi menggunakan taksi. Biasa nya juga dia naik mobil mewah nya. Wah takut ketahuan betul wanita itu.
Adit pun memainkan bibir nya, seperti nya dia sedang memikirkan sesuatu.
Kayak nya dia itu belum menikah, tapi kenapa dia beli itu ya? Batin adit.
Ahh bodoh ahh, yang penting gue ada berita baru, hohoho. Batin adit.
Tak perlu pakai waktu lama, langsung saja adit tancapkan gas menuju rumah sakit.
***
Tok.. Tok..
"Masuk..." ucap ibu bram.
Aisyah pun membuka pintu, di ikuti sabila di belakang nya.
"Assalammualaikum buk" ucap aisyah sambil menyalami tangan ibu bram dan di ikuti juga oleh sabila.
__ADS_1
"Waalaikumsalam... Kok kesini? Kan udah malam ai, bil" jawab ibu bram.
"Gapapa kok buk, kami langsung pingin jenguk bang bram pas tau bang bram masuk rumah sakit" kata sabila.
"Mmmm. Kayak mana keadaan bang bram buk?" tanya aisyah pelan.
"Hmmm gitu lah ai, ibuk gak tau apa yang buat pak raihan marah sama bram.." ucap ibu bram sedih.
Aisyah dan sabila pun memasang wajah sedih mendengar penuturan ibu bram itu. Tapi di saat ini, aisyah lah yang paling sedih. Sedikit banyak nya ini juga karena diri nya.
"Sabar ya buk, kami di sini buk.. Kalau ibuk perlu apa-apa bisa bilang sama kami" ucap sabila menenangkan.
Ibu bram tersenyum tipis "makasih ya.."
Aisyah dan sabila pun tersenyum.
"Boleh kami lihat bang bram buk?" tanya aisyah lagi.
"Iya, lihat lah sana, ibuk biar tunggu di sini"
"Iya buk!" ucap aisyah dan sabila bersamaan.
Aisyah dan sabila pun mendekati ranjang dimana bram terbaring. Bram tampak pucat, dengan wajah di penuhi luka lebam. Bram saat ini masih tertidur, mungkin karena efek obat.
Haaaah kasihan nya bang bram, maafkan ai bang! Batin aisyah sedih.
Karena tahu aisyah menunduk dan sedih, sabila dengan cepat memeluk pundak sahabat nya itu.
"Udah ai, jangan sedih gitu!"
"Udah, jangan berpikiran gitu"
Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras, mengejutkan semua orang yang ada di dalam. Kecuali bram, ya iya lah dia kan lagi tidur. Tidur apa pingsan?
"Astaghfirullah..! Adiiiiiit!" pekik aisyah, sabila dan ibu nya bram bersamaan karena kaget.
Adit yang tahu dia udah bikin salah pun cengengesan dan garuk-garuk kepala.
"Aduuh, maaf say.. Maaf ya buk, hehe.."
Aisyah geleng-geleng kepala, sedangkan sabila memonyongkan bibir nya melihat tingkah adit barusan.
"Ada apa dit, kok macem di kejar hantu gitu?"
"Hehe, gapapa buk, kirain dua bidadari empang ini udah pulang duluan dan ninggalin adit!"
"Iiihh enak aja bidadari empang, kami bidadari surga tau!" sungut sabila.
Ibu bram pun tertawa dan geleng-geleng kepala. Agak terobati sedikit kesedihan nya dengan kedatangan bocah-bocah ini.
"Gimana keadaan bang bram?"
"Ya gitu lah dit, masih istirahat, mungkin karena efek obat!" kata aisyah.
"Eh say, gue ada berita penting nih!"
__ADS_1
"Dapat berita apaan lo maghrib-maghrib gini?" tanya sabila sewot.
"Hiii itu mulut gak usah meriah kali!..tolong ya.." ucap adit tak kalah sewot.
"Iiihh kalian apa-apaan sih, di sini rumah sakit bukan KUA!" ucap aisyah.
"Uuuh lo lagi ai, apaan sih!" sewot adit.
"Hehe, ya udah kalian obrolin tuh berita penting nya si adit, ibuk duduk samping bram dulu ya, mana tau dia bangun dan butuh sesuatu" ucap ibu bram dengan lembut.
"Hehe iya buk, maaf ya buk kami bikin kehebohan" kata aisyah malu-malu, dan sabila dengan gemas menyenggol lengan adit, karena ulah dia nih jadi nya heboh.
"Memang ada berita penting apa dit?.. Masalah gue di lamar bang bram ya?" ucap aisyah bisik- bisik agar tidak kedengaran sama ibu nya bram.
"Iiihh kalau itu gue udah tau kali ai, kan ada nenek ini yang ngasih tau gue!"
Sabila dengan kesal nya memukul lengan adit.
"Auuuww, apaan sih lo nenek gayung!.. Sakit tau!" protes adit.
"Hiii pusing kepala gue kalau kalian udah gabung begini!... Kita cari tempat aja yuk di luar, biar ngobrol nya enak!" ajak aisyah.
"Iya ai, segan juga kan sama buk tika kalau kita berisik begini!" sahut sabila.
Adit hanya manggut-manggut manjah mendengar ocehan solusi sahabat nya itu.
"Hmm, ya udah, yuk kita permisi dulu sama buk tika!"
"Ayo ai!" ucap sabila dan adit bersamaan.
Mereka bertiga pun menemui buk tika yang sedang mengusap-ngusap kepala bram. Seketika mereka pun terenyuh menyaksikan cinta seorang ibu pada anak nya.
"Mmm buk.." panggil aisyah pelan.
"Iyaaaa.."
"Kami permisi pulang dulu ya buk.."
"Ahh iya ai, lagi pula ini udah malam, pulang lah kalau mau pulang.."
Mereka bertiga pun langsung menyalami tangan buk tika secara bergantian.
"Kami pulang ya buk, kirim salam sama bang bram,.. sampaikan, kalau kami tadi kesini!" ucap sabila.
"Iya... Pasti ibu sampaikan"
"Kami permisi buk, assalammualaikum" ucap mereka bertiga.
"Waalaikumsalam, hati-hati di jalan.."
*************
Jangan lupa like, komen, dan vote ya para pembaca yang manis.
Salam hangat dari ils Dydzu 😊
__ADS_1