
Mudah-mudahan Aisyah mau berbaikan lagi dengan mu Rey, setelah mendengar cerita masa lalu mu, Batin Rizi.
"Raihan dulu sudah pernah bertunangan.." Rizi memulai kisah seorang Raihan Ali di depan kekasih nya sekarang ini.
Deg, hati Aisyah berdebar mendengar kata-kata 'bertunangan', tapi kenapa dia bisa cemburu begini? Bukankah itu sudah lama dan sudah berakhir?
"Mmm, itu berapa tahun yang lalu Bang?"
"Tepat nya sekitar 6 tahun yang lalu Ai!"
"6 tahun yang lalu..?"
"Iya, kala itu, tunangan Raihan meninggalkan dia untuk menikah dengan orang lain..."
"Ya Allah, kasihan ya Bang Raihan, Bil?" tanya Aisyah.
"Gak apa-apa kasihan Ai, toh sekarang kasihan itu berganti dengan bahagia karena ada lo di samping Pak Raihan!" ucap Sabila menenangkan Aisyah yang pasti nya udah mulai berpikiran aneh-aneh.
"Tapi kenapa tunangan Bang Raihan memutuskan hubungan mereka gitu aja?.. Dan langsung menikah dengan orang lain pula?"
"Abang gak tahu apa sebab nya, cuma sehabis kejadian itu, Raihan jadi frustasi, dia sering mengurung diri nya di kamar, dan yang paling parah, dia ikut balapan, hingga kecelakaan!"
"Hah.. Kecelakaan?" tanya Aisyah panik, kalau Sabila dari tadi hanya diam mendengarkan.
"Iya, sampai patah kaki dia, maka nya sekarang ini karena diri mu lagi marah sama dia, dia mau ikut balapan lagi!"
Semoga berhasil, semoga berhasil. Batin Rizi.
"Hah.. Di mana Bang Raihan ikut balapan nya Bang?" Aisyah panik, dia bangkit dari duduk nya.
Sabila juga bangkit dari duduk nya "Ai, tenang!.. Jangan panik gitu!"
"Kayak mana gak panik Bil? Aku takut Bang Raihan balapan lagi!.. Aku takut dia kecelakaan!"
Seringai senyum licik muncul di sudut bibir Rizi. Aksi nya akan segera berhasil.
"Ayo kita temui dia di arena balap, Ai!" ajak Rizi.
"Ayo, Bang!.. Ayo cepat!" ucap Aisyah setengah berlari ke mobil Rizi.
Sedangkan Rizi dan Sabila berjalan beriringan ke arah mobil Rizi.
"Ssstt, Pak!.. Ini bohongan kan?" tanya Sabila.
"Eh, mana ada bohongan!" jawab Rizi santai tapi agak salah tingkah.
__ADS_1
"Yang bener Pak, jangan bilang ini usaha Bapak untuk menyatukan mereka lagi?" tanya Sabila menaik turunkan alis nya.
"Tapi bagus kalau mereka bersatu lagi!" sambung Sabila lagi.
"Kalau masa lalu Bos kita itu benar, tapi yang itu...?" ucap nya terpotong.
"Bohongan kan Pak, hahaha..."
"Hei, sssst, sudah kamu diam aja!.. Jangan sampai Aisyah tahu!" perintah Rizi.
Sabila mengacungkan jempol nya sambil terkekeh kecil.
Aisyah yang sudah menunggu, merasa jengah, kenapa mereka lama sekali di situasi genting begini.
"Bang, cepetan...!" teriak Aisyah yang semakin kesal.
"Iya, iya!" jawab Rizi.
Rizi lalu menghidupkan mobil nya, dan segera mereka meluncur ke tempat di mana Raihan melakukan balapan.
Di sepanjang jalan, Aisyah terus-terusan berdzikir untuk menenangkan hati nya.
Lindungi lah kekasih hamba ya Allah. Batin Aisyah.
Ketika mereka sudah sampai, Aisyah dengan yakin kalau ini memang arena balapan. Terdengar dari riuh nya suara motor yang ada di tempat itu.
Duh, gaya nya kok bisa keren banget gitu. Batin Aisyah.
seperti nya Raihan tidak mengetahui keberadaan Aisyah. Entah memang sudah rencana mereka agar Raihan pura-pura tidak tahu, atau memang Raihan nya benar-benar tidak tahu kalau Aisyah sudah berada di sana.
"Ai, seperti nya balapan akan segera di mulai, lebih bagus kamu pergi ke pinggiran lintasan di sana itu, supaya kalau Rey lewat, kamu bisa menghentikan nya!" saran Rizi.
