
Adit lalu memfoto wanita itu. Cekrek..cekrek, banyak sekali yang dia ambil. Setelah selesai, adit perlihatkan sama sabila. Mereka gak mempedulikan aisyah yang muncung nya udah hampir 10 inci itu.
"Wah, berbakat lo dit ngambil foto orang, nanti kirimin ke gue!" ucap sabila.
"Beres!" kata adit.
Aisyah yang mendengar pembicaraan sahabat nya itu jadi jengah sendiri. Tapi dia juga berpikir, masa iya sih, wanita itu jalan sama om-om yang notabene lebih tua usia nya dari wanita itu. Aisyah jadi bingung sendiri.
Tapi bodoh amat pikir nya, bukan urusan aisyah juga. Dia bersyukur masalah dia dengan wanita itu tadi sudah selesai. Ke depan nya dia tidak mau berjumpa wanita itu lagi.
"Pulang yuk!" ajak aisyah.
"Cepet banget ai, kita belum keliling lagi!" sahut sabila.
"Iya ai, aku pingin cuci mata nih, capek mata ku liatin kertas mulu!" rengek adit.
Aisyah menghela nafas. "Iya, ya udah ayo!".
Mereka berkeliling, melihat-lihat. Sampai lah mereka di stand penjualan baju-baju muslim. Mereka bertiga berpencar untuk melihat-lihat. Mata aisyah jatuh pada baju muslim yang di pajang menggunakan manekin.
Duh cantik sekali.
Di usap nya baju itu, lalu dia melihat harga baju itu.
Waduh mahal kali nih baju, mana bisa aku beli baju beginian. Kerja dulu, dapat gaji baru bisa kebeli, haaaah sabar ai.
Aisyah tersenyum kecil, harga baju itu begitu mahal. Akhir nya dia memutuskan untuk bergabung dengan sabila dan adit.
Semua gerak-gerik aisyah tak luput dari pengawasan pengawal yang di suruh raihan tadi. Kejadian tadi pun sempat mereka rekam, juga termasuk aisyah mengusap-ngusap baju yang terpajang itu.
Setelah puas berkeliling dan mencuci mata, mereka memutuskan untuk pulang, berhubung hari juga sudah mulai sore.
Saat mereka sudah sampai di teras mall, mereka melihat wanita itu lagi. Dia menggandeng lengan om (atau kakek?) itu dengan manja nya. Seperti nya mereka sedang menunggu mobil jemputan mereka.
Sabila dan adit muncul ide untuk mendekati wanita itu. Aisyah pasrah aja mengikuti kemauan aneh sahabat nya itu.
"Ehem.. Belanja sama kakek nya mbak?" ejek sabila sambil menahan tawa nya.
"Yah udah dewasa begitu masih manja, gandeng-gandeng tangan kakek itu lagi!" ucap adit menambah-nambahi.
"Eh mulut itu gak usah kelantaman banget ya!" teriak wanita itu.
"Yah dia marah, hahaha".
Sabila dan adit tertawa terbahak-bahak.
"Sayang, mereka itu siapa?" kata pria tua yang tangan nya di gandeng wanita itu.
"Mereka bukan siapa-siapa, hanya orang gila!" ucap wanita itu dengan kesal.
"Sayang? Haha gak salah!" teriak sabila.
"Bil, dit udah jangan bicara gitu! Maafkan teman saya mbak!" ucap aisyah meminta maaf.
Wanita itu tampak tak mempedulikan ucapan aisyah karena mobil mereka sudah datang. Mobil wanita itu pun segera melaju dari mall itu.
Aisyah melirik kesal sabila dan adit.
"Kalian itu ya benar-benar!".
"Santai sob santai, memang cocok kita gitukan tuh cabe!". Ucap sabila sambil terkekeh.
"Say, say!.. orang kayak gitu cocok nya di gundulin!" ucap adit tertawa sambil memegang perut nya.
__ADS_1
Bagi mereka itu hal terlucu yang mereka lakukan hari ini. Aisyah memutar mata malas.
Dasar sakit jiwa mereka.
Aisyah memanyunkan bibir nya melihat sahabat nya itu tak berhenti tertawa. Aisyah pun bergerak dari tempat nya berdiri.
"Ai mau kemana?" panggil sabila karena aisyah sudah melangkah pergi dari tempat nya.
"Mau pulang gue! Nungguin kalian ketawa gak bakalan siap sampe besok!" sungut aisyah.
"Ya ampun say, jangan ngambek gitu dong!" kata adit.
"Puuuuuuuffff" aisyah memainkan bibir nya.
Tiba-tiba telpon aisyah berdering. Ternyata raihan yang menelpon.
"Halo, assalammualaikum bang!"
"Walaikumsalam, udah dimana sayang?"
"Udah mau pulang bang!"
"Oh, ya udah, langsung pulang ya!"
"Iya bang!"
