Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Bu Amanda


__ADS_3

Saat aku hendak masuk kedalam kamar, Louis kembali menahanku.


"Oh iya, saya lupa, mari saya kenalkan pada ibu saya" ucapnya.


"Oh, iya" ucapku. Lalu aku mengekor dibelakangnya menuju kamar lain.


"Ini kamar ibu. Tapi aku tunggu diluar saja" ucapnya.


"Kenapa enggak ikut masuk?" tanyaku.


"Ibu tidak mau melihatku" ucap Louis dengan sendu.


"Apa kalian sedang tidak akur?" tanyaku.


"Ya, ibu tidak pernah mau bertemu denganku semenjak aku masuk ke dalam dunia hitam" ucapnya lesu.


"Kalau begitu pindah ke dunia putih aja" usulku.


"Yang benar saja!" ucapnya.


"Apa salahnya. Lagian apa serunya hidup di dunia hitam. Hidup di dunia nyata saja sudah banyak masalah" ucapku.


"Hai macan galak, kamu enggak tahu saja bagaimana serunya bermain-main dengan bahaya dan nyawa orang!" ucapnya.


"Berarti kamu punya kelainan!" ucapku.

__ADS_1


"Kelainan apa?" tanyanya tak terima.


"Pokoknya kelainan. Lain dari yang lain!" ucapku.


"Ah sudahlah, malas berdebat dengan macan bunting sepertimu, merepotkan! Aku minta tolong temani ibu ya, ibuku lumpuh, dia hanya menghabiskan waktunya didalam kamar dan juga taman, dia sangat kesepian, aku yakin kamu bisa menghiburnya" pintanya.


"Tapi... nanti kalau ibu bertanya saya harus jawab apa?" tanyaku.


"Jawab saja yang jujur" ucapnya.


"Oh, ya udah" ucapku.


Tok tok tok!


"Masuk" terdengar sahutan dari dalam kamar. Aku membuka pintunya perlahan lalu berjalan mendekati kasur ibunya Louis.


"Enggak, silahkan duduk" ucapnya mempersilahkan aku duduk dikursi yang sudah tersedia disana.


"Kamu siapa?" tanyanya penasaran.


"Kenalin tante, nama saya Ratna" ucapku sembari mengulurkan tangan.


"Saya Amanda" ucapnya sambil menerima uluran tanganku. Setelah itu kami melepas jabatan tangan kami.


"Apa kamu bekerja dirumah ini? kenapa bisa ada dirumah ini?" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Saya diculik sama anak tante" jawabku jujur.


"Whatt??" bu Amanda terlihat kaget.


"Ceritakan, ceritakan semuannya" ucap bu Amanda meminta penjelasan.


Aku langsung menceritakan semua yang aku ketahui dan aku alami pada bu Amanda. Bu Amanda terlihat menarik nafas dalam-dalam lalu sudut matanya nampak berair.


"Maafkan anak-anak saya ya, kasihan sekali kamu" ucapnya dengan mata berkaca.


"Apa Louis berbuat kasar padamu?" tanya bu Amanda.


"Enggak bu, malah sebaliknya" ucapku. Aku kembali teringat saat aku menendang dan menjambak rambutnya siang tadi.


"Kalau mereka berbuat macam-macam kamu jangan segan-segan bilang sama saya ya" pesannya.


"Iya bu" ucapku. Setelah itu kami ngobrol panjang lebar dari A ke Z. Sampai akhirnya malam semakin larut dan aku yang sudah mengantuk langsung berpamitan pada bu Amanda untuk tidur dikamar yang ditunjukkan Lois tadi.


*********


Keesokan harinya, aku bangun pagi-pagi sekali. Saat hari masih gelap, aku menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslimah. Setelah sholat, aku berdo'a kepada Allah, agar dimudahkan segala urusan dan dihindarkan dari segala marabahaya. Aku teringat mas Marvel, aku teringat Ikhsan. Aku sangat merindukan mereka. Aku yakin, mereka sangat merindukanku.


Setelah itu aku mencoba menemui Louis mencoba meminjam ponselnya untuk menghubungi mas Marvel. Tapi Louis tak memeberiku izin untuk menelfon mas Marvel. Aku sangat bingung, lalu aku teringat bu Amanda dan mencoba untuk meminjam ponselnya untuk menghubungi mas Marvel.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Othornya lagi enggak enak body karena gerdnya sedang kumat. Jadi mohon pengertiannya ya, hari ini hanya bisa up satu bab saja. Terimakasih dan jangan lupa vote, like dan komentar.


__ADS_2