Aisyah tampak berpikir, dan tak perlu pakai lama, dia segera berlari ke tempat yang di arahkan Rizi.
Balapan seperti nya akan segera di mulai, para peserta balapan sudah menunggangi motor sport mereka masing-masing, termasuk juga Raihan. Dia juga celingukan mencari keberadaan Aisyah, dia juga khawatir karena Rizi belum ada menghubungi nya.
Ahh, kemana kau Rizi? Kenapa kalian belum sampai? Batin Raihan resah.
Terompet tanda balapan di mulai pun berbunyi. Para peserta langsung menarik gas motor mereka dengan kecepatan penuh.
Teriak penonton pun riuh menyemarakkan acara balapan itu. Semua nya pada berteriak memanggil nama Raihan.
Duh, jujur ya, jengah banget aku dengerin mereka teriak-teriakin nama Bang Raihan!!... Macem gak ada kerjaan aja mereka ini! Batin Aisyah.
Aisyah berdiri di pinggiran lintasan, memperhatikan motor-motor yang lewat, dia sudah hapal benar model motor Raihan. Jadi dia hanya melihat motor nya saja, karena para peserta semua menggunakan helm, agak susah dia mengenali nya.
__ADS_1
Eh, itu kayak motor bang Raihan! Batin Aisyah.
Aisyah berdiri dengan berkacak pinggang menanti motor Raihan mendekat ke tempat dia berada. Ada perasaan kesal, rindu dan segala macam lah yang muncul di hati nya, kalau ibaratkan makanan, di situ ada nasi, kuah, sambel dan kerupuk, lengkap sudah! Apa lagi kalau harga nya murah, wkwk.
Samar-samar Raihan mengenali orang yang berdiri di pinggiran lintasan itu,
"Aisyah..?" gumam nya.
geleng kanan geleng kiri dia memperhatikan dari jauh, agak silau karena cahaya lampu, jadi kurang jelas siapa wanita yang berdiri di sana.
Setelah motor Raihan mendekat, baru dia tahu itu siapa, itu Aisyah kekasih nya, tapi itu benar-benar Aisyah apa bukan?
Itu Aisyah yang jadi hantu, apa hantu yang menyamar jadi Aisyah? Tapi kenapa hantu bisa kacak pinggang ya? Eh?
Agar dia tidak salah mengira, dia hentikan motor nya setelah melewati gadis yang berdiri di sana tadi.
Baru saja dia mematikan motor nya, dia langsung terkejut mendengar suara pekikan seorang gadis yang memanggil diri nya.
"Baaaaang..!!!"
Ya Allah, itu suara siapa? Kok melengking sekali? Aduh, apa jangan-jangan... Batin Raihan.
Tiba-tiba suara itu terdengar lagi "Abaaaaang..!!"
Kenapa suara itu semakin dekat? Ah Ya Allah lindungi aku. Batin Raihan.
Raihan tampak nya belum mau memalingkan wajah nya untuk melihat siapa yang memanggil dia tadi. Takut dia, kalau-kalau yang memanggil bukan orang sungguhan.
Kenapa aku bodoh sekali, kenapa aku berhenti di sini? Oh iya, karena aku melihat Aisyah tadi. Batin Raihan.
"Abang berani ya mau ninggalin Ai?" tanya Aisyah yang sudah di samping Raihan.
Raihan menolehkan wajah nya "Ai..?" panggil nya lembut,
"Ini memang kamu sayang?" tanya Raihan lagi sambil mengelus pipi Aisyah. Sebenarnya dia memberanikan diri memastikan ini benar Aisyah atau bukan.
"Ya iya lah ini Ai..!" jawab Aisyah dengan nada jutek.
"Kamu ngapain di sini sayang?"
"Ngapain, Abang yang ngapain? Abang mau kecelakaan lagi?" omel Aisyah.
Raihan mengerutkan dahi nya, baru dia teringat, pasti ulah Rizi ini yang menceritakan tentang dia yang mengalami patah tulang karena kecelakaan dulu.
"Maafkan Abang, Sayang?" pinta Raihan dengan senyum tulus.
__ADS_1
"Hmmm, Abang apa-apaan sih, karena Ai marah sama Abang, Abang jadi nekat gini?" mengomel panjang lebar Aisyah. Raihan yang mendengarkan hanya tersenyum, bahagia dia karena merasa di perhatikan oleh kekasih nya, khawatir kan tanda nya sayang.
..............................................