Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Berdegup


__ADS_3

Toni lebih memilih untuk mengobati hatinya dengan menyendiri diatas balkon hotel itu. Dia memandangi bintang-bintang dilangit dengan wajah sendu. Toni berusaha tersenyum, dia harus kuat karena keluarganya membutuhkan dirinya sebagai tulang punggung keluarga. Seharusnya tidak boleh ada kata cinta dalam kamusnya, ya karena ini, karena Toni malas merasakan patah hati. Hidupnya terlalu sibuk untuk mengurusi hal-hal seperti ini. Karena disana, dirumahnya, ada sang mama yang tengah terbaring lemah karena lumpuh dan membutuhkan biaya perawatan yang cukup besar. Ditambah adik-adiknya masih kecil-kecil yang masih sekolah tentu semua itu tak cukup jika dia tak bekerja keras. Oleh karena itu saat Marvel menawarinya untuk merangkap sebagai asisten pribadinya, Toni langsung menerimanya tanpa fikir panjang.


Ayahnya sudah meninggal lima tahun lalu saat dia baru saja lulus sekolah menengah atas. Dan disaat dia kebingungan mencari pekerjaan, dia bertemu dengan sosok Marvel, malaikat penolong hidupnya yang selalu royal dan tak perhitungan kepadanya. Bahkan tak jarang Marvel memberinya bonus bulanan, atau bahkan mengirimkan sembako kerumah Toni. Toni merasa sangat bersyukur karena memiliki bos seperti Marvel, dan tentu saja rasa setia dan loyalitas nya sebagai bawahan Marvel tak diragukan lagi. Dia akan mengabdikan hidupnya kepada Marvel selagi bos nya itu membutuhkan dirinya.


Dan jika ditanya soal jodoh, Toni hanya akan tersenyum menanggapinya. Apa itu jodoh? tidak ada dalam mimpinya untuk bersanding dengan seorang wanita dipelaminan. Tidak! dia nyaman seperti ini saja, adik-adiknya dan ibunya masih sangat membutuhkannya untuk bertahan hidup.


**********


Sementara ditempat lainnya, disaat Toni tengah dirundung patah hati dan acara sudah selesai dilaksanakan, kini sepasang pengantin baru yang sudah sah menjadi suami istri itu tengah duduk berdampingan disisi ranjang yang sudah dihias sedemikian rupa, hingga menghasilkan suasana romantis yang membuat keduanya bertambah gugup.


"Kamu mandi duluan baby" ucap Louis.


"Iya" jawab Melodi.


"Tapi... emmm" Melodi ragu-ragu meneruskan ucapannya.


"Kenapa baby?" tanya Louis.


"Tanganku tak sampai untuk melepas reseting bajuku." ucap Melodi. Louis tersenyum kemudian bangkit. Dengan pelan Louis melepas reselting gaun Melodi dari belakang hingga baju yang beratnya berkilo-kilo itu jatuh kelantai. Membuat Melodi spontan menutup tubuhnya yang hanya dilapisi dalaman saja. Melodi sangat malu, apalagi posisi meraka tengah berdiri didepan cermin seukuran tubuhnya, ditambah Louis yang menatapnya penuh nafs* membuat Melodi merasa seakan hendak dimakan hidup-hidup.

__ADS_1


"You're so beautiful baby..." bisik Louis diceruk lehernya. Hembusan nafasnya menerpa kulit mulus selembut sutra milik Melodi diarea lehernya, yang mana disanalah titik sensitifnya berada.


"Kak.. aku mandi dulu." ucap Melodi berusaha melepas pelukan Louis dari tubuhnya.


"Aku bukan kakakmu baby, panggil aku hubby." titah Louis.


"Emh, ya, kak. Eh, hubby... Mel mau mandi dulu, keringetan, tidak nyaman." ucap Melodi merasa kegelian saat Louis mulai menggeryanginya.


"Jangan lama-lama, karena aku tak sabar ingin mencolokmu!" ucap Louis dengan kata-kata vulgar yang seketika membuat Melodi merasa ngeri. Dicolok? oleh pisang cavendish milik Louis? Apa muat? otak Melodi terus berkelana memikirkan bayangan-bayangan dirinya saat dicolok Louis.


"Kenapa masih disini, kamu membayangkan apa? hmm!!" tanya Louis.


"Jangan dibayangkan baby, tapi dirasakan." bisik Louis. Melodi yang merasa kegelian langsung melepas tangan Louis dan buru-buru kabur kedalam kamar mandi.


Louis terkekeh melihat tingkah lucu istrinya itu.


'Ah, sungguh kamu sangat menggemaskan kutu kecilku!! aku jadi tak sabar ingin mencolokmu. Akan aku pastikan malam ini kamu terus menganga menahan kenikmatan dan tidak bisa berjalan keesokan harinya' batin Louis.


Cukup lama Louis menunggu, Melodi tak kunjung keluar dari kamar mandi membuatnya merasa khawatir, jangan-jangan terjadi sesuatu pada Melodi.

__ADS_1


Tuk tuk tuk!


"Baby... are you okay?" tanya Louis.


"I'm okay!" jawab Melodi dari dalam.


"Kenapa lama sekali di dalam?" tanya Louis.


"Sebentar lagi aku keluar." jawab Melodi. Louis kembali duduk dikasurnya.


Klek!


Pintu terbuka menampilkan sosok Melodi dengan rambut basah yang hanya mengenakan handuk sebatas dada ke paha.


Gleg!


Jakun Louis naik turun melihat itu.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Nunggu disirem kembang, kopi dan likenya dulu aaah...! baru dilanjooot.


__ADS_2