Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Pisang Rebus


__ADS_3

"Please, lepaskan dia." ucap Melodi memohon. Karena melihat mata sayu Melodi yang memohon seperti itu membuat Louis tak tega dan akhirnya melepaskan tangannya dari leher Rio.


Uhukk Uhukk!


Rio terbatuk karena hampir kehabisan nafas akibat perbuatan pria yang tengah kesetanan didepannya.


"Rio kamu enggak apa-apa?" tanya Melodi khawatir, lalu tangannya hendak menyentuh wajah Rio namun dengan secepat kilat Louis mencegahnya dan menarik Melodi untuk keluar dari tempat terkutuk itu.


"Pelan-pelan kak, tanganku sakit" ucap Melodi yang terus memberontak. Louis tak memperdulikannya dan malah membawa Melodi masuk kedalam mobilnya.


"Kak, kamu mau membawaku kemana?" tanya Melodi saat mobil Louis melaju dengan kencang membelah jalanan kota metropolitan itu.


Disepanjang perjalanan, Louis tetap diam dan tak mengeluarkan sepatah katapun. Sampai akhirnya mobil yang ditumpangi tiba di sebuah parkiran apartemen mewah.


"Kak, kita mau kemana?" lagi-lagi Melodi kebingungan.


"Apartemenku!" jawab Louis ketus.


"Tapi kak, aku tidak mau. Aku mau pulang." tolak Melodi.


"Jangan harap, sebelum aku selesai menghukummu!" ucap Louis yang langsung membuat Melodi bergidik ngeri. Melodi nampak berfikir, kira-kira hukuman a


seperti apa yang akan Louis berikan kepadanya? oh tidak! Louis adalah seorang mafia, jangan-jangan...?


"Kak, aku masih ingin hidup, tolong jangan bun*h aku" ucap Melodi ketakutan.


"Jangan berfikir macam-macam!" sentak Louis yang membuat nyali Melodi semakin menciut.


Karena Melodi yang terus memberontak, Louis terpaksa menggendong Melodi ala bridal style agar wanita itu tak bisa kabur darinya.


Ting


Lif itu sudah terbuka, mereka sampai dilantai tempat kamar apartemen Louis berada. Louis membuka pintu apartemen nya tanpa menurunkan Melodi dari gendongannya. Dan setelah menguncinya, Louis langsung merebahkan Melodi dikasur miliknya.


Klek!


Pintu kamar terkunci dengan rapat.


"Kak, kau mau apa?" tanya Melodi ketakutan. Louis tak menjawab dan malah menarik Melodi kedalam kamar mandi, lalu menyalakan kran air dan mengelap kasar pinggang Melodi yang tadi sempat disentuh oleh Rio.

__ADS_1


"Kak apa yang kamu lakukan?" pekik Melodi.


Krekk!!


Srekk!!


Louis merobek baju yang dikenakan oleh Melodi dan juga melucuti rok mini yang bertengger dipinggang ramping itu.


Gleg!


'Sial!'


Niat hati ingin membuang jejak pria lain ditubuh Melodi, kini dia malah terjebak dengan tubuh Molek Melodi yang hanya mengenakan dalaman saja. Melodi sendiri sangat ketakutan dan berusaha menutupi tubuhnya yang hampir telanj*ng itu.


Louis keluar dari kamar mandi dan mencari kemejanya untuk dipakai Melodi, dan pilihannya jatuh pada kemeja berwarna putih miliknya.


"Pakai ini. Tenang saja, aku tidak berselera dengan gadis ingusan sepertimu!" ucap Louis.


Melodi buru-buru memakai kemeja yang dilemparkan oleh Louis, dan benar saja, kemeja itu sangat kebesaran ditubuhnya. Tapi setidaknya ini jauh lebih baik dari pada hanya memakai dalaman saja.


Ceklek!


Gleg!


Melihat Louis yang hanya diam saja Melodi malah khawatir.


"Kak? apa kamu sakit?" tanya Melodi yang kini duduk mendekat disampingnya.


"Tidak! aku... hhh" Louis mengeram saat tangan Melodi tak sengaja bertumpu di pisang tanduknya yang sudah mengeras.


