Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Malam Terindah


__ADS_3

'Ya ampun kenapa ini jantung melompat-lompat kayak mau loncat sih' batinku.


'Ini bukan yang pertama, tapi kenapa gugupnya melebihi perawan sih?' gumamku. 


Setelah sekian menit mondar-mandir seperti ODGJ anyaran, aku memutuskan untuk keluar dari kamar mandi ini.


Klek!


'Loh, suamiku kemana?' gumamku karena tak melihat keberadaan pak Marvel dikamar itu. Bagus deh, gercep bersihin make-up dulu, risih!


Setelah selesai membersihkan make-ap diwajahku, aku mulai melepas kebayaku dan menyimpannya dikeranjang tempat pakaian kotor. Setelah itu buru-buru meluncur ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang terasa sudah berkeringat. Aku memakai handuk putih yang sudah tersedia dikamar mandi itu lalu keluar begitu saja, dan saat keluar dari kamar mandi aku begitu terkejut karena melihat pak Marvel yang sudah kembali.


Aku berjalan canggung melewatinya begitu saja tanpa menoleh kearahnya menuju meja rias yang sudah ada perlengkapan untuk memoles diri. Sepertinya memang sengaja disiapkan. Saat sedang mengoles body lotion di kakiku, tak sengaja mataku melihat pantulan wajah pak Marvel yang ternyata sedang memperhatikanku dari cermin. Dia menatapku tanpa berkedip sambil terus tersenyum tipis. Aku membalas senyumannya dengan malu-malu. Cukup lama kami saling memandang lewat pantulan cermin, larut dalam fikiran masing-masing. Sampai akhirnya aku menunduk malu melanjutkan kegiatanku yang sedang mengoles body lotion ke seluruh tubuhku.


Setelah selesai, aku baru teringat jika pakaianku masih berada dikamar tamu dilantai bawah. Duh, gaswat!


Walaupun jantungku masih belum bisa terkontrol dengan baik, aku memberanikan diri menghampiri pak Marvel suamiku, bermaksud meminta tolong. Aku duduk disampingnya dipinggir kasur empuk berukuran king size itu.


"Ada apa?" tanya pak Marvel yang terus mengulum senyum dibibirnya.


"Bajunya ketinggalan dilantai bawah, dikamar tamu. Ratna lupa bawa" cicitku pelan sambil menunduk, tidak kuat melihat tatapan menghanyutkan pak Marvel, bisa-bisa kelelep!


"Enggak usah pakai baju, nanti juga dilepas lagi" goda pak Marvel.


Wajahku semakin memerah menahan malu.

__ADS_1


Pak Marvel bergeser mendekat kearahku, lalu jarinya mulai menyentuh pipiku dan mengelusnya dengan lembut. Jantungku mulai heboh saat  pak Marvel memajukan wajahnya yang semakin lama semakin dekat. Aku memilih memejamkan mataku, tidak kuat melihat wajahnya yang berjarak sangat dekat. Hembusan nafasnya terasa hangat menyapu ceruk leherku yang langsung membuat tubuhku meremang.


Aku merasa terkena sengatan listrik bertegangan tinggi saat pak Marvel menggigit kecil telingaku dan memainkan lidahnya disana. Bukan hanya itu, tangannya mulai aktif mengelus punggungku dengan lembut, sementara tangan satunya mencengkram erat jari jemariku. Aku merasa nafasku semakin memburu saat pak Marvel mulai menuntunku untuk berbaring dikasur empuk miliknya.


Dengan tatapan mendamba, pak Marvel mulai menyatukan bibir kami, menyapu lembut ke setiap rongga mulutku, aku yang sudah hanyut terbawa arus tak tinggal diam, aku melingkarkan kedua tanganku dileher pak Marvel dan membalas setiap sesapan demi sesapan yang semakin lama semakin nikmat. Membalas belitan demi belitan yang kemudian saling bertukar saliva.


Pak Marvel menghentikan ciuman itu, lalu turun ke area leherku dan mulai mencecap, menjilat dan menyesapnya kuat-kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan.


Engh!


Aku melenguh, menahan gelenyar aneh yang membuatku seakan melayang. Entah sudah berapa banyak cap stempel yang dibuat pak Marvel di area leherku, yang jelas saat itu tubuhku sudah seperti cacing kepanasan.


