
Sean langsung menghadang Louis yang baru saja pulang dari rumah orang tuanya.
"Aku minta penjelasan. Ada apa?" tanya Sean tanpa berbasa-basi.
"Seperti yang kamu dengar. I love Melodi. " jawab Louis jujur.
"Sudah seberapa jauh hubungan kalian?" tanya Sean.
"Memangnya kenapa? tenang saja aku tidak akan merusak adikmu seperti kau merusak Kimberly dulu." jawab Louis.
Jleb!
Ucapan Louis tepat mengenai ulu hatinya.
"Ya aku tau dan aku menyesal melakukan itu pada Kimberly disaat kami belum menikah, bahkan sampai membuat hidupnya hancur. Aku menyesal dan aku mohon jangan lakukan hal yang sama pada Melodi karena kau ingin balas dendam kepadaku." ucap Sean lirih.
"Kau fikir aku mendekati Melodi karena hanya ingin balas dendam? apa untungnya? aku tidak sejahat itu Sean. Kenapa keluarga kalian selalu saja berfikiran negatif tentangku? apa karena pekerjaanku? ya, bisa jadi seperti itu. Tapi aku sungguh-sungguh mencintai Melodi, aku akan memperjuangkannya hingga titik darah penghabisan." ucap Louis panjang lebar, lalu berlalu meninggalkan Sean yang masih berdiri dengan segala fikirannya.
*************
Sudah lima hari semenjak kejadian itu Melodi benar-benar dikurung dan tak diizinkan keluar rumah, begitupula ponsel yang hingga saat ini masih di sita. Melodi bahkan tak dapat menghubungi Louis, begitupula Louis yang sudah dengan berbagai macam cara menghubungi Melodi namun tetap saja usahanya tak membuahkan hasil. Hingga malam itu, saat hari pertunangan Melodi dan juga Farhan.
"Kak aku dan Sean berangkat dulu ya." pamit Kimberly kepada Louis.
"Boleh aku ikut?" tanya Louis dengan tatapan nanar.
"Itu..." Kimberly ragu-ragu dan beralih menatap suaminya.
"Aku janji tak akan membuat onar, hanya mengucapkan selamat saja." ucap Louis.
"Baiklah, tak apa. Biarkan dia ikut bersama kita." ucap Sean.
"Ya sudah kak, bersiap-siaplah, kami menunggumu." ucap Kimberly.
Beberapa saat kemudian....
Sean, Kimberly dan juga Louis telah sampai ditempat acara pertunangan Melodi dan Farhan. Malam ini Melodi terlihat sangat cantik dengan balutan gaun yang indah walaupun matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam, tapi tetap saja kecantikannya terpancar sempurna.
Louis yang masuk bersama Sean dan Kimberly mendapat tatapan tajam dari Marvel dan mama Inggrid. Mereka takut jika Louis akan berbuat macam-macam dan mengacaukan acaranya.
__ADS_1
"Kenapa kamu mengizinkannya datang kesini?" tanya Marvel sembari berbisik pelan ditelinga Sean.
"Memangnya kenapa? dia keluargaku." ucap Sean dengan santai.
"Awas saja jika sampai dia berani berbuat macam-macam. Kamu harus bertanggungjawab!" ucap Marvel penuh penekanan.
"Ya! tidak usah pakai urat, biasa saja." jawab Sean yang makin membuat Marvel bertambah geram.
Sementara Melodi yang tidak sengaja bertatapan dengan Louis tak dapat menahan rasa rindunya kepada pria itu. Melodi menatap Louis dari kejauhan, matanya menyiratkan kerinduan dan kesedihan yang begitu besar. Bagitupula Louis yang menatapnya dalam. Louis memaksakan senyumnya walau hatinya tengah terluka.
Dan sesi acara pun sudah dimulai. Melodi dan Farhan saling memasang cincin dijari manis masing-masing dan pemandangan itu tentu tak lepas dari sorotan mata nanar Louis. Dia mengelap sudut matanya yang sedikit basah lalu berbalik hendak pergi dari tempat yang memporak-porandakan hatinya itu.
"Kak, hai.. how are you?" sapa seseorang yang menepuk pundaknya. Louis tersenyum hangat pada wanita yang memiliki wajah yang sama persis dengan mendiang istrinya Riana. Ya, dia Riani.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik." jawab Louis sekenanya.
"Kita ngobrol disana." ajak Riani seraya menunjuk ke suatu tempat.