Aisyah langsung mematikan telpon nya. Abis itu dia terkejut, karena sabila dan adit ternyata menguping di sebelah nya.
"Cie, calon suami nelpon ya ai, uuuhh so sweet nya!" kata adit.
"Kok lo tau dit?" tanya aisyah sambil melirik sabila.
Sabila yang di lirik pun terkekeh.
"Iya deh iya, ya udah pulang yuk!"
"Oke ai!" jawab sabila dan adit bersamaan.
Mereka bertiga akhir nya pulang berhubung sudah maghrib. Mereka tidak mau kemalaman sampai rumah.
****
Raihan saat ini masih berada di kantor, hari ini begitu banyak pekerjaan. Tapi dia tidak sendiri, tentu saja ada rizi yang menemani nya. Sedangkan bram di utus untuk menangani hal lain di luar kantor.
Tiba-tiba pintu terketuk.
"Masuk!" perintah raihan.
Pintu terbuka, ternyata pengawal yang berjumlah tiga orang suruhan raihan tadi. Badan mereka begitu kekar. Mereka membungkukkan badan memberi hormat pada bos mereka.
"Selamat malam bos!" ucap salah satu pengawal.
Raihan mengangguk, "ada apa?"
"Kami mau melapor tentang nona aisyah bos!" jawab pengawal itu.
Raihan mengernyit. Apakah ada sesuatu yang terjadi pada aisyah?
"Ada apa?" tanya nya dengan wibawa, walau di hati nya juga sudah mulai tidak tenang.
Pengawal itu lalu bercerita tentang kejadian di mall tadi. Pengawal itu lalu memberikan hp yang berisi rekaman video aisyah di mall.
Raihan menerima hp itu, dan melihat isi nya, seketika tangan nya mengepal geram. Rizi yang sedari tadi memperhatikan raihan pun memutuskan untuk mendekati nya.
__ADS_1
"Ada apa rey?" Tanya rizi.
Raihan diam, rizi jadi bingung.
"Kirimkan video ini pada ku!" perintah raihan pada rizi.
"Video apa?" tanya rizi bingung.
"Lakukan aja apa yang ku bilang!" teriak rey.
Rizi lalu mengirim video itu pada raihan. Rizi belum tau apa isi video itu. Setelah selesai rizi meletakkan hp itu di atas meja raihan.
"Ambil ini, dan pergi lah!" perintah raihan pada pengawal nya untuk mengambil hp di atas meja nya.
"Kami permisi bos!" ucap salah satu pengawal.
Mereka membungkukkan badan lalu meninggalkan ruangan raihan.
Setelah pengawal itu keluar, rizi coba bertanya lagi pada raihan.
"Lihat saja video itu!" perintah raihan.
Rizi pun melihat video itu, alangkah terkejut nya dia siapa yang ada di video itu.
"I..ini kan saniya rey?"
"Wanita itu.. Berani nya dia!" geram rey.
Di pukul nya meja dengan keras. Gemuruh amarah sudah mengisi hati nya.
"Rey..jangan begitu! Tenang!" teriak rizi.
Raihan lalu berdiri dan dengan kesal menjatuhkan badan nya ke sofa. Rizi lalu mendekat untuk melihat tangan raihan, apakah ada luka sehabis memukul meja tadi. Raihan menepis kuat tangan rizi yang sedang memeriksa tangan nya.
"Cari tau kenapa setan itu bisa di dekat aisyah ku?" teriak raihan memberi perintah.
Rizi mengernyit. "Setan? Setan apa? Aku belum pernah ngelihat setan rey!"
Raihan menjadi lebih kesal, dia lalu melempar pot bunga yang ada di meja itu ke arah rizi. Untung rizi bisa menangkap nya. Kalau gak pasti benjol itu kepala.
"Dasar bodoh!" umpat raihan.
"Maafkan aku rey!...Tapi tenang lah dulu!" pinta rizi agar raihan tenang.
Rizi pun mengambilkan air putih untuk raihan.
"Minum lah rey, tenang kan diri mu!"
Raihan dengan malas meminum air yang di berikan rizi pada nya. Lalu dia mengusap kasar rambut nya ke belakang.
"Kau..kau belum sholat kan?" tanya rizi hati-hati.
Raihan memejamkan mata nya. "Hmmm.."
"Sholat dulu rey!".
Raihan tidak menjawab apa pun. Sekarang yang ingin di lakukan nya cuma memejamkan mata, mencoba mengalirkan energi positif pada diri nya.
Kenapa aisyah bisa bertemu wanita itu?
Apakah mama nya sudah mengetahui siapa kekasih nya? Dan menyuruh wanita itu untuk menyakiti aisyah nya?
Yang pasti nya saat ini begitu banyak pertanyaan di kepala raihan. Dan saat ini juga dia ingin bertemu dengan kekasih nya, aisyah.
__ADS_1
****