"Sayang, malam ini kamu milikku" bisik pak Marvel ditelingaku. Bisikannya itu justru membuatku semakin bergelora.


Pak Marvel kembali melakukan kegiatannya, tangannya dengan lembut melepas lilitan handuk yang membalut tubuhku, kini terpampanglah tubuhku yang polos tanpa sehelai benangpun. Aku tersadar saat pak Marvel menghentikan cumbuannya, buru-buru aku menutup kedua bukit indah milikku dengan bantal. Rasanya sangat malu. Setelah selesai melepas jas dan kemeja miliknya pak Marvel melepas sabuknya, lanjut celana dan kini hanya tinggal tersisa boxer saja. Aku menatap kagum sekaligus malu pada jejeran roti sobek milik pria yang telah sah mnjadi suamiku itu.


Engh!


Lagi-lagi aku melenguh menahan rasa nikmat yang kian membara. Aku mencengkram sprei dengan kuat saat kenakalan lidah pak Marvel yang semakin liar menari-nari di puncak everest. Apalagi jari jemarinya bergrilya nakal memasuki goa keramat yang sudah lama tidak dimasuki.


"Kamu sudah basah sayang" bisik pak Marvel dengan begitu sensual.


Aku kira pak Marvel sudah selesai bermain-main dengan tubuhku, ternyata aku salah besar. Dia kembali mencumbuiku hingga aku kembali memanas, lalu dengan sekali gerakan merenggangkan kedua pahaku dan menenggelamkan kepalanya disana.


Oh...

__ADS_1


Aku benar-benar merasa terbang ke awan, melayang-layang diangkasa. Ini terlalu indah, terlalu nikmat! aku melenguh panjang saat pelepasan pertamaku. Aku terengah-engah mengatur nafas.


Pak Marvel mengelap keringatku dan menciumi wajahku dengan lembut membuatku merasa sangat disayang. Lalu dengan sekali gerakan, pak Marvel melepas penutup tubuhnya yang tersisa, hingga menampakkan senjata miliknya. Aku tercengang dengan ukurannya yang tidak normal. OMG! Ini sih Rudal balistik Rusia! 


Aku membuang pandanganku kearah lain untuk menutupi rasa malu dan keterkejutanku.


Pak Marvel merenggangkan kedua pahaku, dan mulai menuntun senjatanya memasuki goa keramat milikku yang sudah banjir.


Jleb!


Sekali dorongan benda pusaka miliknya melesat masuk menerobos dengan sempurna, aku merasa sesuatu memenuhi intiku. Aku menggigit bibir bawahku  tak kala pak Marvel mulai menggerak-gerakan benda pusakanya secara naik-turun. Pak Marvel dengan semangat empat lima memacu tubuhnya dari tempo pelan hingga semakin lama semakin cepat. Nafasku terengah-engah menahan serangan demi serangan yang dilancarkan pak Marvel.


"Kamu sempit, kamu nikmat sayang! Kamu luar biasa" ucap pak Marvel disela-sela kegiatannya memompa tubuhku.


"Sa-sayang.... Engh" aku dengan berani menarik wajah pak Marvel dan mencium bibirnya duluan. Ini indah! aku sangat bahagia.


'Terimakasih Marvelino Gideon Amstrong, ini malam pengantin terindah' ucapku dalam hati.


Pak Marvel semakin semangat memacu tubuhnya setelah mendapat ciuman manis dariku. Mata kami saling mendamba, memerah menahan gelora yang semakin lama semakin ingin meledak. Entah sudah berapa ratus kali tusukan, sampai akhirnya pak Marvel meledakkan cebong-cebong junior calon pewaris keluarga Amstrong. Rahimku terasa hangat, kemudian pak Marvel ambruk diatasku setelah itu mencium keningku dengan lembut lalu turun dan tidur disampingku.


"Terimakasih sayang" ucapnya sambil menatapku dengan senyuman mengembang.


"Aku yang makasih, ini terlalu indah" ucapku malu-malu lalu menenggelamkan wajahku didadanya.


"I Love You" ucapnya lagi. 

__ADS_1


"I Love you too" balasku pelan. 


Setelah itu kami tertidur dengan saling memeluk satu sama lain. 


__ADS_2