"Oke." jawab Louis lalu berjalan berdampingan kearah kursi tamu yang ditunjuk Riani.
"Jadi apa kesibukan mu sekarang kak?" tanya Riani.
"Riana pasti akan sangat sedih melihatmu seperti ini, kenapa tidak mengambil alih perusahaan keluarga saja kak?" tanya Riani. Louis tak menjawab dan hanya tersenyum sinis.
"Lihat dirimu, kau tampak menyedihkan. Di usiamu yang sudah hampir mengijak kepala empat masih saja menyendiri." cibir Riani.
"Sebelum menyindir orang lihat dirimu sendiri." jawab Louis.
"Ya, dan aku menyesali semua itu. Jujur saat ini aku merasa lelah dengan dunia, dan ingin seperti manusia normal lainnya yang hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. Ada suami dan juga anak yang senantiasa menemani hari-hariku." jawab Riani.
"Mudah saja, tinggal cari dan bayar lelaki yang kau inginkan." ucap Louis.
"Tapi sayangnya seleraku sepertinya sama dengan Riana. Bagaimana jika kita mencobanya?" ucap Riani dengan menatap dalam wajah Louis.
"Ck! kau tahu jawabannya apa. Tentu saja tidak!" jawab Louis.
"Kenapa? kenapa tidak? apa sudah ada wanita lain dihatimu?" tanya Riani sembari menatap intens wajah suami mendiang adik kembarnya itu.
"Ya! saat ini ada wanita lain yang mengisi hatiku setelah Riana." jawab Louis sembari menatap Melodi yang tengah bersanding dengan Farhan dari kejauhan.
__ADS_1
Riani cukup kecewa mendengar jawaban Louis dan merasa penasaran dengan sosok wanita yang berhasil merebut hati Louis.
"Siapa? siapa wanita itu?" tanya Riani.
"Aku belum mengucapkan selamat kepada Farhan dan Melodi." bukannya menjawab, Louis malah beranjak bangkit dari duduknya.
"Aku ikut. Dan bolehkan jika aku menggandeng tanganmu? menyedihkan sekali melihat adikku sudah memiliki pasangan dan aku masih sendiri." ucap Riani.
"Boleh." jawab Louis.
"Benarkah?" tanya Riani tak percaya.
"Ya" jawab Louis mantap. Entah apa yang ada difikiran Louis saat itu, dia menggandeng Riani dan membawanya kehadapan Melodi dan Farhan.
"Farhan, Melodi. Selamat ya atas pertunangan kalian." ucap Louis kepada Melodi dan juga Farhan.
Melodi menatap nanar melihat Louis yang terlihat santai saat mengucapkan selamat kepadanya. Bahkan dengan teganya Louis menggandeng wanita lain didepan matanya.
'Ternyata dia malah asyik dengan wanita lain disaat aku menangisinya setiap malam.' batin Melodi.
Setelah bersalaman dengan Farhan kini Louis menyalami Melodi, memegangnya dengan erat dan menatap dalam mata gadis yang sangat dirindukannya itu.
'I miss you baby...' batin Louis.
"You are so beautiful Mel." Puji Louis dengan menjabat tangan Melodi.
"Terimakasih kak, terimakasih sudah datang." jawab Melodi dengan bibir bergetar mencoba menguatkan hatinya.
'Rasanya aku ingin memelukmu saat ini juga baby. Tapi aku tak mungkin mempermalukan dua keluarga besar sekaligus' batin Louis. Mereka masih larut dengan tatapannya tanpa menghiraukan yang lain yang memperhatikan keanehan dua manusia yang saling berjabat tangan itu.
Ehem!
"Sayang, aku belum mengucapkan selamat pada calon adik iparku." ucap Riani dengan nada yang dibuat-buat. Dengan terpaksa Louis melepas tangan halus Melodi dan mempersilahkan Riani mengucapkan selamat kepada Melodi tanpa mengalihkan tatapan matanya sedikitpun.
Sementara Melodi tengah mati-matian menahan air matanya agar tidak tumpah saat mendengar kata sayang dari mulut Riani yang ditujukan untuk Louis. Hatinya terasa terbakar dan juga panas, tubuhnya bergetar menahan api cemburu yang kian membesar. Melodi tidak kuat!
"Kak, maaf aku harus ke toilet. Aku sudah tak tahan ingin buang air kecil." pamit Melodi yang langsung diangguki oleh Farhan dan juga Riani.
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan vote nya ya.