Abang Ganteng Itu

Abang Ganteng Itu
Kado Terindah


__ADS_3

Saat ini sudah menunjukkan pukul sembilan malam saat Raihan telah selesai dengan meetingnya di hotel berbintang lima. Begitu banyak persiapan yang akan mereka lakukan saat akan membuka proyek pertambangan batu bara.


Raihan yang sudah duduk di dalam mobil langsung membuka jas dan mengendurkan dasinya. Melelahkannya, begitu yang ada dipikirannya.


"Mau makan dulu, Rey?" tanya Rizi saat dia memasuki mobil.


Raihan menyandarkan kepalanya sambil menghembuskan nafas "Aku mau pulang! Kasihan istriku menungguku! Mana aku lupa lagi untuk mengabari dia!" kesal sendiri Raihan.


Rizi geleng-geleng kepala, dia mengecek hp yang tersimpan di saku jasnya. Agak terkejut dia melihat pesan dari anak buah mereka, kalau karyawan mereka berbuat kurang ajar pada Aisyah. Rizi begitu kesal, dia lalu melirik Raihan yang sudah memejamkan mata sambil bersandar dan bersedekap dada. Begitu dia memang kalau sudah kelelahan, bisa tidur dimana saja.


Jangan sampai Rey tahu! Ya, aku akan bereskan dulu semua ini! Seandainya mereka tahu Aisyah itu siapa, habis mereka!


"Aku antar pulang, Rey?"


"Hmmmm.."


**


Di apartemen, Aisyah sedang menyiapkan kejutan untuk suami tercintanya. Ya, walau hanya dengan kue dan sebuah kotak berisikan testpack. Aisyah berharap suaminya senang dengan kejutan yang dia berikan.


Sudah jam sepuluh malam, tapi belum ada tanda-tanda Raihan akan tiba di apartemen. Aisyah sampai ketiduran di sofa. Dia mencoba mengucek-ngucek matanya agar tetap terjaga. Tak lama terdengar ketukan pintu, Aisyah langsung buru-buru mematikan semua lampu, dan dengan cepat menghidupkan lilin yang sudah dia tancapkan dikue itu.


"Sayang, apa udah tidur?" panggil Raihan dari luar. Karena tidak ada jawaban, Raihan mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci.


"Apa istriku lupa mengunci pintu ya?" bergumam sendiri.


Raihan masuk dan terkejut karena apartemen mereka begitu gelap. Dia mengeluarkan hpnya dan mengaktifkan senter. Raihan mencari tombol lampu, dan klik! Lampu pun menyala. Saat hendak mematikan senter di hpnya, Aisyah keluar membawa kue dengan lilin menyala berbentuk angka 34.


"Selamat ulang tahun, Pa!"


Raihan mengernyit "Pa?" ucapnya tanpa bersuara.


Raihan lalu membalikkan badan dan betapa bahagia dirinya melihat istrinya yang begitu cantik, seseorang yang selalu dia rindukan setiap waktu. Mata Raihan berbinar saat istrinya itu menghampiri dirinya yang masih terpaku di tempatnya berdiri. Jantung Raihan berdegup kencang karena penampilan istrinya begitu sexy dengan rambut tergerai indah. Istrinya hanya memakai lingerie yang begitu tipis, hingga area pribadi istrinya pun sampai terlihat karena saking tipisnya.


"Sa..sayang" Raihan sampai tak bisa berkata-kata saat istrinya sudah ada dihadapannya.


Aisyah mengeluarkan senyumnya yang paling indah "Selamat ulang tahun, Pa!" ucapnya sambil menyodorkan kue itu untuk Raihan tiup.


"Kok Papa?" ucap Raihan bingung.


"Tiup aja dulu lilinnya, sayang!"


"Ahh, iya sayang!" Raihan meniup lilin itu, Aisyah bersorak kegirangan karena lilin itu padam.


Raihan memandangi lilin mati yang menimbulkan asap itu. Aisyah menepuk lembut bahu suaminya.