"Menyingkirlah!" ucap Louis.


"Aku hanya memeriksa tubuhmu, kenapa wajahmu berkeringat begini?" tanya Melodi yang lagi-lagi menyentuh dahinya. Dan tubuh Louis semakin memanas saat tak sengaja kemeja itu tersingkap keatas dan menampilkan paha mulus bak jalan tol yang baru diaspal. Louis memejamkan matanya membuat Melodi bertambah cemas.


"Kak, kau kenapa?" tanya Melodi seraya menepuk kecil pipi Louis. Louis membuka matanya dan menatap wajah Melodi dengan intens.


"I Want You Mel" ucap Louis dengan suara serak. Melodi tercekat mendengar ucapan Louis, dia mengerti apa yang diucapkan Louis. Tapi, bukankah Louis tak berselera padanya? dan kenapa Louis menginginkannya? disaat Melodi masih asyik dengan segala pertanyaan dikepalanya, Louis tengah mendekatkan wajahnya hingga kening dan hidung mereka bersentuhan.


"Kak, siapa wanita di club tadi?" tanya Melodi.

__ADS_1


"Just a *****!" jawabnya.


"Dan kau berencana menghabiskan malam dengannya?" tanya Melodi penasaran.


"Ya! dan kenapa jadi bahas yang tidak penting?" ucap Louis.


"Itu penting, setidaknya aku tahu jika kak Louis menginginkan aku karena tak jadi tidur dengan wanita tadi" ucap Melodi sambil membuang pandangannya.


"Ya anggap saja begitu!" ucap Louis.


"Kak, apa tidak ada cinta dihatimu? apa semua hanya karena nafs*?" tanya Melodi dengan mata berkaca.


"Aku tidak mungkin jatuh cinta lagi Mel, apalagi padamu, pada adik ipar dari adikku yang umurnya jauh dibawahku." jawab Louis. Melodi merasa sangat kecewa mendengar jawaban Louis.


"Lalu kenapa kau cemburu kepada Rio? harusnya kau biarkan saja aku disentuh olehnya" ucap Melodi.


"Karena kau adik iparnya Kimberly, tentu saja aku merasa punya tanggungjawab dan tidak akan diam saja adiknya Sean dilecehkan oleh pria brengsek" jawab Louis. Melodi tersenyum getir.


"Kamu sangat munafik kak! kamu tidak sadar dengan ucapanmu itu? kamu sendiri yang sudah melecehkanku!" ucap Melodi dengan tatapan tajam.


"Aku hanya terbawa suasana Mel." ucap Louis lirih.


"Baiklah, anggap saja memang benar begitu. Dan sekarang aku mau pulang, bisa buka pintunya?" tanya Melodi.


"Tidak!" jawab Louis.


"Kenapa? apa untuk menghangatkan ranjangmu? jika memang begitu, jika hanya ingin kehangatan ranjang, kau panggil saja wanita yang tadi kau sewa! aku tidak sudi berdekatan dengan pria brengsek sepertimu!" ucap Melodi pedas.


"Kau tenang saja Mel, aku tidak mungkin menodai adik iparnya Kimberly. Lagipula sudah kukatakan jika kau bukan tipeku." ucap Louis. Lalu berdiri dan hendak keluar dari kamarnya. Namun tiba-tiba Melodi memeluknya dari belakang dan membalik tubuh Louis agar menghadapnya.


Cup


Melodi mengecup bibir Louis sekilas. Lalu mengalungkan tangannya dileher Louis.


"Benarkan aku bukan tipemu? benarkah kamu tidak bernafs* melihatku?" tanya Melodi dengan nada sensual. Louis mengeram kuat saat melihat belahan dada Melodi yang terlihat menantang karena Melodi membuka dua kancing bajunya. Tubuhnya tiba-tiba panas dingin saat Melodi mulai membuka kemejanya satu persatu dan memainkan jarinya didada bidang lelaki itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Apa yang akan terjadi selanjutnya? eng ing eng....! jangan lupa vote like dan komentar ya. Siram kembang kalau perlu, kopi? boleh juga.

__ADS_1


__ADS_2