"Kenapa sayang?"


Raihan tersenyum kecil "Abang udah tua ternyata, hehe.."


Aisyah tertawa sambil menutup mulutnya "Abang itu gak tua, abang dewasa.."


Raihan menatap Aisyah dengan perasaan sayang, dari kepala sampai kaki Raihan perhatikan. Istrinya begitu sempurna baginya. Raihan mengambil kue yang ada ditangan Aisyah dan meletakkannya di meja. Lalu memeluk mesra istrinya yang begitu dia cintai itu. Raihan menciumi setiap inci wajah Aisyah. Aisyah sampai terkekeh geli.


"Terima kasih istriku! Kamu pelengkap hidup Abang! Jangan pernah tinggalkan Abang!" Raihan memeluk Aisyah lagi, sedang Aisyah yang dipeluk mengusap-ngusap lembut punggung suaminya.

__ADS_1


"Kita akan tetap bersama-sama sayang!"


Raihan melepaskan pelukannya dan menatap penuh cinta wajah cantik istrinya. Perlahan dia memajukan wajahnya dan memiringkannya. Dan hup! Raihan mencium mesra bibir istrinya itu. Aisyah pun membalas ciuman suaminya, agak lama mereka berciuman.


"Terima kasih.."


Aisyah tersenyum dan mengusap pipi Raihan. Raihan memejamkan mata dan merasai kelembutan tangan istrinya. Saat Raihan menyentuh punggung tangan Aisyah, Aisyah meringis. Alis Raihan terus menyatu karena berpikir kenapa istrinya meringis. Raihan langsung memeriksa dan betapa terkejutnya dia melihat tangan Aisyah yang melepuh.


"Ini kenapa Achel?"


"Ta..tadi terkena air panas" jawab Aisyah berbohong dan kikuk karena Raihan memperhatikannya dengan serius.


"Benar? Bagaimana bisa?" ucap Raihan dengan nada yang begitu khawatir.


"Maaf.. Ai gak hati-hati"


"Ayo kita ke dokter!"


Aisyah mengibaskan tangannya dengan cepat "Gak, gak usah sayang! Ai gak apa-apa, kok!"


Raihan memegang wajah Aisyah dengan ekspresi khawatir "Benar gak-apa-apa sayang?"


Aisyah mengangguk dan tersenyum lebar pada Raihan, agar suaminya itu berhenti mengkhawatirkan dirinya.


"Oh iya, Ai punya hadiah untuk suamiku!"


Wajah Raihan berbinar "Oh ya? Bukan dengan berpakaian sexy dan menggoda ini udah jadi hadiah ya buat Abang?" Raihan menaik turunkan alisnya dan berhasil membuat Aisyah malu-malu miaw.


"Bukan sayang! Ayo kita duduk!" Aisyah menarik tangan Raihan untuk duduk. Aisyah mengambil sebuah kotak dimeja dan menyerahkannya pada Raihan.


"Kotak!" jawab Aisyah santai.


Raihan berdecak karena jawaban istrinya, sedang Aisyah tertawa lebar karena berhasil menggoda suaminya.


"Buka aja sayang"


Raihan membuka kotak itu dan mengernyit melihat isinya. Dia mengangkat benda itu dan menunjukkannya pada Aisyah dengan wajah heran.


"Ini apa sayang?"


"Loh, Abang gak tahu itu apa?" dengan polosnya Raihan menggeleng.


"Astaga.. Itu testpack, Bang!"


"Apa itu sayang? Memang apa gunanya untuk Abang?" tanyanya sambil membolak balikkan testpack itu. Ingin rasanya Aisyah menjitak kepala suaminya ini. Ternyata Bang Rey tidak mengerti testpack pemirsaaa.


"Coba Abang perhatikan testpack itu, dan lihat ada berapa garisnya?"


Raihan memperhatikan benda itu dengan seksama, lagi-lagi alisnya menyatu karena berpikir.


"Ini ada dua sayang!"


"Itu tandanya Ai hamil, Bang!" Aisyah langsung to the point dari pada urusan panjang karena ketidaktahuan suaminya tentang testpack.


Raihan membelalakkan matanya "Hamil? Kamu hamil sayang?" tanyanya kegirangan.

__ADS_1


Aisyah mengangguk senang dan tersenyum lebar "Iya sayang!"


Raihan langsung bersorak kegirangan dan tak hentinya mengucapkan syukur kepada Allah. Setelahnya dia bersujud syukur, dan tak terasa air matanya menetes, Raihan menangis. Aisyah langsung ikut duduk bersimpuh dilantai.


Aisyah menangkup wajah Raihan "Sayang, kenapa nangis?" tanya Aisyah sambil menyeka air mata berharga suaminya.


"Abang begitu bahagia sayang! Abang bersyukur kita akan punya anak, diumur Abang yang udah udah gak mudah ini!"


"Oooohh, ssssttt udah jangan menangis sayang" Aisyah mengusap wajah Raihan dengan sayang, lalu membawa tangan Raihan ke atas perutnya.


"Anak kita ada disini sayang.."


Raihan mengusap-ngusap perut Aisyah dengan hati-hati "Perut kamu udah mulai besar ya sayang? Abang kira perut kamu buncit karena keseringan makan coklat"


"Huusss sembarangan! Sebenarnya Ai udah lama tahu kalau Ai hamil, cuma belum kasih tahu Abang, karena Ai mau kasih kejutan!"


Raihan tersenyum dan melihat wajah istrinya sebentar, lalu tatapannya beralih lagi ke perut Aisyah.


"Sehat-sehat ya sayang! Papa akan selalu menjaga kamu dan Mama!" Raihan lalu mengecup perut Aisyah.


"Hmmm, Oh iya, apa dia udah punya kaki, sayang? apa tangannya udah tumbuh?" lagi-lagi Raihan bertanya dengan polosnya, membuat Aisyah gemas dan mencubit pipinya.


"Insya Allah udah, sayang! Kalau mau, kita bisa periksa ke dokter kandungan"


"Besok kita periksa ya tempat Kakak sepupu Abang! Kebetulan dia dokter kandungan yang yaa cukup terkenal lah!"


Aisyah terperanjat "Tapi, kalau ketahuan sama Mama?"


"Tenaaaang! Itu Abang yang akan mengaturnya!"


"Hmmm iya sayang!"


"Kalau gitu Abang minta hadiah Abang yang lain?" ucap Raihan sambil mengerling nakal.


"Hadiah apa sayang?" Aisyah tak mengerti dengan pertanyaan suaminya.


"Gunanya pakai baju sexy gini untuk apa coba?" Raihan mulai meraba-raba leher Aisyah. Aisyah langsung meremang karena sentuhan suaminya.


Raihan bangkit dari duduknya dan langsung menggendong Aisyah menuju kamar mereka.


"Abaaang.." ucap Aisyah dengan nada manja yang membuat Raihan seakan-akan mabuk kepayang.


"Abang mau hadiah Abang, Istriku!"


Akhirnya mereka melakukan sesuatu yang berkeringat dibawah selimut. Saling mencintai dan mengasihi dengan malam yang dingin sebagai saksinya. Saking tidak sabarnya, baju sexy Aisyah sampai terkoyak karena ulah Raihan.


"Besok, Abang akan belikan baju yang seperti ini beberapa lusin, cukupkan sayang?"


"Apaaaa?"


Tidaaaaak!! Pekik Aisyah dalam hati.


Dasar! Berarti hadiah yang paling indah di hari ulang tahun Abang cumaaa.. Ehem ehem! Gapapa deh, lagi pula pahalanya besar membahagiakan suami tercinta. Gak nyesal juga aku searching-searching di internet tadi, wkwkwk.


.............................

__ADS_1


__ADS_2